Married Again (Part 7)


maried-again1

Tittle : Married Again (Part 7)

Cast : Soowon

Taeyeon

Yuri

kyuhyun

Genre : Romance

Rating : G

Lenght : Serries

Happy Read*******

Part 7

###########################

Air mata Sooyoung membanjir, hatinya bertambah bahagia saat Siwon kembali mengulum lembut bibirnya, tak hentinya ia menyambut perlakuan Siwon.

“Ikut aku..” Lagi, Sooyoung harus bersabar menerima tindakan mengejutkan Siwon, pria itu menariknya lebih rapat dan cepat, membimbing tubuh Sooyoung  masuk dalam mobilnya. Tak ada teduh disana, bahkan kilatan petir mulai menyambar lebih cepat. Takut wanita itu kenapa-napa, buru-buru Siwon menyelamatkannya dari cuaca buruk itu.

“Kau akan sakit jika tidak mengganti baju, pakai jaket ini saja” Sooyoung meraih jaket bulu kecoklatan milik Siwon matanya beralih memperhatikan gerakan tangan pria itu. Menghidupkan pemanas mobil lalu memposisikan tangan miliknya dikerah baju yang Sooyoung kenakan. Wanita itu terlonjak hatinya berdentum seiring dengan detakan liar dari jantung miliknya yang mulai menggila. ia was-was karena rasa deg-deg’an itu tak mampu dikontrol sedikit-pun.

“A.. Aku bisa membukanya sendiri..” Siwon tercekat, larangan itu membuat batinnya merasa sakit lagi, perasaan ini mulai muncul dan akan selalu muncul. Dia takut Sooyoung tak mau lagi menerimanya.

“Apa aku sudah tak ada hak untuk menyentuhmu lagi..” Sooyoung terdiam, biarlah kebisuan miliknya menjawab pernyataan itu.

“Baiklah ganti baju-mu dulu, aku tidak akan melihatnya” badan pria itu berbalik membelakanginya, disana dia duduk dengan gelisah di kursi kemudinya.

Perlahan Sooyoung meloloskan kancing-kancing baju milknya mata-nya terus tertuju menatap punggung Siwon yang benar-benar tak merubah posisi duduknya.

“Aku sudah selesai..” Ucapannya lirih sedikit ada nada ketakutan, takut jika Siwon marah. Bekas tangisnya masih terasa terbukti saat mengatakan hal tadi suaranya sedikit serak.

“Kita pergi saja dari tempat ini..” Sooyoung tersenyum mengangguk, sesaat kemudian rona wajahnya berbalik muram. Bagaimana mungkin ia tega membiarkan pria itu kedinginan sementara dirinya sudah sangat hangat dan nyaman dengan jaket dan penghangat udara yang mulai menjalar ditubuhnya.

“Oppa.. bagaimana denganmu, baju-mu juga basah. Apa kau tak bawa baju ganti..” Siwon tertawa, menoleh dan kembali diam dalam senyumnya memberitau-nya bahwa ia baik-baik saja.

“Aku tidak mungkin membawa baju banyak dalam mobilku.”  Selanya. Siwon mulai menyalakan mobilnya. Menginjak gas-nya dengan pelan dan mobil Sport miliknya mulai berjalan. Gundukan awan yang menghitam diterjangnya, lebih baik begini dari pada bertahan ditempat itu, akan sangat berbahaya bukan?

Sooyoung mengangguk lalu berusaha tenang walau hatinya berkecambuk tak tentu, suasana di pantai itu begitu mencekam tak terlihat indah sama sekali.

“aaaah..” Jerit Sooyoung dengan reflek tubuhnya menangkup tubuh Siwon memeluk tangannya dengan sangat rapat.  Siwon memaklumi ketakutan Sooyoung. Wajar saja kilatan petir kembali menyambar dengan kencang. Jujur dia saja merasa takut, tapi ada nurani dalam hati-nya untuk melindungi seseorang yang lebih takut dari pada dirinya.

“Tenanglah, kau aman bersamaku-“ Sooyoung mengangguk tubuhnya masih meringkuk ditanagan Siwon, urat nadinya bergetar wanita itu benar-benar sedang ingin berlindung.

Sambil terus menyetir tangan kiri Siwon mengalung ditubuh Sooyoung seraya memeluknya. “Oppa aku takut..”

