You Keep My Husband


cho kyu

You Keep My Husband

Cast : Cho Kyuhyun

Choi Sooyoung

Genre : Romance, Marriage life

Lenght : Drabble

Autor : iyank3

Happy Reading

 

Jika biru laut bisa menjadi pekat malam maka takdirku tidak sampai pada dirimu.

Pagi-pagi sekali aku terbangun tersenyum cerah melihat wajah rupawan itu masih terlelap dalam damainya mimpi. Sebelum melangkah pergi aku mengamati gurat teduh itu sesaat, mencium bibirnya perlahan dan bersyukur dia tidak terbangun karena aku mengusiknya. Mengusap peluh-peluh kecil yang bermunculan disepanjang dahi menterengnya. Aku tau dia sangat lelah untuk bertahan semalam suntuk demi menjaga buah hati kami. “Tidurlah, aku sayang padamu..”

Bernafas lega setelah melangkah melihat box kecil berwarna biru muda, ada banyak mainan yang menggantung diatas box itu. Dan kalian tau… Kyuhyun yang sudah memasangnya. Merakit keranjang mungil ini dengan susah payah, sendirian. “Cho Hyunseong…” titahku kecil melihat bayi kecil itu menggeliat lucu. Mungkin kaget atau merasa terusik bayiku jadi menangis, oh jagoanku.

“cup..cup..cup jangan menangis ya..” dia tidak menghiraukanku. Justru semakin mengerang saat aku mencoba untuk membuatnya tertidur lagi. Kutepuk perlahan punggungnya, bau wangi bayi yang merebak harum membuatku terhanyut. Seperti mimpi, rasanya aku baru mengenal Kyuhyun kemarin-kemarin, lalu menikah dan sekarang pahlawan kami terlahir di tengah-tengah kami.

“Mungkin dia lapar..” eh, aku menoleh lalu mengendus mendapati Kyuhyun yang sudah terbangun dari tidurnya. Aku sudah membangunkan dua pria-pria ini sekaligus.

“Eum, mungkin..” Aku membuka kancing bajuku. Memberinya asi untuknya tapi lihatlah bayi kami menolaknya. Sudah sejak semalam dia seperti ini. Ku cek suhu tubuhnya biasa saja, dia tidak demam. Tapi dia tetap menangis seringkali tubuhnya gusar meliuk-liuk tidak jelas, aku mulai panik karena bayi kami sangat rewel.

“Seong-ah, Lihat Appa.. bwa..bwa..bwa..” Kyuhyun mulai mengalihkan perhatian bayi kami. Ekspresi lucunya saat berusaha menenangkannya cukup membuat Hyunseong terdiam, namun sayang setelahnya dia menangis lagi. Huh.. bahkan anak ini belum tidur cukup. Apa yang harus ku lakukan. Mungkin dia sakit. Tapi sakit apa?

“Apa sebaiknya kita bawa saja ke dokter?” Aku mengangguk cepat, melihat ekspresiku yang panik Kyuhyun memelukku. “Tenanglah, jangan khawatir..”

“Aku takut Oppa..” Kyuhyun menciumku dan mengambil alih bayi kami. Menggoyang-goyangkan tubuhnya lalu memutarnya setidaknya itu bisa sedikit meredakan jerit tangisnya. Leganya memiliki pria seperti itu. Ku pikir dia tidak suka anak-anak bahkan aku sangat khawatir pria itu akan menelantarkanku jika aku hamil dan melahirkan seeorang anak untuknya.

“Seong-ah..” Kyuhyun mengayun-ayunkan bayi kami, wajah anak itu yang merah padam semakin lucu karena tangisnya terhenti seketika. “Lihat dia sudah tidak apa-apa..” aku mengangguk kelegaan langsung berhambur menyelimuti hatiku. Aku menerawang dalam melihat wajah-wajah itu saling bertutur sapa dalam bahasa yang paling sederhana.

“Istirahatlah jika kau masih lelah” aku tertegun, kenapa dia bicara seperti itu. Bukankah dia yang semalaman tidak tidur. Aku mendesah lelah merasa menjadi seorang Ibu dan istri yang tidak berguna. Aku kurang tanggap dalam kondisi semacam ini. Rasanya melelahkan mengurus satu anak saja. Aku meringkuk terduduk di sisi ranjang, masih memperhatikan suami dan putra kecilku.

