Smile, Please!


please, smile

Tittle : Smile, Please!

Author : iyank3

Genre : Romance, Comedy

Lenght : Oneshot

Main Cast :

  • Cho Kyuhyun
  • Choi Sooyoung

Other Cast :

Yesung, Yuri, Seohyun, Soojin and Sooyoung Familly

Happy Reading

Menatap nanar pantulan wajah mendung di cermin besar yang mengarah tepat dihadapanku. Aku meringis lalu terkatup, meringis dan kembali bibirku terdiam. Huh! Aku sudah terbiasa seperti ini. Biarlah. Merapikan rambutku yang sedikit berantakan, menata sedikit helaian-helaian yang keluar dari kunciran belakang rambutku. Aku tidak peduli pada penampilanku. Walau banyak orang yang menggunjingku sekalipun karena aku sama sekali jauh dari kata fasionista. Satu hal yang tidak akan pernah kulakukan adalah menggerai rambutku karena malas, dan satu hal penting lainnya adalah aku tidak akan pernah tersenyum. Untuk apa? Tidak ada gunanya sama sekali.

Langkahku terseok menuruni anak tangga dan kembali aku melotot ke arah satu manusia itu di sana. Namja itu, Cho Kyuhyun, seseorang yang selalu ku hindari, tapi justru semakin dekat karena kami sudah bertunangan. Dia calon suamiku, oh tidak!

“Sooyoung-ah, selamat pagi” sapa seluruh keluargaku yang sudah berkumpul dan terduduk dikursi untuk sarapan.  Aku mendesah  dan menarik salah satu kursi coklat untuk bergabung bersama mereka.  “kau tidur nyenyak semalam?” aku tersentak menatap kesal namja yang menyapaku dengan suara nyaringnya tidak ketinggalan cengiran khas dari bibirnya membuatku sakit kepala saja.

 Aku menatap seluruh keluargaku, Appa hanya diam, dia memang selalu berhati-hati menjaga perasaanku. Mungkin merasa bersalah padaku. Sedang Eomma dan Soojin sudah terpingkal karena suara Kyuhyun yang mungkin bagi mereka terlihat seperti pertunjukan sirkus atau semacamnya. Aku Choi Sooyoung selalu merasa menjadi seorang yeoja menyedihkan di dunia.

“Aboji makan ini, sayur ini baik untuk kesehatanmu!” Aku menekan pelipisku stres melihat tingkah Kyuhyun lagi yang semena-mena. “gomapta..” Kyuhyun menganggukan wajahnya merasa senang karena Ayahku menyambut kebaikannya.

 “Nde, Oh Eommoni dan Soojin Nuna juga harus makan ini” Semua kelihatan senang terlihat sekali mereka sangat antusias meladeni ucapan namja itu.

“Hey kau, bukankah kau tidak suka sayur, kenapa menawari kami seperti ini” Kyuhyun tampak berpikir karena ucapan Soojin memang benar adanya, setelahnya ia hanya mengedikan bahu, “entahlah aku tidak mau kalian sakit” semangatnya, aku mendengus malas mendengar suaranya yang sangat mirip nenek-nenek cerewet, ibuku saja tidak secerewet dia.

“Bagaimana dengan Sooyoung?” aku menelan ludah. Untuk apa Soojin bicara seperti itu. Aku melihat sangat jelas Kyuhyun menyeringai namja itu sedang menertawakanku. “Ku rasa patung itu tidak pernah sakit”

“ckck” semua tertawa karena ucapan namja gila itu, terlebih Soojin. Dia ini kenapa sih? Tidak waras. Tawanya meledak sangat kencang. Aku memberengut membiarkan manusia-manusia itu tertawa puas mengejeku, sedang aku adalah objek paling menderita disini, aku sudah kebal dengan ini semua.  Tiba-tiba tanganku terasa hangat karena genggaman seseorang. Ayahku.

Dia tersenyum dan mengangguk. Aku memandangnya datar seperti biasa. Suasana rumah ini mungkin sudah berbalik 180 derajat dari sebelumnya. Dulu yang sepi karena kami harus melewati masa-masa kelamku, diam dan hanya ada kebisuan yang ada diruang makan ini, setiap waktu  dan sekarang?

Keceriaan sangat terpancar tercetak jelas di wajah mereka kecuali aku semenjak Kyuhyun berada ditengah-tengah kami.  Seandainya namja itu tidak sengaja melihatku yang saat itu hancur mungkin tidak pernah ada sebuah pertemuan dan kedekatan seperti ini.

