If You’re not a Doctor


sweet

Tittle   : If You’re not a Doctor

Author : iyank3

Genre  : Romance

Lenght : Oneshot

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung

Support Cast :

  • Taeyeon
  • Tiffany

Happy Reading

===OOO===

Semula Sooyoung diam saja dengan dering ponsel yang menderu, lama-lama suara itu makin membuatnya jengkel, berulang kali wanita itu merijerk namun ponsel itu berdering lagi, lagi dan lagi. gadis itu putus asa saat nama Siwon terpampang dilayar kaca ponsel applenya. Ia melangkah lemas mensortir beberapa pakaian untuk ia pack dalam koper. Terasa jelas rasa sakit hatinya yang sangat menyayat perasaannya. Betapa tidak. Siwon adalah alasan hidupnya… semangatnya untuk kembali sehat. Dan betapa sakitnya dia saat tahu ternyata dokter itu sudah memiliki istri. Dokter itu sangat hangat saat merawatnya dengan telaten dengan kesabaran yang luar biasa. Membuat perasaan itu makin tumbuh tanpa bisa ia hadang dengan tepisan logikanya.

“aku harus pergi..” ia menangis sedih, sesedih perasaannya saat ini.

“Sooyoung’ah..” tiba-tiba saja Ibunya datang dan menata kembali baju-baju putrinya yang sudah ia tata rapi dikopernya.

“Eomma, biarkan aku pergi..” Ibunya menatapnya dengan wajah sendu, malam ini benar-benar tidak baik cuacanya, mana mungkin wanita itu membiarkan anak gadisnya pergi.

“Apa kau tega meninggalkan ibumu sendirian di rumah..” Sooyoung terdiam, ia sudah pikirkan matang-matang untuk kepergiannya. Ibunya menarik tubuh tinggi itu dan membawanya untuk duduk dengan hati-hati kesisi ranjang miliknya.

“Kau bahkan baru sembuh dari sakit, nak..”  ada rona sedih diwajah ibunya, dengan hati-hati ia menangis membiarkan wanita itu memijat kecil kakinya. Sebulan ini Sooyoung tlah banyak melakukan solusi agar kakinya yang dulu pincang dapat bertumpu lagi. ia bisa, dan sekarang usahanya untuk bangkit dari rasa sakit itu justru berakhir dengan sia-sia.

“Aku harus melupakan orang itu Eomma.. aku benci dia” Ibunya menghela nafas sedalam mungkin. Anak gadisnya benar-benar sudah sangat jatuh pada perasaan yang sangat dalam pada dokter itu.

“Bukan salah Siwon jika dia menutup hubungan dengan istrinya karena mungkin akan melanggar kode etika seorang dokter, dan selama ini kau yang selalu mengharapkannya. Seolah-olah pria itu akan menjadi milikmu, dan setelah kau tahu jika dia sudah jarang datang kerumah untuk memberi kontrol kesehatan padamu…” Nyonya Choi terdiam untuk beberapa saat, melihat anaknya seperti sudah diambang batas kehancuran. Dia mencoba mengerti, anak gadisnya ini memang keras kepala. Sikapnya tak bisa dilawan.

“Dia sudah tidak terlihat karena mementingkan istrinya yang sedang hamil besar..” Nyonya Choi menengadah lelah, anak gadisnya memang labil. Terlebih setelah kecelakaan yang dialaminya membuat tulang kakinya yang hampir retak.

Siang itu Nyonya Choi tak akan pernah melupakan berita yang hampir menyerang organ jantungnya. Mendengar putri semata wayangnya mengalami kecelakaan dengan van baru yang dibelinya sebagai ulang tahun putri tersayangnya itu.

“Sayang..” perlahan Nyonya Choi melembutkan suaranya kembali.

“Eomma jangan menghalangiku, biarkan aku pergi ke Jepang kerumah halmoni, aku merindukannya..!!”

“Nenekmu itu sangat galak, Eomma khawatir saat kau melakukan kesalahan sedikit saja, kau akan disemburnya, disana kau tidak akan ada yang membela, Pamanmu akan bersekutu dengan nenekmu jika kau melakukan hal membuat mereka jengkel..”  Sooyoung menelan ludah, gadis itu bahkan membenci neneknya yang cerewet, wanita tua itu berubah sejak suaminya meninggal. Bukan hanya Sooyoung korban dari keganasannya, cucu-cucunya yang lain juga mendapatkan hal serupa jika sudah membuat hal yang menyinggung perasaannya. Sooyoung bingung harus kemana, teman-temannya.. Tifany dan Taeyeon, mereka sudah berkeluarga tidak mungkin kan, dia harus membuat kerusuhan untuk bermalam dengan tempo yang tak bisa ia prediksi.

