Datting Prestigious Part 6


bfjhfksakh

Datting Prestigious Part 6

Cast : Choi Sooyoung

Cho Kyuhyun

Jung Jessica

Lee Donghae

Cho Ahra

Rate : general

Lenght : Series

Autor : iyank3

Happy Reading..

^^^

Khuhyun tersenyum sejenak, sesaat setelah pandangannya terlalu puas melihat yeoja di depan mata. Sooyoung dengan lahap menyantap hidangan mewah itu secara kampungan. Kyuhyun menggeleng tersenyum miris padanya. Tapi jika di perhatikan lebih detile yeoja itu tak terlihat rendah. Tidak buruk sama sekali. Parasnya cukup menarik, wajah yang tidak terlalu oriental, namun tubuh jenjang itu membawanya dalam kelas-kelas mahal, public figure dan semacamnya. Ia pantas menyandangnya.

“uhuk..” lamunan Kyuhyun membuyar, tangannya bergerak menepuk pundaknya sesaat. Menenangkannya.

“Kau baik-baik saja..” Sooyoung menggeleng dengan cepat tangannya meraih gelas yang berisi air berwarna merah jernih. Darah? Yeoja itu tak pikir pusing lagi, peduli apa. Ia tersedak dan membutuhkan pertolongan pertama.

“uwek.. minuman apa ini?” Mata Sooyoung menyipit dengan lidah yang terjulur sedikit membuatnya terlihat seperti anak anjing. Rasa getir dengan keanehan itu menambah daftar panjang dalam benaknya. Menjadi orang kaya tidak terlalu menarik. Ini buruk sekali rasanya.

“Itu expresso wine..” Jelas Kyuhyun. Tangannya beranjak menyapu tetesan minuman yang masih terlihat melekat dibibir yeoja itu. Sooyoung terdiam sesaat rasa gugup itu tak terlalu lama mengekangnya. Namja itu terlalu berhati-hati. Keduanya tersenyum saling memandang satu sama lain. Penuh rasa canggung.

“ya?” Kyuhyun tahu, mata yeoja itu menuntutnya untuk bicara lebih panjang, menjelaskan kerincian nama asing itu.

“Sejenis vodka latin amerika, kadar alkoholnya tidak terlalu berat. Kita bisa minum ini beberapa kali. Tidak memabukan sama sekali..” Sooyoung terperangah. Penjelasannya masih rumit. Ia tidak paham betul maksudnya.

“Anggur?” Sooyoung bertanya menuntut. Kyuhyun mengangguk enteng. “Kau bisa menyebutnya begitu. Tetap saja sama. Itu minuman fermentasi biasa” Sooyoung mulai mengerti. Bibirnya mengerucut sesaat setelah masakan dengan sajian menu kebaratan itu terlalu asing di lidah korean-nya. Sebagai pecinta makan. Ia tak memperburuk masalah. Ia tetap menikmatinya dengan pelan.

“Kau suka masakannya?” Sooyoung tersenyum miris. Rasanya sulit untuk berkata. Ia terlalu jujur untuk tidak membohonginya. “Rasanya aneh.. dagingnya terlalu manis, kejunya terlalu banyak dan ini.. kenapa makanan ini penuh dengan gula, kupikir ini saus.. dan ini… ah maaf ya, aku benar-benar tidak tau terimakasih, aku tidak bermaksud-“ Sooyoung meruntuk, tidak seharusnya ia bicara secara terang-terangan seperti itu.

“Gwencahana. Untuk saat ini kau memang harus belajar, ini masih dalam tahap awal. Aku ingin kau menyukai menu-menu ini. Aku yakin kau bisa. Biasakan!” Sooyoung menganga. ‘untuk apa mengharuskan yeoja sepertiku mencintai makanan aneh ini?’ prustasinya.

Sooyoung dengan diam memperhatikan cara makan seseorang di depannya. Rasanya berbeda, ada yang lain dari cara Kyuhyun memotong dagingnya, menyuap potongan-potongan itu dalam mulutnya, menghapus sisa noda yang tak nampak dengan sapu tangannya. Meneguk air dalam gelas berdiameter sedang itu. Semua? Ellegant. Dan Sooyoung baru menyadarinya sekarang. Ia terlihat kecil, kelas kehidupannya tak sebanding dengan namja itu. Andai namja itu tau serendah apa perekonomian hidupnya. Yakin, ia sudah terbuang mentah dari rumahnya. Ia bergidik membayangkan orang-orang kaya itu mengusirnya secara liar. jangan sampai!

“Kenapa tidak kau habiskan? Kau malah sibuk memperhatikanku?” Kyuhyun menghentikan aktivitas makannya sejenak. Senyuman miring dengan bentuk seringaian menghias di bibirnya.