#Flashback

Saat itu aku membawa banyak barang belanjaanku aku juga membawa banyak makanan kesukaan kekasihku. Rasanya setiap hari aku hampir selalu tersenyum, karena hampir setiap detiknya hatiku dipenuhi perasaan cinta yang berlebih pada seseorang. Yesung Oppa, namja yang Appa kenalkan padaku untuk menjadi tunanganku.

Menolaknya? Tentu saja tidak, dia baik meskipun memiliki tampang menyeramkan, dia sangat dingin, yah, bahkan sekali saja dia tidak menunjukan senyumannya padaku. Ku pikir semua berjalan indah ditengah-tengah asmaraku yang semakin memuncak dan meningkat saja tiap waktu. Dan hari itu menjadi hari yang tidak biasa untukku.  Tidak biasanya Yesung Oppa tidak ada kabar, sabtu itu.

 Sore itu hujan sangat lebat tapi tidak menyurutkanku untuk  datang ke Apartemen tempat ia menginap, dan yang lebih spesial aku datang untuk memberi kejutan untuknya. Menghela nafas untuk menekan tombol sandi pembuka pintu Apartemennya. Aku tau dia sedang libur dari kantornya jadi kuputuskan untuk tidak memberinya kabar saat datang kemari.

Sepertinya ini bukanlah kebiasaanku karena biasanya aku selalu memberinya informasi tentang seluruh kebiasaanku padanya. Aku membuka pintu utama Apartemen miliknya bau mint segar langsung menyeruak dalam pernafasanku. Wangi parfumnya. Dimana dia? Apa dia tidur? aku menyernyit saat pintu kamar miliknya sedikit terbuka, tapi bukan itu masalahnya. suara aneh itu? Seperti desahan seorang yeoja. Mungkinkah?

Dengan langkah berat dan semua pikiran buruk yang memenuhi otak kecilku aku menguntit seperti pencuri mendekat secara perlahan ke arah kamar besar itu. Dan sekarang  aku merasa duniaku sangat hancur melihat sepasang manusia yang sedang bergumul mesra  di ranjang besar itu tanpa mempedulikan aku yang sudah menganga sambil terisak pedih. Sungguh mengecewakan.

“Oppa…!!” teriakku kesal dan langsung menghentikan aksi binal keduanya. “Dia siapa oppa?” Yeoja cantik itu langsung  menyingkap selimutnya dan memandang diriku penuh amarah. Yesung melihatku sejenak dan menyeringai,  lama-lama seringai itu membentuk senyuman. Tunggu! Namja itu tersenyum, untuk pertama kalinya aku tidak pernah membayangkan bagaimana dia tersenyum. Yah, senyuman yang seharusnya menjadi pemandangan indah untukku justru berujung pilu dihatiku. Tanganku lemas seluruh urat-uratku seakan lemah, aku mungkin akan mati. Dan malaikat maut sudah menungguku disana.

Dia tersenyum sangat santai. “Ah, Yuri sayang tidak usah panik. Hanya yeoja bodoh yang selalu mengejarku..” Kakiku bergetar hebat dengan debaran jantung yang sangat melemah. Aku baru tahu, ada sebuah senyuman yang sangat menyakitkan. Senyuman yang sangat menjijikan selama aku hidup di 23 tahun lamanya. Tidak! Ku mohon jangan tersenyum. Aku muak melihatnya.

“Jika kau sudah cukup puas melihat kami, silahkan pergi!” Aku menggeram sangat marah tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa, semua serasa runtuh di sini, di hatiku.

“ah Oppa, kau tidak perlu segalak itu” yeoja sialan, dia justru makin mesra memeluk Yesung. Namja itu mengecup keningnya membuatku membuang arah pandangku, aku tidak sudi melihat mereka. “apa-apa’an kalian?” teriaku penuh isak tangis.

“Ayahmu..” katanya terpus lalu menatapku dengan segurat senyuman angkuh “dia salah mengartikan kebaikanku, kami hanya rekan bisnis yang saling menguntungkan, tapi tidak ada untungnya aku mendapatkanmu karena cintaku hanya untuk yeoja yang satu ini” aku terpejam. Ini mimpi kan? Mimpi buruk. Ya Tuhan, aku ingin mati sekarang. Aku menggeleng dan berlari menjauhi mereka sebisa mungkin. Ku harap Tuhan menghabisi nyawaku saat ini juga.