“Kau kenapa?” aku mendongak tidak enak hati melihat kekhawatiran Kyuhyun. Melirik sekilas wajah polos dengan kulit putih susu milik Hyunseong yang tampak mulai berbinar memainkan wajah ayahnya seolah dagunya adalah objek maianan paling berharga yang dia miliki. Setelah puas dengan dagunya anak itu mulai mengacak-acak rambut ayahnya. Dasar.

“Seong-ah..” aku memanggilnya namun tidak menggubrisnya sama sekali. Anak itu sangat sibuk dengan permaianannya.

“Yaa, lihat kau membuat Eomma sedih..” aku memasang wajah mendung kearahnya, saat Kyuhyun memalingkan wajah anak itu padaku. Sekilas tatapan kami bertemu tapi dia berpaling arah dan kembali fokus memainkan wajah ayahnya. Kyuhyun yang gemas langsung menggigit gemas tubuhnya kontan saja membuatnya tertawa.

“Hey, Hyunseong-ah… kau tidak suka Eomma hoh?” Aku memancingnya lagi untuk menarik perhatiannya tapi gagal saat Kyuhyun ingin menyerahkan anak itu padaku dia menangis lagi.

“Ooo.. andawe..!” Kyuhyun membawanya pergi dengan tangisan besar itu, hanya dia yang bisa menghandlenya. Jika dipikir-pikir Kyuhyun lebih pantas disebut Ibu dari anak itu dibandingkan aku. Hanya desahan lelah yang bisa ku lakukan. Akupun bersiap untuk menyiapkan sarapan pagi kami… sambil bersenandung memasak pikiranku melayang tanpa batas. Memikirkan ketakutanku jika aku mempunyai anak.. dan bagaimana reaksi Kyuhyun. Semua pikiran burukku itu langsung terkikis, Kyuhyun membuktikan ucapannya.. dan waktu itu aku tidak percaya sama sekali, mengingat betapa dingin dan menyebalkannya dirinya terhadap anak-anak.

#Flashback..

Aku dan suamiku tlah sampai, memenuhi undangan makan malam yang diatur oleh keluargaku. Kurangkul lengan suamiku dengan perasaan bangga, meski dalam raut wajah masamnya yang terkesan gelap dan kurang bersahabat tapi aku meyakini dia tidak merasa keberatan untuk sekedar berkumpul bersama keluargaku.

“kenapa banyak anak-anak disini..?” Keluhnya saat indera penglihatnya penuh dengan pemandanagn yang tidak dia sukai, merasa sangat terganggu.

“Memang kenapa?” aku bertanya dengan segudang rasa cemas, pria itu hanya mengedikan bahu acuh.

“Aku tidak suka..!!” apa?bagaimana mungkin dia membenci anak-anak lucu seperti mereka. Ya.. disini bukan hanya acara kumpul keluargaku tapi para kolega kepercayaan ayahku juga diundangnya. Dan banyak diantara mereka yang membawa putra-putri kecilnya kemari.

Kyuhyun duduk dengan bahu tegap seolah menghadapi deadline dan setumpukan kegiatan menegangkan lain yang terbiasa ia lakukan jika berada di kantornya. Pria itu memang jarang terlihat santai. Aku mendengus membiarkan dia dengan sikap absurdnya.

“Kyuhyun-ah, apa kabar?” Ayahku menyapanya dengan senyuman khas yang ia miliki sedang Ibuku masih terlihat asik bermain dengan cucunya yang tampak sedang murung dan susah berkompromi. Anak Soojin.

“Kabar baik..” jawaban paling singkat, padat, jelas dan itu sangat menyebalkan di telingaku. Tidak taukah dia, aku sangat membenci sikap angkuhnya dan kami sudah sangat lama tidak menjumpai keluargaku. Disini.. disituasi seperti ini yang seharusnya diwarnai dengan kengahangatan hati namun berubah suram sejak kedatangan pria dingin ini. Mereka semua hanya saling pandang tampak memaklumi sifat Kyuhyun yang selalu menjadi karakter kuatnya.

“Ehm..” ayahku berdeham seolah bersikap sesantai mungkin.

