Stressfull


Gambar

 

Title    : Stressfull

Rating : 16+

Genre : Romance, family

Author : Iyank3 a.ka dian_a

Lenght : Oneshot

Cast    : Choi Sooyoung

Cho Kyuhyun

Other cast :

Kwon Yuri

Choi Sully

Note    : anyeong, aku datang dengan ff aneh yang Gaje nya luar biasa. Typo dan hal lain adalah keterbatasan aku sebagai manusia. Wkwk jika ada kesamaan dengan ff lain aku juga minta maaf. Ini terinspirasi dari macem-macem dan ff ini memang sangat aneh, aku akuin itu. Oh iya alur mundur, sudut pandang bisa kalian pikirkan sendiri ya?? *plak Hehe.. Yah maafkan saya. Oke segitu ajah semoga kalian suka dengan ff super pendek ini.

<<<Happy Reading>>>

 

~Jika kau tak yakin dengan cintaku tembuslah dalam dasar hatiku~

Surai, ombak yang menggebukan gemericik air dalam padang senja mengundangku untuk mengenang masa terindahku dengannya. Mantan istriku. Entah dia tlah bahagia atau tertawa disana bersama orang yang selalu membuatnya tersenyum. Aku juga bisa membuatmu bahagia hanya saja kau terlalu takut untuk melihat hatiku. Choi Sooyoung aku mencintaimu.

Benar atau tidak, mereka bilang Sooyoung masih dalam tahap perawatan. Perempuan sempurnaku yang kuanggungkan itu selalu membuat batinku sakit. Lama kutatap dalam wajah pucatnya. Dia terdiam dalam lamunan panjang tanpa henti. Aku ingin kembali merajut masa indah itu bersamamu. Terkadang cinta yang kuberi padamu setiap detik adalah sia-sia. Kau selalu menganggapku orang lain. Lelaki tampan yang bisa memelukmu dan bercinta tanpa alih-alih balasan setimpal yang bisa kudapatkan. Berimajiner dalam pandangan kosongnya menggemakan kokohnya fantasi yang tak bisa kutebak dalam tawa ringannya.

“Aku juga mencintaimu,haha…” Tercekik dalam suasana kelamnya. Hatiku berusaha yakin bahwa dia akan sembuh. Aku menggenggamnya… kuatnya tangan yang meremas persendian jemariku membuat kebrutalan yang tiba-tiba ia hadirkan. “Oppa… aku mencintaimu, hik.. kenapa kau meninggalkanku” Sejurus kemudian perempuan itu menatapku. Bahagia jika dia melihatku sebagai seorang yang bisa membuatnya bahagia. Namun pahit, obat terpahitpun tidak mampu menggantikan rasa yang tak ingin aku miliki. Menusuk semua organ dalam tubuhku menyerukan untuk menghantarkan cinta terbesarku padanya. “Arkh… Kau jahat, kau membunuh suamiku. Kembalikan dia! Hik.. Siwon Oppa belum tahu kalau aku sedang hamil” Ujarnya dalam teriakkan yang menyesakkan sukmaku. Badan ringkihnya mulai lemas terdiam dalam tidur setelah suster itu memberinya suntikan. Aku terpejam menyaksikan betapa malangnya perempuan cantik itu.

“Tuan Cho, mantan istrimu!!!”

“Dia istriku dokter, kumohon jangan katakan hal itu” Dokter itu mengangguk menginstruksikan kegamangan pandangan yang tak bisa kuartikan. Hidup benar-benar dalam lembaran fatamorgana, aku tidak bisa lagi merangkulnya.

“Maafkan saya Tuan, Nyonya Cho Sooyoung semakin memprihatinkan kondisinya. Sebisa mungkin saya melanjutkan tindakan medis ini. Tapi semuanya terjadi lebih buruk dari yang saya kira. Tekanan yang dia rasa semakin membuatnya makin depresi, dia-“

“Dia tidak gila, istriku baik. Istriku sehat jasmaninya” Dokter itu tersenyum simpul.