“Ah.. kau ingin ku –suapi.. atau?” Sooyoung menggeleng, tangannya mengibas bebas, senyumannya sangat kaku. Akhirnya Kyuhyun sadar, sudah sangat lama Sooyoung memandangnya.

“Tidak Kyu, kau lanjutkan saja makanmu. Lihat aku masih bertahan –kan?” Kyuhyun tersenyum tangannya berpindah mengacak lembut rambut yeoja itu membuatnya meringkuk tajam. Sooyoung tertunduk tangannya mengelus ulang dibagian yang Kyuhyun sentuh tadi, ia tersenyum miris.

‘apa Kyuhyun benar-benar menyukaiku?’ mulutnya terkatup. Ia menatap manik mata Kyuhyun sesaat setelah ia menyapanya dengan senyuman.Ia mendesah lelah, jiwanya lemah menatap masakaan itu Sooyoung mulai memotong daging-daging dengan rasa terkutuk yang amat ia hindari saat ini. Damn! Ia tak tahan lagi.

“Haah, akirnya..” lega Sooyoung setelah berhasil menelan masakan dellusi itu. Mengerikan baginya.

Mata Kyuhyun menyipit dengan kedua alis yang saling bertaut. “Diam.!” Seru Kyuhyun, membuat pergerakan Sooyoung kaku. Sooyoung membelalakan mata sesaat melihat wajah Kyuhyun yang semakin dekat menerpa wajahnya. ‘Oh mau apa dia?’ yeoja itu hampir memejamkan matanya membuat Kyuhyun tertawa dalam ekspresi biasa. Sooyoung merasakan gesekan lembut dibibirnya. Jemari Kyuhyun berhasil mengahpus sisa noda disudut bibirnya.

“Oh.. aku bisa membersihkannya sendiri..” Sooyoung tertawa lepas menghilangkan rasa gugupnya.

“Apa kau kecewa karena aku tidak menghapusnya dengan bibirku?” Goda Kyuhyun, membuat hati yeoja itu diliputi rasa kesal.

“tentu saja tidak!!” Yeoja itu mulai terlihat galak. Kyuhyun suka itu. Namja itu makin gencar menggoda yeoja serampangan di depan matanya.

“Kencan tidak sempurna tanpa sebuah ciuman?” Kyuhyun bertanya lembut, ekspresinya biasa namun ucapannya terlalu to the point. Jantung Sooyoung berdegup. ‘ciuman? Apa aku harus melakukannya dengan namja ini? Dia kan bukan pacarku?’ yeoja itu menatap takut mata kecoklatan Kyuhyun. ia menatapnya lembut membuat Sooyoung makin terlihat gelisah. Namja serapi Kyuhyun terlihat sangat mempesona malam ini. Ia hampir dimabukan smirk itu.

“Apa ini?” Kyuhyun kaget, tidak disangka yeoja ini akan melakukannya. Namja itu terperanjat melihat pisau tajam yang menjadi alat santap Sooyoung sudah meraung dihadapannya.

“Ka –kau jangan macam-macam yaah.. aku bisa nekat melakukan apapun..” Sooyoung membela diri, jika tidak ..ciuman itu benar-benar terjadi. Karena melihat gerakan tubuh Kyuhyun yang terus mendekat ke arahnya.

“haha.. aku kan hanya bercanda..”

“Myo –ya ?”

“Wae geurae..?” Kyuhyun sangat menjengkelkan sekarang. Tadi bersikap romantis sekarang sikapnya begitu kekanakan. Atau mungkin Sooyoung yang terlalu berlebihan. Ia merasa menjadi yeoja paling bodoh dan naif sekarang. Sooyoung mendongak menatap Kyuhyun yang mulai beranjak dari kursinya.

“Sudah malam.. kita pulang saja..” Sooyoung mengangguk sesaat. Wajahnya masih tertunduk. Malu rasanya membahas topik singkat tadi. Aish.. ia masih memikirkannya.

CUP.. Kyuhyun tersenyum singkat. Lembut dan menghanyutkan.

“Perfect date. Aku baru merasakan sedang berkencan dengan seorang yeoja. Sekarang!” Yeoja itu hanya menganga sambil mengelus pipi kanannya . Menatap punggung Kyuhyun yang makin menjauh. Sialan! Tanpa di duga ia benar-benar melakukannya. Sooyoung kesal bukan main. Rasanya ingin memaki habis namja itu. “Hah. Orang kaya memang gila!”

+++

“Jangan dekat-dekat!” Sooyoung mendorong kesal tubuh Kyuhyun yang terus mendekat kearahnya.

“Wae? Kau masih marah?” Sooyoung tidak menjawabnya, ia lebih memilih berlari ke kamarnya bersama Jesica. Belum lima jengkal ia melangkah tubuhnya harus merasakan sakit. Kyuhyun menarik pergelangannya.

