Datting Prestigious (Part 3)


Sooyoung-Double-M-2

Datting Prestigious Part 3

Cast : Choi Sooyoung

Cho Kyuhyun

Jung Jessica

Lee Donghae

Cho Ahra

Rate : general

Lenght : Series

Autor : iyank3

^^^

Jessica menepis pemikiran Sooyoung yang terlalu takut pada dua pria itu. Sooyoung berdiam diri menatap Sicca dengan mata tidak percaya. Gadis itu benar-benar berani. Tanpa malu ia mengobrak-abrik barang milik Cho Ahra yang ada di lemari besar itu.

“Siapa yang akan membereskannya?” Komentar Sooyoung. Jessica masih setia memilah-milah baju mewah yang menyejukan matanya.

“Kau tidak tertarik untuk memakainya?” Tentu saja mau, hanya saja waktu yang tidak tepat. Bisa-bisa mereka benar-benar dituduh penyusup yang akan mencuri baju-baju mewah.

“Sooyoung-ah bantu aku menarik resletingnya..” Sooyoung mendesah dengan malas tangannya terjulur menarik resleting gaun merah marun yang begitu indah. Punggung yang tadi terekspos kini tertutup akibat tarikan resleting tadi. “Pas sekali ditubuhku…”

“Sooyoung-ah, pakailah ini, gaun coklat ini. Ah.. semua membuatku gila. Kapan aku bisa memiliki barang-barang brandet seperti ini..” Jessica memeluk erat tubuhnya sendiri, barang-barang yang dia pakai begitu menggiurkan matanya.

“Sica-ah, aku tidak nyaman..” Jessica mendelik tajam, merasa kesal setiap detik Sooyoung terus saja bersikap gelisah.

“Tidur saja sana.. jangan ganggu aku…!!” Ucapnya dengan nada tegas, Sooyoung tertegun. Semua barang-barang itu membuatnya buta.

Sooyoung melangkah kesisi ranjang, matanya tertutup begitu tubuhnya tlah nyaman dengan ukuran kasur besar yang ia tindih.

TOK..TOK..TOK

“Sooyoung-ssi, kau sudah tidur?” Jessica membelalak tak percaya. Begitu telinganya dengan jelas mendengar sahutan seseorang diluar yang ia yakin adalah pria pemilik rumah besar ini. ‘Andwae!’ batinnya cemas.

“Sooyoung-ah, Sooyoung-ah…Yaa kumohon bangunlah, ayolah…” Sica mantap menepuk-nepuk tubuh gadis itu, sayangnya Sooyoung benar-benar tlah terbawa kealam mimpi.

“Arkh… bagaimana ini aku stress…!!”  Dilihatnya baju-baju yang berserakan tadi  dengan mata kesal. Kenapa tadi harus ia keluarkan semua? Berusa mengatur nafas agar tak panik gadis itu justru jatuh terjungkal saking paniknya.

“Aaaakh..” Matanya menyipit dengan tangan membungkam mulut mautnya. Semoga Kyuhyun tak dengar itu.

“Kau kenapa..?” Mata Sooyoung memicing tak percaya. Bodohnya Sica malah tersenyum lebar, merasa sang penyelamat tiba-tiba saja muncul disaat yang tepat.

“Youngi-ah… kau dengar itu kan?” Sooyoung mengangguk, Kyuhyun masih terus mengetukkan pintu itu dengan pelan, seketika wajah Jessica berbinar.

“Kalau begitu temui pangeranmu sana..!”

Bukannya menurut Sooyoung kembali menarik selimutnya sampai menutup wajah. “Kau pikir kau siapa menyuruhku…!”

“Dia memanggilmu berkali-kali, masa aku yang harus menemuinya?” Sooyoung mendecih, bosan dengan kelicikan temannya. “Bukan urusanku..”

“Youngi-ah ayolah… kau harus menemuinya, sepertinya dia ingin bicara penting denganmu..” Sooyoung kembali melayangkan tatapan kesalnya, tapi rasa kesal itu musnah begitu saja melihat Jessica bersimpuh dengan mata berkaca.

“Baiklah.. aku akan menemuinya, tapi setelah ini kita harus pulang..” Merasa ada ketenangan Sicca reflek menganggukan kepala, walau dalam hati ia tak merelakan utuk meninggalkan tempat megah seperti ini.

