My Husband (Ficlet)


Untitled-khdvh

My Husband (Ficlet)

Cast : Cho Kyuhyun

Choi Sooyoung

Lenght : ficlet

Rated : general

Genre : Romance, Marriage life

Autor : iyank3

Happy Reading^^

Aku tidur gelisah tiap malam. Rasanya ada yang aneh dengan kehidupanku yang baru. Bagaimana cara menceritakannya. Seperti mimpi ketika dirimu tiba-tiba kau menikah. Menikah dengan seorang pria yang kau idamkan.

Dia tidak ada disini, aku bisa bebas merasakan apartement miliknya sendirian. Melihat pernak-pernik lampu beserta pemandangan-pemandangan luar biasa di dalam sini. Mewah.

Pria itu pasti sudah gila. Untuk apa membeli perabotan mahal seperti itu. Forniture itu bahkan ia pesan langsung dari Italia. Aku tidak terlalu suka, itu berlebihan, tapi aku tidak pernah bisa melarangnya, dia akan marah jika aku melarangnya. Seharian ini aku sendirian di Apartementnya rasanya membosankan. Apa aku harus pergi. Tapi kemana? Daerah ini masih asing, aku belum hafal betul jalan-jalan di tempat ini.

Dasar, pria itu memang pintar memenjarakan aku. Secara tidak langsung dia sudah menganggapku sebagai narapidana. “Hah” desahku prustasi. Aku membaringkan tubuhku ke ranjang. Membolak-balikan majalah fashion yang sudah tertumpuk sangat banyak. Bahkan untuk yang satu itu dia juga tau. “Cho Kyuhyun menyebalkan!” itu ungkapan cinta dariku.

Aku gemas setengah mati pada pria itu. Bodohnya aku hanya bisa mengumpat kesal pada foto nakal yang terpampang di kamar ini. Lihat bagaimana ia tersenyum. Menyebalkan. Tangannya seduktif melingkupi pinggangku. Itu foto pernikahanku, bertengger kokoh dengan figura besar diatas sana. Tapi lihat fotoku, seperti boneka tanpa nyawa. Bahkan ekspresi  ‘prince’ anjing kesayangan temanku lebih bagus dari ekspresiku.

 “percuma saja tubuhku bagus, senyum di foto itu seperti sedang ketakutan melihat hantu”. Sudahlah tidak usah dibahas lagi. Maklum saja, aku sangat tegang waktu itu. “arkh” menggelikan sekali. Jika sudah dekat dengan pria itu semua buluk kuduku akan merinding. Entahlah mungkin aku sudah menikahi seorang iblis atau malaikat., atau mungkin iblis berhati malaikat, dia sangat baik, memanjakanku, menyayangiku, melindungiku  tapi sayang dari kesempurnaan yang aku dapat aku tidak mampu menembus semua keserakahannya.

 Lupakan. Dia tidak ada disini, dan beginilah nasib pengantin baru. Sendirian di siang sepi, disana hujan. Sangat deras. Aku sedang tidak lapar.  Mungkin bersih-bersih bisa mengisi waktuku yang teramat senggang. Mataku menyipit mencari dering ponsel yang semakin menggila suaranya dari nada dering itu berteriak terus menerus. “hah dimana ponselku?”

 aku terus mencari, dan ketemu. Benda kecil ini menyelinap di tas jinjing  albert coklatku, keluaran jerman, terbaru. Tas yang terus kulihat dimajalah dan tiba-tiba saja aku menemukan benda itu sudah berada di kamar ini. Kyuhyun membelikannya, dan aku tidak tau. “Yeobseyo” sapaku pada orang gila di sebrang saya, aku tau siapa orang ini.

“Keluar, di gerbang sudah ada Pak Kim menjemputmu!” aku membelalakan mata tak percaya, belum sempat aku menjawab pernyataan dari bibirnya tapi dia sudah menutup ponsel. Kau dengar suaranya, dingin,tegas dan semena-mena. Mataku memicing lagi. Oh ponselku berbunyi lagi menampilkan satu pesan masuk.

