Missed, My Love


gg

Tittle : Missed, My Love

Cast : Cho Kyuhyun

Choi Sooyoung

Park Chanyeol

Haraboji Kyu

Genre : Romance, Sad Story

Rated : General

Lenght : Drabble

Autor : iyank3

Happy Reading^^

-Kau Membuatku Semakin Takut-

Seoul National University

11.00 PM

Aku melihatnya lagi, gadis itu…

Gadis yang menatapku syarat makna, tatapan hampa yang memang harus ku artikan sendiri. Kaki panjang itu tengah melewati tubuhku. Ya Tuhan, jantung dan tubuh ini, berdegup tidak bisa mengontrol perasaan aneh yang tiba-tiba datang dan pergi disaat aku bertemu dengannya. Dia tidak begitu misterius terkadang aku melihatnya bersama kawan-kawannya. Namun anehnya senyuman itu akan hilang memudar tepat disaat aku tengah berada didekatnya. Seperti sekarang ini, entah apa yang ada dalam benak dan jiwaku kenapa semua begitu menyesakkan.  Apa yang aku rasa saat ini mungkin dampak dari pertemuan-pertemuan kami yang secara tidak sengaja di atur oleh Tuhan.

“Soo-ah, pak Park sepertinya tidak masuk hari ini.. bagaimana kalau kita jalan-jalan saja” Terdengar keras suara Chanyeol begitu bersemangat merangkul gadis itu. Gadis bernama Sooyoung itu, yang entah sejak kapan sudah mengganggu ketenangan jiwa dan pikiranku kini hanya bisa menatapku sendu, aku membalas tatapannya… Entahlah mungkin wajahku terlalu menyeramkan mungkin.

Pria didekatnya hanya bisa menatap sinis kearahku. Yah.. tentu saja, mungkin kehadiranku disini, bahkan aku tidak bisa bilang bahwa aku menyengaja untuk berada ditengah-tengah mereka, tidak! Tentu saja. sama sekali tidak. Tapi apa Chanyeol itu adalah kekasihnya. Kekasih Sooyoung… gadis yang kini baru kuketahui namanya. Kenapa hati ini begitu sakit, sakit sekali melihat gadis asing itu dirangkul dengan mesra oleh pria itu, sudah sering aku melihat mereka, terlihat sangat akrab dan romantis.

Mustahil jika aku tengah cemburu.. atau ini hanya perasaan sesaat saja.

Tuhan. Dalam hidup aku termasuk orang yang susah jatuh cinta, tidak mudah bagiku mencintai seorang gadis jika tidak ada yang bergetar disini. Di jantungku.

Mereka mulai menjauh dari jangkauanku. Meski tlah jauh dari pandangan  dapat kurasa gadis itu menatapku lagi, ah.. lagi-lagi kerongkonganku serasa kering semua pergerakanku seakan sesak, ia seperti menghipnotisku meski dengan jarak jauh seperti ini sekalipun.  Aku mencoba memberikan senyum terbaikku padanya, senyuman paling tulus yang entah sejak kapan kupersiapkan yang jelas aku ingin melihat gadis itu tersenyum padaku, bukan menatapku penuh luka dan duka yang bahkan aku sendiri lebih perih menerima perlakuan darinya.

_

A Coofee Shop, Geumjam-dong, Seoul

09.00 AM

Seakan tak bisa menghindari takdir, lagi dan lagi aku kembali dipertemukan dengannya,Siapa lagi. Sooyoung. Sooyoung. dan Sooyong… God Bless

 Tepat dipersimpangan jalan di depan kedai kopi tua itu, ah…  sepertinya  kulihat tadi ia berjalan keluar dari kedai itu. Dan yang lebih menariknya ia berjalan seorang diri mana bodyguard anehnya itu. Aku selalu berharap bahwa pria itu bukanlah kekasihnya. Bukankah itu jahat… karena kurasa hubungan Sooyoung dan Chanyeol lebih dari hubungan seorang sahabat. Doa yang tidak pantas terucap, lantas doa apa yang pantas kupanjatkan. Harapan agar Sooyoung dan Chanyeol bukanlah sepasang kekasih.

