Another Love of Nature


Tittle : Another Love of Nature

Cast : Kyuyoung

Sooyoung’s familly

Lee Hyuk Jae

Rating : 15

Genre : Romance, Fantasi

Autor : iyank3

Lenght : Onesot

Happy Reading

Namja dingin dan tampan itu sedang menatapku. Aku terkunci oleh mata indahnya, betapa tidak dia Cho Kyuhyun seseorang yang sangat aku kagumi kini melangkah mendekat kearahku aku tidak bisa bernapas oh Tuhan dia… tersenyum yah senyuman yang sangat indah, dan aku menyukainya. Kini tangan kanannya terjulur mengarahku aku terdiam bagai orang bodoh bahkan terlihat sangat bodoh… begitu bodoh.

“Sooyoung..!” Ucapannya begitu gagah, suara bassnya mengurungku dalam kegelapan ini. Tidak bisa kupungkiri kini aku mulai terbiasa hidup dialam lain, sebagai manusia normal tentunya ini mustahil untuk aku lakukan, jujur saja… sangat berat menjalin cinta dengannya karena dunia kita sudah berbeda, tapi kali ini aku mengikuti kata hatiku tak bisa kupungkiri bahwa aku juga mencintainya.

Seseorang yang sudah membawaku sejauh ini. Dulu aku tidak tahu ada alam seperti ini bagai lorong waktu yang menyesakkan keadaan begitu mencekam. Suasana sunyi dari keheningan malam tak ada terang, tak ada cahaya apapun bahkan rembulanpun tak mau menampakan sinarnya.

“Kau tidak boleh pergi kemanapun?” Aku mengangguk , entahlah bersama dengannya begitu nyaman. Aku senang harus pergi sejauh ini.. tak lagi terkungkung dalam jerat cinta suamiku Lee Hyukjae. Tidak lagi menjadi budak pelampiasan nafsunya… cukup! Aku memang tak ingin hidup lagi, namun Tuhan berkata lain aku masih bisa bernafas walau ditempat menyeramkan seperti ini. Gudang gelap dan penuh debu justru tak pernah menyesakan sistem pernapasanku.

Rasa kesepian itu kini tlah tergantikan dengan tawa bahagia bersamanya, aku tidak tahu aku berada dimana tapi rasanya hidupku seperti surga sekarang! semua begitu indah.

“Sooyoung..!” Ucap namja berkulit pucat itu lagi, entah sejak kapan aku mengenalnya, bahkan pertemuan kami terbilang sangat aneh, tapi itu tak masalah. Yang terpenting aku… Ba-ha-gi-a…

Perlahan dia menggenggam jemariku begitu erat, begitu hangat, begitu nyata, ada rasa nyaman dan bahagia saat dia menatapku seolah menyampaikan ribuan pesan berarti yang aku sendiri tidak begitu memahaminya.,

Saat ini kami terduduk diantara puluhan  lilin merah yang melingkari tubuh kami. Ini sudah kesekian kalinya aku diperlakukan seperti ini, dia bilang aku adalah kekasihnya, cintanya dan selamanya akan menjadi miliknya, walau aku merasa dia memaksaku namun aku selalu menuruti segala kemauannya.

“Aku sangat takut jika kau pergi dan kembali padanya…” lirihnya sedikit ada nada rintihan saat dia mengatakan kalimat itu aku diam terpaku tersenyum menyambut kehangatan sinar matanya. Bola mata kecoklatan yang tajam begitu berkilat, kuat menahanku untuk terus membalas pandangannya.

“Kyuhyun… selama ini kau terus datang dalam mimpiku, dan kau bilang aku adalah keabadianmu, aku tidak mengerti, apa kau mau menjelaskan sedikit tentang ini” namja disampingku kembali tersenyum dia mengangguk dan mengusap kepalaku pelan. Kemudian melangkah dan menolehkan pandangannya padaku. Tanpa sadar sudut bibirku selalu terangkat keatas saat pria asing itu menatapku.

“Apa kau ingin tahu?” tanyanya. Ya, Tentu saja aku penasaran… “apakah aku sedang berada dalam alam mimpi lagi?” dia menggeleng lemah, jawabannya terkesan datar tanpa ekspresi, jika dia sudah seperti itu aku akan sangat takut, ketakutan tanpa sebab… kemudian dia mendekat lagi padaku, bahkan jarak pandang kami begitu dekat, desiran hebat dalam rongga dadaku begitu bergejolak saat kulit wajahnya secara tak langsung menempel dekat, tulang hidung yang bersinggungan membuatku sedikit menjauhkan wajah ini namun pria itu justru menarikku. “Pejamkan matamu!”sekuat tenaga aku menahan desahanku berusaha untuk mengambil napas sedalam mungkin yang hampir hilang karena rasanya begitu sesak.. setelah itu aku lekas menuruti ucapannya. “Jangan pernah kau buka matamu… jika belum kusuruh”  aku mengangguk lagi.

