[series] AMNESIA PART 5


Gambar

Title    : AMNESIA part 5

Rating : 13+

Genre : Romance, family

Author : Iyank3 a.ka dian_andriani

(@iyank49)

Lenght : Series

Cast    : Choi Sooyoung

Cho Kyuhyun

Other cast : Donghae

Choi soojin

Jessica

Note    : halo iyankz kembali membawa ff  yang gaje dan aneh, saya minta maaf kalau postnya lama pisan, tapi gak ada yang lupa kan sama ff abal2 ini?? mian kalau ceritanya makin ancur. Tapi semoga ada yang masih setia yyee. Oke langsung ajah

^^Happy Reading^^

Author pov:

Sooyoung masih setia menyuapi makanannya pada Kyuhyun walau namja itu bersikeras menolaknya namun yeoja disampingnya tetap pada posisinya memberikan senyuman terindahnya pada dokter pribadinya itu, mata Tuan Choi benar-benar sudah menyiratkan kemarahan pada putri bungsunya sedang yang ditatap tajam masih saja acuh.

“Biar aku makan sendiri!” ucap Kyuhyun gugup meraih mangkuk dan sendok yang dipegang Sooyoung  mata namja itu mencuri pandang kearah lelaki paruh baya tersebut, hatinya berontak tak ingin sesuatu terjadi pada dirinya melihat ayah Sooyoung yang terus kesal padanya akibat perilaku putrinya sendiri.

“Yah..chagi lihatlah makanmu belepotan begitu!” Sooyoung menghapus sedikit sisa noda disudut bibir namja yang sangat canggung dalam suasana yang tidak mengenakan hatinya bagaimana tidak hanya Sooyoung yang terus bertindak bodoh, ia acuh seakan tak ada siapapun yang melihatnya.

“Kyuhyun oppa apa besok kau akan kerumahku lagi?” tanya yeoja itu semangat. Sedang yang ditanya sibuk memandang kearah lain, ia melihat namja yang mematung tak jelas disamping ayah Sooyoung. Batinnya bergemuruh.’donghae pasti marah sekali padaku, kapan yeoja ini tak membuatku begini, aku selalu kualahan menghadapinya.

“Youngi jaga sikapmu!” Ucap tuan Choi dengan suara bass khas seorang Ayah. Kontan Sooyoung langsung memanyunkan bibirnya. “memangnya tidak boleh, aku bersikap manja pada namjachinguku sendiri.” Ucapnya kesal.

Sementara Soojin terus memperhatikan Donghae dihadapannya yang terus lesu mengaduk-aduk makanan tanpa hasrat untuk menikmati santap malamnya, Soojin paham benar melihat Donghae yang tidak bersemangat begitu, ia ikut kesal sama seperti ayahnya.

“bisa tidak saat makan kau tidak bercanda hah?” pertanyaan kakak perempuan Sooyoung makin membuat hati dokter muda itu kian menciut,  rasanya ingin sekali ia kabur dari rumah besar tersebut kalau saja yeoja disampingnya tidak merangkulnya terus secara intens, Kyuhyun kini hanya bisa pasrah menerima perlakuan sesukanya yang dilakukan Sooyoung meskipun hatinya menyerukan untuk segera kabur dari rumah ini.

Sooyoung pov:

 

“Kau pasti iri kan denganku, karena aku sudah punya pacar?” ucapku mengejek kearah Soojin, biarkan saja, walaupun ini haya akting tapi aku merasa nyaman merangkul namja malang ini. Kasihan juga melihat dokter tampan ini, dia tidak tahu sama sekali tentang masalahku di rumah ini, sesekali aku menatap kearah Donghae, aku hanya bisa menghela nafas dalam, tidak tega juga terus menerus menyakitinya seperti ini, meski dapat kulihat ayahku terus menepuk bahunya pelan memberinya semangat. Kenapa dia masih bersikeras untuk menikahkanku dengan namja itu,’wae appa’.

“Apa yang kau bilang iri hah? Dasar! penyakit amnesiamu benar-benar aneh, mengerikan!” aku memutar kedua bola mataku kesal kearahnya ‘jeongmal pabboya nae eonnie’.

