Give Me a Dongsaeng


Sooyoung

kyu

cho hyejin

Please for give me a Dongsaeng

Sooyoung Eomma

Kyuhyun Appa

Cho HyeJin

(Semua Author Pov tapi dari segi anak-anak seperti HyeJin^^)

====000===

HyeJin memilih duduk dekat Appa, bersama Appa, HyeJin akan senang dan tertawa seperti ini. HyeJin itu imut dengan lesung pipi yang tidak mencekung terlalu dalam namun saat tersenyum semua orang akan menganggapnya bayi imut yang terlalu manis. Tapi HyeJin bukan bayi, ia sudah anak-anak meski tingkahnya seperti kanak-kanak namun ia selalu berpikir bagaimana cara mengatasi kesepian ini setiap kali Appa pergi untuk bekerja lalu pulang malam. hyeJin sedih sekali melihat Eomma selalu sepi dan sendiri lalu dengan sabar menimang hyeJin penuh kasih sayang.

“Appa,” HyeJin memulai percakapan dengan wajah condong menghadap Appa. Dan laki-laki dewasa itu mendungkukan wajahnya lalu tersenyum seraya merapikan baju HyeJin.

“What Happen,” Appa tidak terlalu pandai berbahasa Inggris seperti Eomma, tapi kata-kata yang selalu keluar dari mulutnya selalu HyeJin nantikan sebagai bahan hiburan. HyeJin merapatkan bibir kecilnya lalu dengan mulut penuh dengan potongan apel segar ia bicara layaknya balita gembira pada umumnya.

“HeJin ingin adik baru,”

Seketika Eomma melintas membawa semangkuk sup panas-panas lalu meletakannya hati-hati tepat di hadapan Appa yang duduk bersebelahan dengan HyeJin.

“hm.” Eomma bergumam sebentar mata besarnya melirik Appa yang tersenyum kecil padanya.

“Bagaimana?” Dahi Eomma berkerut setelah Appa bertanya dengan nada memohon, Eomma tidak menjawab, ia hanya berkacak pinggang meninggalkan dua orang kesayangan di kursi sana. Wanita dewasa itu melanjutkan kembali kegiatan memasaknya.

HyeJin lebih memilih ikut menatap Eomma seperti yang Appa lakukan sekarang, dari cara Appa melihat Eomma itu aneh sekali, hati HyeJin bertanya-tanya, ‘apa yang Appa pikirkan’ lalu dengan tingkah menggemaskannya anak kecil itu turun dari kursi besar itu, berlari menyeruntul membuat Appa kaget lalu mengikuti arah berlari HyeJin.

“Sayang makan dulu,”

HyeJin bersemangat menarik-narik rok panjang yang Eomma kenakan. Motif bunga-bunga lili membuat mata HyeJin enggan menikmati corak sempurna baju Eommanya.

“Eomma,”

“hsst jangan ganggu Eomma, ayo lanjutkan makanmu,”

Tubuh HyeJin berjingkatan setelah Appa menggendongnya, sekuat apapun HyeJin melawan tetap saja tenaga Appa akan lebih kuat. HyeJin memberontak… ia tidak marah, justru tertawa saat Appa kualahan membawa tubuhnya yang makin berat.

HyeJin kembali berlari setelah Appa menurunkannya membuatnya prustasi. HyeJin memeluk kaki panjang Eomma,rasanya nyaman sekali bisa bergelayut diantara kaki indah itu. HyeJin tidak akan mau melepaskannya membuat Eomma mendungkuk lalu dengan perlahan menyapu bibir HyeJin dengan ciuman selamat pagi.

“Hari ini ada PR tidak?” HyeJin tidak menjawabnya, Eomma mulai lelah lalu mengangkat tubuh HyeJin dengan satu hentakan membuat HyeJin terayun terbang dan lagi-lagi balita itu tertawa, senang rasanya berkumpul dengan orang-orang besar yang sudah dewasa. Kelak HyeJin juga ingin menjadi orang dewasa. Itu pasti.

“Eomma ayo buatkan adik untuk HeJin,” HyeJin mengadu lagi setelah Eomma berhasil membawanya duduk lalu bersanding dengan Appa yang sudah setengah jalan mencecap makanan-makanan yang Eomma buat tadi. Sepertinya daging cincang itu enak sekali meski terlihat merah dengan lumuran bumbu-bumbu menggiurkan membuat HyeJin hampir meneteskan liurnya. Tapi sayang kata Eomma masakan itu pedas, HyeJin terpaksa makan bubur lagi. Benarkan, jadi balita itu tidak enak, tidak bisa makan enak seperti Appa.

