Pillow


kyuyoung

Title : Pillow

Cast: Kyuhyun

Sooyoung

Lenght : Drabble

====0000o0000====

Happy reading

 

Retina Sooyoung tampak membola, bibir tipis itu tersenyum lagi. Ia berjalan pelan menghampiri setumpukan busa-busa besar yang dilapisi kain. Putih, hijau, coklat.. kain-kain yang membungkusnya. Dengan ranjang trolly yang sudah penuh dan sesak dengan snack besar-besar dan segala kebutuhan rumah untuk sebulan penuh. Wanita dengan gelombang rambut hitam mengkilat akibat toning di salon milik Pamannya kemarin itu, tampak takjub. Ia merapikan poni-poninya yang tanpa sengaja tertiup angin dengan posisi tubuh yang sangat dekat dengan AC tentu membuat rambut ringannya sedikit berantakan.

“empuk,” katanya dengan sunggingan senyuman khas, tanpa sengaja pikirannya bergelayut. Ada yang lebih empuk dari bantal-bantal ini. Apa?

Kyuhyun—itu nama suaminya. Tubuhnya yang gempal makin empuk saja, eum… tidak juga, yang empuk hanya di bagian perutnya. Sooyoung sudah seringkali membandingkan perut Kyuhyun yang sekarang tidak lagi terkontrol, besar dan makin besar saja. Bahkan pipinya. Perbandingan itu tak lagi jauh perut suaminya dan bantal yang sekarang tergenggam.

Sooyoung meremas-remas gemas bantal-bantal tadi. Kenyal, halus dan Sooyoung makin gemas. Inisiatifnya makin tinggi. Rasanya sudah lama tidak mengganti bantal-bantal di kamarnya.

“Aku ingin memborongnya, nyaman sekali memelukmu,” ia tersenyum yang tanpa sadar ada banyak tatapan pengunjung Supermarket yang tertuju padanya akibat ulah atraktifnya. Ia hanya terlalu senang.

“Kenapa denganku? Anda melihatku sampai seperti itu?” Sooyoung kualahan, ternyata banyak juga yang memperhatikannya.

“Tidak, kau sangat lucu nona.”

“Kau bertingkah seperti bayi yang baru pertama kali melihat benda yang menarik.”

Sooyoung mengangguk, itu memang benar.

“Bukankah benda ini sangat menarik?” Ia menyodorkan dua bantal putih polos itu pada orang-orang yang tampak membuatnya bingung, sambil memamerkan bantalnya ia tersenyum.

Sooyoung mengedikan bahunya merasa di acuhkan, mereka hanya balas tersenyum berkacak pinggang dan mereka—pengunjung Mall itu kembali sibuk memilah barang favoritnya. Wanita itu hampir berteriak, bukankah mereka membutuhkan penjelasannya.

“Mereka itu aneh ya,” dengan bibir merucut, matanya kembali memandang genggamannya.

“Baiklah aku ambil ini, ini… ah satu lagi.. ya Tuhan bantalnya jadi dingin.” Kemudian trolly itu berjalan menjejeri sipemilik tangan lentik Sooyoung. Belum sempat berada di Kassa pembayaran, telinga wanita itu harus terusik ponselnya berderu, nyaring sekali.

“Yeobseyo..” Hatinya lega sekaligus senang. Itu suara orang yang dirindukan.

“Oppa.”

“hm, kau dimana?”

“Shopping.” Cerianya.

Seakan tidak mengerti ada orang yang sangat mencemaskannya. Oh, pantas saja mencari kabar tentangmu sangat sulit hari ini. Kyuhyun mengembuskan nafasnya, merasa kerongkongan yang hampir terbakar langsung sirna begitu tahu keadaan istrinya.

“Jangan terlalu lelah,” Kyuhyun mewanti-wanti wanita itu agar tidak terlalu hanyut. Ini sudah jam berapa? Mungkin Sooyoung sudah menghabiskan berjam-jam lamanya disana.

“Tidak.”

“Kau sudah makan?”

Sooyoung tertawa, menyentuh halus kulit mantelnya… meraba perut datar itu dengan pandangan bersalah.

“Belum.”