“Mian..!!” Ucap Kyuhyun lagi. ia belum puas jika dirinya belum di maafkan.

“Kau menyuruhku memaafkanmu sementara kau sedang menyakiti tanganku..” Kyuhyun mulai paham maksud perkataannya. ia lepas begitu saja tangan yang sudah mengunci pergerakannya.

“Ah, sakitnya..” Sooyoung meraba lembut tangan miliknya. Matanya mendelik tak suka padanya.

“Boleh ku lihat..” yeoja itu langsung menepis tangan yang akan menyentuhnya.

“Sudahlah.. kau itu kepribadian ganda..”

Kyuhyun terdiam kaku. ‘apa maksudnya?’ namja itu membiarkan yeoja itu melangkah pergi. Suasana rumah begitu sunyi. “Ku rasa semua sudah tertidur..” Kyuhyun menghela nafasnya sesaat, langkahnya bergerak untuk merebahkan diri di tempat tidur.

Donghae mulai terjaga dari tidurnya. Seseorang yang datang dan suara gemericik air di kamar kecil itu benar-benar mengusiknya dalam kelelapan.

“Kau sudah pulang?” tanya Donghae, begitu melihat Kyuhyun yang keluar dari kamar kecil itu yang tlah berganti pakaian.

“Kau tidur di kamarku lagi?” Donghae mengangguk. “Tidak boleh?”

“Asal kau tidak mengganggu tidurku. Ingat kau itu tukang dengkur dan kau mengigau setiap saat. Tidak jelas dan berisik sekali..” Donghae menghela nafas. “Dasar! Kau pikir kau tidak sepertiku apa?”

Kyuhyun menarik selimutnya. Ia tidur membelakangi tubuh Donghae. Namja disampingnya hanya terdiam melihat tingkah Kyuhyun. Sempat ia lihat wajahnya yang berbinar cerah. ‘apa itu perasaan orang yang sedang jatuh cinta?’ Donghae bertanya resah, rasanya ia juga ingin merasakan bagaimana itu cinta. Cinta yang sesungguhnya. Tanpa main-main. Mata itu memandang sayu lampu temaram diatasnya. Donghae mendesah. Ia merindukan wanita yang sangat ia cintai. Tanpa sadar air matanya menetes. Rasa rindu itu begitu terasa, ia pilu. Ia ingin memeluk wanita itu. Sekarang!

++

Sooyoung menutup pintu kamar itu perlahan. Ia melihat Jessica masih terjaga. Matanya sembab. Ia menangis? Sooyoung tak tega melihatnya.

“Kau belum tidur?” ia menggeleng membuat Sooyoung tak enak hati padanya. Ia tau betul bagaimana perasaannya sekarang. Hidup bersama dari kecil sebagai sepasang sahabat. Perasaan dari mimiknya sudah pasti terbaca. Perlahan Sooyoung mendekat ingin rasanya ia jelaskan. Kencan ini tak seindah yang ia bayangkan. Sooyoung punya mimpi indah… kencan bersama-sama dengan sahabatmu akan memberi kesan lebih bersejarah dalam hidup.

“Kau menangis?” Sicca menggeleng, dengan cepat ia seka air mata itu.

“Bagaimana kencanmu? Menyenangkan?” tidak! Sooyoung tidak bisa menceritakan betapa ia takjub dengan tempat, keadaan dan semua yang berbau kemewahan itu pada temannya. Ia sadar diri. Mereka memiliki rasa sensitif yang sama. Jessica akan terluka jika ia memamerkan pernyataan itu.

“Sicca aku menyerah!” Jessica menyerngit tak paham dengan arah pembicaraan Sooyoung.

“Dengar, kita sudah sangat lama saling mengenal, kau tau betul keburukanku. Begitu juga diriku yang sudah mengenalmu.. aku tau kau marah padaku kan?” Sicca diam masih ingin mendengar penuturan Sooyoung. 4 jam tanpa Sooyoung ia merasa sepi di rumah megah itu. Sooyoung menggenggam erat tangan milik yeoja itu.

“Sicca..” Lirih Sooyoung. “nde..” Yeoja itu terisak menjawabnya, hati Sooyoung makin kalut. Mengapa yeoja itu menangis lagi. apa tindakannya menerima kencan bodoh itu sudah menyakiti hatinya terlalu jauh?

“Kau kenapa Sicca. Sungguh aku minta maaf. Jika Kyuhyun mengajakmu berkencanpun aku akan sangat rela, tidak masalah! Ku mohon jangan seperti ini.. aku tidak tau apapun. Mungkin saja orang kaya dirumah ini sedang menjeratku. Mereka hanya mempermainkanku…”

Sica menggeleng. “Tidak Sooyoung semua orang di rumah ini menyukaimu. Kau harus bersyukur karena-“

“Dan kau marah?” Sica terdiam, ucapan Sooyoung bukan hanya memotongnya namun menyiratkan perasaan yang terluka.