^^^^

Kwon Yuri memperhatikan interaksi antar Kyuhyun dan Sooyoung dalam sel rumah sakit jiwa. Hatinya bergejolak hebat. “Bagaimana mungkin aku menangani dua orang sakit sekaligus” Dokter ahli psikologi itu menghempas pernafasannya berulang. Dia pergi meninggalkan pengamatan yang tak bisa ia sebut sebagai malpraktiknya.

Rancauannya tak bisa menggemingkan pertahanan Kyuhyun untuk bertahan pada sosok yang dibilang adalah istrinya. Perhatian yang ia berikan tak berarti apapun. Sooyoung menatap muak tubuh yang selalu dekat dengannya.

“Sebenarnya apa yang terjadi, sebelum Kyuhyun menikah dengan Sooyoung. Apakah dia sehat?” Sully meneteskan berbulir air matanya dia tak kuasa menahan tangis. Pertanyaan dokter Kwon mengharuskannya berkata jujur “Unnie seperti ini karena dia melihat dengan mata telanjangnya. Suami yang tergeletak dengan luka penuh darah yang bersimbah dan pengendara itu langsung lari begitu saja,aku bisa apa dokter melihat kakak perempuanku begitu malang. dia langsung membisu waktu itu aku bahkan tidak tahu kalau dia sudah menikah dan tinggal satu atap bersama Siwon”

Fokus. Rentetan pertanyaan yang yuri berikan pada adik Sooyoung membuat catatan dalam box berisi buku-buku pengobatan memenuhi goresan tinta yang penting untuk ditela’ah. Yuri melepas kacamata tebalnya. “Aku perlu semua permasalan mereka, kau tahu aku hanya seorang dokter baru. Koas yang kujalani selama dua tahun belum cukup untukku menangani masalah pasien penderita berat. Huh! Aku bisa ikut gila, kenapa Eomma menyuruhku menjadi dokter sakit jiwa!” kesalnya.

Sully tak menghiraukan keluhan yang dihadirkan perempuan dihadapannya, pandangannya terlalu fokus pada dua orang tadi “Lalu, kenapa Kyuhyun juga ikut sepertinya??”

“Mereka tidak gila dokter. Percayalah!” Yuri meremas pergelangan tangannya. “Choi Sully, kau mau membantuku kan? Aku memerlukan terapi untuk membuat mereka tidak berlarut dalam dunia anehnya” Sully terkikik melihat reaksi ketakutan Dokter muda itu. Terbesit dalam pikiran jika Yuri ingin meelepas predikat Dokternya dan menghilang dari dunia psiko yang baginya juga bisa membuat tingkat stresnya berkadar meninggi.

“Waktu itu Kyuhyun Oppa mulai mendekati Unnie, dan tidak berselang lama mereka berpacaran. Aku sering mendengar jika Kyuhyun oppa sangat mencintai Sooyoung unnie. Dia bilang jantungnya bisa berdetak dan suhu badannya akan naik drastis jika bersamanya. Sudahlah dokter jangan tanya lagi. Eomma dan Appaku jadi sakit melihat kondisinya. Kapan kau bisa menyembuhkannya! Hik.. Mereka harus sembuh! Hu..hu”

“Aish lama-lama aku yang akan sinting!” Gerutu dokter tersebut.

^^^^

“Sooyoung!” Teriakan lelaki berwajah malaikat itu menghentikan langkah dua bersaudara yang tengah menikmati fase liburan musim semi.

“Wah Kyuhyun Oppa kau datang lagi!” Dengan ceria perempuan bermarga Choi itu menggenggamkan dua tangan manusia dihadapannya. Sully tersenyum saat keduanya tersenyum kikuk. Wajah mereka sama merah padam. Rona bahagia yang terpancar sangat kuat. Dimana orang-orang yang tengah kasmaran menikmati debaran jantung yang sama-sama mereka rasakan. Sooyoung tersenyum canggung, tak hentinya perempuan berponi itu menundukan wajahnya karena malu. Sedangkan Kyuhyun? Kau bisa merasakan hal aneh bukan? Kenapa bisa? Hanya dia saja yang merasakan. Detakan liar dalam jantungnya terus menghantam setiap ruas dan rongga-rongga dalam sistem organ rusaknya. Rusak? Jantung Kyuhyun tlah rusak harusnya.