“Lebih baik punya penyakit aneh sepertiku daripada punya otak waras tapi tidak kau pakai?” dia mendesah ringan seperti biasa soojin memang selalu mengalah dalam urusan adu mulut denganku. Tapi kali ini dia sudah sedikit tersulut.

“mwo? apa maksudmu hah!” lama-lama aku bosan juga, aku sudah memberinya banyak ruang dan kesempatan bagus padanya untuk bisa lebih dekat dengan Donghae tapi disia-siakan begitu saja.

“Kau ini bicara apa Soo-ah, aku hanya ingin kau sadar kalau namja yang kau sebut pacarmu itu hanyalah orang asing. Kau tidak mengenalnya, aku tahu benar siapa saja temanmu dan ka-“ sebelum dia melanjutkan bicaranya aku langsung memotongnya.

“Kau tidak tahu apapun tentangku eonni sudahlah aku bosan berdebat denganmu!”

“mian noona kalau adanya aku disini membuat kalian tidak nyaman!”  ya ampun kasian sekali dokter ini berulang kali dia ucapkan kata maaf pada keluargaku. Huh! Aku kesal dengan mereka semua. Mereka jahat orang ini kan tidak salah apapun tapi mereka menatapnya seperti seorang pencuri saja.

“Kyuhyun oppa jangan begitu, kau santai saja disini nde!”

“em..em.. putriku, besok Donghae akan mengajak kita ke Pulau Jeju kau mau kan? Setelah sekian lama dirumah sakit apa kau tak merasa bosan hemm?” bagaimana ini gawat, aku yakin ini hanya akal-akalan ayahku saja agar aku lebih dekat dengan Donghae, dasar Soojin pabbo kenapa dia kurang tanggap dengan situasi ini. Benar-benar tidak cekatan.

“Appa aku sedang tidak mood untuk jalan-jalan. Bagaimana kalau Soojin eonni saja yang pergi!” tawarku padanya. Ayahku mendelik kearahku membuatku makin mengerucutkan bibirku.

“appa!” manjaku padanya.

“besok kita pergi bersama kau bisa siapkan semuanya malam ini!” firasatku mulai tak enak, jangan-jangan aku disana akan dinikahkan secara paksa oleh ayahku. Andwe! Harus bagaimana lagi? Sepertinya  aku harus mulai beraksi lagi.

“Ya Tuhan. Sayang  kepalaku berat sekali, semua sum-sum tulangku mulai ngilu aku tidak tahan?” Ucapku sambil menyandarkan kepalaku di dokter  Kyuhyun yang dari tadi diam seperti pajangan rumahku.

“dokter ayo lakukan sesuatu, aku tidak mau ikut ke Jeju. Pasti disana appaku sudah menyiapkan hal aneh aku tidak mau!” bisikku padanya berharap dia melakukan sesuatu yang kuinginkan.

“Kurasa kita hentikan sampai disini!” ucapnya keras dan lantang membuatku mencubit perut buncitnya.

“yaa.. pabbo namja kenapa bicara seperti itu!!.” Aku cukup prustasi dibuatnya.

“dokter kyuhyun apa maksudmu?” tanya Donghae heran padanya, aku memicingkan mataku kearahnya.

“hem… apa maksudmu hubungan kalian akan berakhir begitu?” aku menggeleng melihat ayahku yang  mulai tersenyum senang.

“andwe appa kenapa bicara seperti itu, kalian jahat!. kalian membuat namjaku tidak nyaman dirumah ini, kalau begini terus aku mau rawat inap lagi dirumah sakit!” ucapku tegas membelanya.

“haha.. kau yakin akan kerumah sakit untuk rawat inap disana, kau tidak takut dengan kamar mayat lagi? baguslah!”

Aku yang tadi semangat bangkit berdiri menjadi lemas mendengar penuturan kakak perempuan pabbo ku itu, tubuhku merosot lagi dikursi ini. Tapi rasanya aku punya ide yang lebih baik dari pada harus dirawat dirumah sakit.

“Siapa bilang aku akan dirawat dirumah sakit, aku akan dirawat inap dirumah dokterku, kau puas?”