“Mian, Sooyoung-ah. Aku tidak tau kenapa aku jadi bertingkah konyol seperti ini. Padahal aku yang terus memaksamu untuk bertahan di rumah ini” Sooyoung tersenyum mengerti, akhirnya yeoja itu mengeluarkan semua perasaan kesal itu.

“Aku mengerti Sica-ah, jika aku berada di posisimu, aku akan melakukan hal yang sama” Sooyoung memeluk tubuhnya, Sica lagi-lagi menangis. Yeoja itu terlihat rapuh hatinya. Sejauh inikah rasa iri itu? Kedua itu masih merapat. Saling menenangkan satu sama lain.

“Atau kita mengaku saja pada mereka. Mungkin lebih baik kita menjauh dari tempat seperti ini. Belum apa-apa aku sudah menyakitimu…” Jesica tampak berpikir dengan penawaran itu, yah.. ia tak ingin sakit karena merasa konyol tidak dianggap siapa-siapa dirumah ini..

“Tapi Soo, bagaimana jika unnie marah. Bukankah ia ingin kita tetap disini, menemani harinya sebagai adiknya..” Peduli apa? Sooyoung mendesah, rasa prustasi itu membumbungnya lagi. kenapa sulit sekali mengajak Sica keluar dari tempat seperti ini.

“Kita punya kehidupan sendiri Sica, kurasa aku tidak betah lagi. aku merindukan kebebasan bersamamu. Kita bisa bersenang-senang jika kita jauh dari orang-orang itu..” Sica terdiam sesaat, lagi-lagi ia tak bisa memberi kepastian hidup. Sooyoung menatap matanya penuh permohonan. Sica menganggukan wajahnya menjawab sirat mata itu. Lalu mereka tersenyum ringan.

“Baiklah youngi terserah kau saja..”

+++

Sooyoung hampir gila, bibirnya mengerucut, pandangannya memicing menatap mata Kyuhyun yang terus menggodanya dengan seringaian. Sebagian orang disana tidak memperhatikan jelas desus keduanya. Ahra melahap santap paginya dengan ceria. Donghae yang hanya diam mengaduk-aduk mangkuk sajinya dengan malas. Sementara Sica terkekeh kecil mendapati dua manusia itu tengah sibuk sendiri.

Pandangan Sooyoung kian menajam padanya. ‘Kyuhyun benar-benar minta di hajar’ batin yeoja itu.

“Wae?” Tanya Sooyoung pada akhirnya, memecah keheningan santap pagi mereka. Langit pagi terlihat terang. Matahari tampak samar memancarkan bias sinarnya. Pagi ini lebih menyejukan dibanding pagi yang sudah-sudah.

“Adik ipar kau kenapa?” Sooyoung menegang sesaat. Selalu saja Ahra memanggil asal dirinya. Donghae langsung menatap Ahra. Apa maksudnya adik ipar itu. Rasanya ada yang ingin ia keluarkan dari mulutnya yang tiba-tiba minta protes. Sooyoung mengkerut menatap semua manusia itu, senyumnya sangat hampa tanpa makna. “aku baik-baik saja..”

“Begitu ya?” Ahra tampak mengeri. Tiba-tiba ada yang ingin ia tanyakan, topik yang selalu dinantinya. Kyuhyun adiknya benar-benar mengencani seorang yeoja. Dan mereka saling menyukai satu sama lain. Pikirnya dangkal.

“Bagaimana kencan kalian semalam? menyenangkan kan?” Kyuhyun mengangguk. Kakaknya memang pintar membawa suasana dingin menjadi hangat. Semua mata perlahan menatap dua orang yang telah melakoni hal yang dimaksud. Kyuhyun dan Sooyoung saling pandang. Kyuhyun dengan mata menggodanya. Sementara Sooyoung malas membahas hal ini lebih dalam. Ia masih waras. Jika ia bukan siapa-siapa? Terbesit rasa bersalah pada sahabatnya. Sica terlihat tenang tidak menunjukan reaksi marah apapun. Tetap saja membuat Sooyoung tak enak hati padanya.

“Kami berciuman..” Semua mata membelalak bersamaan dengan lengkungan senyum di bibir Kyuhyun. Sooyoung ingin berteriak dan menyantap namja itu hidup-hidup.

“Tidak! Kami tidak melakukannya..” Sooyoung menyangkal, matanya tak tahan melihat mata Sica yang terus merunduk. Donghae masih bisa bertahan, setengah hati namja itu terpejam melihat kelakukan Kyuhyun yang sudah melewati batas. Angin menelisik di sekitar lehernya, Donghae perlahan menatap Sooyoung dari arah berlawanan. Mata yeoja itu tampak berkilat ingin memangsa Kyuhyun bulat-bulat.