Memikirkan itu semua membuat kepalanya pusing. Sekarang kondisi fisiknya sudah sehat bugar namun justru membuatnya terkungkung dalam kesakitan. Berbeda saat dia sakit yang justru membuatnya bahagia setiap saat terlebih ada seorang pria malaikat yang merawatnya penuh penghargaan. Sooyoung menggelengkan wajah. Untuk apa memikirkan Siwon terus!

“Eomma berharap kau mengurungkan niatmu untuk pergi, Sayang.. kau tau tidak, berita di televisi sekarang sedang marak pemerkosaan, kau tidak takut!”

Nyali Sooyoung menciut mendengarnya melihat keseriusan wajah Ibunya membuatnya semakin takut. “Eomma..” putrinya memekik membuat Nyonya Choi tersenyum puas dalam hati namun ekspresinya tidak ia tampilkan, dengan penuh syukur ia mendekap putrinya.

“Appa mu masih sangat lama bekerja di luar kota, dan kau akan pergi.. bagaimana mungkin wanita setua aku hidup sendiri tanpa orang-orang dekat..”  Sooyoung menganggukan wajahnya mengerti. Gadis itu menyadari jika dirinya terlalu egois.

“Maafkan aku Eomma..”

“Tidak masalah, lihatlah dirimu sayang..” sambil menunjuk wajah putrinya di cermin besar yang terpampang sempurna di kamarnya, Nyonya Choi tersenyum.

“Kau masih sangat muda dan cantik, jangan menyerah, pria bukan hanya dokter itu saja.. jika kau sudah menemukan belahan jiwa yang sesungguhnya. Tuhan pasti akan membuat kalian dekat..” Sooyoung ikut tersenyum mendengar ucapan ibunya yang dirasa sangat bijaksana, wanita itu selalu membimbingnya disaat ia terpuruk. Sooyoung sangat bersyukur akan hal itu.

“Dan kau masih bisa melanjutkan kuliahmu setelah terhenti untuk beberapa semester..”

==0o0==

Dengan wajah masam Sooyoung melangkah malas menyusuri koridor kampus. Matanya berpendar tanpa makta menatap sungkan wajah-wajah mahasiswa yang memang tidak dikenalnya. Ia sudah tertinggal beberapa semester akibat kecelakaan itu membuatnya susah membaur dengan wajah-wajah baru. Dan tadi saat mengikuti perkuliahan perdananya ia hampir gila karena bosan mendengarkan ceramah dosen yang tidak ada habisnya. Dan kini gadis itu ingin segera pulang dan mengadu pada Ibunya karena hari ini begitu sulit untuk ia lalui.

Buggg!

“Argg..” sialan! Sooyoung mengusap kepalanya yang terbentur keras. Hal ini akan memperpanjang dampak prustasi gadis itu. Ia menggeram kesal, dengan mata menyipit gadis itu menatap bingung uluran tangan.. pasti seseorang yang sudah menabraknya. Kurang ajar! Ia mengumpat kecil yang hanya dia saja yang tau karena hatinya yang menjerit sejak tadi sudah sangat panas. Melakukan sesuatu untuk hari ini saja begitu sangat melelahkan baginya. Ia mendongak menatap seorang pria yang tersenyum padanya dan menagkap uluran tangan pria itu. ‘Oh my’  siapa dia?

“Maaf aku sedang terburu-buru..” Sooyoung mengangguk, ingin sekali ia bicara namun sulit, lidahnya kelu serasa ada yang mengganjalnya. Gadis itu hanya tersenyum saja.
“Oh, perkenalkan aku Cho Kyuhyun..” demi kesopanan yang Ibunya ajarkan, Sooyoung menjabat uluran tangan pria itu hati-hati.