“Sekarang, buka matamu…!!” perlahan mataku terbuka, seperti sebuah misteri yang pernah kurasakan, kuedarkan pandanganku pada tempat yang kami tuju.

“Sooyoung… bangunlah nak, sampai kapan kau tertidur terus seperti ini, ayo nak, bangun! Eomma menyayangimu…hik” Mataku mulai memanas merasakan kesedihan yang begitu hebat. Ibuku terus menjerit menggumamkan namaku, menyebutku dalam tangisnya yang pecah. Soojin dan Ayahku tampak kualahan menghentikan aksi frontalnya. Hati ini tak sanggup untuk menahannya.

“Jika kau pikir kau masih bermimpi… seharusnya kau tidak akan pernah melihat ragamu yang tertidur” aku menimang perkataan pria disampingku. Ada kejanggalan yang aku rasa. “Maksudmu, apa aku sudah mati?” Tanyaku, jujur saja sesuatu yang paling aku takutkan di dunia ini adalah sebuah takdir  dari Tuhan yang tidak bisa kita terima ataupun kita tolak seenaknya, Kematian! Aku menggeleng prustasi. Masih ada dua mimpi yang aku harapkan di duniaku. Yang pertama bercerai dari suamiku yang kedua bertemu dengan cinta terakhirku.

“Hik…hiks.. Eomma ku mohon jangan menangis, aku juga menyayangimu Eomma” Tangisku pecah seketika tanganku berusaha menyentuh wajah ibuku untuk menyeka air matanya namun tembus. “Tidak.. Eomma.. aku tidak ingin mati Eomma, aku ingin kau tahu bahwa aku bahagia, aku tlah menemukan sosok pengganti Eunhyuk, dia ada disisiku Eomma.

“Yebbo hentikan..!! kau tidak boleh seperti ini, Sooyoung tidak akan kembali jika kita menangisinya, dia pasti ketakukan melihatmu seperti ini!!” aku mengangguk, Ayahku tetap sama… berusaha bijak walau ku tahu bahwa hatinya sama rapuhnya dengan sosok istrinya. Soojin, berhentilah menangis.. mana keceriaanmu yang dulu.

“Aku tidak percaya, kau terjatuh dari tangga, aku tahu kau ceroboh.. hik… tapi rasanya aku tidak bisa menerima alasan dokter bahwa kau koma… Sooyoung sadarlah! Sudah 3 bulan ini kau tak sadarkan diri..” Aku masih mendengar dengan jelas gumaman Soojin. Tangisnya yang terbata tak membuatku sulit menerima setiap perkataannya. ingin sekali rasanya untuk memeluk mereka-

“Aboji, Eommoni, Soojin noona bagaimana? Apa keadaan Sooyoung sudah membaik?” ku menoleh kesumber suara begitu pintu kamar inap itu ditutupnya,  aku mendecih melihat siapa pria yang datang. Dengan akting dan tangisan buayanya ia berusaha menenangkan keluargaku.

“Kau darimana saja? Kenapa baru datang?”

“Suami macam apa kau ini, istrimu sedang sakit kau malah menghilang?”

“Sudah kalian tenanglah… bicarakan baik-baik Hyuk-Jae katakan kau dari mana? Mengapa lama sekali kau pergi, kau bilang ada bisnis baru, bisnis apa?”

Aku tersenyum pasi melihat mereka mencecar orang itu dengan beragam pertanyaan yang menjebaknya, kulihat pria itu tampak bingung untuk mendengarnya.

“Hyuk-Jae ssi maaf jika perkataanku sangat kasar,tapi aku tak tahan lagi dengan sikap dan kebiasaan burukmu.Kurasa kau tak pantas menjadi suami putriku lagi” aku terperangah mendengar ucapan ayahku, aku memang sering sekali merengek tak jelas pada Ayahku agar pria itu menceraikanku. Tentu saja dengan pertimbangan dan bermacam alasan. Eunhyuk berusaha menutupinya dan aku menjadi sasaran empuk kemarahan ayahku saat itu.