“berdandan!” Aish. Dia mau apa, selalu saja bertingkah sesukanya, aku menurut dan tak bisa menyela. Bodoh bukan, yah.. Suamiku hebat, sangat hebat dengan segala kuasa dan pesonanya. Aku terpesona,.. Mungkin aku adalah perempuan bodoh jika menolak pesonanya. Baiklah sekarang aku sudah berdandan glamour sesuai seleranya. Aku mulai melangkah keluar dan mendapati supir pribadinya tersenyum menyambut hadirku.

“Nyonya Cho silahkan masuk” Aku tersenyum sesaat menyapa supir pribadi pria itu lalu bergegas masuk ke dalam mobil. “Nyonya pakai sabuk pengamannya!” aku memutar bola mataku sebal, lagi-lagi pria paruh baya itu menyuruh hal yang sama. “Kyuhyun menyuruhmu apa lagi?” dia tidak menjawab, hanya senyuman yang mengantarku pada perjalanan ke tempat yang ditujukan.

“kita mau kemana Pak Kim?” lagi, ia tidak menjawab, mungkin memang ia sudah tertular virus suamiku yang aneh. Lama aku dalam keheningan di mobil sampai aku tak ingat, hanya mata yang semakin menyipit karena aku mengantuk.

“nyonya Cho bangun kita sudah sampai” rasanya enggan sekali membuka mataku, tidur di van baru terasa sangat nyaman, astaga… Van putih ini baru. Dasar maniak benda baru nan mahal. Awas saja jika ia berniat mengganti istri yang baru- arkh…

 “andwae!” teriaku prustasi membuat pak Kim terlonjak. Ah. Pasti ia berfikir aku terganggu karena dibangunkan. “maaf nyonya aku tidak bermaksud membangunkanmu dari tidur” mimiknya menyedihkan, bagaimana cara menjelaskan bahwa ia hanya salah paham.

“tidak Pak, kau tepat jika membangunkanku seperti tadi”. Aku menghela dan melangkah menemui suamiku. Para karyawan menyambut hangat diriku, dan lihat Victoria mulai mendekat. Dia sekertasisnya. Astaga pakaian apa itu? Belahan dadanya terlihat, terlebih cara berjalan perempuan itu terlihat menantang menggoda. Aku menyerngit menatap sengit cara berjalan dan berbusananya.

“Selamat siang Nyonya Cho, sajangnim sudah menunggu anda” tentu saja, siapa lagi yang sedang ditunggunya. Aku bersedekap menatap perempuan sexy ini dengan gahar. Aku ingin berteriak padanya memakinya seperti. “apa kau mantan pekerja sex? Kenapa pakaian kerjamu begitu jelek!” Tidak. Jangan Sooyoung, lagipula aku tidak pernah menemukan mereka, maksudku perempuan di hadapanku dan suamiku dalam satu ranjang, bertenlanjang dan- lagi, aku dengan segala tingkat kewarasan di bawah rata-rata berpikiran aneh selalu.  Buang pikiran buruk itu jauh-jauh Sooyoung.

“Silahkan masuk, beliau menunggu anda di dalam!” Pintu kerjanya dibuka. aku menatap baik-baik Victoria. “ehm, maaf bisakah kau ganti pakaianmu dengan yang lebih sopan!” pelanku menginterupsi, ia terkekeh dengan semburat rasa malunya. Enyahlah sikap  feminismenya.. Aku tak suka dengan lagaknya.

“kau tenang saja, suami anda tidak tergoda padaku meski aku tlah berulang kali menggodanya!” Mworago. Santai sekali ia berkata. Tidak taukah aku jengkel. Aku mendecih melihat ia berpamitan untuk meninggalkanku sendirian di ruang kerja Kyuhyun.