“Sully kau mau kemana?” Tanya Sooyoung melihat langkah adiknya yang terlihat sangat terburu. “Kau pikir aku obat nyamuk, aku bisa jadi setan jika mengganggu kencan kalian. Bersenang-senanglah!” Kedua sejoli itu melambaikan tangan mereka kearahnya.

Tatapan kedamaian yang Kyuhyun berikan mampu mengobati rasa sakitnya. Perempuan itu berhasil bangkit, ia move on dari kenangan lamanya. Dekapan hangat keduanya mampu memberikan sinergi negative dari pandangan-pandangan orang yang melihatnya. Dalam keindahan taman yang sangat luas seindah dua hati yang saling berpadu. Adakah nilai kesucian didalamnya?

“Kyuhyun Oppa”

“Hemmm”

“Kenapa bisa kau menyukaiku??” Pertanyaan bodoh macam apa itu? Kyuhyun mungkin bungkam tapi ada sesuatu yang mengejeknya dari jawaban yang seharusnya ia lontarkan. “Karena kau cantik, genit tapi aku menyukaimu karena hal lain. Kurasa takdir dan jodoh Tuhan itu adalah ketetapan aku tidak bisa menghindarnya”

Mata Sooyoung mulai berkaca sebisa mungkin perempuan itu menutupinya dari pandangan lelaki yang masih setia mendekap hangat tubuhnya. Ada kebohongan besar, jika dia bohong. Apakah Kyuhyun tahu?

“Arasho. Apa kau serius denganku??”

“Jika kau mau. Aku bisa menarik pastur dan kubangun gereja besar serta ribuan pengunjung untuk menyaksikan perhelatan pernikahan kita” Rasanya lega. Apapun yang Kyuhyun katakan adalah kebenaran ada sesuatu yang mendorongnya untuk terus berkata manis pada perempuan itu. Satu kata saja! perkataan buruk yang masuk dalam gendang telinga Sooyoung maka organ rusaknya akan mengoyak dalam tubuhnya. Ada kesakitan luar biasa disana.

“Aku sangat-sangat mencintaimu, Saranghae, Jeongmal saranghae my princess” Keduanya tersenyum dalam keharuan. Ciuman ringan tanpa tuntutan itu mengiringi nuansa indah yang mereka hadirkan sendiri. Dalam hati keduanya ada segores luka yang tidak mendapat pendeskripsian panjang yang mereka sendiri tidak tahu apa itu. Namun keduanya percaya cintalah yang membuatnya satu.

^^^^

“Huft.. aku benci hal ini!” Dokter Kwon lagi-lagi mendumel, dirapihkannya rambut lurus yang terlihat acak-acakan. Dia harus menyisirnya berulang-ulang. Sepertinya jambakan Sooyoung terlalu kuat. Skakmate untuknya. Mampukah dia meneruskan perjuangan menjadi Dokter yang baru seumur jagung. Dia tidak lagi percaya diri jika pasien yang dihadapinya semakin ganas saja.

“Ah Sully-ah, kau datang lagi” Ucapnya terlihat lesu. Tak ada lagi semangat yang timbul.

“Dokter, apa sudah ada perkembangan?”

“Asalkan kau mau membantuku, aku bisa cepat selesaikan masalah ini. Aku memerlukan hal lain. Sepertinya ada sesuatu yang kau tutupi. Kyuhyun tidak mau dipisahkan dengan Sooyoung. Dia nekat pindah sel dengan istrinya. Bahkan aku bisa mati jika dia membentakku. Dia bilang dia akan membunuhku jika berani memisahkannya dengan Sooyoung!” Dokter Kwon lagi-lagi menjambak rambutnya kasar. Dokter jiwa tidak boleh sakit jiwa.

“Kyuhyun Oppa adalah cinta kedua Sooyoung unnie!”