“Sooyoung-ah… kapan kau punya momongan” Kyuhyun menoleh langsung ke arahku begitu ibuku menyudutkan dengan pertanyaan wajar itu bukankah memang seharusnya kami memiliki anak, dia mengamati hampir setiap inch wajahku. Aku terpejam membiarkan pria ini bertingkah aneh lagi. “ lihat KyungJun saja sudah hampir 6 tahun,dan sebentar lagi dia ulangtahun bukankah begitu sayang..”

Anak kecil itu tampak sedang dilanda mood yang buruk, sejak tadi dia hanya mengaduk-aduk sup jagungnya meski ibuku berulangkali menghiburnya. Soojin dan suaminya tidak terlihat sama sekali disini. Mungkin anak itu murung karena tidak ada orangtuanya disini.

“Mana unnie?..”

“Hem.. entahlah dia bilang ada keperluan penting dan hanya menitipkan anaknya padaku sampai sekarang belum juga datang.. Lihat sejak tadi dia hanya murung tidak mau bergabung bermain dengan anak-anak yang lain..” aku mengerti, dia pasti kesepian tidak ada orangtuanya disini.

“Paman..” tidak disangka dia justru menyapa Kyuhyun. Tapi sayang suamiku hanya diam saja bahkan terkesan acuh. Aku tersenyum kecil pada keponakanku. Anak itu tetap bersemangat memanggil nama suamiku. Kyuhyun memang memandangnya tapi tatapan itu sangat galak. Mata bulat miliknya makin melotot tajam saat kyungJun mendekatinya, menarik-narik jas yang ia pakai. Ia menggertakan giginya seakan ingin meraung dan mengamuk.

“Paman aku ingin bermain bersamamu…”

“Bermain..!” Galaknya membuat kedua orangtuaku mengelus dada. Ya Tuhan, pasti dia berfikir jika Kyuhyun adalah manusia paling kejam sedunia. Aku tersenyum kaku pada orangtuaku, bagaimana cara menjelaskan pada mereka jika suamiku memang tidak suka anak-anak.

“Ya paman bermainlah bersamaku, aku bosan sekali..”

“Sayang jangan mengganggu pamanmu, sini dengan nenek saja..”

“Tidak, aku mau paman. Bagaimana jika main sepak bola..” Anak itu ceria sekali mengajaknya tapi lihatlah Kyuhyun, matanya terpejam menahan kesal karena kemeja miliknya juka ikut tertarik tangan kecil bocah itu. Ia mengendus lalu menepis tangan keponakanku. Disini, jantung ini sudah tidak bisa berdegup dengan normal aku takut, cemas dan khawatir dengan sikap kasar Kyuhyun.

“Bermain sepak bola di suasana langit gelap, ini sudah malam. kau gila.. belajar sana..!!”

Aku meremas jemariku kesal. Ayah dan Ibu hanya diam entahlah mungkin kekecewaan sudah sangat mendera batin mereka hingga diam adalah langkah tepat untuk menghadapi sikap frontal suamiku.

BRAK… aku menggebrak meja ini dengan keras. Semua menatapku dengan mata yang sudah menangis, mata berkacaku sudah tidak sanggup membendung perasaan marahku padanya.

“Cukup! Tidak bisakah kau bersikap lembut pada anak-anak?” Kyuhyun menatapku prihatin, kutepis kasar kedua tangannya saat ingin mengusap tangis di pipiku. Apa dia merasakan betapa kesalnya aku padanya. Kecewa.. dia sungguh mengecewakanku.

“Tidak akan ada anak dalam pernikahan kita… aku berjanji..”

Akupun berlari menjauh dari orang-orang itu. Kenapa bisa aku mencintai seorang pria dengan sifat buruk seperti itu. Diluar hujan deras aku tidak peduli.. kakiku tetap melangkah penuh kekesalan.

“Sooyoung-ah..” suara itu, untuk apa Kyuhyun mengejarkan.

“Sayang ku mohon berhenti..” Kyuhyun menarik tubuhku untuk ia peluk tapi aku mendorongnya.

“Kau marah?” dia pikir aku sedang bermain-main. Apa reaksiku tidak cukup membuatnya jera. Apa aku hanya sebuah patung hidup untuknya.

“Kau tidak lihat! Semua keluargaku ada di sana.. dan sikapmu. Kau keterlaluan Oppa..” Aku menangis pedih, rasanya aku ingin menimpal pria itu untuk bisa tersadar dari kesalahannya.