‘Sepertinya aku harus pikirkan cara lain agar bocah itu betah tinggal disini…!!’ Lagi hatinya berbisik, Jessica benar-benar dalam ambisi luar biasa.

^^^

Kyuhyun’s Garden. Home, Seoul

“Ada apa kau memanggilku?” Sapa gadis itu kurang ramah, bahkan berkali-kali ia menguap tak sopan didepan pria yang baru saja dikenalnya. Ini memang strateginya untuk membuat pria itu jengah setengah mati padanya.

“Duduklah..” Kyuhyun menepuk kursi ayunan besar, yang memang di desain untuk membuat pria itu betah berada di rumahnya. Sooyoung ragu, tapi tetap menurut.  Mata Sooyoung tidak bisa berbohong, jika dia juga senang melihat pemandangan malam ditempat itu.

Keduanya terdiam memandang langit gelap. Tidak ada pengantar percakapan mereka.  Tidak ada percakapan berarti sama sekali.

Mata Sooyoung membelalak kaget seketika begitu tahu bahunya berat menahan kepala pria disampingnya. Tanpa ragu, dengan tampang cuek seadanya, Kyuhyun justru mengatupkan matanya. Kepala pria itu masih bersandar di bahu Sooyoung.

Sooyoung menggelengkan kepala tak percaya. ‘apa-apa’an ini..!’

“Mendiang Kakekku pernah bilang, jika kau ingin tahu gadis yang kau suka itu jodohmu…  Kau harus mengukur, seberapa nyaman saat kau bersandar dibahunya..” Sooyoung tidak benar-benar mendengarkan celoteh Kyuhyun, yang ia tahu hanya ingin kabur, lari, hilang, dan tak akan lagi datang ketempat ini bertemu dengan pria aneh seperti Cho Kyuhyun itu.

“Mungkin kau salah dengar… bukankah bahu seorang pria diciptakan untuk menopang kepala gadis. Jadi bukan kau yang seharusnya bersandar di bahuku.. tapi…-“  Sooyoung tampak bingung melanjutkan perkataannya.

“Jadi kau ingin bersandar di bahuku, begitu?” Kyuhyun tersenyum, ada nada menggoda saat ia menawarkan bahunya secara cuma-cuma. Sooyoung tercengang menanggapinya, jelas-jelas wajahnya sangat muram tapi kenapa Kyuhyun justru terlihat sangat bahagia melihatnya begitu susah. Kyuhyun kembali tersenyum dan mendaratkan wajahnya dibahu Sooyoung bahkan kedua tangannya ikut memeluk tubuh gadis itu, membuat pergerakan tubuh Sooyoung menegang. ‘apa ini kelakuan orang kaya? Ada-ada saja!’

Ingin protes dan marah, tapi sulit sekali… gadis itu membiarkan tubuh Kyuhyun memeluknya selama beberapa menit dan selama tindakannya tidak melampaui batas ia akan tetap pada posisinya. Diam dengan tenang.

Sooyoung berdeham keras, sesekali melirik wajah kantuk Kyuhyun. ‘Cih, memangnya aku ini bantal gulingmu?’ Sooyoung geram meremas jemarinya, tapi pria itu tidak juga terlihat buruk. Dilihat secara dekat dengan sisi seperti ini, ia benar-benar yakin bahwa Cho Kyuhyun itu. TAM-PAN. Bahkan radar dalam otaknya ikut menyetujui. Mengingat target hidupnya di Kota besar adalah mengencani pria-pria tampan. Walau tak ada satupun pria yang berhasil ia dekati. Itu nyatanya.

“Katakan, apa kau mengenalku?”

“Kau tahu namaku?”

“Bagaimana bisa kau mengenalku dengan sangat baik!”

Kyuhyun berat menahan beban kantuknya, namun tersenyum saat mendengar kekesalan gadis itu.

“Sebaikanya kita bicara dikamar yang kosong, kita bisa berbincang sambil merebahkan tubuh kita..”

“Apa??” Teriak Sooyoung hampir bernada makian, bisa-bisanya pria itu bicara kurang ajar. Apa gadis miskin selalu dipandang rendah seperti ini.