 Kakiku sudah terpelanting kesana kemari saat aku berlari menjauhi dua manusia kurang ajar itu. “Arkhh…!”  Jeritku tak tertahan lagi. Langkahku tersendat saat tersandung dan membuat orang dihadapanku ikut terjatuh. “Kau baik-baik saja?” Tanyanya khawatir tangan miliknya mengelus rambutku. “hiks..” aku sangat kacau sekarang tidak tahu lagi harus berbuat apa.

“Hey anak muda, kau tidak malu memperlakukan yeoja seperti itu?” sayup-sayup dapat ku dengar orang-orang yang berlalu lalang menyalahkan pemuda di hadapanku. “kasihan sekali yeoja itu. Namja jaman sekarang memang seperti itu..” Namja asing itu langsung menepuk keningnya dan berusaha membela diri.

 “enak saja, aku tidak seperti itu tau..” aku makin terisak, tangisku makin menggila saat melihat pemuda itu tersenyum. “aish, kau ini kenapa, heh?” ia menggaruk kepalanya kesal. “Nona, jangan seperti ini, ayo mungkin aku bisa membantumu?” Aku meraih tangannya yang mengarah padaku. Aku tidak tahu mau dibawa kemana olehnya pikiranku kosong oleh senyuman-senyuman memilukan. Kenapa hidupku jadi seperti ini.

“Kyuhyun Oppa siapa dia?” tiba-tiba ada seorang yeoja cantik yang menghampiri kami. Mungkin dia pacarnya. “ssts.. Joo Hyun bicaralah yang sopan, tidak perlu berteriak seperti itu kan?” yeoja itu ikut memapahku karena aku sudah sangat letih. “Apa kakakku menyakitimu? Hajar saja dia..” aku menoleh ke arah namja itu. Namja yang katanya bernama Kyuhyun mendelik pada yeoja itu. Ternyata mereka saudara. Arkh! Aku tidak peduli.

“Nona, semua manusia pasti memiliki masalah. Kau tidak perlu menangis sampai separah ini” aku menggeleng. “biarkan aku sendiri”

“Jangan..!”

“Ada banyak solusi jika kau mau berusaha membuang masalahmu..”

“Oppa lebih baik bawa saja yeoja ini ke tempat yang lebih nyaman..”

“Kau ikut kami yah?…”

***

“namja sialan, kenapa dia tidak mati saja!” tukas Seohyun kesal setelah tangisanku mereda, entahlah bersama dua orang ini aku merasa Tuhan sedang melindungiku.  Tidak butuh waktu lama untuk menenangkan diri, mereka dua orang yang ceria dan aku merasa aman. Ku harap mereka bukan orang jahat seperti mantan kekasihku. Ah Tidak! Aku memang tidak pernah punya kekasih. Dia tidak pernah menganggapku.

Aku tersentak kaget saat dengan gerakan tiba-tiba Kyuhyun mencengkram bahuku. “dengar! Nasib kita sama nona” Mataku membulat menatap dua bola matanya yang terlihat sangat serius. Apa? Apa mungkin Kyuhyun juga terhianati oleh kekasihnya, tapi mengapa ekspresinya tidak sesedih aku.

“aku bahkan lebih parah, kekasihku meninggalkanku” benarkah? Kasihan sekali. “dia meninggal karena serangan jantung”

“uhuk-uhuk-uhuk”  aku memicingkan mata melihat Seohyun tersedak. Sepertinya namja itu sedang dilema tapi kenapa justru adiknya seperti tidak percaya padanya. Kami mulai menyantap makanan berat di Cafe besar ini lagi. Kali ini tenang karena kami sedang dalam masa penenangan. Aku dan Kyuhyun  bernasib sama.

“ah mungkin Tuhan sedang menjodohkan kalian” ucap Seohyun yang terduduk disebelahku. “Kau ini bicara apa?” Kyuhyun menghardik yeoja itu tapi bibirnya terus tersenyum. “Sampai kapan kau akan membujang? Kau sudah tua tahu!”

“Siapa bilang aku sudah tua, aku ini tampan..”

“Jika kau tampan kau pasti sudah menikah..”

“Aku pasti akan menikah..”

“Sampai kapan?”

“Joo Hyun bisakah kau tidak membahas ini..”

“Oppa, jika kau sudah menikah mungkin Appa akan menyetujui lamaran Younghwa Oppa kemarin..”

“Orangtua kita tidak menyetujui karena kau masih dianggap anak kecil..”

“Siapa yang anak kecil aku sudah mendapat gelar master..”