Aku melangkah pelan agar ia tak menyadari keberadaanku. Aku yakin jika dia melihatku nantinya hanya akan membuatku sakit, Tembakan keras yang menghantam ulu hati ini..karena selalu saja dia memberikan tatapan kekecewaannya padaku. Dosa apa aku padanya?

Jika saja harabeoji tidak memaksaku untuk membeli sesuatu kesukaannya. Di hari yang mulai legang, gelap dan udara dingin yang membuat suasana sunyi makin tak karuan ditambah lagi aku harus bertemu dengannya.

Kakekku memang tipe orang pemaksa, dan dia terlalu otoriter padaku cucu yang kata orang adalah cucu kesayangan, entahlah aku tidak pernah merasa lelaki yang sudah cukup tua itu menyayangiku. menginginkan coffelate dikedai langganannya ini, repot-repot aku harus menurutinya.

Hal ini membuat aku harus menelan ludah karena takut mengagnggunya lagi. Sooyoung! Bisakah untuk tidak membedakan aku dengan yang lainnya. Kau tersenyum hangat, sangat manis dihadapan semua orang,  tapi denganku ? Hawa dingin dan gelap yang bisa kau pamerkan padaku. kau bahkan dan selalu saja muram, sungguh itu sangat menyakiti perasaanku yang tak tahu apapun tentangmu.

Apa tidak apa-apa melihat seorang gadis berjalan sendiri ditengah malam yang cukup sepi seperti ini. Lalu bagaimana dengan pesanan kakek? Jika aku pulang dengan tangan kosong, maka aku harus bersiap menerima makian membosankan dari ucapan ringkihnya..

Sudahlah itu tak penting, Hati ini mengaturku, aturan yang tak bisa ku tolak. Sekarang yang ada dibenakku adalah mengikuti dengan hati-hati langkahnya karena kulihat dia berjalan begitu cepat, kaki sepanjang itu? Bagaimana bisa dia dapatkan?  Aku bahkan hampir kehilangan jejaknya. Tidak bisakah Kau memelankan langkahmu.. It sucks

Aku melihatnya resah membidik geram lalu menekan-nekan ponselnya, siapa yang dia hubungi? Selalu senang dengan rasa penasaran ini? Hey Kau Cho Kyuhyun? tidak apa-apa bukan. Sekali ini saja aku menguntitnya, yah walau bisa dibilang aku menguntitnya setiap waktu..

Siapa sih yang sedang ia tunggu? Apa Chanyeol itu?

Aku dan pria jangkung itu sepertinya memang tak pernah cocok. Terlebih saat SMA, aku sering adu mulut dengannya berbeda persepsi dan hal lain yang memang kurasa pria itu sangat frontal dan itu sifat yang tidak pernah ku suka darinya.

Aku mengenal keburukan sikapnya sudah sangat lama. Itulah yang membuatku seolah tak pernah mau mengenalnya, tapi rasanya hal ini lebih buruk dari apapun.. aku harus berurusan dengan pria itu lagi karena gadis itu, gadis yang diam-diam sudah mencuri seluruh perasaanku, meracuni pikiranku. Karena aku akan resah jika sudah ditembak habis oleh tatapan menyedihkan darinya? Menjadikan perasaan bersalah dan berbagai perasaan lain yang harus aku tahu dari mulutnya sendiri, sungguh aku ingin dekat dengannya. Semua begitu menghantui…

Kulihat ia tampak sangat kecewa setelah percakapan diponselnya tlah usai, mungkin Chanyeol tidak bisa menjemputnya. Bahagianya. Sesenang inikah?

 Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus mendekatinya memberi tumpangan padanya mengantarkan dia pulang kerumahnya. Hatiku berlonjak kegirangan.  Naif jika aku menutupi perasaan berharga seperti ini. Tentu saja aku ingin, ada rasa tanggung jawab didalam sini melihatnya ia begitu susah seperti itu.

“Anyeong,,,” Gadis itu lantas berjingkrak kaget. Mata bulatnya menerawang membabi buta perasaanku. Hatiku bergetar sakit melihatnya sendu menatapku.