“Lebih baik bukan?” Usul Siwon menerima tubuh wanita itu dalam pelukannya. Sooyoung mengangguk, bahkan ini lebih nyaman dari apapun. Biarlah pria itu menyentuhnya lagi. toh dia juga tidak menolak rasa nyaman yang dirakannya. Mobil itu berjalan lebih cepat. Keduanya mulai diam tak ada bahan lain untuk dibicarakan. Lama mereka terdiam hanya suara erangan mobil saja yang terdengar, perjalan masih panjang. Entahlah Siwon akan mengajak Sooyoung kemana lagi. Tempat tak terduga.

Siwon tersenyum dan mencium puncak kepala Sooyoung. “Kau cantik bahkan saat tidur seperti ini” Sejujurnya tangan Siwon sudah terasa sangat pegal menyangga tubuh Sooyoung tapi ia buang jauh-jauh keluhan itu. Ia tetap pada posisinya memeluk malaikat manja-nya.

“Saat bersama Yuri aku terus memikirkanmu, tapi mengapa saat bersamamu aku bahkan tak mau mengingat nama wanita manapun selain kau..” gumam Siwon kecil tak rela wanita itu terbangun. “Aku sangat bodoh sudah menyia-nyia kan mu, tapi bagaimana lagi Yuri selalu bertindak sesukanya. Aku tak mau terjadi sesuatu yang buruk pada-mu Sooyoung-ah” Siwon terlonjak saat tubuh Sooyoung mengerang. ‘Apa tadi dia mendengarku?’ batinnya takut. Bibirnya mulai terkatup tak mau berkata apa-pun lagi. Biarlah semua rahasia menjadi tanggungannya.

“Oh, Mian Oppa…” Reflek Siwon meregang otot kaku-nya, mengangguk dan tersenyum sesaat setelah Sooyoung secara tiba-tiba terbangun.  “Gwenchana-yo” Sooyoung tak enak hati, kenapa bisa ia tertidur dalam kondisi cuaca seperti itu. Dilihatnya langit masih buram dengan hujan rintiknya. Tapi cuacanya lebih baik dari yang tadi.

“Apa tidurmu sangat nyenyak Nona Pinky..”

“ck! Kau masih bisa memanggilku seperti itu? Masih ingat juga rupanya” ucap Sooyoung seraya tertawa mengingat ia begitu maniak dengan benda kekanakan seperti itu, bahkan selalu memaksa Siwon menyebutnya ‘Pinky girls’ atau semacamnya.

“Tentu saja aku ingat, memangnya tidak boleh?”

“Any-ya boleh-boleh saja, sampai sekarang-pun aku masih suka warna pink” Sooyoung menyela kemudian terdiam merenungi hobi dan kegemarannya, wajahnya mulai tak lagi ceria. “Semua hal yang kusuka karena Yuri..”

TiiiNN

Tangan Siwon menggebrak klakson kemudinya menggemakan suara bising yang dapat membuat telinga siapa saja terganggu, hal itu juga yang membuat Sooyoung tersentak. “Sudah kubilang jangat menyebut nama itu lagi saat aku bersamamu..” Geramnya kesal, hati Sooyoung tercekat lagi-lagi rasa kaget ini datang secara spontan. Kenapa Siwon menjadi seperti ini. Tak terkontrol dan tak terkendali jika ia menyebut nama itu.

“Ma.. maafkan aku Oppa”

“Sampai kapan kau harus meminta maaf, lalu mengulang kesalahan lagi, apa ini hoby barumu setelah lama kutinggalkan.” Sooyoung menggeleng. Mana ada hoby seperti itu, hatinya terenyuh. Kenapa hari ini seperti ada yang memerangkapnya. Ia seperti terpenjara dalam ketakutan. Bersama Siwon, suami yang ia rindukan.

“Kita sampai..” Dengan suara dingin Siwon membuka pintu kemudinya kemudian beranjak membuka pintu kemudi Sooyoung. “ Keluarlah kita sudah sampai..” Soooyoung mengerjapkan mata-nya berulang kali mata-nya melayang memandang Apartemen yang sudah lama mereka tinggalkan.

“Kita istirahat disini saja..” Sooyoung terperangah mendengarnya. Disini? Bersama-nya. Berdua saja.

Dengan langkah berat Sooyoung membuntuti Siwon dari arah belakang matanya membidik kesegala arah, situasi yang sangat mendadak seperti ini benar-benar mengganggu batinnya.

“Oppa kenapa kau mengajakku kemari..” Siwon tidak membalas, justru tangannya memberikan wanita itu handuk padanya.