“Dasar!” umpatku. Perempuan jaman sekarang memang agak aneh. Ia mengincar pria yang jelas-jelas sudah berstatus suamiku. Entah apa yang ia incar. Bicaranya terlalu blak-blakan. Jantungku hampir melayang mendengarnya. Apa untungnya merebut pria yang sudah beristri.

“Hai” suara dingin itu membuatku terhenti dari eksperimental, mengumpat dengan cara terhormat dengan menendang-nendang lantai marmer tak berdosa seperti sekarang. Aku menoleh dan tersenyum riang. “hai” sapaku balik.

 Ia merentangkan kedua tangan dengan pandangan datar. “peluk  aku!” Serunya. Apa, seharusnya ia tersenyum dan berlari memelukku. Bukan begini cara menyambut istri. Biarlah dia kan memang aneh. Tapi keanehannya yang membuatku bertahan padanya.  Kamipun saling bertaut badan melepas kerinduan satu sama lain.

Cup. Dia mulai menciumku mengecup perlahan ubun-ubunku, dua mata, pipi, pangkal hidung dan terakhir kami tenggelam dalam ciuman panjang. Perpagutan bibir satu sama lain. “hah” kami terengah, nafas menderu tak tertahan. “bagaimana seharian tanpa aku?” tanyanya dan mulai melonggarkan dasi dan melepas dua kancing kemejanya. Aku menoleh ke belakang, menatap pintu kerjanya dengan cemas. “Tidak akan ada yang mengganggu kita”  aku merinding, jangan-jangan dia mengajakku.. ah tidak. telingaku menerpa merangsang bisikan lembut merambatnya menjadi aliran listrik dengan beribu megavolt setruman tajam.

“kenapa kau menyuruhku kemari ada apa?” ia langsung meraih tangan kananku, dan aku menurut, mataku membelalak saat tanganku ia tenggelamkan di- “ada yang merindukanmu disini” Meski masih tertutup jelana abu-abunya aku merasa miliknya sudah mengeras tajam.

 Gila, ini kantor. Siang pun belum surut benar. “aku tidak mau Kyu!” Tegasku, berhentilah bermain-main. “Kau sedang bekerja” keluhku tapi tangannya makin nakal menjelajah tubuhku. “bagus, kau cantik dengan busana itu. Tidak sia-sia aku membelikanmu” ia meraba lembut rajutan busana sutraku, namun yang terjadi jemarinya tengah bermain menjelajah celah terbuka dari busana yang ku kenakan ini. “apa yang sedang kau kerjakan sebelum pak Kim menjemputmu?” oh itu, aku ingin menjawabnya namun tangan nakalnya yang bergerilya membuat ucapanku terbata dari kata per kata.

“aku sedang ingin membereskan rumah tadi” sekuat tenaga aku menjawabnya sambil mendesah tertahan karena tangan miliknya tengah gemas memilin dadaku. Oh Tuhan. “Apa?” ia berteriak cemas membuatku membuka mata, dan lenyap sudah jiwa gilaku yang hampir melayang karena sensasinya.

“katakan. Kau bicara apa tadi? Ulangi!” matanya tajam menatapku, aku tau disitu tersirat jelas ia sangat khawatir, lebih tepatnya ia marah.

“Dengar Nyonya Cho muda yang terhormat, berani tanganmu menyentuh alat-alat pertukangan itu, aku pastikan semua benda terkutuk itu akan lenyap karena terlalap api” Aku tercenung, aku memang akan melakukan tugasku, tugas sebagai ibu rumah tangga apa itu salah. “aku bosan dirumah, kau tau, aku merindukan keluarga. Sendirian di Apartement membuatku mati, tidak tau harus melakukan apa?” semoga dengan keluhan ini aku bisa di perbolehkan menemui keluargaku, syukur-syukur aku bisa tinggal menetap bersama mereka. Aku kangen Soojin, Ayah dan Ibuku. “kau kesepian?” tanya suamiku cemas.