“Sooyoung imnida, bangeupsimida..” Keduanya tersenyum dalam keadaan canggung satu sama lain. “Apa kau mahasiswa sini..?” Kyuhyun mengangguk, bukankah pertanyaan itu kurang wajar mengingat mereka masih berada di lingkungan universitas. Tapi Sooyoung harus bicara apa. Hanya itu yang ada di otaknya untuk ia katakan, dan jika benar adanya, Sooyoung pasti sudah gila karena tidak tahu jika ada pria tampan yang masih bersemayam di lingkupan kampusnya.

“Ya, aku mengambil jurusan kedokteran disini..” ucapan ringan dari pria itu justru membuat hati Sooyoung berat, bahunya menegang merasa beban itu makin berat menimpanya tanpa ampun.

“Apa?” Sooyoung terkejut membuat Kyuhyun mundur beberapa langkah karena pekikan keras gadis itu. “Ya, aku calon dokter, aku bahkan sudah lulus praktik koas di rumah sakit besar Seoul. Aku tidak sabar menantikan kelulusanku untuk tahun ini.”

Tidak! Gadis itu mengulum senyum pahit, Sooyoung sudah sakit kepala saat ini. Dari pandangannya pria itu begitu rapi dan tampan membuat Sooyoung harus mengakui jika dia terpesona bahkan untuk pertama kalinya, busana yang dikenakan kyuhyun memang bukan merk sembarangan di kampus ini, dan lagi jurusan kedokteran memang sangat digandrungi gadis-gadis lain yang dengan sengaja melintas di fakultas ini untuk sekedar tebar pesona yang bagi Sooyoung adalah hal konyol. Dulu dia pernah melakukannya bersama Taeyeon dan tifany… Tapi  kali ini, Sooyoung benar-benar tidak sengaja melangkah kearah fakultas ini. Ia hanya menuruti kata hatinya melangkah bebas sesukanya.

“Maaf, aku harus pergi..” Wajah ceria Sooyoung yang tadi ceria memandangnya mendadak mendung dan sukar dideskripsikan, Kyuhyun bingung dengan reaksi dadakan gadis itu, ia hanya bisa menyalahkan diri. ‘Apa aku salah bicara tadi?’ Pria itu hanya memandang punggung Sooyoung yang semakin menjauh dari jangkauan mata. Gadis itu begitu buru-buru melangkah.

“Hah.. aku bahkan belum minta maaf padamu tentang kecelakan yang melibatkan kita, Sooyoung..” sesal pria itu, dan tiba-tiba senyum Kyuhyun terbentuk melihat buku tebal Sooyoung yang tergeletak di lantai. Buku Metodologi penelitian miliknya tertinggal, gadis itu pasti tidak ingat bukunya terpental sampai sejauh ini. “Apa kuliah pertamamu menyenangkan?”  senyumnya, Pria itu bahkan tau jika Sooyoung adalah mahasiswi Fakultas desain dan industri kreatif.

“Mungkin dengan ini aku bisa lebih dekat untuk mengenalmu.. maaf sudah membuat harimu susah..” Kyuhyun menggenggam buku itu kuat-kuat, sambil melangkah pria itu merapikan diri membawa tas hitamnya berusaha mengejar gadis itu, smirk itu belum pudar jua di bibirnya.

==0o0==

“Aku tidak mau kuliah lagi..”

“Masa gara-gara kau bertemu calon dokter kau langsung memutuskan hal gila seperti itu?”

“Memangnya dia juga sudah punya istri?”

Sooyoung menyunyah snak cruncy nya dengan sebal, mengadu pada Fany dan Taeyeon justru makin menambah rasa dongkol yang keterlaluan datangnya. Hari ini kedua ibu-ibu muda itu mengunjunginya, mereka bersyukur keadaan Sooyoung sudah 3X lipat lebih baik  dari saat mereka menjenguknya dulu.

“Masalahnya dia terlalu tampan..” Taeyeon mendengus, ‘ucapan bodoh macam apa itu? ‘ Diliriknya Fany yang hanya mengedikan bahunya seolah ucapan Sooyoung adalah hal paling wajar untuk di dengarkan.

“Lagipula kenapa semua pria harus berprofesi sebagai dokter!”  Taeyeon berfikir keras, lama-lama mendengar keluhan Sooyoung bisa membuatnya sakit jiwa.

“ya sudah cari pria yang tidak berprofesi seperti itu pegawai bank, pelukis, pesepak bola atau supir taxi…”  Sooyoung mendelik dari nada suara Taeyeon tersirat jelas jika dirinya begitu diremehkan, melihat Tifany yang terkikik makin membuat gadis itu kalang kabut.