“Jadi Sooyoung benar-benar sudah menikah sebelum dengan Kyuhyun lalu kenapa sekarang dia jadi seperti itu? Kenapa Sooyoung sangat membenci Kyuhyun. Sungguh aku tidak mengerti!” Sully memberikan sepucuk kertas yang mengharuskan pandangan Dokter itu tajam.

“Kyuhyun pernah melakukan transplantasi jantung?” Sully mengangguk. Ok! Apa yang dirasakan Kwon tak mengharuskan untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan lain pada adik Sooyoung. Faktanya kertas itu adalah data medis yang dirujuk dari rumah sakit besar terkenal di Korea. Retinanya hampir pecah kala melihat hasil diagnosis bahwa pendonor jantung itu adalah Siwon mantan suami Sooyoung. Lalu apa masalahnya? Bukankah itu bagus. Tuhan sangat adil memberikan fungsional simbiosismenya yang luar biasa.  

^^^^^^

~Cinta yang tlah hilang disambut hangat oleh pengganti yang lebih sempurna.

Dua insan itu masih terlelap dari indahnya malam yang tlah mereka lalui, akan terkenang suasana indah semalam. Bercinta dalam sakralnya cinta, Destiny yang samar-samar dirasakannya membimbing keduanya untuk saling berbagi kasih. Juntaian pakaian yang jatuh tergeletak disisi ranjangnya kontras memperlihatkan dua sosok manusia itu masih setia meladeni hasrat terpendamnya.

Kyuhyun terbangun karena pandangannya tlah terganggu ufuk siang yang mulai mencelah dari sela-sela fentilasi rumahnya. Dilihatnya sang istri yang tertutup selimut putih tebal dia melihat tubuhnya sendiri yang naked dan bibirnya menyungging tawa bahagia, senyuman yang tak akan pudar karena dia tlah mendapatkan Syurganya cinta.

“Sayang bangunlah!” Sooyoung menggeliat ditatap sendu wajah rupawan suaminya. Menggoyahkan keimanan lelaki tersebut untuk kembali merengkuh tubuh perempuan. Ada sensasi aneh yang membuat Kyuhyun begitu menikmatinya. Saat merasakan tubuh mereka yang menyati. Kehangatan terdamai menjalar dari seluruh nadi dalam tubuhnya.

“Sooyoungi aku mencintaimu” Perempuan itu tersenyum pada lelaki yang kini tlah menatap dalam pancaran dua kelopak matanya. Tidak bisa dipungkiri Sooyoung sangat terhanyut dalam indahnya cinta yang mereka hadirkan kembali. “Nado..oppa, Kyuhyun oppa aku juga mencintaimu” Selimut putih tebal itu kini bergoyang mengalun ritme indah yang menutupi tubuh keduanya.

^^^^^

“Ah aku lupa kalau aku juga teman Sooyoung. Bahkan aku juga melihat Sooyoung menangisi makam mendiang suaminya. Aku tahu betul semua rahasianya. Kenapa aku jadi pelupa begini, haha…”

Sully menatap iba perempuan dihadapannya. “Kenapa jadi seperti ini”

“Sully-ah, apa Sooyoung sudah melahirkan? Ku dengar dia hamil kan?” Perempuan berkulit pucat itu makin merinding saat tangannya dikoyak habis oleh lawan bicaranya.

“Sakit Unnie, ini sakit sekali, ah… ampun. Aku takut! Hik..” Sully terisak dalam kesakitan tangannya. “Yaa… katakan Sooyoung hamil anak siapa?”

“Tentu saja anak dari Kyuhyun oppa”

“Keparat dia selalu mengambil namja tampan itu dariku.haha…” 

^^^^^

“Oppa aku punya berita baik! Aku bahagia sekali yebbo, ini benar-benar membuatku ingin menangis karena aku terlalu senang!” Perempuan itu beringsut manja dalam pangkuan suaminya. Kyuhyun tak kuasa untuk tidak memeluknya sesekali mengecup tengkuk Sooyoung yang baginya adalah makanan wajib yang harus dicicipi olehnya.