“Aku sudah minta maaf pada mereka semua dan mereka memaafkanku..” Semudah itukah? Aku menggeleng dan tetap menangis tidak peduli seberapa besar rintik hujan mengguyurku dengan keras.

“sayang, ku mohon..” Dia pria dingin yang sangat jahat. Aku tidak bisa memaafkannya.

“Kau egois dan tidak punya hati..” dia mendekat dan ingin sekali meraih tanganku… tapi tidak bisa aku terus menghindarinya.

“Jika aku egois mungkin itu benar..” dia terdiam untuk beberapa saat, aku tau pria ini tidak akan menangis meski aku mengeluarkan air mata darah sekalipun. Mataku membelalak melihatnya berjongkok menatapku penuh iba. Aku tidak butuh belas kasihannya. “dan jika kau menganggapku tidak punya hati kau salah besar.. aku tidak akan mencintaimu dan mengejarmu sampai sejauh ini.. menjadi pendampingku..percayalah hatiku tulus padamu..”

Aku tertunduk memandangnya dengan tatapan menerawang membiarkan dirinya bergumam dengan sekumpulan kata yang tidak akan pernah terpikir di otak besarku sekalipun. “Maaf jika sikapku selalu membuatmu kecewa Sooyoung-ah,ini memang diriku. Kau tau aku kan?” dia benar, tapi bisakah dia tidak mendiskriminasikan keburukan sikapnya. Seolah-olah apa yang dia lakukan adalah hal yang paling benar dan lingkungan sekitar adalah kesalahan.

“Aku memaafkanmu..” aku masih marah padanya dan hanya memandangnya tanpa arti. Kyuhyun tersenyum cerah beranjak berdiri lalu memeluku erat. “Gomawo..”ucapnya begitu tampak bahagia.

“dan aku berpikir mungkin dalam pernikahan kita tidak akan pernah ada anak-anak karena kau membencinya..” Kyuhyun menatapku tajam dan menggeleng.

“Tidak itu tidak benar..”

“Kau tidak akan bersikap kasar pada ponakanku jika kau tidak membencinya..”

“Aku hanya tidak suka tingkah anak-anak bukan berarti akumembencinya..” jelasnya aku tetap tidak percaya.

“Aku bersumpah jika itu anak kita, aku tidak akan memperlakukan hal buruk padanya..”

“Tidak akan ada anak…!!”

“Sayang jangan bicara seperti itu, Tuhan akan mendengarnya..”

“Biarkan saja! Itu lebih baik dari pada anakku nanti harus menderita memiliki seorang ayah yang galak seperti dirimu..”

Aku terenyuh mengucapkan hal tadi, kuharap Tuhan tidak menghiraukan kekesalanku. Kyuhyun menggenggam tanganku erat-erat.. “Dengar! Sebuas-buas seekor srigala dia tidak akan memangsa anaknya. Percayalah.. aku tidak akan melakukan itu, kau bisa pegang janjiku.Demi Tuhan, jika itu putra putri kita aku akan bersikap layaknya seorang ayah yang baik untuk mereka… ku mohon maafkan aku..”aku menganggukan wajah dan memeluknya. Mungkin sekarang aku masih meragukannya tapi entahlah… tidak tau nanti..

“mungkin butuh waktu cukup lama tapi akan aku usahakan…Aku akan belajar menyayangi anak-anak..”

#Flashback end

“Yebbo.. lihatlah.” Kyuhyun memperlihatkan bayi kami, membuka sedikit mulutnya.

“Wae?” aku memperhatikan sesuatu yang ingin ia tunjukan padaku. Sesuatu yang menyembul digusi merah bayi kami.

“Sepertinya dia akan keluar gigi susunya..” aku mengangguk, oh.. pantas saja dia menangis sepanjang malam sampai Kyuhyun harus berjaga dan tidak tertidur sama sekali.

“Pasti rasanya sangat nyeri” aku mengaduh melihat reaksi bayi kami lagi yang hampir menangis, benar saja belum ada satu menit ruangan ini pecah dengan suara bayi kami lagi.

“Lihat dia tidak rewel lagi kan?” aku melihat Kyuhyun dengan hati-hati mengusap gusi yang mungkin merupakan sumber akar sakitnya. Sepertinya Hyunseong tampak nyaman, dia tidak menolak perlakuan Kyuhyun sama sekali. Ah, dia memang bayi penurut… terlebih jika sudah dekat dengan Ayahnya.