Kyuhyun tidak mengerti kenapa Sooyoung begitu emosi, padahal ia berniat baik mengajaknya tidur sambil bercengkerama, toh mereka tidak akan melakukan apapun selama Kyuhyun masih bisa mengontrol hasratnya. Semua demi missinya agar lebih dekat dengan gadis itu.

Sooyoung menekan dadanya dalam-dalam yang sudah menyeruak, rasa kesal dan marah begitu ingin ia luapkan padanya.

“Dengar Cho Kyuhyun, aku bukan gadis…” Kyuhyun menempelkan telunjuknya dibibir Sooyoung berharap gadis itu diam dan tidak membantah.

“Aku tahu, Mian!” Kemudian pria itu beranjak berdiri lalu menggandengnya masuk kedalam kamar. Sooyoung tampak sabar meladeni keanehan pria itu, gadis itu pasrah, terserah takdir saja.

Jessica mengintip pergerakan keduanya dari balik celah jendela kamar Ahra. Matanya melotot tak mengerti setelahnya ia tersenyum mengejek. “Dia bilang tidak mau, tapi di bawa kedalam kamar dia menurut saja…” Sicca mengacak rambutnya ada nada prustasi melihat kedekatan Sooyoung dan Kyuhyun. “Apa yang akan mereka lakukan di dalam sana..”

^^^

Kyuhyun tersenyum sangat puas. Tubuhnya ia hembaskan dikasur miliknya. Rasa nyaman lagi-lagi ia rasakan jika berada dekat dengan Sooyoung.

“Tidurlah disini nona Choi Sooyoung..” Ucapnya begitu riang, entah apa yang membuatnya begitu senang, Sooyoung mengangkat sebelah alisnya. ‘apa ini jebakan?’

“apa kau akan tetap mematung seperti itu?” Sooyoung mendengus, tidak bisa lagi menahan kesal, gadis itu ikut merobohkan tubuhnya didekat Kyuhyun.

“Bagaimana kau puas sekarang?” Kyuhyun mengangguk. “Dengan begini kita bisa lebih dekat, bukan begitu kan?” Terserah, Sooyoung yang jengkel hanya bisa memaksakan senyum padanya. Senyuman paling hambar sedunia.

“Aku sering melihatmu disekitar kampusku, kau mahasiswa Kyunghee juga?” Hah! Apa yang harus ia katakan, bukankah semua orang tahu kalau dia hanya gadis pengangguran yang keluar masuk kampus itu tanpa alasan yang jelas.

“Ah.. itu..” Sooyoung hanya bisa tertawa, menggaruk tengkuknya kemudian membuang wajah bingungnya, tidak jelas akan berkata apa, yang bisa dilakukannya hanya berdoa agar Tuhan mau membebaskan dirinya.

“Kau dan temanmu sering sekali ada di Fakultasku… kau ambil jurusan apa?” Lagi Kyuhyun menanyakan hal bodoh pada gadis bodoh yang pastinya tidak akan tahu jurusan apa saja yang ada di Universitasnya.

“Oh.. aku dan Sicca… Em- kami- aah.. kenapa punggungku gatal sekali..” Kyuhyun mulai menatap gadis itu tajam seolah tahu, gadis itu tengah menghindar dari pertanyaannya, kenyataan bahwa benar yang Donghae katakan. Waspada dengan orang asing, namun cepat-cepat pria itu menampiknya. Ia tidak mau terlalu curiga pada gadis cantik itu. Toh bukan salahnya untuk berbohong padanya jika tidak ada yang memaksa. Dan Kyuhyunlah yang secara tak langsung membuatnya bohong dan bohong lagi.

“Apa masih gatal? Biar ku garuk..” Sooyoung menggeleng. “Andwe-andwe-andwe..!” Sooyoung tersenyum membuat Kyuhyun mengangguk paham.

“Baiklah lupakan masalah kuliah kita, jadi malam itu kau dan temanmu sedang apa. Kenapa laki-laki menyeramkan seperti mereka bisa sampai mengejarmu..” Hah! Mau sampai kapan, dirinya diberondongi pertanyaan membosankan seperti itu.