“Apa aku membuatmu takut..?” Dalam diam, aku berdoa agar dia tidak lagi lari. Bukankah kita bisa menjadi sahabat? Teman curhat? Atau jika dia tidak menginginkan itu semua? Jangan buat aku menjadi musuhmu. Aku tidak suka.

Perlahan suasana menjadi canggung… sikap ramahku pada semua orang tidak lagi aku tunjukan. Jika dia saja berani menantang mataku. Kenapa aku tidak?

Walau terlihat bodoh, tidak punya harga diri sama sekali. Aku tetap mendekatinya.

“Tidak perlu merasa takut. Aku bukan musuhmu?” Tegasku, menangkap mata resah itu, biarkan saja. Bosan rasanya diperlakukan tak adil oleh seorang asing seperti dirinya.

“Jika aku pernah mengganggu hidupmu.. aku minta maaf. Jika keluargamu mengenal keburukan keluargaku, aku minta maaf. Jika mataku ini membuatmu tak pernah nyaman, aku juga minta maaf. Aku tidak pernah tahu kau siapa? Mengapa kau selalu membuatku merasa bersalah seperti ini..”

Gadis itu terisak, menghunjam batin ini lebih sakit lagi. Perkataanku tadi? Apa sudah melampaui batas. Apa aku benar-benar keterlaluan padanya. Kenapa tangis miliknya begitu terasa menyedihkan didalam sini. Hatiku hancur melihatnya terluka. Apa dia memiliki dendam pribadi dengan keluargaku. Lalu siapa?

“Maaf bukan maksudku untuk-“

“Siapa kau?”

Aku menghela membuang sesak perasaan aneh yang mendera, bahkan aku tidak pernah tahu siapa dia? Dan dia bertanya siapa aku ini. Sungguh mustahil jika dia tidak mengenalku dengan baik.

“Kyuhyun…” Sapaku dingin. Terpaan angin malam tampak menyelimuti hati kami masing-masing. Gadis itu tersenyum, walau sedikit saja aku bisa melihatnya sedikit memberiku obat penyejuk… dengan langkah gelisah aku mendekatinya namun justru ia kembali memasang wajah takut itu lagi. Kuputuskan untuk tidak melanjutkan kebodohan ini.

“Jangan takut, aku tidak akan membunuhmu..” Aku berbungkuk memberi salam perpisahan dengan sopan padanya. Tapi lihatlah. Gadis itu seolah enggan. Tak mau melihatku pergi. Membuatku berat untuk meninggalkannya. Aku ingin merangkulnya, menghilangkan duka yang ia rasa. Tapi sulit bagiku.

Mata ini seolah enggan menanggalkan tatapan padanya. Masih berpikir apa aku terlalu jahat meninggalkan gadis cantik itu sendirian.

Dengan teledor aku melangkah berjalan maju sementara mata ini masih terus menatapnya, ada kerinduan mendalam yang membuncah dari dalam hati. Entah perasaan apa ini. Aku tidak mau kehilangannya lagi. Sebatas mata memandang, tanpa terasa pipi ini basah mengeluarkan tetesan air dari pelupuk mata. Tidak ada jantannya sama sekali. Untuk pertama kali, aku menangis. Menangisi gadis asing yang tidak pernah kukenal tapi ingin sekali dekat, sedekat kehangatan jiwa yang tadi hinggap saat ia memberi senyuman ramah itu. I’am Crazy.

Telingaku memekik, menerima deburan angin kencang menerjang jangkauan tubuhku, suara keras yang hampir membuatku pecah jantung menyeruak begitu menakutkan. Bunyi klakson berkali-kali membombardir menyentak mataku melihat truk itu hampir dekat menjajah tubuh lemahku. Mataku membulat sempurna saat tersadar aku berjalan ditengah jalan seperti ini. Mobil itu, sudah sangat dekat menjangkauku… aku terbujur kaku terdiam dalam ketakutan luar biasa. Kepasrahan tiada arti muncul begitu saja.

“Aaaaaaaaa..”

“Kyuhyun….”