Kyuhyun mendesah…selalu saja seperti itu. Jika Sooyoung terlalu larut dengan hobby-nya pasti mengorbankan kesehatan tubuhnya.

“Kau bahkan melupakan hobby mu yang satu itu.”

“Kau tenang saja.” Sooyoung menenangkan, akan sangat merepotkan baginya jika Kyuhyun sudah mencemaskannya begini.

“Akan aku jemput,katakan kau dimana sekarang?”

“Eh, kau sudah pulang ya?” Sooyoung kegirangan. Ia melupakan kepulangan orang itu. Lalu menyesal, mengapa Suami pulang, ia justru tidak di rumah.

“ya. Kau dimana sayang?”

Hati Sooyoung mengembang merasa sangat tergelitiki ucapan mesra seperti itu.

“Jangan khawatir, tunggu 15 menit lagi, aku pulang sekarang.”

“Yakin tidak mau ku jemput?”

“Kau istirahat saja. Kau lelah bukan? selesai bayar barang-barang ini-“ ia menggantungkan ucapannya merasa menyesal menolak tawaran itu. Harusnya memang Kyuhyun menjemputnya. Tidak mungkinkan seorang wanita membawa banyak barang belanjaan seperti ini. Tapi ya sudahlah biarkan suaminya istirahat. Ia bisa menyuruh kurir untuk membantu membawanya.

“Sampai jumpa.”

“Hati-hati menyetirnya, makanlah sesuatu dulu disana. “

Sooyoung menolak. “aku makan di rumah saja. Bersamamu.”

“jangan keras kepala. Aku tidak mau kau sakit.”

“Tidak ya tidak, sudah ya, dah…” Dan sambungan itu-pun terputus.

==0o0==

“Anyeong… aku pulang.” Sooyoung bergumam sepanjang lorong rumahnya. Begitu sampai diruang tengah, matanya berbinar, makanan dengan bebauan aroma daging kaldu langsung tercium membuat wanita itu mendekati meja yang sudah penuh dengan hidangan nikmat yang tersaji rapi di sana.

“Wah, seperti pesta saja.” Ia melirik Kyuhyun yang membawa nampan besar lalu dengan gerakan khas seperti koki, pria itu menjejer piring-piring itu dengan garpu dan pisau. Selesai.

“Ya, pesta penyambutan kepulanganku.”

Dada Sooyoung serasa sesak, rasanya sudah berkali-kali ia mengecewakan suaminya. Ia bergumam kecil yang masih terdengar oleh telinga Kyuhyun.

“seharusnya aku yang menyiapkannya.”

Sooyoung menarik-narik ujung kukunya, kebiasaan wanita itu jika sudah kaku. Kyuhyun yang melihatnya langsung mendekat mengusap puncak kepala wanita itu hingga matanya sedikit terpejam.

“Tidak masalah. Kau atau aku juga sama saja. Kau kan belum makan jadi aku membuatnya untukmu.”

Sooyoung menganggukan kepalanya. Syukurlah, sangat beruntung memiliki suami pengertian sepertinya.

“nde, ghamsha…”

Dahi Kyuhyun mengerut dan dibalas dengan kerutan bingung di dahi Sooyoung. Sambil bersilang tangan Kyuhyun menegapkan tubuhnya.

“Sudah, hanya itu saja.”

Wanita itu bertambah bingung, lalu mengusap kedua pipinya berusaha menghangatkan karena salju di luar begitu tebal. Terlihat butir-butir itu masih berserakan di bulu mantelnya.

“Tidak ada pelukan selamat datang untuk suamimu?”

Kyuhyun berbisik lembut tepat di telinga Sooyoung, seakan-akan pertanyaan itu begitu rahasia untuk mereka. Dan entah dari mana datangnya kehangatan itu langsung menyeruak lalu menghancurkan rasa dingin itu dalam tubuh Sooyoung. Padahal pertanyaan lumrah dalam rumah tangga tapi begitu luar biasanya bagi Sooyoung.wanita itu—dengan gerakan perlahan beringsut lalu memeluk suaminya tanpa aba-aba membuat tubuh Kyuhyun terdorong.

“Maaf.”

“Gwenchana.”

“Lama menungguku?”