“Mwo??” lagi. Namja disampingku selalu saja kaget tiap aku bicara, apa jadi dokter menjadi figur kaku dan aneh seperti dirinya.

“Jangan macam-macam kau. Turuti kataku kita hanya berjalan-jalan saja disana!” Ayah tidak pernah menyerah dia tetap sama, orang tua yang tegas.

“Siaboji, kalau youngi tidak mau juga tak apa kau tidak perlu memaksanya.” aku sedikit melirik kearah donghae yang terus menatap melas kearahku. Kumohon lupakan aku? Apa baiknya diriku untukmu oppa.

“aku kan baru sedikit sehat aku masih lelah appa. Oe.. begini saja, aku mau ikut kalau namja tampan disebelahku ini juga ikut. Kalau sakitku kumat, bagaimana? Memangnya appa tahu obat yang tepat untukku.” Ayahku terus menghela nafas kasar ia pasti jengkel punya anak nakal sepertiku, biarlah!

“mianhe..chogi kalian tidak usah hiraukan, aku tidak akan mengganggu liburan kalian. Santai saja aku permisi pulang!!”  aku melongo melihat namja itu yang mulai melangkah keluar, tidak ada yang mencegahnya aku makin kasihan melihatnya dipojokan oleh keluargaku, dia pasti selalu merasa bersalah. Hatiku tidak karuan melihatnya berjalan lemas begitu.

“yaa…yaaa chagi-ya tunggu aku, hey kyuhyun oppa tunggu!” aku mengejarnya sampai depan pintu. Nafasku mulai tersengal lebih-lebih melihatnya lesu tak bersemangat.

“wae? Apa lagi? Sudahlah sooyoung aku lelah menurutimu.”

“jangan begitu oppa, ayolah bantu aku!” aku merajuk kembali padanya, hal lumrah yang menjadi kebiasaanku.

“tidak kali ini cukup sudah!” ucapnya lagi, aku jadi pusing sekarang kalau ditolak-tolak begini.

“oppa kumohon!” ucapku lagi sambil mengerling nakal padanya, dia mulai bingung dengan sikapku. Sepertinya menghadapi manusia robot seperti ini memang perlu sedikit bersikap agresif, biarlah kubuang jauh rasa gengsiku.

“haaah… aku takut ayahmu, soojin dan juga donghae!” tidak usah dia katakan aku juga sudah tahu.

“yah aku tahu mereka pasti marah padamu? Bertahanlah demi pasienmu yang cantik ini. Aku benar-benar stres. Begini saja, sampai aku berhasil membuat Soojin eonni dan Donghae oppa bersatu, kau boleh meninggalkanku, aku janji tidak akan merepotkanmu lagi, arasho!” entahlah saat mengatakannya seperti ada yang mengganjal dibenakku, aku ingin selamanya merepotkan manusia didepanku ini.

“Terserah kau sajalah!” sedikit senang melihatnya pasrah begitu, sebelum dia beranjak ke mobilnya aku mengecup singkat pipinya dia cukup kaget denganku yang terlihat santai tapi jujur saja hati ini jadi makin bergemuruh hebat. Aku sudah sangat  yakin pipiku kali ini sudah seperti goguma.

“kenapa kau mencium pipiku?” tanyanya polos yang justru membuatku jengkel.

“Karena kau idiot, sudah sana pergi! Jangan lupa datang lagi pasienmu membutuhkanmu!”  kutepuk bahunya pelan. diapun telah masuk kedalam mobilnya. Aish rasanya senang sekali malam ini aku benar-benar menjadi napeun yeoja.

****

 

Autor pov:

 

Keluarga Sooyoung tengah sibuk menyiapkan barang dan keperluan untuk berpiknik, terlihat Sooyoung yang masih setia memeluk bantal guling dikasurnya.

“Bangunlah ini jam berapa, kau jadi ikut tidak? Donghae sudah menunggu kita dibawah, yaa Sooyoung-ah bangun…. cepat!” Soojin jengah berulang kali membangunkan adiknya nihil hasil yang ia dapatkan.

“berisik sekali, aku masih ngantuk!!” celotehnya menggumam tanpa makna, Sooyoung makin gencar merapatkan selimutnya pada tubuh kurusnya.