“Kau tidak mengantuk ya..? Tidur sana..!” Kyuhyun berdecak. “Aku tidak bisa tidur dengan Donghae, pria itu mendengkur terlalu kencang, mungkin aku bisa tidur jika bersamamu..” Tanpa sengaja senyuman nakal tergambar diwajahnya.

“Donghae itu siapamu..?” Kyuhyun tidak mau menjawabnya. Jangan-jangan gadis itu tertarik padanya. Akan sangat berbahaya. Bahkan dia belum diberi kesempatan lebih dekat dengannya.

“Dia teman sekaligus saudaraku… tapi kami berbeda jauh. Jika dia memiliki wajah nakal standar, aku punya wajah tampan baik hati” Sooyoung mencibir, tidak terlalu lucu untuk ditertawakan. “Benarkah? Itu tidak lucu..”

Sooyoung menarik selimutnya, udara dingin begitu menyeruak. Sungguh ia tidak betah dengan suhu yang begitu dingin seperti ini. “Bisakah kau matikan AC-nya, aku tidak suka dingin..”

“Tapi aku bisa kepanasan nanti…” Kyuhyun mulai protes memandang pemikiran aneh dari gadis itu, bukankah gadis diluar sana sangat suka tidur dengan suhu minus tapi lihatlah Sooyoung begitu berbeda.

“Kau bisa memelukku jika kau kedinginan…” Sooyoung melotot, dan tidur membelakangi tubuh pria itu.

“Jika kau macam-macam aku akan laporkan dirimu ke kantor polisi..” Kyuhyun tertawa mendengarnya, mengikuti gerakan tidur gadis itu dengan wajah bahagia, menatap wajah lelah milik Sooyoung membuat hatinya berdesir. Mengakui jika gadis itu benar-benar sudah mencuri seper-empat hatinya.

“Aku hanya memintamu tidur bersama, bukan bercinta bersama..” Bisiknya yang masih terdengar oleh Sooyoung, walau kesal Sooyoung tidak mungkin bukan memukul pria itu. Keduanya mulai lelah dan tertidur di atas ranjang ruang tamu milik keluarga Cho.

^^^^

Donghae berlenggang melewati Jessica yang sejak tadi mondar-mandir tak jelas, pria itu hendak mengambil air mineral dalam kulkas yang terletak didapur rumah dengan jarak yang berdekatan dengan kamar Ahra. Tampak kilas mata Donghae memandangnya sinis.

“Ada apa denganmu..?” Sicca mengedikan bahu seolah tak mendengar suara Donghae yang begitu dekat di telinganya.

“Kyuhyun odiga?” Tanpa melepas gelas yang digenggamnya, Donghae bertanya penasaran pada pelayan yang tiba-tiba melintasi tubuhnya.

“Tuan muda masih tertidur tuan..”

“Jinja? Dimana?” Sica mulai panik, jangan sampai Donghae tahu apa yang Kyuhyun dan Sooyoung lakukan di dalam sana..

“Tuan muda-“ Pelan suara pelayan itu terputus, tiba-tiba saja Jessica menarik tangan pria itu menjauh agar ia tidak lagi membuatnya sakit jantung.

“Donghae-ssi… apa kau tidak berniat mengajakku jalan-jalan?” tanya gadis itu dengan raut ceria tepat disaat tubuh mereka mulai menjauh dari jangkauan tempat yang mungkin dirasa-aman, bagi Sicca.

Donghae tertawa miring memandang gadis tidak tahu diri itu dengan tatapan muak. “Sudah ku duga gadis sepertimu itu, seperti apa..” Sicca menatap tak mengerti. “Apa maksudmu?”

“Menjebak. Memerangkap. Merayu. Lalu mengencani pria yang kau incar, bukan begitu-kan nona?” Entah bagaimana gambaran perasaan Sicca secara mendadak dadanya begitu sesak, ada rasa sakit luar biasa terjadi di dalam sana.

“Kau..” Sicca tak mampu berkata tapi wajahnya menunjukan ekspresi kecewa pada pria dihadapannya. Donghae enggan berbelas kasih, pria itu memang raja tega. Dengan enteng meninggalkan Sicca yang terlanjur luka oleh perkataannya.