Kyuhyun diam atas pertanyaannya, lalu menurunkan sedikit kepalanya untuk menjangkau pelipis istrinya. Dan kecupan-kecupan itu datang berkali-kali. Ini lebih dari kehangatan biasa.

“Aku mencemaskanmu.”

Sooyoung sadar akan hal itu, lalu merapatkan kembali pelukannya. Lebih ketat. Kyuhyun mengelus tubuh kecil itu membiarkan waktu berjalan semestinya. Terkadang perjumpa’an pertama oleh rasa rindu akan menyita waktu lebih lama.

“Sekarang makanlah… kau pasti lapar kan… aku suapi….”

==0o0==

“Bagaimana disana?”

“Tidak ada kau. Tidak enak.”

Sooyoung tersipu lagi-lagi kata-kata Kyuhyun membuatnya beku. Laki-laki ini, kenapa sekarang permainan katanya lebih manis dari biasanya.

“Gombal.”

Kyuhyun berdecak sedikit mengerang kesakitan akibat ulah istrinya karena gerakan refleksnya mencubit sisi perutnya. Terlebih hanya piyama tipis yang ia kenakan. Rasanya sakit sekali.

“Aku serius.”

“aku tahu, maaf ya sayang.” Sooyoung mengikuti gerakan tangan Kyuhyun yang mengelusi perutnya.

“hm..”

“Oppa.. perutmu.” Mata Kyuhyun melirik kebawah, mengabaikan rasa pegal yang sejak tadi ia rasakan. Membiarkan kepala istrinya terus-menerus berada di perutnya.

“Kau jangan mengejekku ya.” Pria itu mencubit gemas hidung istrinya. Lalu berpindah ke rambutnya mengacak-acak rambut panjang itu dan memainkannya sesuka hati.

“Jika stres dengan pekerjaan dan jauh darimu, makanan menjadi pelarianku, aku jadi mengikuti kebiasaanmu makan. Kau hanya beruntung saja nyonya , sebanyak apapun makanan yang kau makan bobot tubuhmu akan tetap normal bahkan cenderung kurus seperti ini. Tidak seperti aku.”

“Gwenchana, kau itu sexy dengan tubuh yang sekarang..” Sooyoung tampak menahan tawanya. “Meskipun dulu kau lebih tampan dari yang sekarang.”

“Yaa..”

Tawa Sooyoung menyembur tidak sanggup lagi ia tahan.

“Berhenti menertawakanku..”

“Aku kan bercanda.”

“Tidak lucu.”

“Setidaknya kau lucu dengan ekspresi begitu.”

Kyuhyun terhenyak begitu dengan sangat tiba-tiba Sooyoung bangkit dari rebahannya membuat beban ditubuhnya hilang, rasa sesak itupun lenyap. Namun melihat mata Sooyoung yang Kyuhyun yakini panik itu membuatnya ikut takut.

“Ada apa, kau baik-baik saja.”

“Aku melupakan sesuatu.”

“Apa?”

“Tunggu sebentar, akan ku bawa masuk kemari.”

Wanita itu begitu cepat berlalu, Kyuhyun berniat mengikutinya namun urung, tubuhnya sudah sangat pegal sekarang… dan malam sudah sangat larut. Jika boleh jujur ia sangat kantuk.

“Tadaa..”

“Omo.”

Kyuhyun merasa shock. Untuk apa bantal-bantal itu.

“Apa itu?”

“Bantal.” Ucap Sooyoung lalu membawanya ke ranjang tanpa melihat tatapan Kyuhyun yang seperti tidak suka.

“aku tahu, tapi untuk apa?”

“Ini milikmu, dan ini milikku…”

Wanita itu mengacuhkan suaminya.

“Coba kau peluk.” Kyuhyun mengikuti cara Sooyoung memeluk bantal miliknya.

“Bagaimana enak tidak?”

“Tidak.” Sooyoung tercengang. Bagaimana mungkin, seingatnya ia memiliki selera yang sama dengan suaminya.

“Masa? Coba kau peluk lagi…” Kyuhyun mempraktikannya sekali lagi namun ekspresinya lebih datar dari yang tadi. Kyuhyun benar-benar tidak suka ya? Kyuhyun mendesah lelah berulang kali istrinya mempraktikan hal kekanakan itu dengan semangat.