“Katakanlah! apa itu chagi?” Sooyoung memberinya testpeck (?) wajahnya makin merona saat Kyuhyun suaminya menggigit kecil bahunya. “Ini kau bacalah!” Kertas panjang yang Sooyoung berikan membuat lelaki itu makin berbunga. Kyuhyun membacanya dengan santai dilihatnya Sooyoung yang terus menatapnya. “Ini adalah hadiah dari Tuhan, gomawo sudah memberiku malaikat kecil disini” Tunjuknya pada perut Sooyoung yang masih terlihat sangat rata.

“Apa kau bahagia?”

“Tentu saja!” Jawaban yang selalu mendorong Kyuhyun untuk terus mengatakan sesuatu yang indah bagi perempuan indah sepertimu Choi.

“Oppa aku mual”

Kyuhyun gelisah setiap malam melihat keadaan istrinya yang makin buruk, dia sibuk mencari obat-obatan yang seharusnya diminum oleh istrinya. Ada kesedihan yang mendorongnya kembali. Melihat perempuan itu memuntahkan beragam makanan yang sudah seharusnya dicernanya.

“Aku tidak ingin kau sakit, sembuhlah untuk buah hati kita”

Sooyoung mengangguk, mulutnya kini mencerna penganan dan berbagai resep dokter. Ia tak ingin melihat suaminya bersedih. Tidak mau melihatnya kerepotan perempuan itu terus bersikap layaknya manusia sehat lainnya.

^^^^^

“Hari ini adalah hari ulang tahunnya” Sooyoung tengah sibuk mempersiapkan kejutan untuk Kyuhyun suaminya. Suasana yang berbeda, rumah ini harus terlihat rapi dan indah disetiap sudutnya. Tubuhnya berjalan menyusuri lorong gelap, sebuah ruangan yang tak pernah ia ketahui. Disana terdapat barang-barang aneh. Psikotropika sejenis obat yang sedikit ia tahu, Mengapa Kyuhyun menyimpan benda-benda semacam itu? Otaknya menepis segala hal buruk yang tengah menimpa suaminya. Ia kubur dalam-dalam perasaan takut yang ia rasakan.

“Apa lagi ini!!” Data-data yang Kyuhyun simpan selama bertahun-tahun, bahwa dia menerima donor jantung darinya terbongkar sudah. Sooyoung meremas kertas itu, tubuhnya sedikit bergetar. “Kau jahat!!” Matanya kini menitikan berbulir kristal cair, tangisnya pecah seketika, ia tak kuasa menahan rasa sakit. Kesedihan akan kenangan indah di masa lalunya. Bahkan terlalu indah. Dia seorang lelaki yang paling Sooyoung cinta.

^^^^^

Lelaki itu memandang perempuan yang kini terlelap dengan sempurnanya. Dikecupnya bibir perempuan tersebut dengan lembut, senyum indahnya tak  pernah pudar kala melihat perempuan yang sedari tadi dipandangnya itu tersadar.

“Oppa kau sudah pulang?” Tanyanya yang justru dibalas pelukan erat dari lelaki yang kini tlah berstatus menjadi suaminya. “Tidurmu nyenyak sekali sayang. Aku tidak tega membangunkanmu” Sooyoung tersenyum mendengar perkataannya. “Mianhe oppa, ah kau sudah makan? Biar aku buatkan sesuatu” Siwon menggeleng diraihnya tengkuk perempuan yang sedari tadi mengganggu rutinitas kerjanya di Kantor tadi.

“Nde.. aku lapar, aku lapar bercinta dengan istriku” Sergahnya membuat pipi perempuan bernama Sooyoung kian memerah menahan malu. Dia tak bergeming kala pandangan matanya bertemu dengan Siwon suaminya. Siwon tak kuasa menahan hasrat yang terus ia tahan, padahal baru satu hari lelaki itu tak memandang wajah istrinya  namun baginya perasaan ini jauh lebih besar, kebutuhan biologis yang ingin ia penuhi malam ini juga. Berkasih mesra dengan istrinya.

Kenangan yang tak akan Sooyoung lupakan. Ia bahkan berjanji untuk membenci siapapun yang sudah memisahkan dirinya dan mendiang suaminya.