“Aboji.. apa maksudmu?” ucapnya tanpa rasa bersalah, Sungguh aku sangat kesal dengan pria itu, namun apa yang bisa kulakukan.. tapi aku tetap senang karena Ayahku sendiri yang menghakiminya.

“Appa apa maksudmu? Aku tidak mengerti” Soojin mengerutkan keningnya tanda tak mengerti, Eonnie andai saja waktu itu kau mau mendengarkan ceritaku, dan tidak sibuk bekerja. Tapi sudahlah, ini semua sudah tak penting lagi.

“Nde, Yebbo kenapa kau bicara seperti itu?” Sama seperti kakak perempuanku, Ibuku tampak bingung dan berusaha menerka perkataan ayahku.

“Aboji aku sungguh tid-“ Ucapan pria itu terpotong saat sebuah ampop mengena tepat didepan wajahnya, ayahku melemparnya dengan sangat keras, kulihat Kyuhyun tersenyum tipis memperhatikanku yang tersenyum dengan lebar, akhirnya kedok pria itu terungkap juga.

Tangan Soojin bergetar mengambil beberapa kertas yang tergeletak dibawah, sebuah foto dan tape recorder yang membuat perasaanku sangat damai. Tiba-tiba kurasakan pelukannya Kyuhyun melingkarkan tangannya dengan penuh, tubuh ini didekapnya sangat erat.. sedang kepalanya ia tenggelamkan dipundakku.

“Aku sangat takut..-“ Hmm apa yang dia katakan? Kenapa bicara seperti itu? Tanpa sadar aku menangis tersedu, begitu sakit mendengar ucapan Kyuhyun dibandingkan menyaksikan perdebatan yang terjadi di depan mataku.

“Plakk” Tamparan yang sangat keras, Soojin layangkan padanya. Sungguh aku bahagia menyaksikannya.. tapi entah kenapa hatiku bagai digerogoti hewan liar. Aku merasa kosong dengan semua ini, aku seperti akan meninggalkan sesuatu yang sangat berharga.

“Aku mencintaimu Soo-ah… aku tidak ingin kau meninggalkanku” Aku mengangguk dan menghadapkan tubuhku padanya.

“Wae? Kenapa kau bicara seperti itu?”

“Tidak ada waktu lagi, kau masih bisa melanjutkan mimpimu disana, pergilah” Ucapnya lagi dengan kilas dia mencium keningku, namun aku hanya bisa diam tak mengerti sedikitpun dari kalimat yang terlontar dari bibirnya.

“Cepatlah…!” Cepat? Bagaimana? Aku tidak mengerti?

“Kau pasti bahagia disana, tidak seharusnya aku mengekangmu untuk terus bersamaku, dunia kita berbeda” sungguh aku tidak paham dengan semua ini. Ada apa dengan pria itu.

“Sooyoung…!!” Mataku melirik kearah ibuku, teriakannya begitu histeris sambil menenangkan tubuhku yang terguncang, Apa? Kenapa tubuhku seperti itu?

“Tidak, Sooyoung, kau kenapa… Soojin lakukan sesuatu” Kakakku berlari meninggalkan tempat ini semua orang tengah panik dengan keadaanku yang memilukan.

“Pilihan ada ditanganmu..” Ucap Kyuhyun, matanya memandang tak rela kearahku begitupun aku, ini seperti sebuah perpisahan panjang untuk kami.

“Dokter selamatkan anakku….”

“Kalian ku mohon keluarlah….” Semua orang bergegas keluar walau langkah mereka terasa berat meninggalkanku. Tampak  Dokter dan empat orang Suster bergegas menangani tubuhku yang terus menggelinjang hebat. Alat-alat untuk memeriksaku satu persatu mulai keluar, dokter itu memakai stetoskop itu mendeteksi organ jantungku, keringat sebiji jagung perlahan mulai keluar, suster-suster itu tampak memberikan beragam alat yang tidak ku ketahui.

Perlahan genggaman erat Kyuhyun mulai mengendur, jari-jemari yang tadi saling bertautan mulai tak lagi kurasakan. “Kejarlah sesuatu yang belum kau raih!” Ucapnya, seperti akhir dari sebuah kata yang keluar dari bibir indahnya. Aku kembali menangis.