“Tidak enak.”

“Yakin?”

“hm, sama sekali.”

“Ku pikir kau suka.”

Dengan berat hati Sooyoung merenggut bantal itu dari tangan Kyuhyun.

“ya sudah ini untukku saja, padahal ini empuk sekali… aku menyayangi bantal-bantal ini..”

Kyuhyun memicingkan matanya, ia lebih tidak suka lagi pada ucapan Sooyoung tadi. Bagaimana mungkin sebuah bantal lebih berharga ketimbang dirinya.

Begitu Sooyoung lengah ia merebut bantal itu lagi.

“Kenapa kau mau?” ia terheran-heran dengan senyuman Kyuhyun.

“kau bilang kau tidak suka.”

“Memang.” Dengan wajah tanpa bersalah ia menghamburkan bantal-bantal itu hingga terjatuh membuat Sooyoung menganga.

“Hey, itu bantal baru.”

Belum sempat Sooyoung memungutnya dilantai tubuhnya harus terhuyung karena Kyuhyun menariknya hingga posisi mereka terbaring bersama.

“Bantalnya?”

“ssts..” dengan satu ciuman penuh penekanan itu cukup membuat Sooyoung terdiam cukup lama dalam pelukannya.

Jemari kaki Kyuhyun mengapit selimut dibawah kakinya hingga tertarik bebas sampai ke atas.. lalu selimut merah muda itu sudah membungkus tubuh keduanya.

“bantalmu itu aku Sooyoung-ah.”

 

===FINN===

Rcl Please… ^_^

67 thoughts on “Pillow

  1. Kalo tidur soo gak perlu bantal lagi. Karna kyu bakalan jd bantalnya soo. Lagian perutnya kyu gak kalah empuk dari bantal. Hahaha😀

  2. Awww…. so sweet ><
    Lucu banget mereka, apalagi soo eonn, hhahaa xD untung kyu biar tambah buncit gitu syoo masih sayaaang xD hhahaa~ daebak thor! Keep writing yya😀

  3. Wakakakaka kyumbul sekarang nyatanya uda kyurusan thor…kagan buncit lagii,kagak mbul lagi❤
    Ff nya bagus,aq sukaaa ❤
    Di tunggu ff nya yg lain thor…semagat🙂

  4. Aigoo, manis sekali uri kyuyoung…. Bikin envy,eegghhh….. Gemeeess aku, iyankz-ssi is the best dah pokokna mah…

  5. Hahaa perut kyu makin empuk aja stlah plang dinas
    Soo kyk.a udh jatuh cinta sama bantal.a tuh, tpi syang.a kyu cma mau dy yg jdi bantal.a soo
    Ditungu ff slanjt.a

  6. eaaa kyuhyun wkwkwk
    bner2 ketwa pas diakhir… harusnya romantiskn?? knp malah aku ktwa awww kyuhyun hahahaha

  7. kKkKk~ xD
    bantalny kyuppa,perutny dong berarti x)
    gk kebayang gimana kalo perut kyuppa bener2 buncit…andwee ayolah kyuppa olahraga,jangan sampe buncit,kan gk sehat itu ^^
    next..dtunggu kelanjutan MY CRAZY SISTERny eon kalo masih ada xD

  8. Ih kyu ini, sama bantal aja cemburu??
    Buatin oneshoot lainnya dong thor, tapi yng berhubungan dg ff ini 😁

  9. hua…. sweet bngt mreka… ciee cie.. kyuppa gk mau di duain sma bntal ckckck….
    soo unnie kyeopta…😀
    sequel dong??

  10. OMG..!!SO SWEET banget..hwaaaa…#joged2…semangat bikin ff yg kaya gini thor…!!(9^_^)9 kekkekeke~

  11. Adduhhh”…..
    Syoo, pasti lucu ekspresi.A pas bli bantal” itu😀
    Lagii, KyuuU… knapa seeh sllu bkin mood syoo jtuh bngun dg tingkah lakumu yg so perfecto’!! :-\

  12. Akhirnya ngepost jugaaa, hwaaa sweet bgt sih kyuyoung>< Eonni ff marrying crazy nya kpn mau dilanjut? Ditunggu ne hwaiting! Daebak eonn^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s