“Cepat kau bangun, dia sudah menunggumu sejam yang lalu?” Setengah sadar ia mendengar kakaknya yang terus mendumel.

“aish dasar galak. Lalu kenapa hah? Harusnya kau yang pergi bukan aku. Hust… diam dan jangan ribut terus, kau ini berisik sekali!”

“Doktermu juga sudah menunggumu dibawah!” seketika mata Sooyoung melebar, senyum yang tanpa sengaja terbentuk disudut bibirnya.

“Mwo?? Dia ikut?” ucapnya semangat. Kakaknya memutar kedua bola matanya, apa ini cara jitu membangunkan yeoja pemalas seperti adiknya.

“Bukankah kau yang mengajaknya, aku juga tidak akan tahu kalau kau kumat nanti bagaimana?” sooyoung mengangguk mengiyakan penuturan kakaknya, senyumnya tak pernah pudar cukup senang mendengar namja itu masih bernyali dirumah ini.

“O.. Satu lagi berterimakasihlah pada Hae oppa dia yang sudah membujuk namja asing itu kemari” Sooyoung mengedikkan bahunya ia seolah acuh tak menanggapi ucapan yeoja dihadapannya.

“unnie dia bukan namja asing, dia-“ Soojin memotong perkataanya.

“dia pacarmu sudah sana mandi. Menyebalkan kenapa aku harus membangunkan yeoja malas sepertimu, tidak sehat tidak amnesia kau sama saja seperti dulu!”

“kau cerewet, sudah pantas menjadi halmoni. Kau menikahlah secepatnya?” soojin terdiam mendengar penuturan Sooyoung hatinya gamang kembali, Sooyoung yang sudah masuk kekamar mandipun keluar lagi melihat gurat menyedihkan pada wajah kakaknya

.

“Sudah jangan pikirkan ucapanku yang tadi hanya bercanda nde!”

“Sooyoung, apa yeoja seukuran diriku dengan umurku yang sekarang sudah pantas disebut perawan tua!”

“mungkin!” jawab sooyoung enteng yang membuat kakaknya tertunduk sedih, Sooyoung menghampirinya dan memeluk erat tubuhnya.

“unnie, aku hanya bercanda kau ini masih muda. Andai saja kau tahu. Mengapa aku melakukan ini semua, untuk siapa” sedikit yeoja itu kian menghela nafas dalam.

“Kau!” kening Soojin mengkerut wajahnya tampak bingung mencerna kata-kata aneh dari adiknya.

“apa maksudmu?” ucapnya bingung.

Sooyoung menatap lekat mata kakaknya kedua tangannya sudah menarik bahu Soojin dengan kuat.

“kenapa kau tidak peka juga. Dekati dia.” Serius, nada bicara sooyoung berubah menjadi tegas tanpa celah canda disana.

“dia siapa?” tanya kakaknya bingung.

“Aish siapa lagi, kau harus terus menempel dengan Donghae oppa!” Hati Soojin bergemuruh mendengarnya.

“mwo? Tidak mungkin aku… aku!” ucap Soojin kikuk, ia sedikit malu untuk mengatakan pada adiknya.

“wae? Kau ini tertutup sekali. Makanya jangan jadi yeoja pendiam. Aku kesal padamu. Usahaku sia-sia saja!”

“ahh.. sudahlah mandi sana!” Soojin mengalihkan pembicaraan serius adiknya dan mendorong ringan tubuh Sooyoung yang  malas melangkahkan kakinya ke kamar mandi.

“Cepatlah…” sooyoung menggeleng lesu, dihadapkannya tubuh itu mengarah pada kakaknya, wajahnya kian sedih membuat Soojin bingung.

“unnie aku kangen eomma..hik”

“kenapa tiba-tiba kau menangis, kita ini mau tamasnya supaya pikiranmu lebih fress bukan untuk

Membuatmu sedih seperti itu” Soojin memeluk adiknya sangat dalam. Ia menyesal tlah mencelakakan adiknya dulu.