Sikap Sooyoung yang kontra menuai perhatian di meja panjang itu. Sooyoung menarik kursi kayunya, ia berdiri tegas, matanya melayang menatap mata-mata itu yang tengah memperhatikan aksinya.

“Dengarkan aku! Hari ini aku ingin mengatakan sesuatu.” Dahi Ahra mengkerut begipula Donghae yang mulai fokus menatap Sooyoung. Sementara hati Kyuhyun mulai resah. Apa artinya ini. Mungkinkah yeoja itu akan meninggalkannya. Mereka bahkan belum saling mengenal dengan baik. Kyuhyun masih menginginkan Sooyoung.

“Aku ingin membuat pengakuan besar pada kalian semua..” Kyuhyun mulai menggeram marah. Benar saja apa yang dikhawatirkan akan segera terlaksana. Ia tidak mau. Sica menganga tak percaya, memuji penuh keraguan pada sikap Sooyoung yang berani untuk bicara. Lebih tepatnya berani untuk memalukan dirinya.

“Aku, sebenarnya aku adalah-“ ucapan Sooyoung tercekat terpotong langsung oleh tandasan menyeruak milik Kyuhyun.

“Aku adalah pacar Kyuhyun, dan kami saling mencintai..” Ahra terkikik mendengar ucapan Kyuhyun yang terlihat marah, yeoja itu hampir bertepuk tangan, dan mata Donghae terpejam lelah, sementara Sica merasa lega. Syukurlah. Ia bisa mati jika Sooyoung harus mengungkap identitas mereka secara terang-terangan. Ia takut di tuduh sebagai seorang penipu.

Sooyoung terdiam untuk beberapa saat, tubuhnya kaku.. wajahnya merah menahan malu. Sekarang namja itu sudah pintar mempermalukannya membuatnya merasa bersalah di hadapan mereka. Ia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi.

“Ikut aku!!” Sooyoung membelalak melihat pergelangan tangannya ditarik paksa oleh Kyuhyun. ahra bersorak memperhatikan keduanya. “Eum… pasangan yang manis!” Tawanya senang.

Donghae terpejam untuk beberapa saat. Ia ingat betul ekspresi Sooyoung yang tampak serius saat ingin mengatakan sesuatu tadi. Hebat juga jika dengan sendirinya yeoja itu mengerti siapa dirinya yang sebenarnya. Tanpa sadar Donghae tersenyum memuji keberanian Sooyoung lagi.

+++

Kyuhyun menarik paksa pergelangan tangan Sooyoung membuatnya meringis sakit. Tampaknya Kyuhyun benar-benar geram padanya. Apa salah jika dia mengakui dia bukan dari keluarga berada. Ia ingin menjelaskan pada semua orang, persepsi mereka memandang dirinya adalah kesalahan fatal.

“Kau ingin membawaku kemana?” Sooyoung terhuyung ia kesusahan menyesuaikan langkah Kyuhyun yang memonopoli. Kyuhyun tidak menjawab untuk sementara. Ditariknya yeoja itu lebih erat ke lorong-lorong rumahnya. Begitu sampai di ballroom, langkahnya mulai menyusut.

“Sakit..!!” Kyuhyun membalikan tubuhnya, kedua tangannya langsung merengkuh pundak Sooyoung.

“Dengar nona Choi bodoh, sebaiknya kau tak usah berkata apapun. Pengakuan? Pengakuan apa?” Sooyoung menatapnya takut. Tiba-tiba saja Kyuhyun seakan kesetanan. Kyuhyun menggertakan gigi melihat Sooyoung tak merespon ucapannya. Sooyoung merasa kesakitan tiba-tiba saja tangan Kyuhyun makin mencengkramnya tajam. Yeoja itu hanya meringis menahan rasa sakit.

“Kau mau menurut atau tidak?” Tanya Kyuhyun, Sooyoung yang masih kesakitan hanya terus mengaduh. “Kau ini kenapa Kyuhyun-ssi”

“Jawab dulu. Kau mau tidak?” namja itu selain memiliki kepribadian berganti-ganti ternyata dia juga tipe orang tidak sabaran. Semalam ia manis, pagi ini ia galak… nanti sore apa lagi? Sooyoung membatin resah. Matanya takut menatap mata yang kali ini tengah menguncinya. Sooyoung menyerah dan akhirnya mengangguk menyanggupi pernyataannya.

“Ya, apa?” ucap yeoja itu sambil mengelus bagian pergelangannya yang sakit. Ia benar-benar tak tahan. Keinginan untuk pergi dari rumah ini rasanya sulit sekali. Hari ini kandas sudah niatnya untuk keluar. Kabur? Mungkin ia akan memikirkan cara lain untuk itu. Andai saja Sica bisa gesit mengabulkan keinginannya. Masalahnya tak akan serumit ini.