“iya” aku jujur kan, memang benar aku sangat merindukan mereka. 3 bulan terpisah terhitung sejak pernikahan kami berlangsung aku tidak menemuinya. “aku tau cara mengusir rasa sepimu” Aku tersenyum sumringah, menebak-nebak ucapan yang akan ia keluarkan.

“apa?” tanyaku penasaran ia hanya tersenyum, tersenyum nakal pastinya. “Kita perlu baby, honey..” sudah kuduga. Mencoba mengalihkan aku terperangah menatap hidangan segar di ruang kecil yang bersekat pendek penghubung ruang ini.

“Apa itu?” aku melirik dan mendekat ke meja yang penuh dengan makanan berjuta warna dan citarasa.. baunya sedap sekali.

 “kau suka?” aku menganggukan wajah dengan sulit karena kedua tangan Kyuhyun melingkar dileherku. “suka” ia sedikit menghela. “syukurlah” dan ia membalikan tubuhku menghadapnya.

“makanlah yang banyak selesai makan Kim akan mengantarmu pulang, dan persiapkan dirimu nanti malam untukku..” dia menariku kemeja. Kamipun menyantap kelezatan makan siang ini penuh rasa senang.

“enak?” tanyanya dan aku mengangguk lagi. “Victoria yang memasaknya” mendengar nama itu bibirku langsung mengerucut dan Kyuhyun tidak tertawa justru menirukan gayaku membuat perasaan geli menggelitik disekitar perutku.

“haha..” aku tak tahan melihat ekspresinya, wajahnya terlihat  innocent dan itu aneh menurutku. “sepertinya kau tidak suka pada sekertarisku?” pertanyaan bagus. “Memang!” ketusku dan langsung diterima saraf sensoriknya. “aku akan memecatnya hari ini!” Tidak. Ini gila.  Aku menatap dalam kearah matanya, tak ada kebohongan disana. Pekerjaan perempuan itu tengah terancam, seharusnya aku senang tapi tidak.. aku justru iba.

Arkh. aku lupa.. segala hal yang membuatku tak nyaman akan ditindak tegas oleh pria ini. Pria yang tak pernah main-main dengan lidah tajamnya. Meski menyebalkan aku kasian pada perempuan itu. Jaman sekarang akan sangat sulit mendapatkan kerja, terlebih jabatan sekertaris. Aku pernah mencoba merintisnya sebelum aku menikah dengan Kyuhyun. Rasanya sulit dan melelahkan.

“Jangan. Tidak usah! Biarkan dia bekerja disini” Kyuhyun berkerut alis seolah bingung dan aku tersenyum lepas padanya. “Kau ingatkan saat aku bekerja menjadi sepertinya waktu itu?” ia mengangguk dan menerawang lalu dengan cepat ia meraih tanganku dan menggenggamnya. “Tidak akan aku biarkan kau bekerja!” Tegasnya, disinilah letak cintaku padanya ia cemas seolah aku barang berharga yang tak ternilai. “Kenapa? Kenapa kau melarangku. Padahal dengan bekerja mungkin aku tidak bosan mengisi waktu luang dengan baik” ia mulai menatapku tajam lagi memunculkan sinergi kegelapan diruang cerah ini.

“kerjamu cukup untukku, melayani suamimu sebaik mungkin!” ok, dia memang tak tertandingi. Bicaranya kuat seolah kemenangan adalah hal mutlak yang harus ia raih. “baiklah” aku tersenyum membuat ketegangan saraf pria itu mengendur.

“tapi aku punya permintaan” ia fokus memperhatikanku seakan permintaanku ini adalah dinamit yang siap meledak kapan saja. “Katakan!” aku mengangguk menyahuti ketegasannya. “Sekertarismu harus berjaga jarak denganmu dan dia dilarang mengenakan seragam ketat dan menonjolkan lekukan tubuhnya!” Kyuhyun tertawa membuatku bingung. “Kau cemburu..” kenapa bicara seperti itu bukankah sudah jelas. “nde, wae?” aku mendongakan dagu menantangnya.