“Mandilah dulu, berendamlah dengan air hangat. Kau akan sakit nanti..!” Sooyoung meraihnya, melihat Siwon dengan tenang yang sudah hilang. Namja itu sibuk berkutat di dapur. Memasak sesuatu yang bisa menghangatkan yeoja itu.

Sooyoung senang akhirnya bisa bertemu dengan namja itu lagi untuk sekian lamanya. “Waaah, hangatnya..” tangannya sibuk membasuh seluruh permukaan tubuhnya.  “Oppa sedang apa ya?” Sambil tersenyum ia melihat kesisi pintu berharap namja itu datang membasuh tubuhnya. “Astaga, apa yang aku pikirkan dasar bodoh!”

“Sooyoung-ah.. jika selesai kemarilah kita makan bersama..” Sooyoung kaget dan tersenyum mendengar seruan namja tadi.

“Nde..”  ia pun bergegas mempercepat basuhan air itu. “Haah, segar sekali..” Yeoja itu keluar dengan mengenakan handuk kecil yang menutup sebagian tubuh atasnya.

“Oppa, kau juga belum mandi bukan..?” Siwon termangu sebentar memperhatikan postur yeoja dihadapannya. Baginya itu terlihat sangat menarik, untuk sesaat namja itu terdiam memperhatikan lekuk tubuh Sooyoung.

“Oppa..”

“Ah, nde.. kenapa kau tak ganti pakaian?” Sooyoung memberungut, tentu saja setelah orangtuanya marah pada sikap namja di depannya. Baju-baju miliknya di Apartement ini langsung di gondol mereka, Sooyoung juga di paksa pulang kerumahnya.

“Aku tak punya pakaian ganti Oppa..” Siwon tertunduk dan menghela nafasnya. “Pakailah baju milikku, tidak apa kan?” Sekilas ia bisa tersenyum melihat yeoja itu beranjak masuk ke kamarnya. Senang melihatnya kembali lincah.

“Aku berjanji untuk memilihmu youngi.. bukan Yuri dan bukan siapapun.

###

“BRAKKK!” Seseorang menggerbrak meja dengan sangat keras, matanya menyala api melalap bagian retina-nya memperhatikan yeoja yang dari tadi diam tanpa kata. Dan pikirannya entah kemana. Yeoja itu sangat kalut dan resah. Air matanya keluar, tetesan-tetesan yang membanjir di sudut pipinya tak membuat C.EO perusahaan besar itu meredam dalam amarah.

“Kau pikir kau siapa yuri-ya? Haaa” Namja  muda yang di tengarai bernama Cho Kyuhyun itu membentak artis labelnya dengan keras membuat para staf kantor memperhatikan kegaduhan di kantor miliknya.

“Mentang-mentang sudah punya nama di jagad hiburan, seenaknya saja kau bolos kerja dan berangkat sesukanya. Kau pikir kau siapa? Kau ingin membuatku bangkrut!”  yeoja itu hanya bersilang tangan seolah acuh pada bentakan yang di tujukan pada-nya..

“Bos, aku juga punya masalah..” adunya yeoja itu menangis serak.

“Semua orang juga punya masalah! Kau harus profesional Yuri-ya! Ingat kontrak kerjamu masih panjang jika kau mengabaikan kerja’anmu terus aku bisa saja memecatmu. Kau pikir aku tidak bisa mencari pengganti dengan cepat. Banyak yeoja cantik yang mengantri sebgai artisku kau tau itu…”

“Sajangnim iklan kontrak ponsel terbaru di batalkan, produsernya sudah tak mau menangani lagi, dia bilang Yuri terlalu melalaikan tugas..”

“Apaa?” Kyuhyun menjambak rambutnya prustasi.

“Gila, bisa-bisa perusahaan yang baru ku rintis akan dengan  cepat gulung tikar!” Yuri mengiba. “Aku stres dengan masalah rumah tanggaku, suamiku tak pernah pulang, aku takut dia kembali lagi dengan istri lamanya…”

“Aku tidak peduli Yull, selama kau masih bernaung di Label ku kau harus patuhi aturannya..” Yeoja itu mendesah cemas, ia justru bergegas keluar dan mengacuhkan CEO muda itu yang sudah kebakaran jenggot.

“Yaaaa.. aku belum selesai bicara! Artis sombong, awas saja, aku akan menggantimu dengan orang baru lebih cepat dari yang kau bayangkan.. SIALAN..!!”

“Sajangnim..” Tiba-tiba sekretarisnya datang membawa ponsel miliknya.

“Apa lagi??”