“Kau tidak boleh pergi dari rumah ini..!!” Sooyoung menyerngit, namja itu seperti bisa membaca pikirannya saja. Ia berdiri gelisah menatap mata tajam Kyuhyun.

“Wae?” Tanyanya heran. Sooyoung ingin mengubur diri meratapi sikap namja itu. ‘apa bagusnya aku? Kenapa manusia ini melarangku pergi?’ batin Sooyoung kesal.

“Karena aku menyukaimu..” Sooyoung membelalak mata, antara percaya tak percaya. Mata itu kian menajam menatapnya membuat Sooyoung tertunduk malu berbaur rasa takut.

“Kenapa kau harus menyukaiku??” desah Sooyoung prustasi. Ia menyerah, ia tak bisa seperti ini terus. Semakin lama tinggal di tempat Kyuhyun membuatnya semakin takut. Sooyoung mulai sibuk memikirkan jalan untuk menghilang dari bayang-bayang Kyuhyun.

“ikut aku..” Kyuhyun menariknya lagi.

+++

“Kau ingin membawaku kemana lagi?” Sooyoung mulai lelah seharian ini Kyuhyun mengajaknya pergi. Yeoja itu mulai penat, karena mobil yang mereka tunggangi tak membawa arah yang tepat. Tanpa tujuan dan Kyuhyun benar-benar membawa yeoja itu asal. Sesukanya.

“Kyuhyun!!” namja itu menoleh, ekspresinya dingin. Ia marah karena yeoja itu sudah mengusiknya. Niat Sooyoung untuk meninggalkan Kyuhyun membuat namja itu kesal. Ia membawanya sejauh mungkin yang ia bisa untuk membuatnya lupa. Ia tahu benar tempat tinggal yeoja itu bagaimana. Kotor dan tak layak pakai.

“Diam, tidak usah banyak bicara…” Sooyoung menolak. Tidak, ia sudah tidak bisa dekat dengan Kyuhyun. ia sudah berjanji pada Sica untuk pergi dan menjalani kehidupannya lagi secara bebas. “Aku tidak bisa. Kita pulang Kyu..”

Mata Sooyoung membelalak. Ia ketakutan dengan laju mobilnya yang berjalan tak seirama. Kyuhyun menaikan tempo kemudinya membuat mobil miliknya melaju kencang membelah jalanan yang mulai legang. Langit malam mulai muncul menambah suasana sepi tanpa temaram. Sooyoung menggertak dalam diam. Namja itu benar-benar sudah mempermainkannya.

“Turunkan aku!!” Kyuhyun diam dan tetap pada posisinya. Ekspresinya tidak berubah, selama Sooyoung belum mengatakan untuk tidak pergi dari rumahnya. Ia tak akan berhenti.

“Kyuhyun, berhenti. Lebih baik kau turunkankan aku disini!!.” Suara Sooyoung bergetar takut, rasanya mau mati berada dalam kemarahan Kyuhyun. ada apa dengan namja itu, hari ini sikapnya sangat aneh. Kyuhyun menatap sekilas jalanan yang dirasa asing itu. ‘dimana ini?’ ia bahkan baru menyadari sudah sejauh mana membawa yeoja itu. Kyuhyun bergidik tempat itu sepi dan senyap, tidak mungkin ia menurunkan yeoja itu disini.

“Aku harus pergi Kyu…!!” seruan Sooyoung tetap dianggap angin lalu. Namja itu mulai mencari celah mencari tau tempat apa ini. Ia harus berbalik arah agar bisa kembali pada jalan yang sesuai. Yang ia tau, ia hanya bisa membuka smarphone melihat peta dan nama daerah yang ia datangi.. bukit-bukit yang menjulang tinggi itu membuatnya takut. Ia seperti berada di daerah terpencil.

“Kyuhyun…!!” lagi-lagi Sooyoung berteriak membuatnya makin gelisah.

“Apa kau bisa diam, hah!” Sooyoung terpaku sesaat, cara bicara Kyuhyun mulai ketus, ia tak tau hal apa yang ada dipikiran namja itu. Sooyoung terus berdoa memohon keselamatan Tuhan, dari pada ia harus mati sakit jantung karena cepatnya laju kendaraan itu. Lebih baik ia turun. Ia tak mau mati muda. Pikirnya.

“Turunkan aku saja jika kau terus membawa mobilmu seperti ini terus..” kyuhyun tak bisa berpikir jernih saat ini. Bodoh. Bersama yeoja ini sudah membuatnya lupa.. tidak seharusnya ia bertindak sejauh ini.

“Berhenti atau aku lompat..” Kyuhyun menggeram mendengar ancaman yeoja itu, setelahnya mendecih sesaat. Ia tau benar perangai Sooyoung. Yeoja serampangan yang ia suka itu hanya bisa menggertaknya. Ia tidak mungkin serius melakukannya.