“Kau belum bisa mengelola perusahaan, arasho..”

“Tapi..”

“Tidak ya tidak! Setelah aku menikah, baru kau boleh menyusulku..”

Aku menggelengkan wajahku kenapa justru mereka yang bertengkar. Mendebat sesuatu yang tidak kupahami. Mereka lucu sekali, meskipun aku baru bertemu dengan dua orang ini tapi sepertinya dua orang ini sangat mudah untuk bisa dekat denganku. Walau bagaimanapun pada akhirnya kami bertiga menjadi sepasang teman yang saling mengerti. Dan entah pada minggu keberapa setelah kami memutuskan untuk saling mengenal. Tiba-tiba Kyuhyun melamarku. Aku tidak bisa menolaknya entah karena apa? Dan  hanya dia satu-satunya namja yang bisa dekat dengan keluargaku tanpa keluh kesah apapun.  Meskipun aku begini menjadi seorang yeoja pemurung, entah sampai kapan.

 #flashback end

Dan aku tidak tahu bagaimana caranya tersenyum. aku selalu berusaha tersenyum, bahkan sampai detik ini aku tidak bisa. Meskipun namja itu sudah memancingku berulang kali. “Patung itu hanya perlu tersenyum jika ingin menjadi manusia” aku mendesah lesu setelah Kyuhyun mengatakannya. Entah kenapa sulit sekali untuku melebarkan bibir ini.. hanya tersenyum, padahal aku sudah tidak mempedulikan masa laluku, namja yang sudah menyakiti hatiku entah dimana sekarang dia berada, matipun aku tidak peduli. Huh! Beginilah aku jika sudah mengingatnya lagi.

 “ah, kalian tau tidak seseorang akan menjadi keriput jika dalam satu hari saja tidak tertawa..” tanpa sadar aku mengelus sendiri kulit pipiku, apa kulitku benar-benar akan keriput.

 “benarkah?” Ibuku tampak antusias mendengar ucapan menjengkelkan Kyuhyun, dia meliriku seakan-akan telingaku tidak peka saja. “pantas saja adiku terlihat lebih tua dibanding aku”

‘Taaak!’ aku memukul kepala kakakku karena mulutnya sudah kurang ajar menjelekanku. “Soojin-ah, kau tidak boleh bicara begitu” wajah datarku mungkin terlihat sangat buruk dihadapan mereka semua. Aku tidak enak hati pada Ayahku, karena dia yang selalu terlihat merasa sangat bersalah padaku atas kejadian tempo lalu. Kejadian yang tidak akan pernah ku ingat.

“Andai saja hari ini robot cantiku tersenyum pasti aku akan semakin mencintainya” Soojin menyenggol lenganku sambil dagunya menengadah menunjuk Kyuhyun. “Kau dengar tidak? Sampai kapan calon suamimu berusaha membuatmu tersenyum, kau tidak kasihan padanya hoh..?” aku menghela nafas, Soojin kenapa menjadi yeoja cerewet kali ini. “sudahlah Nuna.., ah Eomma,Appa mertua, kakak ipar dan kau nona robot. Keluargaku mengundang kalian makan malam selasa lusa. Kalian harus datang, ini mengenai tanggal pernikahanku dengan yeoja yang hanya memiliki satu  nyawa saja..” Kyuhyun menunjukku secara terang-terangan. Setelahnya dia bangkit berdiri dan menghampiriku.

‘Cup’ mengecup pelipisku sekilas membuat pembuluh nadiku meluruh. Dadaku berdesir setelah dia melakukannya. Mungkin aku memang mencintainya bahkan sangat berterimakasih padanya karena membalikan seluruh masa gelapku meski terangku belum seutuhnya ada, karena senyum dibibirku, entah sampai kapan akan terbit.

“maaf aku tidak bisa lama disini, dan Seohyun menitipkan salam padamu” dia melambaikan tangannya saat tubuhnya mulai menjauh dari pandangan kami.

“Sooyoung-ah, kau sangat beruntung”

“nde Eomma, dia saja yang terlalu pabbo menyia-nyiakan namja selucu dia”

 “SOOJIN!!!”

 ***

Aku melangkahkan kaki dari Lobi setelah kedua reseptionis itu langsung menyuruhku untuk pergi ke ruang Kyuhyun berada. Sambil membawa bekal yang Ibuku buat Khusus untuk namja itu. ‘ingat Sooyoung 3 minggu lagi kau menikah!’ peringatan keluargaku begitu terniang jelas. apa-apa’an ini, bukankah terlalu cepat untuk memutuskan sebuah pernikahan. Huh! Tidak seharusnya aku mengeluh bukan? Bukankah kehidupanku akan terjamin setelah pernikahanku berlangsung.