“Kenapa?” pertanyaan bodoh macam apa itu. Andai dia tau sekertarisnya terlalu jujur dan bicara blak-blakan bahwa dia ‘mengincarmu’ bukankah itu terlalu jelas dengan keterus terangannya. Tapi kejujuran mulutnya membuatku ingin meledak dalam kemarahan panjang. Apa dia masih waras? Mengatakan untuk menggoda suamiku. Jika aku mengatakannya tamat sudah riwayat kerjanya.

“dia cantik kau pasti menyukainya” cibirku tajam, membuatnya terdiam untuk beberapa saat. Jangan-jangan benar kalau Kyuhyun?

“dia memang cantik!” Astaga Kyuhyun. aku melototinya.. Tidak taukah ucapanmu sudah membuat hatiku tertusuk duri tajam. Aku diam enggan menanggapi. Sendok yang aku gunakan saat makan ku dentingkan dengan keras dipiring. Kyuhyun tertawa untuk waktu yang lama membuat moody ku makin hancur. Kemudian pria itu mengagetkanku dengan berjongkok di hadapanku.  Mau apa dia?

“Dengar Nyonyaku tersayang.. biarkan Tuhan menciptakan juta’an perempuan cantik di bumi ini, tapi bagiku kau yang paling cantik dan yang lebih penting aku mencintaimu, semua sudah kokoh dan terpatri disini”  ia menepuk gagah dadanya membuat mataku berkaca. aku memang tidak mudah tersentuh, tapi setidaknya kata-kata itu mampu meredakan emosiku.

“Sooyoung-ah” ia mulai merajuk. “Apa?” dia menangkup wajahku dan mendekat membuatku terpejam merasakan kecupan hangat yang mendera dibibirku. “Saranghae” seraknya tertelan suara decakan bibir kami. Aku mengangguk sebagai balasan. Kamipun melepas tautan bibir ini. “Nado saranghae” ia mulai merangkum tubuhku dipelukan kokohnya.

“Lagipula Victoria sudah menikah?” Apa. Benarkah. lalu kenapa perempuan itu dengan lidah nya yang menantang mengatakan seenak pinggang jika dia..

“Dia sepupuku dari Cina dan direkrut menjadi sekertarisku, saat kita menikah dia tidak bisa datang karena melahirkan..” jadi selain sudah berkeluarga  dia juga sudah punya anak. Lalu kenapa dia enggan mengenalku sebagai istri Kyuhyun.

“dia bilang ingin berkenalan denganmu dengan caranya sendiri, aku tidak tau maksudnya..” Dasar. Pantas saja tiap aku datang   ia selalu memberiku aura panas. Gila.

“dia jail juga, menyebalkan..” aku memukul suamiku dan memeluknya. “Aku benci sepupumu..”

“Wae?” sebuah suara protes dari arah pintu. Perempuan itu.. untuk apa Victoria kemari. Ah. Dia menguping pembicaraan kami. Aku terpaku menatapnya lama dengan tatapan marah.

“Kau pikir aku mau berkenalan denganmu hah?” Candaku.. meskipun aku memasang wajah galak sepertinya tidak mempan untuk menakutinya. Victoria justru mendekat memelukku erat. Aku balas memeluknya dan tersenyum senang.

“Senang berkenalan dengan istri sajangnim yang terhormat..” aku terkikik. Perempuan ini.. pandai mencuri hatiku. “Kurasa aku akan sangat cocok denganmu..” Ucap victoria dengan nada meremehkan. “Jangan pernah berharap aku akan cocok denganmu!!” galakku lagi dan membuat suasana diruangan ini pecah dengan canda tawa kami.

“Sajangnim.. aku sudah mengatur jadwalmu.. mungkin kau bisa mengisi waktu lebih banyak dengan istrimu yang galak. Hari ini aku mengganti jadwal meeting untuk besok saja. Dan kalian bersenang-senanglah..”  dia mengedipkan satu matanya dengan nakal, Aku menggelengkan kepala, Victoria humoris sekali. Aku menyesal sudah memakinya..