“Pejamkan matamu, saat itu kau akan kembali… Lupakan semua yang pernah kita lalui.. dan carilah cinta sejati yang benar-benar tulus menjagamu..” aku menggeleng keras, “Tidak, Kyu.. aku tidak bisa” Rasanya begitu sulit, aku tidak rela meninggalkan alam ini, dunia yang sangat asing namun begitu berkesan dan menyenangkan, tidak tahukah kau Cho Kyuhyun, hatiku begitu tersayat saat kau menyuruhku pergi.

“Lihatlah.. orang-orang yang begitu mencintai, ia masih memerlukanmu.. Kau belum ditakdirkan untuk  mati..” Andwe Kyu, jangan meninggalkanku.. Dengan tangis yang membuncah Kyuhyun begitu memohon padaku. “Cepat pejamkan matamu Soo..”

 Dokter itu mulai menggunakan alat pacu jantung, alat pendeteksi itu mulai berjalan lurus, aku tidak ingin meninggalkan siapapun….

“Pejamkan matamu maka kau akan bahagia.. Percaya padaku” Kyuhyun merengkuh tubuh ini memantapkan hatiku untuk pergi meninggalkannya, dengan berat hati  mataku mulai terpejam, rasanya lelah.. begitu sakit dan melelahkan…

Tuut..

“Sooyoung… kau baik-baik saja kan?” mataku mengerjap dan menerawang, cahaya diruangan ini begitu terang membuat penglihatanku sakit. Samar-samar dapat kudengar suara beberapa orang disini.

“Sayang, ini Eomma kau bisa mendengarku..” aku mendapati tiga orang yang sangat kurindukan, Ibuku tersenyum dan aku membalasnya. Ayah? Soojin? Mereka? Tapi mengapa ada yang kurang, semua begitu lain. Hati ini begitu sepi..

“Putriku sayang, hidupmu sudah aman! suamimu kini tlah mendekam dalam penjara, kau tak perlu cemaskan apapun lagi!” Suami? Yah.. sedikitnya aku tahu hal yang tadi terjadi.. begitu menegangkan. “Mulai sekarang kau carilah cinta yang baru, carilah pria yang bisa membuatmu bahagia” aku menatap manik mata ayah yang hitam kecoklatan, pandangannya yang begitu hangat begitu teduh.. mengingatkan aku pada seseorang. Dia?

“Apa?” Teriakku tak percaya.

“Wae? Pria seperti itu tak perlu kau pertahankan!” Tukas Ayahku begitu kesal, aku menggeleng dan berusaha bangkit dari ranjang ini. Begitu sulit rasanya, tubuhku tak mampu menopangnya hingga aku kembali oleng diranjangnya. Ibuku dan Soojin sangat cemas.

“Sooyoung, apa yang kau lakukan?”

“Andwe Eomma, aku tidak mau… dia tidak boleh pergi..hik..”

“Kenapa? Bukankah kau terlalu sering disakitinya? Sampai kapanpun aku tidak akan pernah merestui kalian berdua untuk kembali..” Sakit… Sesakit inikah berpisah dengan seseorang yang mengerti kita apa adanya.

“Aku mencintaimu..” Lirihku…

“Gadis bodoh, jelas-jelas suamimu itu berselingkuh, memanfaatkanmu untuk memeras harta keluarga kita, mendorongmu sampai jatuh,,, dan saat kau sakit dia tidak pernah sekalipun menengokmu..” Tubuhku terdorong saat Soojin memukulku.

“Soojin, jangan begitu, Sooyoung belum pulih benar..”

“Hiks…” Aku mulai menangis, sementara mereka mendesah kesal, aku yakin mereka bingung, aku tidak bisa menjelaskan semuanya, ini terlalu rumit untuk kuceritakan.

“Jebalyo.. Youngi-ah, kau pasti bisa, masih banyak pria yang lebih baik dari Hyuk-Jae itu” aku meremas jemariku dan menjambak rambutku prustasi, tangisku seakan tak mau terhenti, sungguh aku merasa sangat kehilangan. Aku menundukan kepalaku berusaha tabah, aku mengingat kata terakhirnya.. “Saat kau memejamkan matamu, maka kebahagiaan itu akan datang” tanpa sadar aku melakukannya… rasanya ingin sekali mata ini terpejam untuk selamanya.

“Kau sudah baikan Nona Choi”  DEG! Suara itu.. tidak aku sudah gila, yah aku terlalu gila untuk jauh darinya.

“Dokter, sejak sadar anakku terus saja menangis…” Suara keluargaku seakan mengadu padanya, mengapa begitu berat untuk membuaka mata ini, lebih indah saat mataku terpejam.