Cho-CROUP Agensi perusahaan besar seperti ini sudah banyak menaungi penyanyi terkenal. Aku tidak pernah menyangka manusia sekonyol Kyuhyun bisa menjabat sebuah ketua direksi ditempat seperti ini.

Aku hanya perlu mendorong pintu mahogani ini setelah sampai di ruang kerjanya, kulihat ada Seohyun di dalam ruang kerja Kyuhyun, mereka tampak serius  dengan setumpukan berkas yang ada ditangannya. Aku sudah berada diruangannya dengan sengaja aku membuka pintu itu secara perlahan agar tidak menderit kasar terbukti mereka masih sibuk menekuni proposal dan berkas-berkasnya. Aku tidak perlu menyapanya duluan bukan? Sampai akhirnya kudengar Seohyun mengeluh.

“hah, aku pusing!”

“Kau harus mempelajarinya akan ada Even besar diperusahaan ini setelah aku menikah nanti. Kau yang harus menghandlenya”

 “kenapa harus aku Oppa?”

“Siapa lagi jika bukan kau?” Seohyun tampak mengerucutkan bibirnya. “ya, baiklah..”  yeoja itu mulai meregangkan otot-ototnya, mungkin sudah terlalu lelah dengan pekerjaan seberat itu.

“ngomong-ngomong Oppa, apa kau serius akan menikah dengan Sooyoung unnie?” Kyuhyun tidak memandangnya matanya masih fokus membaca sesuatu dilembar-lembar itu. “tentu saja, bukankah dulu kau yang selalu menyuruhku untuk terus mendekatinya?” Seohyun mengangguk. “bagaimana dia? Apa kau menikahinya karena kasihan?”

“semakin kau cerewet aku akan semakin banyak mengambil jatah bulan maduku, dan kau akan semakin lama menangani semua permasalahan perusahaan ini..” Seohyun mulai kesal. “Yaa, kau tidak kasihan padaku apa?” Kyuhyun mengedikan bahunya.

 “jadi kau benar-benar menyukainya?” Kyuhyun mulai menghentikan aktifitas memindai berkas-berkas itu sedang matanya mulai memandang tajam kearah Seohyun. “Kau pikir aku main-main apa? Aku tidak akan bermain-main lagi..”

Seohyun yang cengengesan mulai memajukan kursi hitam itu. “Lalu bagaiamana? Apa kau tahan hidup dengan yeoja yang tidak pernah tersenyum..” Sudahlah aku keluar saja, hanya karena masalah sepele selalu dipergunjingkan. Sifat jeleku yang satu itu memang menjadi masalah besar. Aku lelah… aku menarik kembali pintu dihadapanku namun sebuah tangan menahanku.

“Kau mau kemana?”  Aku menoleh mendapati namja itu yang sedang tersenyum sangat manis kerahku setelahnya dia menarikku untuk duduk di sofa ruangannya.

“Unnie..” Kali ini giliran Seohyun yang menyapaku wajahnya terlihat shock mungkin ia merasa bersalah karena menyadari aku mungkin sudah sangat lama mendengarkan obrolan mereka.

“Aku membawa ini..” Aku menyerahkan bekal ini pada Kyuhyun.

“Waaah.. mertuaku benar-benar hebat, pasti ini enak sekali, Joo Hyun kau mau tidak?” Kyuhyun mengunyah teriaki dengan sumpitnya dia menikmati sekali. Seohyun merundukan wajahnya lalu langkahnya sedikit berat yang mulai dekat kearahku.

“Unnie.. mianhae..”

Aku tahu, dia pasti akan mengatakannya. Aku hanya menganggukan wajahku rasanya ingin sekali tersenyum padanya agar perasaan bersalah yeoja itu berkurang. Tapi sulit… aku masih sangat kesulitan melebarkan bibir ini..

“Aku tidak apa-apa..”

“Kau pasti marah padaku kan?” aku menggeleng, yeoja ini keras kepala sekali.

“Tidak..!!”

“Kau bohong..”  aku menatap Seohyun dengan lelah… terserah dia mau bicara apa, yang jelas aku tidak marah padanya.

“Pandangan unnie masih datar saja..” aku kan memang seperti ini, ah.. aku tahu dia pasti sedang memancingku untuk..