“Benarkah?” Kyuhyun tampak senang, apalagi aku.. hari ini aku tidak sendiri.. aku ingin berkunjung ke keluargaku..

“Sayang kau mau kemana? Kita punya banyak waktu untuk bersantai” Pertanyaan yang kutunggu dari bibirnya. “Aku ingin ke-“

“Ke ranjang tidur!!…” Victoria memotong ucapanku. Aku langsung menoleh menatap suamiku yang tampak berpikir dengan senyuman khasnya. Pasti dia berpikir untuk itu.

“Ide bagus Qian..” Kyuhyun langsung menggendong bridal tubuhku. “Sayang, kariawanmu akan protes jika melihat kita..” Aku menggeliat minta diturunkan dari rengkuhannya. Sayangnya tidak bisa, pria itu semakin kuat membawa tubuhku..

“Sepertinya aku harus menutup telinga dan mataku.. selesai ini bawa aku berita baik, kalian harus menyusulku… putraku sudah hampir 2 tahun..” pipiku panas, aku yakin wajahku penuh dengan semburat merah mendengar ucapan Victoria. Kyuhyun memutar tubuhku dalam gendongannya. Ah ya ampun, aku bisa gila diperlakukan seperti ini.

CUP. Kyuhyun menciumku lagi.. bahkan lebih dalam dari yang tadi. Entahlah.. aku tidak bisa menolaknya. “Saranghae,,” ucapnya menyela diantara ciuman kami. Aku tidak menjawabnya.. aku terlalu fokus menikmatinya…

“Aku mencintaimu sayang. Jauh dari dasar hatiku terdalam.. Kau suami sempurnaku..” Ku harap Kyuhyun mendengar bisikan hatiku.

ENDING  

 Saya Cuma pengen ucapin semangat buat para reader yang mau menempuh ujian.. semangat juga buat adik saya..Sukses ya..

 jangan lupa rcl yaa..

109 thoughts on “My Husband (Ficlet)

  1. Aisshhhh ,,, segitu cintanya’kah kyu ma soo ,, sampai” nggak ngebolehin soo mlakukan pekerjaan rumah ?? ,, daebak ,, tpi pengen juga punya suami kek kyu ,, suka cerita’a ,, next ??

  2. Suka banget karakternya kyuhyun disiniii,ff author selalu daebakkk!ditunggu ff kyuyoung yang lainnya,fighting!

  3. kyaaa soo salah paham am vict kkkkk

    aigo kyu gk ketinggalan mesumny hhheee

    kasian jga sih am soo. kyu trllu over smpai2 soo kesepian gtu.
    mkany cpetan make a baby. biar ad yg nmenin soo gtu bla kyu lg gk ad d.sisi soo

    next bkin sequelny dong. gmna awal ktmu mereka

  4. Wooww..it’s so romantic,sangat manis, cerita kyk gini yg bikin makin cinta ma kyuyoung, tetap manghadirkan karya2 yg indah spt ini ya thor, gomawo

  5. Ahh sweett bngett……:),untng vict unnie cman sepupunya doang hehehe….
    Daebak….:),sequel please….

  6. omoooooo so sweettttttt…..
    mau mau mau pu’a suami mirip kyu ppa….mauuu

  7. hahahaha…dasarkyuhyun pervert n mesum >.<
    vict malah makin parah ahahhahaha
    poor uri sooyoungie yg terlalju polos
    daebak thor…keren banget😀

  8. Hadu kyu sosweet bangettty sihhh.ya ampunnnn jd senyum senyum baca nya😀 vic jail jg yah😀

  9. Huwe huwe huwa *histeris.
    Karakternya kyu bener2 cocok bgt nget nget.
    Enak bgt punya suami kaya kyu udah kaya, tampan, keren,dingin2sexy yadong,evil, romantis yang tersirat, arogan, perfect !!
    Ditunggu ff married life lainnya.
    Makasih thor.