^^^^^^

“Eum begitu kah? Cepat sully-ah ceritakan lebih banyak tentang Sooyoung, aku benar-benar penasaran” Sully mengangguk, digenggamnya tangan Dokter Kwon itu dengan lembut. “Unnie pasti sembuh aku yakin itu!” Yuri mengaduh sakit, saat sesuatu menyentuh area tangan kanannya. “aww… sakit sekali!”

Kali ini tidak ada pilihan lain bagi Sully. Ia sangat menggantungkan nasib manusia-manusia itu ditangannya.

^^^^^

“Tuan Cho Kyuhyun kumohon padamu berhentilah mengkonsumsi obat itu lagi” aku tidak sanggup hidup seperti ini. Kenapa tuhan memberikan cobaan begitu berat untukku. “Hik..” dia menangis dalam sedih. Pelayan bertubuh tinggi itu hanya menatapnya iba. “aku yakin Tuhan punya rencana lain yang lebih indah Tuan percayalah.

‘BRAK’ Omong kosong! Aku tidak percaya takdir. Tuhan hanya memandangku seperti sampah. Aku benci hidupku. Kenapa aku harus mengalami gagal jantung. Kenapa aku diberi cobaan seperti ini. Tidak ada pendoror yang mau memberikan organ penting itu padaku. Yah Cho Kyuhyun, kau hanya bisa terima nasib, saat malaikat maut siap merenggutmu! Tidak, aku tidak mau. Berilah aku keajaiban. Aku akan memberikan berjuta cintaku pada siapapun yang sudah memberiku kehidupan yang baru.

_

Sore itu begitu indah, Siwon dan Sooyoung berjalan beriringan. Mereka menikmati jalan-jalan mereka ditengah kota Seoul. Sesekali lelaki itu mengelus perut Sooyoung yang sedikit membulat. “Jagoan Appa, jaga Eommamu…!” Sooyoung memukul lengan suaminya. “Memang kau mau kemana? Kau juga harus menjagaku oppa!”

“Aku terlalu mencintai istriku, sampai kapanpun cintaku akan selalu ada untukmu. Walau nyawaku sekalipun tlah hilang, akan aku pastikan cinta ini selalu sampai tepat didasar hatimu” Sooyoung menatap lekat mata Siwon. Kenapa kau bicara seolah akan pergi jauh, ajaklah aku. Memang kau saja? Aku juga mencintaimu Oppa. 

Sooyoung menggenggam tangannya lembut, namun genggamannya terlepas saat Siwon melihat bocah kecil yang tengah mengambil balon itu. Dilihatnya mobil dalam kecepatan tinggi yang tidak mungkin dikontrol lagi oleh pengendaranya. Ia lepas kendali, tak terkontrol lagi. Cepat-cepat Siwon berlari kearahnya dan menyelamatkannya.

“Awass!!” Braaaakk. Naas! Nyawa lelaki baik hati itu rupanya tak bisa terselamatkan lagi, mobil itu justru melesat jauh. Dia lari dari tanggung jawab. Darah segarnya kini mengalir dari sekujur tubuhnya. Seketika pandangan Sooyoung mulai buram. Perut buncitnya menekan persendian kulit arinya. “Kau keguguran??” Kontraksi yang luar biasa. Sakit! Perempuan itu menahan sakit luar yang terbilang luar biasa sakitnya. Langkahnya tertatih mendekat kearah lelaki yang sangat ia sayang. Ia mengguncangkan tubuh tanpa nyawa itu. Peluh yang bercucuran tak mampu membendung kesedihan yang menyayat hatinya.

“hik…Opppaaaaaaa”

^^^^^

Kyuhyun tersenyum puas, melihat diagnosa hasil operasinya. “Sukses!” aku benar-benar harus berterimakasih pada Si pendonor Jantung ini. Rasanya ada kesedihat luar biasa dalam tawa ringannya.