“Sooyoung-ah bukalah matamu” aku menggeleng, kenapa suara dokter itu begitu sama dengannya.

“saat matamu terpejam kebahagiaan itu akan datang, tapi saat kau membukanya kebahagiaan itu begitu sangat nyata”  Kenapa dia berkata seperti itu? Perlahan kubuka mataku takut-takut kuberanikan diri untuk menatapnya.

“Kyuhyun…!!” Teriakku, dia? pria berpakaian serba putih itu, tapi ini berbeda! pakaian putih miliknya saat ini adalah seragam seorang dokter, dia tersenyum kearahku. Kutatap sendu wajahnya dan kini pandanganku menatap 3 orang yang melihat aneh sikapku. Soojin, Ibu dan Ayahku saling bertatapan begitu heran melihatku.

“Apa aku sedang bermimpi?” Tanyaku dan pria itu menyahutiku.

“Tidak, kau tidak bermimpi, ini nyata, aku dan kau kembali disini… “

“Bukankah kau-“

“Aku berdoa agar bisa kembali hidup, dan Tuhan mengijinkannya” Ucapnya memotong perkataanku.

“hik..” Tak ada lagi kata, aku kehabisan kata-kata, yang jelas aku sangat bahagia… aku hanya bisa memetik buah kehidupanku. Tuhan seakan memberiku kehidupan baru… hidup kedua bagi kami.

END

Maaf ff aneh, silahkan dikomen….. apapun saya terima krisan anda sekalian. Gomawo  hehe…

84 thoughts on “Another Love of Nature

  1. huwaaaaaa hiks cerita nya daebak banget
    hiks hiks aku smpe ngga brenti nangis
    bahagia bgt rasa nya liat kyuyoung bersatu hiks
    seandai nya di kehidupan nyata mreka bersatu
    kyuyoung I LOVE YOUUUUUU :’) :*

  2. Wuaahhh daebak !! Feel.y dpt bgt pas KyuYoung akan berpisah,, tapi untung happy ending ya,, jd ga nyesek deh ^^
    Makasih ya Thor.. Daebak !!!

  3. sebenernya nih ending agak sedikit “maksa” sih.
    tp gak papa deh yg penting kyuyoung bersama.
    berlinang deh gue bacanya hiks…
    good job thor,,keep writing

  4. Kyu nya dsni jg sm kaia soo koma bgtu agak bingung coz kaianya alur nya kcptan,hehhe tp suka sih sm crtanya ditggu AS nya🙂

  5. As ny dong thor crtain gmna kyuyoung bsa sling knal. . .
    Msh rada bngung tpi sneng si ending ny kyuyoung jjang

  6. Sedikit bingung sama ceritanya.
    Itu maksudnya Kyu juga sempet koma atau gimana?
    Trs gimana kyuyoung bisa saling kenal?

  7. kyu tiba2 jadi dokter dan langsung kenal sama soo? Tz eunhyuk langsung di masukin penjara?
    Sepertinya alurnya agak kecepetan..
    Whatever, yg penting endingnya kyuyoung. Chukkae~ kyu nya keren🙂

  8. Kreen… Kirain kyuyoung ada di alam kematian
    Hyuk jhatt bngtt
    Kyuppa kok bsa tba” jadi dokter??
    Gantung nih,, bkin AS.a dong thor..

  9. hiks hiks..
    aku udh ikutan frustasi aja sama soo eonn😦
    eh tp ternyata..

    howreeyyy…
    mereka brdua hidup kembali..🙂
    haha..
    daebak..keren..keren..kereeenn.. thor….!!!

    d tunggu ff lainnya🙂

    itu tiga orang td (appa,eomma,& soojin eonni) pasti berbengong2 ria tuh.. udh mh td salah paham😀 haha.. nggk tahan bayangin ekspresi mreka..

  10. Aaaaaaaaaaa~ sequel mana sequel ? Author yg baik hati dan tidak sombong, minta after story nya dong *eyelashes* ;;)

  11. Daebak thor
    Keren banget dah. Aku kira sad, eh nyatanya happy ending
    sneng bnget kyuyounh kembali
    Bkin squelnya dong thor

  12. jd kyu itu kembali lg ke raga ny sm ky soo gtu??? tetep y hyukjae jd king of yadong dsni!!! dasar demon! ada sequel g? (*^﹏^*)
    ♥ⓚⓨⓤⓨⓞⓤⓝⓖ♥

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s