“Dari mana kau tau?” Aku penasaran Kyuhyun selalu tanggap jika menyangkut masalah bayi kami.

“Aku pernah konsultasi dengan dokter, dulu temanku yang seorang dokter, datang ke kantor dan dia memberiku banyak tips tentang permasalahan bayi… dan kau tau itu kulakukan untuk memenuhi janjiku dulu.” Aku tersenyum, ternyata dia ingat kejadian dulu. Aku merenung lagi. Rasanya antara percaya dan tidak percaya. Apa mungkin suamiku terjatuh dari lantai 7 di gedung perusahaannya, dan dia terkena amnesia. Aku tidak lagi menemukan Kyuhyun yang galak, Kyuhyun yang dulu tidak berperasaan kini terlihat lebih lembut dengan siapa saja. Bahkan Victoria, sekertarisnya selalu menelfonku memberiku kabar jika suamiku mungkin terkena radang otak…. ah, tidak aku tidak mau. Yang jelas semua tampak lebih baik sejak kelahiran bayi kami. Aku bersyukur karena Tuhan benar-benar memberkati keluarga kami.

CUP… aku mencium kilas bibirnya membuatnya terkejut… selanjutnya dia tersenyum dan mengedipkan satu mata nakalnya padaku.

“Kau tidak boleh melakukannya disaat anak kita sedang terjaga seperti ini.. matanya sudah ternoda dengan kelakuanmu..” aku mengedikan bahuku dan tertawa.

“Ya sudah aku tidak akan menciummu lagi..” Kyuhyun terdiam sambil sesekali menepuk punggung bayi kecil itu.

“Ani.. aku meralatnya. Mencium suamimu adalah keharusan..” Tentu saja. Itu hal sama-sama kami suka. Aku bahagia, baik dulu maupun sekarang, Kyuhyun tetaplah suamiku seburuk ataupun sebaik apapun sikapnya seharusnya aku bisa menerimanya… tapi aku menyukai dirinya yang sekarang.

END    

99 thoughts on “You Keep My Husband

  1. Ya ampyun sweet banget sih bikin ngiri ajah…

    aku ampe terhanyut di ep ep mu thor…seakan tak ingin kembalu ke dunia nyataplak lebay..haha

    lanjutkan ya thor ~

  2. Tu kyuppa kejam amat ma ponakan soo..
    Tapi ko anak nya gk dekat ma soo? Tiap soo deketi nangis..
    Daebak…

  3. Aaa kerenn thor…. Gk bayangin kyu nge gendong bayi, pasti lucu….. Hahaha…. Maaf ngespam tolong buka blog ku ya di salsevilkyu.wordpress.com disana ada ff buatanku, maklum masih sedikit soalnya baru buat, makasih……

  4. Owh mereka so sweat sekali
    n harmonis bgt…
    tp emang g kebayang ci bang evil yg sayang anak,hehehehe

  5. wehew Author Iyank bikin ff baru… Sweet lagi.. *Seneng..
    Eonnie, lanjutkan dengan ff married lagi yah?
    Kok anaknya KyuYoung sayangnya ke Kyu doang yah? Atau itu cuman firasat saja?
    Aigoo tetap saja ini ff Top!! TOP! TOP!
    Squelnya bisa kaliiii?? Hehehe

  6. annyeong iyank3-ssi,..
    usul dunk, ini di jadiin series, mulai dr kyuyoung ketemu, pacaran, nikah, soo hamil, soo melahirkan, baby cho tumbuh, baby cho mulai skolah, dst…
    aku slalu nunggu karyamu, terutama married life of kyuyoung

  7. Aku mesti ngmong apa buat ff ini?
    Aku SELALU suka sama ff buatanmu thor, apalagi kalau genre married life yang sweetnya minta ditabok. Huah
    Ditunggu ff lainnya

  8. Huaaaa keren!! Aku suka alurnya
    Ngebayangin kalo kyuhyun sifat aslinya gitu yatuhaaaan
    Aku tunggu ff lainnya ya kak^^ terutama dating prestegious part 11 nya hehe:D
    Keep writing kakak!!hwaiting

