[FF SooWon] Married Again (Part 8)


ma

Tittle : Married Again (Part 8)

Cast : Sooyoung

Siwon

Taeyeon

Yuri

Changmin

Kyuhyun etc

Genre : Romance

Rating : G

Lenght : Serries

Happy Read

 ==================

Supermarket itu begitu padat oleh lalu lalang manusia, Sooyoung tidak bisa menutupi rasa bahagianya, dengan tangan yang di genggam oleh Siwon seakan tidak mau terlepas. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain dekat dengan suaminya.

“Sooyoung-ah, bagaimana dengan baju ini? Aku akan membelikannya untukmu,” semula Sooyoung hanya diam saja, perempuan itu tidak bisa banyak bicara untuk merespon, yang terpenting Siwon sudah ada di sisinya sekarang, itu sudah jauh dari kata baik. Lalu mata miliknya menatap pakaian yang Siwon pamerkan padanya, Lingeri malam yang tipis dengan bahan sutra yang lembut. Tipis kain itu merayap membuat Sooyoung tidak bisa berkata-kata. Pipi perempuan itu merona tanpa ia sadari.

“Oppa yang benar saja?” Sooyoung tidak bisa menutupi perasaannya, rasa malu bercampur bahagia menghinggapi hatinya.

“selain gaun malam aku juga akan membeli banyak pakaian sebagai keperluanmu mengajarmu nanti,” Sooyoung merasa tidak enak hati, bahkan di rumah Ibunya pakaian Sooyoung hampir berpuluh koleksi berjejer dan bertumpukan di lemari, tapi ia tidak mungkin serta merta mengambilnya, jika ia nekat pulang ke rumah orangtuanya ia akan kembali berpisah dengan Siwon, rasa hampa dan menyakitkan akan kembali mendera hatinya, wajahnya menggeleng. ‘aku tidak mau kehilangan kau lagi,’

“Tapi Oppa, apa ini tidak berlebihan? Kau membelinya terlalu banyak,”

Siwon tersenyum dengan percaya diri pria itu mengecup tangan perempuan yang ia genggam membuat Sooyoung mengerjap kaget.

“apa yang kau lakukan?”

Siwon tersenyum lalu mengacak rambut Sooyoung. “Tidak perlu malu, kau kan istriku,” Siwon merasa ada atmosfer yang berbeda, Sooyoung yang dulu sangat energik kini mendadak berubah, perempuan itu terlihat lebih pendiam dan mudah menerima tanggapannya tanpa adanya protes seperti yang biasa ia lakukan saat awal pernikahan mereka dulu.

===

“Bagaimana dengan murid-muridmu?”

Siwon menyeruput Lemon teanya perlahan sambil memperhatikan Sooyoung yang makan sedikit lahap, mereka terlalu lama berputar-putar di sepanjang mall membuat kaki mereka letih dan sangat kaku. Siwon sadar ia tidak boleh membiarkan perempuan itu kelelahan, lalu Cafe mini yang tersedia di sana cukup menarik minat mereka untuk bersantap.

“ada murid baru yang sangat lucu,” komentar Sooyoung. Meski Siwon tidak terlalu tertarik perihal pekerjaan Sooyoung tapi setidaknya pria itu bisa sedikit memberikan perhatiannya. Perempuan itu sedikit mendesah karena Siwon tidak lagi mengajukan pertanyaan lain menyangkut pekerjaannya. Mungkin jika dia seorang wanita karier akan lebih menarik perhatiannya.

“Setelah ini, apa ada lagi yang ingin kau beli?”

Sooyoung merengut, bagaimana caranya membuat pria itu menyanjungnya tentang sebuah pekerjaan? Apa menjadi pengajar hanya sebuah pekerjaan kecil yang di pandang sebelah mata.

“Tidak ada,” Siwon tidak menyadari ada perubahan ekspresi di wajah Sooyoung. Lelaki itu justru tersenyum lalu memanggil pelayan Cafe tersebut lalu membayar bon yang di sediakan.

“Baiklah sayang, aku juga sangat lelah… bagaimana jika kita pulang,”

====

Sepanjang perjalanan menuju rumahnya Sooyoung merenung, kenapa ia bisa seperti ini. Moody nya tiba-tiba berubah buruk sejak tadi Siwon terus sibuk dengan panggilan-panggilan selulernya menyampaikan penjelasan panjang lebar pada penelfon-penelfon itu. Sooyoung yakin mereka semua adalah kariawannya.

“Apa? mereka menginginkan kantorku sebagai tempat pembuatan iklan? Baiklah kita bisa bicarakan ini nanti,” lalu sedetik kemudian mata Sooyoung menyernyit melihat wajah Siwon yang memandangnya penuh keraguan.