“Maaf tapi tuan Shim memanggilmu, angkatlah. .. dia menghubungimu sudah hampir 10 kali, mungkin sangat penting..” Kyuhyun ingin memakan hidup-hidup orang di hadapannya. Tidak tau apa dia benar-benar sedang marah! Diraihnya ponsel miliknya dengan kasar.

“Manusia tiang listrik ini, selalu mengganggu disaat yang tidak tepat..”  Sulutnya kesal kemudian terdiam mengangkat panggilan itu.

“Yeobseyo..”

“Nde, Apa? Kau mengganggu kerjaku saja..”

“Apa kau bersama putriku?” hem.. Kyuhyun menilik jam tangan yang bertengger di lingkar pergelangannya. Seharusnya ia memang bersama putri Shim Changmin.

“Sebentar lagi.. aku akan menyusulnya..”

“Jangan lupa berikan dia makanan bergizi aku tidak mau putriku sakit..”

“Heyy kau mau sampai kapan kau titipkan putrimu padaku? Kau tau kerjaanku banyak disini..”

“Tunggulah seminggu lagi aku akan pulang..!” DEG! Mendengar penuturannya membuat Kyuhyun gelisah. Jika dia pulang, namja itu tak bisa lagi berkesempatan m enemui guru tinggi yang cantik itu bukan.

“Hey Shim Changmin, kau tak usah pulang.. tinggalah di Jepang untuk selama-lamanya. Anakmu biar aku saja yang mengurusnya..” Beep! Namja itu mematikan baterai ponselnya seketika.

“Siapkan mobil untukku, aku harus menjemput ponakanku…” Kyuhyun berseru dan merapikan jas miliknya yang sudah hampir lusuh. Bukan hanya ingin menjemput keponakannya, ia juga berniat menemui Sooyoung, bukan!

“Nde sajangnim!”

Kyuhyun masih fokus mengemudikan mobilnya.  “Jika Changmin benar-benar datang! Aku tidak bisa lagi bertemu guru cantik itu!” Kyuhyun mulai berpikir keras, tiba-tiba ia teringat kejadian tadi. Yuri benar-benar keterlaluan kerjanya.  “Artis macam apa itu?” dan sekelebat bayangan Sooyoung hadir dipikirannya.

“Hemmm.. kenapa tidak! Aku bisa mengajak yeoja itu bergabung di label-ku. yah sebagai pengganti Yuri tentunya..” Bibirnya terlukis senyum membentuk seringaian..

TBC

RCL DONGG CHINGUU!! mksh..^^

21 thoughts on “Married Again (Part 7)

  1. Pingback: Library FF | iyankz ffection ^^

  2. Eonni.,, neomu mianhae bru comment😦 ff nya dilanjutin scptnya yaa😀 ;;). plaaak gak sabar bnget sama lnjutan crtanya.. Hehehe.. Eonni fighting !! ^^

  3. Tetep SooWon ya Thor…
    Next part lebih banyakin moment-nya Soowon…
    Trus,,, lebih panjang lagi… hehehehe

    #banyakmaunya
    #mian
    #bow

  4. Jadi kyuyoung άĵά ff ичä X3
    Siwon oppa benerin dulu sm Yul unnie baru sm Soo unnie Lªĝί XP
    Kyu oppa seneng amat kalo jemput ponakan wkwkwk

  5. Daebakkk
    Wuahh q suka sama ffnya Di
    Tp penasaran knpa Siwon ninggalin Sooyoung?? Apa yg Yuri bilang sampe Siwon milih nikah sama Yuri??
    Wuahh ditunggu lanjutannya Fighting Di!!!

  6. Aku baca dari part 1 aja kali ya biar ngerti. Agak bingung soalnya. Ceritanya keren makanya bikin penasaran

  7. iya kok pendek…hmm tp jujur aq agak gemes di part ni entah klimax ny kpn y??? huhu greget dech ma author ≧﹏≦
    wajib panjang y next part ny. bnyakin konflik jg,,ok??? hoho maksa.com
    peace ≧﹏≦

  8. AAAAAAAAAAAAAAWWWW…!!!!!!AUTHOR DAEBAAAAAAAAAAAK..updatenya ini KILAT PAKE BGT!!!!

    Waduwh! Soo mau dijadiin artis sama Kyu??hmm..bakal makin seru nich

    Yuri=>Siwon<=>Sooyoung<=Kyuhyun

    Tapi kudu SOOWON!!!hahhahahaha..

    Next makin banyakin SooWon nya author sayaaaaaaank ;*

    Dan jangan lama2 yach..kayak gini aja..hehehehehe..UPDATE SOON!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s