“Hahh.. kalian mentang-mentang sudah menikah..” gadis bersurai panjang agak kecoklatan itu mendengus, lagi dan lagi hanya kekehan pelan dari mereka yang menjawab kekesalannya.

“Ya, dan kau.. kapan menyusul? tapi sebelum itu terjadi selesaikan dulu kuliahmu..”

“Appa dan Eomma tidak akan marah jika aku tidak melanjutkan study ku..” Ucap Sooyoung enteng dan kembali membaur pada kedua temannya yang fokus menyaksikan acara gosip.

“Siapa bilang Eomma tidak marah jika kau putus sekolah..” Nyonya Choi datang sambil mengeluh, ucapan putrinya sungguh keterlaluan tidak menunjukan sikap manis sama sekali, wanita paruh baya itu datang bersama seseorang. Mulanya Sooyoung hanya diam saja karena terlalu fokus dengan acara yang di tontonnya. Berbeda dengan Taeyeon dan Tifanny yang sudah menganga kagum melihat sosok pria dibelakang Nyonya Choi.

“Anyeong haseyo..” tutur Kyuhyun ramah menyapa seisi rumah yang hanya dipenuhi para wanita.

“Omona..” Taeyeon terpana untuk sesaat. Sedang Tifanny langsung meneguk orange juice nya karena hampir tersedak. Dilihatnya Sooyoung yang acuh dan lebih memilih menikmati acara favoritnya.

“Sooyoung’ah..”  kedua temannya berseru sambil menepuk punggungnya membuat Sooyoung harus rela menghentikan pusat dunianya, ia menoleh mendapati sahabatnya yang tersenyum dengan rona kemerahan di wajahnya.

“Mwo? Kalian kenapa? Lucu sekali..”

Sooyoung tertawa puas melihat gelagat sahabatnya yang dirasa cukup aneh dengan ekspresi seperti itu, namun mata Sooyoung akhirnya ikut mengarah pandang pada sosok pria yang tersenyum padanya. Sangat manis.

“Hah..!!” Sooyoung membekap mulutnya, dia kaget luar biasa melihat Kyuhyun sudah ada dirumahnya. Pria yang selalu menjadi topik utama dalam setiap perbincangan, entah itu dengan Ibunya, Ayahnya dan sahabat-sahabatnya seperti sekarang ini.

“Kau,” Sooyoung terbata dan salah tingkah.

“hai Sooyoung, aku datang membawa bukumu..” Sambil menyerahkan buku tebal itu Kyuhyun tersenyum. Sooyoung mengangguk sekenanya karena tak bisa mengontrol keterkejutannya sungguh jantungnya dalam masa kritis jika di ibaratkan dia terkena spot syndrome mendadak.

“Kyuhyun’ah kenapa berdiri terus disitu, silahkan duduk!”

Kyuhyun mengangguk. “terimakasih bibi, maaf kedatanganku mungkin sudah mengganggu acara santai kalian..” Pria itu dengan kebiasaan bicara formalnya membuat Nyonya Choi mengagumi perangainya, apa profesi Dokter memang seperti ini. Decak wanita paruh baya itu. Mungkin hampir semua pria berprofesi dokter seperti itu, ia akui itu. Bahkan Nyonya Choi juga mengagumi sosok Siwon yang juga sama ellegant-nya seperti pria ini.

“Em, Taeng’ah.. fanny’ah bisakah kalian menemaniku berbelanja..”

“Oh, tentu saja bibi” Kedua wanita itu langsung memahami sirat mata Nyonya Choi, ya mungkin Sooyoung harus lebih dekat dengan pria ini. Pikir mereka.

“Dan kau Sooyoung, jangan lupa jamu tamu-mu dengan baik..” kata-kata Nyonya Choi tertahan karena Kyuhyun menyela.

“ah, tidak perlu repot. Mungkin aku hanya sebentar…”

“Kenapa begitu.. Kyuhyun’ah.. bukankah kau akan bercerita banyak dengan putriku..” Kyuhyun tampak menyesal atas ucapannya. “ya, jika putri anda tidak keberatan..”  Kyuhyun melirik Sooyoung sekilas tanpa melepas senyuman yang hampir tak pernah pudar dari bibirnya.