“Bukankah sudah kubilang Tuan, jika anda masih diberikan kesempatan untuk Hidup” Dokter itu menjabat tangan Kyuhyun. “nde khamsahamnida”

“Eoh, Dia? Tuan Choi Siwon adalah seorang dokter medis dirumah sakit ini, dia selalu berpesan bahwa jika dia tlah tiada, ia menginginkan seluruh organnya disumbangkan secara Cuma-Cuma bagi pasien-pasiennya. Dan kau adalah pasien yang beruntung menerimanya!”

Kyuhyun meratapi tubuhnya yang selalu bergetar hebat dalam jantungnya. Siwon! Aku harus mencari keluargamu. Aku sudah berjanji untuk memberikan cinta yang luar biasa untuk keluargamu. Percayalah jantung baruku ini adalah karunia yang terindah untukku.

^^^^

“Sully-ah bukankah itu bagus! Setidaknya Sooyoung masih menerima cinta yang sama seperti dulu. Dua orang dengan cinta yang sama bukankah itu hal yang luar biasa, sulit sekali menerimanya, jika dipikir-pikir takdir itu aneh, haha..”  Dia tersenyum lepas, sedang Sully menatapnya dengan pandangan aneh. Dokter Kwon itu aneh, bukankah begitu??

“Nde Unnie, bertahanlah kau pasti sembuh!” Yuri mengerucutkan bibirnya. “Haaah.. tugasku akan selesai. Aku yakin aku pasti bisa menyembuhakan mereka semua!” Sully tersenyum senang. “Terserah kau saja. Aku hanya ingin Unnie sembuh!”

^^^^

00:00

Langkahnya menyusuri gemericik, bagai air bah yang siap menerkam tubuh ringkihnya, perempuan yang sudah menggigil itu terus melajukan jalan setapak tanpa henti. “Oppa apa kau juga menungguku? Aku akan menyusulmu!” ia tak takut jika terseret arus ombak yang terus mengguyur. Pandangan matanya tlah kosong, sekosong hatinya yang sedang dirundung nestapa paling berat. Dia bahkan tlah sampai ketengah laut. Sedikit lagi, tubuhnya tlah hilang diterjang terpaan angin kasar. Dingin menusuk tulang rusuknya.

“Kyuhyun Oppa itu Sooyoung unnie, cepat selamatkan dia oppa.. hiks..”

“Sooyoung jangan lakukan itu nak!”

“Soo-ah kumohon jangan”

“Youngi, kau sudah gila, kenapa kau nekat melakukan itu??”

Kyuhyun sangat yakin, jika dia bukanlah perenang profesional namun ada sesuatu yang mendorong untuk menyelamatkan perempuan itu. CINTA. Bukankah jantung Kyuhyun dan jantungnya sama. Kenapa Sooyoung justru menghindarinya.

Sumuanya bermula saat Kyuhyun mengatakan fakta yang begitu menyakitkan. Bahwa dia pernah melakukan tindakan kriminal yang membuat hati Sooyoung beku. Tindakan tabrak lari yang ia katakan secara terang-terangan itu rasanya sudah cukup untuk mewakili kata BENCI padanya.

Kyuhyun menenggelamkan tubuhnya didasar laut, matanya yang cukup perih menuntunnya untuk mencari sosok yang harus ia selamatkan. Sudut bibirnya menyunggingkan senyuman khas saat tangannya berhasil menangkap tubuh Sooyoung yang sudah terbujur kaku.

Nafas buatan yang ia berikan berulang kali cukup membuatnya prustasi. “Soo-ah bangun! Mianhe sayang. Aku benar-benar menyesal! Ku mohon jangan meninggalkanku” dia menepuk-nepuk pipinya. “Apa kau inginkan? Aku tidak bisa menghidupkan suamimu. Aku berjanji mencintaimu sampai mati. Kumohon jangan meninggalkanku…hik..”

“Aku akan menebus segalanya. Aku akan memberimu cinta yang lebih besar dari yang tlah dia berikan, Sooyoung bangun…” Kyuhyun mendekap erat tubuhnya seakan tak mau hilang perempuan itu ia rengkuh dalam kelamnya malam.

“Sooyoung bangun sayang!”

“Unnie,,hik..”

“Tidak! Anakku tidak boleh mati” teriak Bumonim Sooyoung.