Tubuhku sekerjap meloroh, tergolek lemah mendapati getaran luar biasa yang menyanggah tubuhku. Tangan kecil dengan jemari lentik menggenggamku. Menariku dari maut. Menyelamatkanku dari kejadian menyeramkan tadi. Sebersit bayangan-bayangan buram muncul begitu saja, memberi slow-mothion hidupku yang lalu, gambaran-gambaran yang tidak bisa kutangkap dengan indera perasaku dengan baik.

‘Di saat aku tertawa, berangkulan, memeluk, berciuman, menangis, menatap bahagia dengan seorang gadis yang tidak jelas kutangkap dari bayanganku, semua buram, aku tidak tahu…Siapa dia? yang jelas aku begitu bahagia dengan gadis itu. Semua berjalan begitu cepat menjalar rangsangan kuat dari dalam otakku. Sum-sum tulang dalam otakku bergetar sakit sekali, rasanya sakit luar biasa. Apa yang sedang terjadi… Kenapa sulit sekali mengendalikan rasa sakit ini. Tidak ada yang bisa kulakukan selain mengerang menahan ngilu yang terus menghunjam tulang-tulang kepalaku.

“aaaa…..”

Terisolir dari beban yang membelengguku. Gadis itu memukul-mukul lenganku dengan tangan lemah. Terisak sangat keras, menangis secara menyedihkan. Itu kenyataannya.

“Ss-Sooyoung-ssi…”

“aaaa…Kyuhyun. Maafkan aku. Aku jahat. Aku tidak bisa menjagamu. Aku keterlaluan. Aku hik.. aku tidak mampu. Aku tidak sanggup…hik..aaa..” Aku melihatnya begitu pilu. Apa yang dia katakan. Aku bahkan tidak mengerti. Sedang, yang kurasa hanya perasaan bersalah. Perasaan dimana aku begitu jahat membiarkan gadis itu menangisi tubuhku yang tak berguna. Tubuh yang nyaris mati. Itu takdirku.

“Maafkan aku Sooyoung-ssi. Membuatmu menangis seperti ini.” Ia menggeleng dan memelukku erat. Erat sekali. Tanpa celah. Pelukan yang begitu kuharapkan disaat aku terkena depresi dadakan seperti tadi.

“Tidak peduli kau tidak mengenalku lagi. Bahkan menunggumu sampai aku mati. Tidak masalah bagiku. Aku tetap ingin melihatmu sehat, bahagia, tertawa…hik..” aku terdiam. Cukup dengan memeluknya semua ketakutan ini hampir lenyap seketika.

Tuhan. Sehangat inikah perasaan bahagiaku, ketika seorang gadis yang entah dari mana datangnya. Tiba-tiba saja kau menyayanginya. Tanpa alasan. Yang jelas kau benar-benar menyayanginya, bahkan bisa kupastikan jika aku mencintainya. Itu sudah pasti.

Entah apa yang dia katakan. Aku tidak mengerti sama sekali. Seketika ada yang membimbingku untuk lebih mendekapnya, mencium kening indah kepemilikannya. Dan semuanya terasa begitu berarti. Malam ini. Aku tidak ingin semuanya berakhir. Dan ini bukan mimpi kan?

Dapat kulihat dua manusia diseberang sana yang tampak terengah mendekati kami. Kakek dan Chanyeol. Keduanya saling pandang bertatapan kemudian tersenyum penuh arti padaku. Ini semua masih menjadi misteriku. Mengingat aku pernah mengalami kecelakaan parah dimasa lalu.

Gadis ini mulai melonggarkan pelukannya, jemarinya dingin menyentuh pipiku. Menghilangkan bekas basah yang masih tersisa.

“Aku mencintaimu… Cho Kyuhyun..” Seketika aku tersenyum, serasa ada berjuta kupu-kupu mengepaki rongga dadaku. Bahagia.