Kyuhyun dan Sooyoung harus berdernyit, tubuh mereka terlonjak kedepan karena rem yang diinjaknya begitu pakem menderit lincah. Mata Kyuhyun menyala marah melihat pintu mobil Sooyoung yang terbuka membuatnya harus menghentikan laju kendaraannya sesaat.

“Tutup mobilnya..!!” Perintah Kyuhyun, sementara Sooyoung hanya terdiam kaku.

“Tidak aku turun saja..”

“Kau gila. Memang kau tau tempat ini? Lihat disebelahmu..hutan besar yang sangat menyeramkan, dan aku yakin banyak binatang buas yang akan memangsamu jika kau berani keluar, aku jamin kau akan menyesal jika kau benar-benar melakukannya..” Sooyoung mengacak rambutnya kesal, setelah itu ia benar-benar keluar. Tangannya bergerak membanting pintu mobilnya. Yeoja keras kepala.

Kyuhyun terperangah sesaat, nafasnya memburu tidak teratur. Sooyoung benar-benar sudah membuat tingkat kemarahannya menyeruak sampai ke ubun-ubun.

“Masukk!!” tegas Kyuhyun, namja itu takut setengah mati memperhatikan langkah cueknya.

“Tinggalkan aku, seharian bersamamu membuatku pusing. Apa memang ini kelakuan orang kaya. Sikap dan tindakannya berganti-ganti sesuai moodnya..”

“Yah.. mood ku sedang buruk karena dirimu, sekarang cepat masuk..!!” Seruan Kyuhyun semakin kencang, Sooyoung baru tau sisi lain Kyuhyun jika sedang marah melebihi ketakutannya saat menghadapi Ibunya yang sedang marah. Tak terkontrol dan terlihat kejam. Ia semakin muak hampir-hampir ia menangis dibuatnya.

“Tinggalkan aku..!!” Kyuhyun mengepal telapak tangannya menahan marah. Bibirnya menggeram dengan mata terpejam.

“Masuk Sooyoung, ku mohon..” nada suara Kyuhyun memelan berharap mengurangi rasa takut yeoja itu. Sooyoung yang terlanjur sakit hati mengacuhkan ucapannya.

“Pergi sana. Aku membencimu. Semua orang kaya memang begitu, sombong dan semena-mena..” Kyuhyun menatap garang kearahnya. “baiklah.. kau memang keras kepala..!!”

Mata Sooyoung membelalak resah. Ia takut setengah mati. Mobil Kyuhyun benar-benar meninggalkannya bahkan dengan kecepatan lebih gila dari yang tadi.. sekarang tak terlihat lagi dalam sekejap mata. Sialan memang. “Lalu bagaimana dengan nasibku, aku tidak tau tempat ini” Air mata Sooyoung berderai pecah. Ia meruntuk makian untuk Kyuhyun tak bisa lepas dari bibirnya. Yeoja itu berjalan tertatih, pehuh hati-hati. Bahkan lalu lalang kendaraan tak terlihat sama sekali. Tempat ini sepi pohon-pohon pinus yang menjulang tinggi seakan tertawa mengejeknya dalam tangisan pecah.

“Hik… Ya Tuhan, aku takut” Sooyoung mengepalkan jemarinya kuat-kuat. Berharap ia mendapatkan bantuan entah dari siapa saja, asal bukan Kyuhyun. nama itu sudah ter blacklist dalam catatan kelam miliknya. langkahnya bergetar takut suara lolongan srigala membuat bulu kuduknya berdiri. Ia bergidik, masih mengharap ada malaikat yang datang menyelamatkannya.

“Sendirian nona?” Tanya sebuah suara dari arah belakang, entah mengapa suara serak itu begitu mengerikan ia dengar. Hatinya berdegup kencang. Langkahnya terhenti sesaat dengan bergetar ia menoleh kearah belakang. Kilatan petir menyambar sesaat menorehkan sedikit cahanya menampakan wajah gahar dari seorang namja. Ia tersenyum miring memperhatikan detile lekuk tubuh Sooyoung dari bawah ke atas. Sooyoung bergidik melihat tubuh kekar itu tampak angkuh menantangnya. Mata Sooyoung membelalak melihatnya melangkah mendekatinya.

“Cantik sekali kau. Kita bisa bermain-main cukup lama disini…” Seringainya tajam, dengan wajah tersulut nafsu.

“Hik.. Tidak!!”
TBC

Akhirnya selesai juga Part 6. Tambah gaje yaaa.. jangan lupa komen ya reader… makasih^^

98 thoughts on “Datting Prestigious Part 6

  1. Aduh!!!!!
    Nich SooYoung Eonni kenapa???!!!!
    KyuhYun Oppa jahat banget ninggalin Soo Eon sendirian!!!!
    Kan takut jadinya!!!!!