Glek’

HyeJin meneguk salivanya menatap lekat Appa yang meneguk satu tuang kopi hangat berwarna coklat, diatasnya masih banyak gepulan asap, bukankah Appa hebat, ia bisa meneguk minuman panas tanpa rasa sakit dilidahnya. Hati HyeJin berseru menyemangati Appa yang menyantap sarapannya dengan semangat. Pasti karena Eomma yang membuatnya. Bukankah Appa tidak suka makanan restorant, Appa lebih suka masakan rumahan terutama masakan buatan Eomma.

“Shim Yumi anak Changmin Ajhusi juga akan punya adik baru, jadi kapan HeJin seperti itu?”

“Eh, benarkah Eomma baru tahu,” Eomma menatap HyeJin seperti ingin mencari informasi lebih banyak dari anaknya.

“Ya, Victoria sedang hamil 4 bulan, sayang,”

HyeJin mengedikan bahunya, syukurlah Appa dengan cepat menjawab pertanyaan Eomma, HyeJin tidak perlu pusing-pusing menjelaskan, sebenarnya HyeJin juga tidak mengerti bagaimana seorang anak dikatakan memiliki adik baru karena Eommanya sedang hamil. Yang HyeJin tahu perut Victoria gomo besar dan itu berarti ia sedang hamil, rasa-rasanya HyeJin juga menginginkan perut Sooyoung Eomma yang besar seperti Victoria gomo.

“Eomma juga harus hamil,” HyeJin berseru semangat sekali.

“uhuk,” Eomma batuk tersedak-sedak membuat HyeJin merasa bersedih.

“Minumlah,” Appa menyodorkan segelas air putih dingin untuk Eomma, lalu dengan gerakan ceapat Eomma meneguknya, batuk-batuk itu hilang. Hah… melegakan sekali melihat Eomma kembali normal seperti biasa.

“Mian,”

CUP’

Eomma tidak marah pada HyeJin, ia justru kembali menciumnya dengan lembut. Pipi HyeJin memang menarik, selalu saja menjadi tempat kecupan bibir-bibir orang dewasa. Tapi Hyejin senang bisa di cium setiap hari oleh Eomma dan Appa.

“Appa tidak keberatan jika HyeJin ingin adik baru…” Wajah Appa berbinar seperti sedang menertawakan wajah Eomma, disetiap sisi pipi Eomma memerah… membuatnya terlihat luar biasa cantik di mata HyeJin. Ya… cantik kan? Eomma cantik seperti HyeJin yang imut, pantas saja Appa menyukainya.

“Jinjayo.?”

Appa mengangguk sambil tertawa kecil, mata miliknya mengering ke arah Eomma. HyeJin tidak tahu maksud kerlingan Appa, tapi itu lucu sekali… membuat Eomma jadi makin merundukan wajahnya. HyeJin menyentuh dua pipi miliknya dengan dua telapak kecil itu lalu mengusap-usap rasa panas yang tiba-tiba saja menjalar. Melihat Eomma yang malu kenapa membuat HyeJin ikut malu. Sungguh HyeJin tidak tahu…

“Kalau Eomma setuju, adik baru untukmu pasti akan hadir,”

“Jinjayo…”

HyeJin memukul-mukul mejanya dengan gebrakan yang kurang bertenaga. Anak kecil kan tidak punya tenaga super seperti Appa. Ia tertawa disepanjang gebrakannya. Hanya ada satu anak kecil yang gaduh, membuat suasana rumah menjadi ramai.

“Itu semua bergantung Eomma, jika Eomma menolak, Appa tidak bisa berbuat apa-apa,”

Binar wajah HyeJin yang semula cerah langsung mendung seketika setelah Appa yang memasang wajah bersalah padanya, membuat bibir anak kecil itu merenggut semua bayangan-bayangan menyenangkan dari otak HyeJin terkikis langsung sirna begitu saja.

“Wae Eomma, kau harus mau..”

Wajah Appa berpaling, ia terkikik sendiri diseberang sana.

“Kenapa Eomma harus mau?”

Sooyoung Eomma langsung protes lalu memandang Appa dengan tatapan penuh curiga. HyeJin tidak ambil pusing, yang ia tahu membela Appa adalah suatu kebenaran.