“Tentu saja tidak!!” Tegas Nyonya Choi kemudian menarik kedua sahabat Sooyoung yang masih dilanda rasa bingung.

“Cerita, bibi apa maksudnya?” Taeyeon benar-benar tidak mengerti begitu pula Tifanny. Nyonya Choi tersenyum saja.. membiarkan wanita-wanita itu lucu dengan ekspresi bingung yang terus menyudutkannya.

==

“Minumlah..” Dengan takut Sooyoung mencoba membuka percakapan, walau di dalam rongga dadanya  ada yang berdentam-dentam. Sedikit-sedikit gadis itu memelintir jari-jarinya. ‘Kenapa gugup sekali aku ini’

“Gomawo Sooyoung’ah..” apa gadis itu tidak salah dengar kenapa pria itu terlihat sok akrab dengannya. Kyuhyun meneguk minuman yang dibuat oleh gadis itu sambil matanya melirik ke arahnya. Rasanya tidak buruk. Sooyoung yang terus diperhatikan pria itu makin bingung, nafasnya tercekat pendek merambah sesak di dadanya. Entah karena apa, reaksi dalam tubuhnya selalu berlebihan jika berdekatan dengan pria yang berprofesi sebagai Dokter. Benarkah.. atau hanya analisis bodohnya saja. Sooyoung menggeleng menepis jauh-jauh pikiran itu.

“Kenapa kau pilih jurusan dokter..?” Tiba-tiba ada yang membuatnya penasaran. Walau Sooyoung ingin memukul kepalanya sendiri karena ucapannya terlalu bodoh untuk ukuran orang yang belum dekat seperti ini.

Pertanyaan ini, sebenarnya Sooyoung ingin katakan hal ini pada dokter itu dulu.. dokter yang sudah merawatnya sampai sesehat ini. Siapa lagi jika bukan Siwon, pria yang sudah membuatnya patah hati.

“Apa menjadi seorang dokter itu menyenangkan? Kenapa pria-pria sekelas kalian begitu bangga pada profesi seperti itu?”

Kyuhyun menoleh menghela nafas sesaat untuk menjawabnya.

“Apa menurutmu menjadi dokter adalah sebuah kesalahan?” Sooyoung tertegun, pertanyaan apa itu. Lagi-lagi gadis itu merasa dipojokan dengan ucapan bodohnya sendiri.

“ti-tidak juga.. bukan seperti itu” ucapnya tergeragap, ia membodohi diri lagi. Gadis itu sangat payah untuk menjelaskan sesuatu.

Sooyoung bergumam kecil, seingatnya menjadi dokter adalah profesi yang baik, menolong dan membuat orang sembuh dari sakit, bukankah itu perbuatan terpuji. Mungkin ia hanya segelintir manusia yang bertambah sakit ketika tlah disembuhkan oleh seorang dokter. Hanya karena cinta yang tiba-tiba datang namun pergi ketika semuanya terasa indah.

“Ada semacam panggilan jiwa, aku juga tidak tau.. jika menolong orang adalah hal paling menyenangkan..” Kyuhyun berkata serius, “Awalnya, aku hanya melihat Ayahku.. ku pikir sangat merepotkan dengan profesi semacam itu, tapi nyatanya aku juga menyukainya..” Pria itu tersenyum mengenang masa-masa itu dan melanjutkan kalimatnya.

“Yang jelas jika semua yang kau lakukan berawal dari sini, dengan sendirinya kepuasan akan mengikutimu..” Kyuhyun menunjuk dadanya tegas,tanpa disadari Sooyoung merenung menekuni ucapan pria itu seolah ucapannya adalah wejangan terpenting dalam hidupnya, bahkan mendengar petuah Ayah, Ibunya tak pernah sampai seperti ini..

“Aku mengerti..”  Sooyoung juga merasa begitu, sepertinya hati gadis itu belum terpanggil untuk menekuni sesuatu. Terbukti dia selalu saja meremehkan study-nya. Hatinya belum menyatu dengan jurusan yang ditempuhnya. Kyuhyun tersenyum merasa terpuaskan batinnya karena ucapannya serasa bermakna dan tak dianggap angin lalu oleh gadis itu. Takut-takut pria itu menatap sirat wajah Sooyoung penuh penyesalan.

“Aku ingin minta maaf..”