“aku menyayangimu eonni, Setiap kali melihatmu aku selalu merindukan eomma inilah alasan keduaku melakukan hal gila ini” kening Soojin makin mengkerut, sepertinya Sooyoung memang harus ekstra sabar menghadapi kakak perempuan dengan Loading otaknya yang kurang speed. Raut muka Sooyoung kembali ia tekuk, ia jengah bicara panjang lebar pada kakaknya.

“Aku mandi saja!” kesalnya.

****

 

 

“Ah, putri-putriku kalian sudah siap? Kalian cantik-cantik.” Ucap Tuan Choi dengan sesumbar tawa khasnya. Sooyoung yang sudah terbiasa dimanjakan ayahnya hanya bisa beringsut kearahnya. “Gomawo appa!” ucapnya senang, matanya makin menyisakan kesenangan yang lebih ketimbang mendengar gurauan ayahnya ia lebih memilih merangkul Dokter itu lagi. Tanpa bosan! Kyuhyun hanya bisa pasrah dengan perlakuannya.

“Rupanya kau lebih tampan kalau pakai pakaian santai begini, gayamu juga lebih cool, manly tidak kaku seperti robot lagi, haha..” guraunya memecahkan kesunyian namja disebelahnya. Melihat donghae yang terus mengarah senyum padanya membuat hati sooyoung miris, ia merubah air mukanya menjadi duka sejurus kemudian ia seakan menjadi yeoja evil nan jail, kakinya menyengajakan langkah kakak perempuannya yang  hendak melangkah, walhasil ia hampir terjatuh namun tubuhnya justru ia dorong kearah tubuh Donghae. Seringaian kecil kini muncul.

‘aku akan terus berjuang menyatukan kalian!’

Tubuh soojin seakan kaku dipangkuan namja pujaannya, wajahnya merah padam ingin rasanya ia teriakan kekesalannya pada adiknya itu. Hatinya bergemuruh tak jelas.

“Gwechana?” tanya Donghae khawatir.

“O..oeh nan gwechana” jawab soojin kaku, ia kontan menegakkan tubuhnya agar lebih leluasa dalam geraknya. Sooyoung menepuk keras kening  melihat tingkah kakaknya yang kurang pengalaman dalam urusan asmara. ‘Huh! Apa perlu kucontohkan lebih banyak. Yeoja malang hidupmu kau habiskan untuk kerja dan kerja saja. Benar-benar!’ umpatnya ringan dalam hati.

“Mian hae-ah aku tidak sengaja!” ucap soojin berulang-ulang. Membuat adiknya kepalang batu.

“Lain kali jalanmu hati-hati soojin, kenapa bisa jatuh begitu” titah Tuan besar dirumah tersebut.

“nde.. appa mianhamnida-“ Soojin kian menundukan kepalanya.

“Sudahlah Soojin aku tak apa, kau tidak perlu merasa bersalah begitu”

Kyuhyun memperhatikan keceriaan di keluarga tersebut dengan senyum cerahnya, walaupun Ia cukup merasa tak nyaman namun sikap profesionalitasnya mengalahkan mood buruknya saat ini, ia yakin semua akan baik-baik saja, semua ia percayakan pada yeoja yang terus menggenggam tangan kanannya erat, dan lagi akting super konyolnya selalu ia tampilkan menipu keadaan sederhana di dalam rumah.

“Pulau Jeju akan indah kalau ada dirimu oppa!” Kyuhyun mengangguk ringan mendengarnya membuat sooyoung berdecis kesal. “lama-lama kau menggemaskan jika seperti robot begini!” Sooyoung mencubit pelan pipi kyuhyun, membuat namja tersebut  tersenyum masam memandang kikuk kesemua familly Sooyoung.

“aku bosan melihat kalian terus bermesraan begitu!” Ayah Sooyoung memberi ultimatum ringan pada putrinya kalau saja donghae tidak menelfon dokter itu dan memaksanya untuk datang kemari pasti keadaannya tidak akan seperti ini.

Ponsel Kyuhyun berbunyi keras membuat siempunya meraihnya dan menekan tombol hijau tersebut.

“yeobseo!” kyuhyun merasa asing dengan serial number baru tanpa nama, ia berpikir apa pihak rumah sakit tidak mengindahkan ijin kerjanya bukankah tadi sudah diijinkan bahkan oleh pimpinan rumah sakit itu sendiri.