“Jebal…”

“Jebal..” Suara berat Appa mengikuti suara kecil HyeJin… Nyaring dan berat, bersahut-sahutan satu sama lain.

Pusing. Eomma menggelengkan wajahnya melihat tingkah dua orang itu seperti hanya ia saja manusia yang tersudutkan.

“Baiklah… Eomma mau,” Eomma mengangkat dagunya, menopangnya dengan satu tangan menggenggam membuat satu benda melingkar di jari manisnya tampak berkilat. Cincin itu tampak indah dengan warna mengkilat seperti itu, bukan hanya Eomma, Appa juga selalu memakainya. HyeJin juga pernah memakai cincin tapi rasa gatal membuatnya tak nyaman, ia heran kenapa Appa dan Eomma selalu betah memakai benda gatal seperti itu, apa karena bentuk dan warna nya yang indah, entahlah… yang jelas benda melingkar itu tidak pernah lepas dari jemari mereka.

‘Prok..prok..prokk..’

HyeJin ikut bertepuk tangan, entah untuk apa, rasanya menyenangkan melihat Appa yang sangat gembira.

“Bravo, sayang.”

Demi Tuhan, Appa semangat sekali.

“Baiklah, kita bicarakan ini nanti ya, saatnya sekolah,”

Eomma tampak mengalihkan pembicaraan lalu mengaitkan tas kecil milik HyeJin. Eomma juga mengambil tas kerja milik Appa, lalu merapikan sedikit dasi Appa yang sedikit berantakan.

“Gomawo sayang,” HyeJin cepat-cepat menutup matanya dengan dua tangan mungilnya. Halmoni dan Haraboji sudah mewanti-wantinya, anak kecil tidak boleh tahu urusan orang dewasa, dan berciuman bibir seperti yang dilakukan Appa dan Eomma adalah urusan orang dewasa.

“Saatnya berangkat,” Appa berseru semangat membuat rongga dada HyeJin naik turun, kaget.. anak kecil itu berjingkat merangkul Eomma. Eomma tertawa melihatnya kemudian mengelus kepala HyeJin lalu mengantar sampai gerbang.

“Hati-hati ya,”

Eomma melambaikan tangan, sebelum mobil yang Appa kendarai meluncur. Alih-alih menstater mobilnya Appa justru membuka penuh kaca mobil miliknya.

“Awas kau, kau harus menepati janjimu..”

Eomma masih berdiri disana kemudian mengembungkan pipinya melihat sikap kekanakan Appa, lalu Appa bertanya lagi.

“Siap tidak nyonya?”

Eomma menggaruk tengkuknya kemudian wajahnya masuk, melongok ke dalam lalu berbisik pelan ditelinga Appa.

“Ku nantikan kau malam ini,” Eomma berbisik pelan sekali sampai-sampai HyeJin tidak tahu apa yang Eomma bicarakan.

“ HyeJin sayang belajar yang rajin ya, jangan nakal disana..” HyeJin terbangun dari lamunannya memikirkan bagaimana dia menimang adik kecilnya nanti. Suara Eomma benar-benar membuyarkannya.

“nde, Eomma anyeong,”

==00==

“Jadi perut Eomma akan besar seperti Victoria gomo,”

Appa menghentikan aktivitas bersiulnya disepanjang perjalanan, bahkan bibir Appa tidak berhenti untuk terus tersenyum. Appa tidak ingat jika HyeJin mudah terpancing rasa penasaran. Appa berdeham sekali menjejerkan tubuh agar lebih tegap saat mengemudi.

“hm,” Hati-hati Appa menjawab, rasanya takut juga menjawab pertanyaan HyeJin jika Appa salah bicara nanti bagaimana.

“HeJin pernah menyentuh perut Gomo,”

“Benarkah?”

“Iya,” HyeJin berteriak ceria membuat Appa mendesah prustasi.

“Lalu Gomo kesakitan.”

“Kau pasti memukul perutnya, kau jangan nakal ya,”

“Tidak, HeJin kan hanya penasaran saja,”

Benar kan? Anak itu pasti sudah memukulnya. Kening Appa berkerut-kerut dalam hati ia berdoa semoga anak ini tidak bicara macam-macam lagi.

“Appa,”

“hm,”

“Apa perut Eomma juga akan ada adik bayi,?”

Dahi Appa menyernyit. Appa memilih diam untuk waktu yang lama. Tidak mau HyeJin bertanya lagi, Appa menyuruh HyeJin membaca ulang pelajaran menghitungnya.