“Untuk apa minta maaf, aku yang bersalah Kyu..” kyuhyun menggeleng. Bagaimana ya? Jika dia berkata jujur jika dia yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi. Pasti Sooyoung akan marah padanya. Jika begitu kenyataannya maka putuslah harapan untuk lebih dekat dengan gadis itu. Kyuhyun merunduk sambil menghela nafasnya sesaat.

“Aku yang sudah membuat kakimu patah. Mungkin kau belum tau..” Kyuhyun tidak tau cara menjelaskan, Sooyoung memajukan tubuh untuk lebih dekat dengan Kyuhyun. ada apa ini?

“Kecelakaan itu..” Sooyoung mengangguk.

“Maksudmu, jadi mobil yang sudah menerjang mobilku sampai terperosok ke jurang adalah mobilmu?”

“Aku menyesal. Sangat menyesal.. waktu itu aku sedang terburu-buru untuk praktik disebuah rumah sakit. Rasanya begitu menyenangkan sampai tidak memikirkan apapun, aku tidak mau terlambat dan saat kemacetan ada di hadapanku aku cukup stres. Mungkin aku bodoh karena kupikir akan lebih baik aku putar balik dan mengarah pada jalan yang salah.. dan saat itulah mobilmu datang..”

Sooyoung bergidik mengenang sesuatu yang tak akan pernah mau lagi untuk diingatnya. Bukankah waktu itu dia juga salah mengendarai van miliknya dengan kecepatan tidak stabil. Sooyoung mendesah andai saja dia tidak berambisi untuk cepat-cepat memamerkan van baru miliknya itu pada Taeyeon dan Tiffany. “huh..”

“Sooyoung’ah..” Kyuhyun benar-benar takut sekarang, ia bahkan belum memulai apapun. Sudah sangat lama ia ingin dekat dan lebih kenal lagi dengan gadis itu. Tapi takdir meluluh lantakan. ‘Jika Sooyoung tidak memaafkanku maka aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri’.  Pria itu hanya pasrah melihat ekspresi Sooyoung yang tampak kosong.

“aku juga minta maaf, kau tidak sepenuhnya bersalah. Aku yang terlalu lalai”

“Jadi apa kau mau memaafkanku?” Sooyoung menatapnya sambil melihat uluran tangan itu dengan perasaan campur aduk, antara senang dan kaku. Perlahan ia meraihnya sambil tersenyum.

“Tentu saja..” Lirihnya. Kyuhyun tersenyum puas dengan gerakan tiba-tiba ia meraih tubuh jenjang gadis itu lalu memeluknya dengan dekapan erat membuat degupan demi degupan jantung Sooyoung meluruh, ia merasa malaikat akan mencabut nyawanya sekarang. Sooyoung terdiam membiarkan pria itu bertindak sesuka hati. Perlahan Kyuhyun melepas pelukan itu membuatnya lega. “Hah..” Sooyoung mengelus dadanya yang mendadak nyeri karena terlalu sesak.

“em, jadi setelah ini apa kau mau menjadi temanku?” Teman? Rasanya ada yang membuatnya kecewa, kata teman saja tidak cukup intinya. ‘aku mau lebih dari teman’ rasanya keserakahan Sooyoung tengah merajai dirinya.

“Hem.. tentu..” Kyuhyun tersenyum lega, beban hidup dengan perasaan bersalah yang dipikulnya serasa berkurang.

“Andai saja kondisiku waktu itu tidak terlalu buruk, mungkin bukan Siwon Hyung yang merawatmu tapi aku..” Sooyoung menoleh, Kyuhyun tidak bercanda kan?

“Jadi kau juga pasti terluka parah..”

“Kondisiku tidak jauh beda denganmu. Tapi karena aku seorang pria, aku merasa cukup kuat menerima kondisiku waktu itu, dan saat itu aku terus memikirkanmu. Apa kau baik-baik saja? Apa setelah ini kau akan membenciku terus karena membuat masa depanmu berantakan.”

“Ah, kau berlebihan Kyu..” Mungkin akan lebih baik jika Kyuhyun yang benar-benar merawat Sooyoung, tapi jika dia juga menyukai pria itu dan kemudian Kyuhyun juga sudah memiliki seorang istri. Gadis itu menepis pikiran buruk itu. Sooyoung meremas jemarinya… Pria-pria seperti mereka pasti sudah memiliki pasangan spesial.

“Jika  waktu itu kau yang merawatku, apa kau juga akan mencampakanku?”