“Tersenyumlah..” Ceria Kyuhyun, dia terlihat sangat aneh dengan ekspresi seperti, namja konyol sepertinya akan menjadi calon suamiku.. dan itu tidak akan berlangsung lama. Bibirku sedikit terangkat agar terlihat gigi-gigiku bukankah begini cara orang tersenyum. Sekarang aku mulai meringis mungkin terlihat seperti orang yang akan menyikat giginya. Aku melihat mereka yang mulai bereaksi… seperti melihat hantu saja dengan ekspresi seperti itu.

“Itu aneh sekali..”  datar Kyuhyun. Seohyun mulai terduduk diantara kami dan menepuk pelan pundakku secara pelan.

“Unnie… sampai kapan kau seperti ini..”

Dan saat ini entah namja ini memang hobi membuatku panik atau apa, dia mulai memelukku dengan erat. “Kau tidak hidup sendirian..!!” aku menegang dalam pelukannya. Bukan karena tubuhku yang bersentuhan langsung dengan tubuhnya tapi justru karena ucapan namja ini..

“Ada keluargamu… ada aku dan keluargaku, kau juga memiliki banyak teman bukan?”  aku mengangguk, ya.. aku tahu itu. “Kau akan terus seperti ini jika menyalahkan diri terus menerus..”  aku menggigit bibir bawahku rasanya ingin menangis kali ini.

“Lepaskan beban yang mengekangmu.. kau seperti ini karena selalu waspada, bayangan orang yang menyakitimu seakan mengunci hidupmu untuk tidak memperbolehkanmu merasa bahagia..” Kyuhyun, ucapanmu sangat benar, aku memang tidak percaya diri untuk lepas dari masa lalu itu.

“Kau berhak bahagia..” Maaf, kau pasti lelah meladeni yeoja malang sepertiku. Apa yang bisa ku perbuat.

“Mungkin aku tidak bisa membuatmu bahagia.. aku tidak bisa menjanjikan itu. Mungkin kau juga bingung bagaimana namja sekeren aku bisa menyukai yeoja payah sepertimu..”  aku mengerutkan keningku, jiwa narsisnya kambuh lagi. Seharusnya aku bisa menjadi yeoja periang karena memiliki namja gila sepertinya.

“Aku akan mengusahakannya..” dia melepas tautan tubuh kami yang berpelukan secara perlahan.

“Aku akan berusaha membuatmu nyaman bersamaku.. melalui hari-hari bersama setelah kita menikah nanti..Memiliki anak dan cucu yang akan kita rawat bersama-sama. Walau tanpa senyuman darimu..” Dia memang mengatakannya, aku bahkan bisa merasakan ketulusan itu. Tapi justru membuatku merasa bersalah.. kenapa di akhir kata-nya justru menyudutkanku. Aku menggenggam kedua tanganku waspada, rasanya ingin melakukan sesuatu. Namja itu sudah banyak membantuku.

“Dan aku mencintaimu..” aku mendongak menatap dua manik mata itu yang semakin dekat kearahku.. dia akan menciumku?

“Uuuh.. Kyeopta..” Kami terjengkal kaget saat bibir kami hampir bersatu. Oh.. aku baru sadar Seohyun masih ada disini. Seperti ada sesuatu yang menggelitik perutku saat yeoja itu mengatakannya. Rasanya aneh sekali… apa aku akan tertawa?

“Eum.. kenapa tidak jadi? Baiklah aku keluar saja..” Seohyun menutup mulutnya yang tertawa sambil membuka pintu itu.

“dasar..!!”  Ketus Kyuhyun, Omo..! wajah kesal Kyuhyun membuatku tergelitik lagi.

“Haha..” tawaku secara lepas… entahlah semua terjadi begitu saja. Sangat mudah.

Dan aku harus berhenti dari aktifitas membahagiakanku karena Kyuhyun memandangku dengan tatapan aneh, sejuta pertanyaan di wajah bingungnya yang membuatku gugup. Kami terdiam bersama-sama, cukup lama.. dan setelah itu dia menunjukku.

“kau tertawa?” Kagumnya. Benarkah namja itu dengan mata berbinar miliknya sedang mengagumi tawaku?

“Apa aneh?” dia menggeleng, matanya membulat lagi dan semakin dekat kearahku.

“cantik…!” aku mengecutkan bibir. Hoh.. dia pandai berdusta. Hanya namja idiot yang mengatakan aku seperti itu.

“Sooyoung-ah..” aku meliriknya sekilas dapat kupastikan air mukanya meminta sesuatu dariku..