“Baiklah,” kata HyeJin kemudian menutup bukunya lagi karena jenuh mengulang-ulang pelajaran itu. Di taman kanak-kanak HyeJin lebih suka bernyanyi, menjahili teman-temannya ketimbang menghafal angka-angka yang masih sukar untuk HyeJin ingat.

“Kenapa Appa yakin kalau Eomma akan hamil,”

“eum, bagaimana kalau pulang sekolah kita jalan-jalan,” Appa berjuang keras untuk terus mengalihkan arah pembicaraan HyeJin yang kurang tepat. Bagaimana mungkin jalan raya bisa semacet ini, membuat Appa harus terkurung di dalam pertanyaan-pertanyaan menjebak seperti ini.

“HeJin ingin menginap di rumah halmoni. Bagaimana kalau kita kesana.”

Ucapan HyeJin yang terceletuk membuat Appa menoleh, bibir Appa tersenyum lagi.

“Wah… mungkin adikmu akan cepat hadir jika kau terus dirumah halmoni..”

Raut HyeJin memandang lamat-lamat wajah Appa.

“ Jinja? Appa pasti akan melakukan sesuatu pada Eomma ,..”

“Tidak,” Appa membela dirinya merasa terkepung atas ucapan HyeJin.

“Lalu bagaimana cara adikku berada di perut Eomma…”

Appa membuka satu kancing bajunya, udaranya mendadak panas, Appa tidak bisa bernafas lagi. Appa mengibaskan satu tangannya.

“HeJin tidak mau Appa menyakiti Eomma…”

Huh, Appa mendongakan wajahnya lalu memiringkannya. “Oo..o.”

FINN

88 thoughts on “Give Me a Dongsaeng

  1. Yaampun hyejin polos bgt ihh ngebayanginya pasti lucu bgt hyejin hehe

    AS dong thor pas syoo eonninya udh hamil kalo engga pas anaknya udh lahir hehehe:3

  2. Kyu pasti puyeng sepanjang jalan dengan rentetan pertanyaan si lugu hyejin…
    Polosnya keterlaluan

  3. Anaknya kyuyoung bawel banget sih! Hwkwkwk😀
    happy family!
    Manis bgt keluarga kyuyoung satu ini!🙂

  4. Annyeong..!
    Aigoo uri hyejin noumu kyoptta… Gemezzzz deh, sumpah ini keren krna aku sebagai readers, dngn hyejin pov, aku berimajenasi dlm sudut pandang anak2 menghadapi dunia orang dewasa, dan itu sngat menggemaskan, suka..suka..suka., chomelnye…uri hyejin, tapi iyank-ssi ini butuh sequel, kyk series gitu atau apa lah, kan di sini hyejin dah minta dongsaeng, nah next hyejin sdng mnanti dongsaeng lahir dr oumma soo, n appa kyu, dibuat sedikit repot saat oumma soo lgi hamil, mulai dari morningsick, ngidam, mpe proses melahirkan, kyknya seru tuh, ok gomawo ya iyank-ssi dah buat ff yg chomel sangat, suka..suka..suka..

  5. Penasaran…
    Hyejin banyak tanya..
    Kyuppa jadi bingung jawabnya..
    Tapi kyuppa bisa alih kan pertanyaan hyejin…
    Kyuppa apa yg kau rencana kan?
    Penasaran…

  6. Omooo klo ngbayanginnya rasnya mnisss bangetr..
    Mpe senyum2 ndiri..
    Kyaaaa ar kelanjutanny lgi dong thoorr…
    Rasany blum puas klo hyejin blm pnya adk

  7. Puahhahahaaa,,, kyu mati kutu dihadapan anaknya ndiri… kkk, hebat kamu hyejiiinn ^^
    Nice thor, next ff akan selalu ditunggu😀

  8. Masih agak bingung sih waktu bacanya,soalnya belum terbiasa.cute banget ini ceritanya..bikinin sequel dong?

  9. masih drable y??
    it’s okay yg penting lebih panjang.,
    itu kyuppa terakhir kenapa jadi gitu???