Kyuhyun mengerutkan alisnya tidak mengerti. “Jadi kau benar-benar menyukai Siwon Hyung?” Sooyoung melihat sirat kesedihan yang terpancar di wajah sendu Kyuhyun. Kenapa dia harus merasa kecewa..

“Aku terlalu mengagumi sosok dokter yang merawatku. Dia sabar, pengertian, tidak pernah mengeluh dan selalu tersenyum saat merawatku..” Kyuhyun mengangguk mengerti.

“Dan mungkin aku akan mengalami hal serupa jika orang itu adalah dirimu..” Kyuhyun menganga merasa terkejut atas ucapan gadis itu.

“Dan kalian akan sama-sama melukai perasaanku..”

“Tidak!” tegas Kyuhyun, dengan segala keberanian yang pria itu miliki ia menggenggam jemari Sooyoung.

“Aku bahkan memimpikan untuk merawatmu, tapi merawat diriku sendiri saja aku kurang mampu, dan mendengar cerita Siwon Hyung jika kau menyukainya itu membuatku terluka..”

Sooyoung menatap manik mata Kyuhyun dengan tepat mencari sumber kebohongan besar yang ia ucapkan, tapi gagal. Ia tidak menemukannya. Pria itu tampak sangat serius.

“Kau bercanda kan?” Kyuhyun menggeleng.

“Sudah sangat lama aku menyukaimu..” mata Kyuhyun terpejam membodohi ucapan batinnya yang sejak tadi ia tahan.

“Apa?” meski Sooyoung tidak percaya, namun gadis itu cukup histeris mendengarnya. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya mungkin saat ini kejujuran tengah menuntutnya.

“Aku menjadi stalker sejatimu sejak saat kau dan dua temanmu itu sering berkunjung ke fakultasku..” mwo? Itu memalukan untuk Sooyoung, akhirnya pencarian yang ditujunya tiba-tiba datang. Tebar pesona untuk menjerat dan memacari salah satu calon dokter disana bukankah itu tujuannya. Sooyoung merasa dunia sedang mempermalukannya. Dan dihadapannya sekarang, ada sosok pria menawan yang begitu ia impikan.

“Ku harap kau percaya..”

Yah, aku percaya. Sooyoung hanya diam tidak bisa mengatakannya. Hari ini hari apa? Suasananya menjadi panas meski sejak tadi memang Sooyoung tidak pernah merasa santai hanya tegang, gugup dan perasaan aneh lain yang memenuhi rongga dadanya.

“Jika aku menginginkan hubungan kita bisa lebih dekat..”

Oh, hentikan. Sooyoung sudah tidak mampu berbuat apapun.

“Mungkin aku menginginkanmu menjadi pacarku..” Kyuhyun tidak sanggup lagi. Pasti ucapannya akan menjadi bahan lelucon gadis itu. Ia beranjak dan berancang untuk pergi.

“kau keberatan?”  Kyuhyun merasa bersalah sekarang. Sooyoung menggaruk tengkuknya rasanya tidak sanggup jika menatap wajah pria itu sekarang. Ini terkesan singgat, mendadak dan mengejutkan.

“Ti… Tidak sama sekali..”

Keduanya terdiam untuk beberapa waktu yang lama… dan tersenyum canggung satu sama lain. Ruangan tertutup itu seakan menjadi saksi dua objek manusia yang sangat aneh. Mengekspresikan rasa senangnya seperti anak remaja. Seperti mengunyah gulali. Rasanya manis.

END    

Maaf yah, jika judul sama isi oot! ^_^

97 thoughts on “If You’re not a Doctor

  1. klo ada dokter macem kyu mungkin pasiennya antri ribuan meter kali .ggg hahahahahah keren kak><

  2. ini ada sequel nya kan ? cerita nya masih gantung
    kyuyoung nya blum jelas juga udah pacaran atau belum
    sequel yaah ? yayayaya #puppy eyes

  3. Duhh akhir yang manis ^^
    hehe jadi makin termotipasi(?) punya pacar dokter gyahaha
    \^^/
    nice epep

  4. Daebak thor….. Sequelnya dong thor…. Tolong kunjungi blog ku dong salsevilkyu.wordpress.com disitu ada ff buatanku, maklum cuma sedikit soalnya baru buat. Gomawo…..