“wae?”

“Ayo, tertawa lagi..” pintanya. Aku menggeleng.. pasti wajahku seperti monster saat aku tertawa…

“Tersenyumlah.. ku mohon..” kenapa dia jadi memaksaku seperti ini.. “Andwe.. kau akan menertawakanku..”

“Tidak! Kau tau, aku seperti menemukan bidadari saat melihatmu tertawa..” aku memutar bola mataku kesal, ucapan bodoh macam apa itu? Aku berdiri dari sofa itu menghentakan kakiku kesal.

“Kau marah?” Bersedekap sambil meliriknya.. Em, ada apa denganku ini.. saat ini aku benar-benar sudah tidak waras, melihat wajah serius Kyuhyun justru membuatku ingin tertawa. Ya Tuhan, aku bisa gila.

“Aku minta maaf..”

“Aku akan memaafkanmu..” aku mendesah kesal walau itu bukan perasaanku yang sesungguhnya. Yang terjadi di sekujur tubuhku adalah aku sedang meledak ingin tertawa.

“Apa syaratnya..” dia memang pintar, menerkaku..

“Tutup matamu..”

Wajah polos itu tampak berpikir sejenak tapi tetap melalukannya walaupun sangat lama aku menunggunya. Kyuhyun sudah menutup matanya.

CUP..

Sebelum namja itu membuka matanya karena aku baru saja mencium singkat bibirnya aku berlari ke arah pintu. Melambaikan tangan saat mata itu sudah terbuka. Astaga.. ekspresinya membuatku ingin pingsan saja, sungguh hari ini aku ingin tertawa puas karena wajah Kyuhyun.

“Aku meralat ucapanmu… “ kataku sebelum aku benar-benar meninggalkannya.. “Kita akan merawat anak-anak dan cucu-cucu kita lengkap dengan senyumanku..” Aku tertawa telak melihat Kyuhyun yang sudah menganga lebar..

****

Aku melangkah tenang sambil menggenggam erat tangan Appa. Disini sudah banyak tamu undangan yang berkumpul. Semua menatapku.. kali ini aku sudah memiliki rasa percaya diri yang kuat. Karpet panjang yang terjuntai ini mungkin menjadi saksi betapa aku bahagia sekarang.

Appa mengelus puncak kepalaku, bahkan aku sudah berani menggerai rambutku lagi. Saat diruang rias pengantin mereka bilang aku sangat cantik. Bibir ini bahkan tak bisa terkatup lagi sepanjang langkah aku selalu tersenyum sambil mataku melorong panjang kearah depan. Dan disana ku lihat dia, Cho Kyuhyun yang sudah berdiri tegap di altar bersama sang pastur. Pandangan kami berdiri semakin dekat saat Appa menyerahkan tanganku ditangan Kyuhyun.

“Jaga putriku Cho Kyuhyun..” namja itu membungkukan tubuhnya.. “nde aboji..” aku benar-benar bahagia, rasa haru ini tak akan pernah pudar. Ini impianku menikah dengan namja yang Appa kehendaki. Bahkan rasa cinta ini.. entah sejak kapan tumbuh?

“Tuan Cho Kyuhyun ada apa?” Pastur itu bertanya seolah menggantikan pertanyaanku yang sejak tadi muncul, aku melihat Kyuhyun yang menatapku aneh.

“Apa aku boleh mengecek sesuatu..”

“Nde..”

Aku membelalakan mataku  merasa janggal saat punggung tangan Kyuhyun sudah berada tepat di keningku..

“Apa pengantin wanita sedang tidak enak badan..” Aku menggeleng. Jangan sampai pastur itu berpikiran yang tidak-tidak. “Aku baik-baik saja..” pelanku sambil tersenyum ramah kearahnya.

“Kau yakin baik-baik saja..” Aku tersenyum cerah melihat calon suamiku yang memandangku masih sama dengan kejadian dikantornya tempo lalu. Bisakah dia tidak memasang wajah bodohnya.. membuatku ingin tertawa saja.

“Aku merasa dia sedang tidak waras..”

“Haha..” aku tidak kuat lagi melihat ucapan dan gelagat konyol Kyuhyun,.. sekarang aku merasa namja ini begitu memikatku untuk tertawa. Bahkan saat upacara pemberkatan-pun aku tidak bisa menahan tawaku. Oh, ini gila.. semua orang akan menganggapku pengantin gila.  Aku sangat berterimakasih pada Kyuhyun… dia namja yang sudah melepas semua beban di pundakku. Saranghae.. Nae nampyeon..