  10. wwwkkwk kocak,nggak bisa byngin klo punya anak ataupun adek kya hyejin hhaha
    next ff ditunggu ^^

  11. Bahasa anak kecil bgt… Dan ko gokil yh -_-
    Hyejin… Kasian appamu, gk bisa ngomong😀
    sequel🙂

  12. Lucu bangettt. Suka povnyq disini beda sama yg lain hihi. Fighting thor! Ditunggu ff kyuyoung lainnyaaaa

  13. Wkwkwk hyejinnya lucu.. kritis banget masalah gituan plus kepo bget… wkwk appanya ampe mesem2 gitu.. daebakk thorr..

  14. aaaa.. Kyyut banget Hyejinnya. ga kebayanh kalo beneran /? . Ini anak kayanya kepo dan gamau diem ya? Kasian sampe Kyu ga bisa jawab gitu. Kalo akhirnya gini sih pasti ada Sequelnya dong thor? kkk~ ditunggu

  15. wahh hyejin jgn nanya trus caranya bkin adek bayi appa kyuhyun udh kpanasan tuh…
    sequel donk pas lgi bkin baby nya yadongmodeon

  16. Hyejin cantiiikkk kamu belum saatnya tahu lebih rinci ckck haha kyu sampe speechless mau jawab apa tuh haha dasar setan kecil😛

  17. ahahahaha faakkkk abissssss ihhh kyuhyun pervert. susah ya punya anak kepoan kaya hyejin asdjfjbrxrkqp i need as pas merka bikin adek buat hyejin nih thor hohoho *reader yadong wkwk

  18. si hyejin imut banget sih.. udah gitu rasa penasarannya tinggi juga sampek ² appa & eommanya kewalahan..

  19. hahhahahaha ngakak bgt sama kelakuannya kyu,soo dikroyok sama suami n anaknya buat punya adik..
    kyu tuh yaaah dia kan diem aja pas anaknya nanya” eh pas anaknya bilang dia mau nginep di rumah halmoninya malah jwabnya gitu hahahah😀

  20. Soo malu² tapi mau iih. Kyu’y mendadak semangat gitu.. haha
    ckck anak’y Kyu emg mirip appa’y ya. pngen tau, cerewet’y kagak ketulungan, nggemesin pula🙂
    suka bgt ama cerita’y thor.. manis! berharap ada sequel’y siiihh. keep writing!🙂

  21. Yang jdi Hyejin imut bngt, kyu gk bsa jwb pertnyaan ank.a sndri hahawkk
    Soo terpojok tuh sma kyu dn hyejin
    Kyu kyk.a sng bngt hyejin nginep di rmh halmoni.a, dy jdi bsa lbh leluasa dh

  22. Yaampun hyejin pengen tau segala hal deh ckckc. Sequel lg dong eonni, buatin syoo hamil lagi dan mau tau jg gmna reaksinya hyejin nnti klo bneran punya dongsaeng yayayya^^ Ditunggu ne hwaiting! :^)

  23. liat hyejin ngegemesin deh, lucu nanya2 melulu…
    kyu jadi kewalahan buat jawab pertanyaannya hyejin…
    apakah ini ada sequelnya? pgen tau reaksi hyejin klo syooo beneran hamil hehehe😉

  24. Ada lanjutannya kan??
    Ff nya seru, aku suka..
    Anak sama bapak sama ajj,,,
    Ditunggu ya, lanjutannya..

  25. Hyejin ngga bleh tahu caranya ya.. ckup nntikan aja dongsaengnya.. keke.
    ceritanya manis. Jd…. sequel ya? Ya? Ya?

  26. aiggggoooo….
    ak yakin sifat bawel hyejin brasal dr kyu…

    ya elah n anak. kebelet bgt pengen punya adek ya kkkk…
    kyuyoung smpai salting ndiri ggra anakny…
    ingat hyejin. punya adek it gk enak😦

  27. Kluarga yg Harmonis dan Anak yg kritis ㅋㅋㅋ😀
    End.a gantung dan ini POV.a dri sdut pandang siapa..???!! Author/Hyejin..??! *KrangJlas

  28. Jiiaaahhh tengah malem gini disuguhi cerita comedy tuh rasanya sakit perut, kram di pipi. And then i liked. Hehehe
    Suka banget thor wah bener2 deh saya acungin ke lima jempol saya, hehehe..
    Keren lahh dari bahasa bagus dan tak terlalu rumit dan cerita dengan alur yg sederhana tapi feelnya kena banget ke perut. Hahaha
    Pasti adakan lanjutannya thorr ya kan ya kan? Ditunggu loh. ^^

  29. Malam ini Kyuyoung harus bkerja keras utk memenuhi prmintaan Hyejin. Apkah akan brhasil?

    Ditunggu lanjutanya, semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s