  2. Pingback: Library FF | iyankz ffection ^^

  3. Pingback: Datting Prestigious (Part 8) | iyankz ffection ^^

  4. Kyu nya emosional banget.
    Dikit baik dikit buruk.
    Serem!
    Smga aja cpet2 ada yg bwa pulang syo tuh

  5. kkkkk walaupun kencanny tegang tpi sukses kkkkkk

    aigo kyu. sabar….

    aduh.. mna kyu ninggalin soo dtmpat sepi lg. trus siapa t cwo ??
    awas ! jgn mcm2 am soo..

    kyu cpeeet dteng. jgn smpai cwo lain yg nlong soo

    next part dtnggu

  6. Waduh soo dalam bahaya tuh, kyu gak beneran ninggalin soo kan? Aduh penasaran bgt, Next part ditunggu

  7. kyuhyun klo marah serem bgt sih –”
    pdhl syoung uda mau ngaku… huaaa soosica ksihan….
    kyu balik lg g??
    tega bner sih
    mana ad om-om idung blaster –“

  8. Konflik nya seruu !! (Y)
    Kyuppa tega amett ninggalin soo eonn -_-
    Moga” kyuppa nyelamatin soo eonn😀
    Next

  9. Sama” keras kepala jadi susah nyatunya, aq gak yakinn kyuppa bner” ninggalin soo eonn sendirian ntar juga pasti balik lagi, gak mungkin kan kyuppa tega sama soo eonn…

    TBC nya ganggu banget eonn, penasaran sama klanjutannya..

  10. kyuppa cinta mati bangetuuuh sampe” gk rela klau Soo eonn pergi dr rumah’y😀
    Daebak thor
    di tunggu next berikut’y🙂

  11. Ya ampun kyu bener2 ninggalin soo ya, ckck
    apa yg akan terjadi pada syoo..

    lanjut chingu, daebakk😉

  12. akibatnya si soo.tdi di suruh kyu masuk malah keluar–” hemeh.
    nextnya unn. rupa2nya donge mulai ada sdkt pikiran baik ke soo (?) siccaaaa.please jangan iri ke soo hanya karna masalah iini!

  13. chingguuu ffnya keren bangetdah serius, aku mau lanjut lagi, jangan lama2 ne? aku suka banget ff ini wkwk ffnya jjang! daebak gitu deh! gomawoyo ya chingu ^^ pokoknya romantisnya dapet, alurnya juga enak untuk dibaca, chingu jangan biarin orang jahat itu sakiti sooeon :” wkwk bye~

  14. Kok pendek ya thor? Tapi gapapa lah. Tbc-nya nanggung bangettttttttttt!!!!! Next chapt segera ya thor~ Fight!

  15. ditunggu next nya thorrr ,
    semoga sooyoung ga apa2 dan kyuhyun masih ngawasin sooyoung . paling ga kyuhyun muter balik buat jemput sooyounggg

  16. Next next…
    Aq msih nggak terlalu ngrti ma crita’a..mungki krna aq nggak bca dri awal kli yw..
    Ya udah dech mungkin nanti d akhir aq bsa ngrti..

  17. Wahwahwah, kyuhyun cukup sadis juga yaa. Kasiaon soo sampe bener2 turun dari mobil, tbc pengganggu hehe. Next ditunggu thor

  18. waduhh,,, nasib sooyoung gmn nih??!! Next part di tunggu cepet nee?!! HWAITING~!!!😀

  19. Waduh apa apaan itu. Soo keras kepala bgt. Kyu semoga balik lagi nyelametin sooyoung.
    Next thor

  20. ini mereka knapa jadi berantem,kyu juga knapa marah* kan bisa dibicaraiin baik*
    kyuyoung sama* keras kepala , nggak ada yang mau ngalah,,
    dan soo aaaa ~ andwe itu siapa,,?
    lanjut,,next panjangin ne thor^^

  21. kyu emosi ya emosi tapi jangan ninggalin soo sendirian gitu juga dong haduuhhh
    next part thor juseyo!🙂

  22. kyu emosi ya emosi tapi jangan ninggalin soo sendirian gitu juga dong haduuhhh
    next part thor juseyo!

  23. Itu soo kasian banget ..
    Kyu.. kamu jahat banget sich …
    Next part jangan lama-lama ya thor ..

  24. Wah update nya cepat😉
    Aish Kyu tega ninggalin Soo sendirian
    Nah siapa itu !!!
    Orang jahat yah ?

  25. knpa jdi ruwet gni sih…..soo eonni apa sush’a sh nrima kyu ppa,,dy kan baik….
    hadehhhh

  26. huah itu soo eonni mau di apain?
    trs kyuhyun gmn? masa bnr ninggalin soo eonni kshan soo eonni . . . .
    eonni cpt lanjutin crt.a . . .
    seru bngt . .🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s