END

89 thoughts on “Smile, Please!

  1. annyeong. aku readers baru disini salam kenal:) wahh.. kyuhyun sabar banget nunggu soo eon senyum😀

  2. akhirnya usaha kyu buat soo tertawa berhasil :))
    nice ff🙂
    ditunggu ff mu yang lain chingu
    sama ff squelnya lanjutannya ditunggu ‘-‘)/

  3. Seruuu!
    Akhirnya kyu bisa bikin syo, nggak hanya senyum, tapi malah ketawa😀
    Sequel.. Kyu nya keren bgt disini!

  4. Kyuhyun hebat. Dia ga pernah dikasih senyum tapi tetep tulus gitu cintanya. Sooyoung nya aneh, dikatain ga waras malah ketawa…wkwk

  5. Huaaa daebak… prokprokprok..
    Cerita unik yg sangat keren..soo menjadi yeoja dingin..kerenlah pokoknya…great job!

  6. kyu daebak !!!
    sabar bgt am sifat soo kayak gtu.
    gokiiiilllll bgt

    bsa2 pernikahanny d.undur krn soo gk bsa brhenti ketawa kkkk

    next dtunggu lg ff kyuyoungny

  7. keren eonni xD gokil (?)
    yesung nyebelin banget ya -___- tapi untungnya ada kyu
    ditunggu ff lainnya yaaa😉

  8. Ternyata yg bs buat soo ketawa cuma muka konyolnya kyu, bkn muka lucunya..
    Lucu bgt ceritanya
    AS chingu

  9. Daebak ..
    Akhirnya Soo eonni bisa tertawa lagi.

    Konyol banget kalau mbayangin peristiwa Kyuppa sama Soo eon pas nikah :v

  10. bwahahahahahahahahahahaha ngebayangin mukanya kyu yg berusaha bikin soo eon senyum & ketawa itu lucu😄

  11. keren banget chingu ffnya!!! kyuhyun kok aneh sih sooyoung udah ketawa dianya malah kaya melongo gitu .-. ffnya kereennn (y) akhirnya kyu buat soo senyum lagi hehe ffnya daebak!! jjang!! gomawoyo chingu ^^

  12. Kyu aneh deh, soo ga senyum disuruh senyum, soo udh senyum-ketawa malah- dia’a malah melongo -.-

  13. iya sih senyum dan tawa udah kmbali.. tp pas pemberkatan masa ktawa2
    ckck.. syoo syoo
    ahaha

    daebakk chingu..
    aduh kyu so sweetnya😉

  14. keren…
    haha lucu klo ngebayangin kyuppa yg ceria..
    yeayy,,, salut sma kyuppa yg udah ngembaliin senyumnya soo eon…

  15. ohmygodddd no comment deh thor. selalu suka banget sama ff2 kamu thor.!!!! lu udah masuk salah satu author ff terfavorit aku thor. fix ini lucu biasanya kan comedy suka fail ya tp lu ga thor. sering2 bikin ff ya thooorrr

  16. Senyum itu ibadah Cho Sooyoung! Dapet pahala! >.<

    Oya, aku mau koreksi dikit ya.😀

    Setelah pengucapan kalimat/percakapan itu diakhiri tanda titik atau koma.🙂

    Cth: "Bla bla."

    Hmm, misalnya, "uhuk uhuk" aku memicingkan mata melihat Seohyun tersedak.
    Seharusnya, "Uhuk uhuk," aku memicingkan mata melihat Seohyun tersedak.

    Untuk mengawali percakapan itu pakai huruf besar.
    Kalau ada tanda tanya atau seru jangan ditaruhkan titik-titik lagi.
    Kamu nulisnya, "Jangan!.."
    Seharusnya "Jangan!"

    Begitu kan ya?😀

  17. jadinya disini yg ceria dan easy going itu kyuhyun yg pendiemnya malah sooyoung hahahaha sumpah ini bikin senyam-senyum sendiri hahaha

  18. selalu suka deh sama ffnya eonni..
    akhirnya sooeon senyum juga bahkan ketawa lepas..malah si kyu yg jadi mlongo terus😀
    hahahah lucuu daebakk ^^

  19. Bwahahahaaa..😀😀😀
    Bukan.A Syoo sja yg g’Kuat nahan tawa tpii Aq juga’!! ㅋㅋㅋㅋㅋ. . . . .
    comedy/humor.A Dapet AbizZ’ *kasih2jempolL😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s