“Nado… Aku juga mencintaimu. Sangat!” Kuharap Tuhan akan membimbingku, untuk bisa mengingat siapa Cho Kyuhyun. Dimasa lalu. Yang jelas Kyuhyun yang dulu dan sekarang tetap mencintai satu nama. Choi Sooyoung^^

ENDING

Sorry, if this story a bad..Give me you’re respont… thanks,,, RCL yaa^^

67 thoughts on “Missed, My Love

  1. Kyu amnesia tohhh emang ya hati ga bakal bisa bohong walaupun memory diotak keformat *apacoba_- chanyeol siapanya sih?kepo nih,kyuyoung daebakk!

  2. Sebenernya agak bingung tp lumayan bisa dimengerti
    Apa mereka saling kenal sebelumnya?
    Sequel dong

  3. Awalnya ngangerti sama sifat soo disini, eh pas baca semua nya baru cukup ngerti.kekeke
    kyu amnesia gitu? Ah apa ff ini ada sequelnya unni?😐

  4. Jadi, kyu nya hilang ingatan karna sempet kecelakaan pas nyelamatin syo, atau gimana?
    Well, syukurlah endingnya kyuyoung bisa kembali bersama!

  5. Hiks . . Romantis!~ Tp masih bingung kakek.a Kyu, Soo, en Yeol itu siapa . Tp keren ff.a . Klo bsa bkinin sequel donk Thor, please =)

  6. aku masih kurang paham sama ceritanya.. kyu amnesia? kok bisa? sequel thor atau bikin before storynya aja deh

  7. Power of love.😀
    Keren cingu. Sesuatu sekali. Perlu dibaca cermat juga sih. Bahasanya agak rumit(?)😀
    Ditunggu epep lainnya.

  8. ah so sweet~ daebak kata2 yg diendingnya.. ternyata itu alasan soo unni begitu keren keren deh feel nge-jlebnya jg kerasa, bagus2 thor..

  9. Ommona… Eonni-ya~ apakah Kyuhyun oppa itu sedang dlam keadaan amnesia?
    masa lalu mereka pasti manis dan pilu #asAlways -_-

    AS jusaeyo Eonni!!

    ganbatte! Hwaiting!! buat terus story” kyuyoung lainnya…
    aq sedih,,, perasaan d KSI yg ngeramein itu itu aja…😦

  10. AS dong eonni,,
    kenapa kyuppa bisa amnesia???,trus chanyoel oppa kenapa sinis ngliatin kyuppa tapi di ending akhirny chanyoel senyum ngliat kyuyoung bersatu,,
    hubungan chanyoel sama soo eon apa??

  11. Ciaaahh..😦 nice ending ;( jdi trharu,kyuhyun yg dlu maupu kyuhyun yg skrng hnya mncntai stu orng yaitu choi sooyoung,,huwaaa..kerenn.. ;( :*
    mau sequelnya dong :*:D

  12. Agak bingung tp ngrt jg jd kyu nya kna amnesia bgtu yh .hduhhh untung jh mrka ttp b1 dending nya . . .

  13. jadi, kyu itu pernah jadian sama syoo, trs kyu amnesia??
    kenapa ga oneshoot aja huhuhu drabble kan gtu pensaran setengah mati huaaa

  14. ngerti sih.. Tpi msh ada yg kurang, msh perlu as, dan disini ga ada sooyoung side semuanya kyuhyun side..

  15. Ohhh aku mulai ngerti thor
    Kyu itu amnesia, pantes aja tiap soo ngeliat dy kayak gitu
    Eniwei, ini oneshot atau drabble nih???
    Nice ff thor
    Keep writing

  16. Aku butuh sequel, soal.a masih bingung .. kenapa kyu bisa lupa ..
    Kakek.a kyu sama chanyeol udh kerja sama ya ..??
    Walaupun bingung, aku suka ff.a ..
    Semangat buat bikin sequel apa ff lainnya thor ..🙂

  17. Sequel thor..
    Sempet ngira yg amnesia dua*nya eh tarnya cuma kyu wkk
    kykny chan sama kakeknya kyu udah rencanain yah …

    Sequell

  18. harus ada sequel thor #readermaksa
    over all daebak kok ff nya🙂
    ditunggu ff kyuyoung yg lain😀

  19. Mianhae authornim, aku ga ngerti sama jalan ceritanya huhuhuhu😦
    ini menceritakan si Kyu pernah amnesia yah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s