^^^

“Anyeonghaseyo…” Seorang gadis cantik, dengan tubuh mungil melepas kaca mata hitam yang sejak tadi bertengger cukup kokoh di hidung mancung miliknya. Para pelayan dengan sigap berjejer hormat pada Nona muda itu.

“Kyuhyun, dimana bocah itu?”

“Tuan muda masih tidur nona..”

“Ah, nde!”

“Kau sudah pulang?” Sepasang bibir tersenyum cerah melihat kedatangan Cho Ahra, kakak perempuan Kyuhyun.

“Hey, Lee sayang kau disini rupanya?” Mereka berpelukan erat, berjabat tangan dan memberi ciuman ringan dipipi masing-masing. Kemudian Donghae merangkul pundak nona muda itu dan dibalas tepukan mesra olehnya. Langkah keduanya terhenti saat berpapasan dengan Jessica. Ahra memandang Donghae bingung seolah bertanya siapa gadis itu? Tanpa harus di ucapkan Donghae seolah tahu apa yang ada dipikiran gadis itu.

“Nanti akan ku ceritakan…” bisiknya pelan, Ahra mengangguk kemudian tersenyum ramah pada gadis itu. Sicca menjadi kikuk, tentunya dia tahu siapa gadis yang dirangkul mesra oleh Donghae itu.

“Anyeonghaseyo… Ahra imnida..” Sicca balas membungkuk, tersenyum kaku padanya.

“Ah, mana adikku? Aku sudah sangat merindukannya…”

“Pelayan bilang dia ada di kamar tamu…” Sicca mulai was-was begitu Donghae menjawabnya.

_

Kyuhyun mengerjapkan matanya berulang kali, tubuh segar yang dia rasa seolah membuatnya malas untuk beranjak dari ranjang, dilihatnya gadis itu masih dengan mata tertutup. Gadis itu benar-benar meng-off kan AC diruang itu, pantas saja peluh yang tidak tahu-menahu bermunculan membuatnya gerah. Dengan cekatan pria itu mengambil remote disamping nakasnya menghidupkan kembali angin dingin yang langsung menyeruak ditubuhnya. Namun sayang sapuan angin yang begitu kencang membuat sedikit debu menyusup masuk dimatanya. Rasa gatal dan perih langsung membuatnya tak nyaman.

“Sooyoung-ssi, bangun…” Kyuhyun masih sibuk mengusap kasar mata miliknya, satu tangannya bergerak menepuk punggung gadis yang mulai terjaga dari tidur lelapnya.

“Nde, kau kenapa?” Melihat Kyuhyun begitu payah melihatnya, gadis itu mulai tahu apa yang sedang di alami pria dihadapannya.

“Bisakah kau tiup mataku, perih sekali rasanya..” Sooyoung mengangguk, tubuhnya menghadap Kyuhyun begitu dekat. “Singkirkan tanganmu…” Bibirnya mulai mendekat kearah wajah Kyuhyun, begitu dekat terlihat seolah mereka sedang berciuman mesra.

BUGH…

Tanpa sengaja Ahra menjatuhkan tas belanja yang ada ditangannya tadi, oleh-oleh yang akan dia berikan untuk Kyuhyun, adiknya. Ketiga pasang mata itu menatap Kyuhyun dan Sooyoung dengan tatapan yang sulit diartikan. Bukan hanya tangannya yang mendadak lemas, bahkan tubuh Ahra nyaris terjatuh jika Donghae tidak menyangga-nya.

“Noona..” Sapa Kyuhyun antusias melihat siapa saja yang ada dibalik pintu itu, Sooyoung melihat Jessica dengan nada was-was. Ahra makin membulatkan mata, mulut yang hampir terbuka ia kunci rapat dengan kedua tangannya. Tidak percaya dengan apa yang dilihat. Tubuh Kyuhyun yang berkeringat dengan kancing piyama yang hampir membuka seluruh tubuh atasnya. Semua pikiran kotor langsung berkelebat di otak Ahra.

“Mian… jeongmal mianhae. Itu tidak seperti yang anda pikirkan!” Sooyoung beranjak lalu menatap manusia-manusia itu ragu dengan membungkuk memberi salam padanya.

Ahra mulai sadar dari otaknya yang hampir terkontaminasi dengan imajinasi liar dikepalanya, separuh dari pikirannya masih merusak kenormalan otaknya, seketika ia tersenyum. Bingung harus bagaimana berargumen.