“oppa kau tidak bekerja ya?” Sooyoung tidak asing dengan suara khas yeoja disebrang telfon itu cepat-cepat ia mengambil alih merampas ponsel milik kyuhyun.

“yaaa.. yeoja sinting, kenapa kau ganggu namjaku terus?” Ucapnya keras, Kyuhyun membungkukan badan tak enak dengan pandangan aneh orang-orang disekitarnya.

“Dimana kalian sekarang?” Ucap sipenelfon.

“apa urusanmu! Dengar ya nona gila. Aku  dan dia akan jalan-jalan romantis, dan kau tidak perlu tahu!” Sooyoung merasa puas bisa memanasi seseorang yang ingin ia balas kelakuan liarnya.

“kemana?” tanya yeoja yang sudah sooyoung kenal betul watak anehnya, dia adalah versus paling mengerikan yang sudah membuat tubuhnya mengejang pingsan serta pengalaman paling buruk sekalipun pasti akan ia dapat jika berurusan dengannya. Siapa lagi? Jung Sica.

“Aku ikut!”

“Tidak tahu malu, apa kau tidak punya kerjaan lain selalu saja menguntitnya.”

“Youngi siapa dia?” Sooyoung mengarah jarak ponselnya sedikit mengecilkan suranya dan berbisik. “dialah yeoja yang sudah mengurungku dikamar mayat appa!” adu Sooyoung pada ayahnya.

“kemarikan ponselnya!” Sooyoung menuruti perintah ayahnya berharap dia memaki bahkan mengumpatnya lebih dari yang ia inginkan. “nde appa!”

“yeobseo agashi” ucapnya ramah.

“mian ajushi apa Kyuhyun oppa ada disitu?” Tuan Choi sedikit melirik namja yang disebutkan.

“nde kau kemarilah, dia ada disini!” ayah Sooyoung berharap orang yang sedang diajaknya bicara digagang telfon bisa segera datang, membawa dokter itu pergi dengan begitu tak akan ada yang bisa menghalangi niatnya untuk menyatukan Sooyoung dan Donghae kembali.

“yaaa.. appa jangan! Untuk apa menyuruh yeoja itu kemari? Menambah petaka saja!”

Setelah tuan choi mematikan ponselnya ia tersenyum kearahnya.

“Jadi yeoja ini pacarmu dokter?” selidik tuan Choi padanya.

“yang benar saja dia hanya tetangganya appa, kau ini apa-apa’an!” cecar sooyoung tak terima.

“Sepertinya dokter Kyuhyun masih sangat sibuk kita tidak boleh memaksanya untuk ikut!”

“Siapa bilang, appa kau jangan mengada-ngada kalau Kyuhyun oppa tidak ikut ya sudah lupakan piknik kita!”

Sooyoung menekuk kedua tangannya kesal. Huh apa yang bisa kulakukan agar ayahku tidak membencinya. Mereka kembali membereskan barang bawaan mereka dan tak berselang lama sekitar lima belas menitdatanglah seseorang yang tuan Choi Jungnam nantikan.

“Anyeong haseyo, Jung Sica imnida” Semua orang menoleh kearah yeoja bersuara imut tersebut yeoja itu tampak menunjukan senyum cerahnya melihat namja yang duduk terdiam disofa cepat-cepat ia menghampiri.

Smirk dan tatapan memanah Sooyoung padanya seperti enggan ia hiraukan.

“Benar-benar yeoja tidak tahu malu kau!” teriak Sooyoung kesal padanya ia sangat marah melihat Sica yang sudah membuatnya Syok saat dirumah sakit, melihat wajahnya ia kembali terniang akan pengalaman buruknya.

“Lepaskan tanganmu, jangan ganggu kyuhyun oppa lagi, Arasho!!”

TBC

 

Heee… mian lama post. Jangan lupa komen. Maaf yah kalo part ini pendek banget. Apa masih ada yang inget ama ni ff. Hahhh…. semoga aja! Keep rcl chingu… gomawo

 

One thought on “[series] AMNESIA PART 5

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s