  5. uwooow…
    duh kyu,, stalker nih ye.. huehehe
    kenapa endnya kyk gini?? kan tanggung.. hehe

    tp ttp daebakk.. seruuu..😉

  6. ceritany msh gantung
    so,sequel or AS
    hn trnyta kyu yg nabrak soo. untung dh soo gk marah stlh thu klo kyu yg nabrak dia

    oen,knp ak mw bca/buka dating.p part 10 ttp gk bsa ???

  7. Image syoo eunni disini beda sama ff yg lain,sukaaa senyun sendiri bacanya,fresh banget ceritanya,ditunggu thor kelanjutan ff yang lainnya😄 fighting!

  8. Kyuppa jujur bgt, lgsg nyatain cinta ke soo eon…
    Crita ny manis bgt.
    Next ff dtunggu ea.
    Semangat utk author nya…

  9. Dibagian pertama…. tntg soo and eomma nya…
    huaaa aq jd kngen ma2….😥

    .

    Hahahhaa…. konflik sangat ringan…
    alurnya normal…
    pembahsaan pas…
    ide ceritanya itu lho…..
    LoL bgt…
    ini bener2 romance sejati …
    keren eonni… (y)

  10. Wah..kyuyoung bru aja kenalan kmren besoknya langsung jadian ciiee<3
    Dating prestigious nya ditunggu

  11. eonniiiiii ffnya always daebak haha fighting eon!! tapi kayanya butuh squel deh eon.. bikin squelnya ya eon.. please🙂

  12. Aigoo kyuppa kenapa oppa blak blakan sekali eoh minta soo eonn jadi pacar oppa, padahal baru bertemu hahahaa stalker sejati🙂
    Eonn endingnya gantung, bikin sequel dong…

  13. Akh….KyuYouns sama malu2 nya nih xD
    dduh~~ itu udah pacaran kan?? Yya kan?? Trnyata kyu udah lama suka juga …. akhh bner2 deh psangan ini >.<
    Daebak!! Thor krya lain d tunggu juseyo, sring2 update ne ^^b

  14. Alurnya agak kecepetan.. sebenernya ceritanya bagus cuma kalo di buat agak panjang n komplek pasti akan.lrnih menarik…hehehe…

  15. Omg!! Kyu !! Wkk lngsung nembak pdhl baru ketemu baru knln..
    Untung soonya nerima aha
    ffnya keren. Feelnya juga berasa .
    Sequel dong thor gmna nanti kehidupan mereka pcrn😄
    next ff ditunggu

  16. Daebak thor…
    Alur’a agak cpet..,tpi bgus kok
    Sequel’a dong…,mnrt q agak gantung trakhirnya hehehe…

  17. Cerita’a menarik, tpi konflik’a kurang trs alur’a juga kecepetan menurut ku..
    Sequel juseyo..

  18. chingu ini part 1 kan? masih ada lanjutannya kan? aku masih penasaran sama lanjutannya!! kyyaas~ aku mau liat romantisnya mereka maygad ngga kebayang wkwk ^^ ffnya keren chingu (y) ffnya daebaakk!! gomawoyo chingu ffnya ^^ lanjutannta jngan lama-lama loh .-.v

  19. Sweet
    Walaupun menurut ku kecepetan alurnya, tapi kan ini oneshoot jd wajar aja
    Ok deh Next ff ditunggu

  20. ya ampun, ini belum apa-apa langsung jadian?! -___-
    gapapa deh xD
    keren eon😉
    ditunggu dating prestigious nya yaaa

  21. Haha..syoo,tae,fanny tebar2 pesona lewat fakultas kedokteran… KyuYoung malu2 kucing XD… Oh,,, Jadi selama ini kyu udh suka ama syoo… Daebak eon… butuh sequel nih…🙂

  22. kyu tryata yg nabrak soo hmm
    mgkin krn oneshoot y..jd brasa cpet bgt hehe
    thor marrying is crazy jusseyo… semangat semangat^^

  23. ehemmmm wahh q hrus mencntoh sifat sootaeny hahaha tebar pesona lwat fakultas kedokteran..siapa tau kecantol yg mrip kyu /siwon…wkwkwkwk

  24. Daebak chingu!! chingu buatin yg married life dong kngen kyuyoung jd suami istri hhe jebal ;;) ditunggu ff kyuyoung lainnya hwaiting!^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s