“Gwechana.. gwenchana, nan gwenchna.. ah, kalian berdua selesaikanlah dulu. Haha..” Sooyoung menatap tidak mengerti dengan apa yang dia katakan.

“Kyuhyun, jika sudah selesai mandi dan keluarlah. Kita sarapan bersama. Ajak gadismu juga, nde!” Donghae menarik kesimpulan sama dengan apa yang Ahra pikirkan, namun ia tidak percaya Kyuhyun akan melangkah sejauh itu.

Sooyoung tertunduk begitu pintu kamarnya kembali tertutup.

“Haah. Bagaimana ini. Mereka pasti berpikiran macam-macam” tampak kilasan bahagia tergambar di wajah Kyuhyun, melihat Sooyoung yang lesu, ditambah Ahra yang –sepertinya- tidak marah sama sekali, ia tahu benar siapa Noona-nya. Perhatian kakaknya melebihi kedua orangtuanya sendiri.

“Bagus, jika Noona menyetujui-nya..” Kyuhyun menjentikan jemarinya beranjak riang ke kamar mandi tanpa memperhatikan raut menyedihkan milik Sooyoung.

_

“Ini benar-benar gila. Pikiran bocah itu sudah besar rupanya. Kemajuan pesat, dia menolak hampir 50 kali kencan buta di luar sana” Ahra masih shock dan hanya bisa berkomentar tak jelas. “Bahkan Eomma dan Appa harus repot-repot memberikan permintaan maaf pada keluarga gadis-gadis itu karena Kyuhyun dengan tega mengacuhkan dating-bersamanya” Serasa ada sesuatu yang spektakuler, Ahra terus ber-asumsi jika ini adalah sesuatu yang luar biasa.

“Tidak pernah berkencan, sekalinya dapat dia langsung mengajak tidur bersama. Huaaa.. Kyuhyun pabbo” Donghae mendecih menatap remeh Sicca sekilas yang sejak tadi mengekori langkah tuan rumah itu.

“Kau jangan berlebihan, Ahra-ya”

PROK…PROK..PROK

Seketika para pelayan berkumpul, seolah tahu apa yang sedang Nona muda-nya itu pikirkan.

“Hidangkan Menu paling istimewa. Ingat harus lebih spesial dari yang sudah-sudah.. Kalian mengerti” Seru-nya, yang langsung dibalas anggukan oleh mereka.

“Baik Nona..” Kompaknya secara mantap.

Donghae mendesah kesal, menatap tidak percaya gadis itu. Sementara Sicca, dia bingung harus senang atau kecewa. Ahra masih mengulum senyum bahagia dan menatap kehadiran Sicca dan Donghae dengan wajah sumringah.

“Tidak sia-sia aku pulang..” Gadis itu-pun berlenggang riang masuk ke kamarnya. Sicca menyipitkan mata tak sanggup. Oh, itu gawat bukan? Dia belum sempat membereskan semua barang yang sudah di obrak-abrik.

“Ige..Mwo-ya. Kenapa kamarku berantakan begini…!!” Teriakan Ahra membuat Sicca tertekan, ia tertunduk lemas begitu Donghae menyusul teriakan gadis itu.

TBC

Hallo, akhirnya bisa juga nglanjutin ini. Maaf yaa kalo Typo-nya makin banyak. RCL yaa… makasih

92 thoughts on “Datting Prestigious (Part 3)

  1. Pingback: Library FF | iyankz ffection ^^

  2. Pingback: Datting Prestigious (Part 8) | iyankz ffection ^^

  3. hadeuhh sica eonni..
    barang2 ahra eonni blm di beresin..
    apa yg bakal terjadi ma sica?
    wahh kyuyoung tidur bareng..
    penasaran..