TUTT…TUTT….. Sirine Ambulance mengiringi kepergiannya, membuat semua orang merasa ketakutan akan nyawa paling berharga itu. Malaikat datanglah! Aku sangat menyayangi istriku.

_

3 jam berselang, Dokter berambut putih itu keluar melepas masker tebalnya. “Syukurlah, nyawanya dapat tertolong! Tapi aku tidak bisa menyelamatkan bayinya” Helaan nafas yang tergambar didalam indera pernafasan lelaki itu mewakili rasa syukur untuk bisa memperbaiki segalanya. Mulailah dari awal lagi.

“Sooyoung-ah, gwechanha?”

“Kyuh-hyun Oppa!” Kyuhyun menggenggam pergelangan tangannya.

“mianhae Oppa, mian”

“Ssstt kenapa kau minta maaf, aku yang bersalah. Ku mohon maafkanlah namja biadab sepertiku. Kau boleh menghukumku. Kau tidak boleh melakukan hal bodoh seperti itu lagi! Aku benar-benar menyesal youngi-h” Soyoung mengangguk, ditatapnya dengan dalam mata suaminya, sejurus kemudian tangan kanannya menyentuh bagian dada kiri Kyuhyun membuat lelaki itu terpejam merasakan sesak yang kembali menjalar.

“Apa kau juga akan mencintaiku, jika dia tidak memberimu ini”

Kyuhyun meneteskan air matanya. Dengan lembut cairan bening itu tlah Sooyoung seka dengan tangannya. “Aku tahu kau salah, aku juga ingin membunuhmu. Tapi Suamiku menangis Oppa. Dia bilang dia kesakitan disana, hik… aku harus belajar mencintaimu. Dia bilang kau bisa menjagaku. Aku takut Oppa”

Kedua tubuh itu bergetar hebat mengisakan tangisan yang menggemakan seisi ruang UGD tersebut. “Beri aku kesempatan!” Sooyoung mengangguk, direngkuh dengan perlahan wajah Kyuhyun. Chu~ ciuman paling dalam ini mengakhiri kegilaan yang melanda. Tingkat Stress yang tak bisa terkontrol.

“Saranghae!”

“Nado.. nado Saranghae Oppa”

“Jeongmal saranghayo Soo-ah” Kyuhyun kembali memeluknya.

“Gomawo chagi”

_

“Aku senang mereka sehat! Huh!”

“Sudah kubilang padamu dokter Sooyoung unnie dan Kyuhyun Oppa tidak gila. Mereka hanya stress saja” Yuri tersenyum lepas, sedikit berfikir dengan pernyataan Sully. “Apa bedanya Stress dan gila!”

Dokter Kwon merapikan sedikit rambutnya. Dia berlenggang pergi meninggalkan mereka  dalam kadar dan masa bahagia. Matanya sedikit membelalak mengarah kesemak-semak pekarangan rumah sakit ini, badannya kini bergetar hebat Sepatu hight heelsnya tak mampu lagi menyanggah tubuh sexinya. Takut-takut ia menunjuk-nunjuk sosok yang membuatnya sangat Shock. “Kau… kau.. Siwon arkh…. Tidak!!” Cepat-cepat perempuan berperawakan semampai itu lari terbirit.

Sekelebat bayangan putih itu perlahan menghilang. Senyuman yang tak akan terhenti melihat Kyuhyun dan Sooyoung yang tengah menikmati ciuman hangatnya. “Berbahagialah kau dengannya, Aku mencintaimu”

ENDING

ini udah pernah di post di KSI cuma disini aku perjelas flashback dengan warna itu masa lalu

 kalian sudah pahamkah??

 

 

 

 

 

 

 

 

7 thoughts on “Stressfull

  1. Satu yg jadi pertanyaan aku? yg perempuan yg bicara dgn sulli yg ngaku sahabat soo dan bilang kalo soo ngerebut namja tampan itu darinya siapa? disitu kurang jelaass. Selebihnya keren as always

  2. agak pusing bacanya, jadi musti pelan2 mahaminnya. Dan ternyata nyesek ya kisahnya. Tapi untung happy ending

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s