  9. Kyuhyun sampe segitunya dey sama anak kecil dulu:(
    Tapi berubah ternyata pas punyq bayi hihi , aku sukaaaaa

  10. Akhirnya kyu bisa suka sama anak anak walaupun itu anak nya sendiri
    Sweet bgt deh mereka
    Ok Next ff ditunggu

  11. sikap sifat kyu berubah jga trnyta stlh anak mereka lahir. pdhal sblmny kyu menurut ak keterlaluan bgt

  12. aduuuh kyu sayang banget sih sama anaknya, tapi dulunya galak banget kaya nggak mau sama sekali sama anak kecil gitu
    nice ff. aku suka

  13. Aduuh kyu, bener ituu…. >u<
    Kyu emang2 bner2 mnjadi kpala kluarga yg baik…waahh, saluut xD
    Keep writing author ^^b

  14. Aduhh yaampun kyuhyunnn,sukasuka ga terlalu romance kaya ff sebelumsebelumnya sihh tapi tetep sukaa,Daebakk!ditunggul kelanjutan ff yg lainn

  15. Ulala sesuatu yah eonn… FF eonn emang daebak, kyuppa itu tipe suami idaman, sayang anak sama sayang istri🙂
    Keren eonn ceritanya, simple dan gak terlalu berat dan yang paling penting happy ending🙂

  16. Kyu serem juga ya dulu’a, galak bgt sma anak2 tpi untung sekarang udh berubah, ga kebayang klo sampe punya anak kyu tetep kya dulu..

  17. Kyu galak bgt sama keponakannya syo.. Tapi sekarang pas dia udah punya baby, sikapnya jadi lembut bgt.. Syukurlah otaknya udah geser menjadi lebih baik. Hwkwkwk

  18. Kyu co cuiiiiitttttt
    Tp si kyu emg cocok sih kalo punya sifat angkuh hahaha
    Mukanya kan pas bgt, muka bengis wkwk
    Keep writing thor

  19. Sosweet bngt,walaupun awalnya dia nggak terlalu suka sama anak* tapi demi soo kyu jdi pria yg lembut aigoo suka bngt sama ff ini :’) tapi jyu ttp yadong ya hhaha

  20. Kyu presis Kya Ayahku…
    Kta Ibuku Dlu.A g’ suka ma anak” stelah Aq lahir mlah syang bnget ma anak.. bahkan membuat Aq lbih dket dg Ayah ktimbang Ibuku sendrii.. *Curhat LoL
    Tpii dg ada.A ni ff Aq jdi bsa tau g’mna prasaan Ibu.. klo Aq lbih ngepihak Ayah dri pda dia (Ibu) ^_^ jdii mulai skarang Aq akan smakan kadar syangku ke ibu\Ayah.. Thnx thorrr..

  21. Pengen punya suami kaya gitu, aaaa ~ ngiri bgt sama soo eonnie dicerita ini😀 aku suka suka ff ini🙂

  22. Kyu … Daebakk!! suami idaman!!! sempet panik pas Kyu natap tajem anaknya Soojin.. aku mikir ‘Nih Kyu keterlaluan amat ya, padahal ada mertuanya..’
    Ternyata dan ternyata Kyu hanya tdk menyukai tingkah anak” toh..
    FF nya daebakk eonni..!!
    Kyuyoung jd happy family, aku tunggu Kyuyoung FF lainnya ..😀 Hwaiittiingg!!

  23. Hahaha….:),akhirnya kyuppa gk bnci lgi sma anak2…
    Galak bngett kyuppa pas sma kyungjun…
    Daebak….:),untng soo unnie bsa nyadarin kyuppa…

  24. biasa’a ank kan deket sma ibu’a tpi ini deket sama ayah’a berarti kyu bapak yg hebat ya tau cara mengatasi bayi yg lgi rewel ^^ walaupun dulu’a dy g’ suka sama ank kecil tpi dy mau belajar untuk suka sma ank kcil…great namja ^^

  25. kyyyaaaa keren bangeettt aku suka. akhir2nya lucu chingu!! aku nunggu ff mu yang lain yaa!! ffnya daebaakkk!! gomawoyo ^^

  26. Keluarga yg harmonis .. tapi aku agak sedih liat baby cho nya klo sama soo itu suka rewel, ehh klo sama kyu penurut .. sequel donk .. lebih seru klo ada sequel ..ff nya daebbak …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s