  4. Kyaa… Ahra eonn salah paham, kasian soo eonn pasti ngerasa gak enak tuhh, semua gegara kyuppa🙂

    Aigoo sica eonn kenapa kamarnya belum dirapihin eohh, bersiaplah menerima omelan ahra eonn ne :p

  5. Pingback: Lovesoo4ever

  6. kyaaa…
    kyu
    omaygat,, sampe g bisa berkata2.. haha
    ngebet bgt pemngen punya soo ya… haha

    daebakk chingu..
    keren..🙂😉 semangat ya ngelanjutinna

  7. akhirnya di post juga… Tambah keren ff nya~!! Next part di tunggu nee??!! Jgn lama2 loh?!! Hehehe..😉 HWAITING~!!😀

  8. tambah seru sumpah, tapi kurang panjang hehehe😄
    aku hampir lupa tadi sama ceritanya, untung nya inget lagi..
    next part ditunggu. hwaiting!!

  9. Aigoo , sica eonnie -_- udh berantakin malah nggk disusun ,, ckckckk
    Semua pada salah paham ma kyuyoung xDD
    Seruu seruu !!
    Berharap semua keluarga kyuppa setuju dehh ma kyuyoung😀
    next

  10. wah…ahra eonnie salah paham
    ahra eonnie bakalan ngelakuin apa ke kyuyoung?
    ditunggu next partnya😀

  11. Kekeke ahra unnie salah paham aja..
    Tapi kyu malah seneng gitu! Kyahaha
    kyuyoung bakal makin deket nih..
    Sica matre ya disini.. Kekeke

  12. Akkhh!! Sica tamatlah riwayatmu
    Kyuyoung udah di restuin tuh
    Tinggal nunggu soo gk jutek lgi sma kyuppa
    Haha.. Udah nikahin mrka brdua langsng aja ahra eonni
    Hae jga jutek bngt sma sica
    Next.a di tunggu jgn lama” yaa..

  13. aku baru ngeh ff ini blm kebaca sama aku haah tapi dipikir2 kesannya kaya bbf ntar ibunya kyu yang jahat dsb tapi semoga ini ff beda dari yang lain deh hehe aku tunggu lanjutannya eonn🙂

  14. hahahah…
    jessica parah banget..

    si kyu juga cari cari kesempatan di tenga kesalahpahaman

  15. Aigo Kyu malah seneng -_-
    Emang Kyu udah lama ne suka sama Soo
    Ahra onnie seneng banget tuh
    Next ditunggu

  16. Hahaha… Ahra eonni tampakk meledak kala melihat kamarnya yang berantakan, lemari bajunya yang kosong, dan semua bajunya yang berterbangan diseluruh sudut kamar. Jessica neo!!!

    Sooyoung sudah membuat Kyuhyun berkeringat deras. #eommonaaa… masalah AC bisa jadi pikiran negatif rupanya… ckckck

    Donghae sok perfect bgt didepan jessica, pasti ujung”nya jatuh juga pada pesona jessica *yah walau belum sih.

    next eonni…
    sudah berapa lama kau tak melanjutkan ini?? -_-

  17. wah sicca lum bresin lmarinx… Enak kali ya punya noona kayak ahra… Kyu jth cinta bneran ne ma soo.. Dtnggu lanjtanx

  18. Wah ahra mikirinnya berlebihan. Takutnya nti kalo kebohongan mereka itu terbongkar. Huah sica berambisi bgt jadi tambah ruet nantinya. Kyunya langsung nempel gitu sama Soo.
    Daebak. Next

  19. Hduhhhhh ahra kaianya sneng bngt tuh liat kyu sm soo.ishhh hae omongn nya jht bngt ksian kn sica nya.hiks hiks . . .
    Hduhhhh ith gmna ahra bkln mrah atau engga yh kmrn nya diacak” bgtu😀 next part dtggu yh adain momen haesica nya jg dund .hihihihi

  20. omo kyu sok deket bgt ampe ngajak soo ngobrol di tempat tidur segala…wah apa yg dilakukan ahra ya ke soo ma sica liat kamar’a hancur….

  21. akhira publishhhh juga ….huaaa kyuyoung emg so sweet…q suka sifat kyu ma soo eonni….
    cma sica ma hae ajj yg mash fifti fifti…aaa lnjut thorr

  22. waaa jessica napeun hahaha ngobrak abrik kamar nya ahra unni nah loh belum diberesin jg.. kekeke~
    wah makin seru ini apalg udah ada ahra unni, bakalan tambah rame, kocak sama rusuh hehehe
    lanjut ya thor, ditunggu semangat..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s