  10. Daebakk ..
    Ternyata Vict eonni sepupu nya Kyu oppa ..
    Wkwk .. Cepat punya aegy ne Soo eon ^^

  11. Aa enaknya pnya suami kyk kyu wlau overprotectif tpi sweet dn sngat mnjaga istrinya… As thor …
    Daebak

  12. kyu oppa sweet bngt sich…
    After Storyx donk Thor…
    penasaran nich gmn mereka bs ketemu n menikah^^
    kl memang ad ASx,,, Jgn lm2 Thor^^
    Fighting^^
    Gumawo^^

  13. hahaha ternyata victoria sepupunya kyuhyun.. duh sepupuan sama2 jail ya, kyu itu dikantor ya ampun kasian soo lah

  14. Udah mo naek drahhh pas vict njailin syoo..
    D.lnjut aja thor… Aq suka marriage life.. Tpiii yg kek gtu”.A aga d.kurangiii ksih smuth ajeee.. Jdi ksan romantis.A keliatan.

  15. ahh romntis bangeettt! aku suka banget chinggu ^^ hehe. ficlet sama oneshoot sama atau beda? ficlet itu lebih pendek dari oneshoot kan? kalau bener seharusnya ini ditulis oneshoot aja chingu habis menurut aku agak panjang, aku tadi sempet nggamau baca karna takut pendek wkwk, tapi karna aku liat authornya chingu jadi aku baca deh, bener seperti yang aku harapkan, semuanya pas! keren, seru, baca asik lagi sambil nyengir ngga jelas, dan aku kira ini bakal nc wkwk otakyadong hehe mian chingu –“v ffnya jjang dan daebak bangett!! serius, aku selalu suka sama ffnya chingu, apapun itu, pokoknya love it!
    ahh, chingu lanjutin ff chingu yang DP itu yaaa, aku nggatau tulisannya jadi aku singkat aja hehe –“v lanjut karyamu yang keren2 lainnya ya!! hehe, jeongmal gomawoyo chingu~ ^^

  16. waduhhhh pengen bgt punya Suami kyk kyuhyun ><
    ak kira vict jahat wkwkwkwk
    nice story ! (y)
    ditunggu ff lain nya , hwaiting !

  17. Whaaa kyu protective (bnr nggak tlsnnya) bngt sama soo ..
    Sequel dong thor..
    Disini kyu mesum + dingin tapi sosweet + setia lgi wkk *lol
    next ff ditunggu ^^

  18. Huaaaaaa kyuhyun sweeeet banget, ngebayangin kyuhyun berkata kata seperti itu # pingsan . KEep writing chingu

  19. AWawaw kyu manis bgt sih ><
    Protectif bgt ama syoung ><
    Wkwkwk ternyata sepupu kyuhyun si vic…
    Melted bgt baca ficlet ini….
    Kyaaaa chingu… aku selalu suka ff marriagge life mu… jd pngen cepet nikah haha

  20. endingx keren..
    aq suka thor..

    .buat FF yg marriage lg dunk buat kyuyoung..
    ini gk ada lnjutanx kah?
    daebakk

  21. sukaa.. cerita ringan dan eum….. sdikit yadong -___-
    overall I like it,
    kyuyoung jjang !
    author (ke)jjang (ke)jjang ! hahaha.. kaboorrr

  22. simple tp keren. Alurnya rapi buat ukuran ficlet yg mank singkat meing ny tetep nympe. Kyu you ar so gentle. bkin sequel dong thor

  23. keren. rapi alur nya, simple tp meaning ny dpet. mskipun cm ficlet yg mank singkat, tp aku mnikmatinya

  24. Kyu keren bgt disini, segitu sayang’a dia sma soo..
    Aduh vic ada2 aja deh -_-
    Btw marry is preferred kasih sequel dong..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s