“Yuri yang akan menjadi modelnya?”

Dada Sooyoung sesak luar biasa, nama perempuan yang di sebutkan Siwon begitu melukai perasaannya. Kenapa perempuan itu masih saja membayang-bayangi suaminya. Bagaimana jika nanti Siwon meninggalkannya nanti. Meskipun Siwon terkesan menutupi rasa terkejutnya ia tidak bisa memungkiri jika ada perempuan yang sejak tadi gelisah. Siwon yakin Sooyoung sedang bergulat dengan perasaannya. Pria itu tidak tahu karena posisi wajah Sooyoung menatap tenang kearah jalan tapi sungguh Sooyoung sudah menangis tak tertahankan. Siwon berdeham setelah memutuskan sambungan ponselnya.

“Kau baik-baik saja?”

Sooyoung diam saja, perempuan itu menahan diri untuk tidak bersuara jika nanti akhirnya perdebatan yang akan muncul.

“Sooyoung-ah…”

“Aku lelah dan ingin tidur,”

Siwon menyesal mungkin tidak seharusnya meladeni urusan kantor jika sedang bersama perempuan di sampingnya.

“Maaf ya..” Lirihnya yang tentu saja bisa Sooyoung dengar karena ia tidak benar-benar tidur untuk mengalihkan rasa kesalnya. Lalu pria itu tetap melanjutkan kemudinya meneratas jalan dengan cepat.

===

Siwon tidak bisa lagi untuk mehan agar tetap mendiamkan Sooyoung. Perempuan itu terlalu diam sampai-sampai mengabaikannya. Sudah beberapa kali ia menawarkan makan malam padanya tapi Sooyoung tidak menolak tidak juga menerimanya. Ia lebih memilih mengurung diri di kamarnya dengan selimut tebal yang hampir menutup seluruh permukaan tubuhnya.

“Ku mohon, beritahu aku agar kau bisa memaafkanku lebih cepat.”

Pendengaran Sooyoung nyaris bosan mendengar Siwon yang merajuk meminta permintaan maaf darinya sampai akhirnya perempuan itu memutuskan untuk beranjak lalu terduduk menatap Siwon lekat-lekat seolah terus menyalahkannya.

“Bahkan sampai saat ini, kau belum pernah menjelaskan padaku,” air mata Sooyoung mengenang hampir tumpah, ia berusaha menahannya agar tidak terjun begitu saja, tapi tidak bisa… kekesalan Sooyoung tidak bisa di bohongi sampai akhirnya ia menangis.

“Apa hubunganmu dengan Yuri? Jika memang dia kekasihmu kenapa justru kau meninggalkannya lalu menikah denganku,” Sooyoung menutup mulutnya dengan isakan menyedihkan. Siwon melihatnya lalu mendekat berusaha memeluknya namun Sooyoung menolak. Perempuan itu ingin tahu sebuah kepastian dan keputusan yang jelas.

“lalu setelah kau menikahiku kau kembali kepada perempuan itu,” ada sedikit senyum getir dalam tangisnya. “dan.. kalian menikah?” Sooyoung sebenarnya tidak ingin melanjutkan kata-katanya. Ia merasa tidak sanggup melihat Siwon yang menatapnya dengan iba.

“Sooyoung-ah, kumohon jangan teruskan,”

“dan sekarang kau mencariku, apa karena kau sudah bosan padanya?”

Siwon menekan amarahnya, tidak!.. ia merasa akan memperburuk masalah jika marah lalu membuat suasana penuh kenangan bersama Sooyoung akan hancur kembali.

“Ku mohon, jangan bicara lagi,” Sooyoung menurut tapi entah mengapa tangisnya tidak bisa berhenti.

“aku akan menceritakannya, tapi ku mohon… setelah mendengar semua kau tidak akan meninggalkanku lagi.”

Sooyoung mendesis, kenapa justru tawaran itu yang keluar dari mulut Siwon. Mungkin saja cerita Siwon akan sangat menyakitkan dan merugikannya, lalu kenapa pria itu menyuruhnya untuk tetap bertahan bersamanya.

“Katakan,”

“Tidak, sebelum kau berjanji padaku,”

Sooyoung menyeka air matanya, sekuat hati agar tidak lagi terjadi perdebatan ini. “Kenapa? Untuk apa aku harus berjanji padamu?”

“Karena aku mencintaimu,”

Pernafasan Sooyoung tercekat, kerongkongannya terasa kering tanpa aliran air. Ia memejamkan matanya. Benarkah Siwon mencintainya? Lalu bagaimana cara laki-laki itu membuktikan semua ucapannya sedangkan ia tidak pernah menyukai sebuah pengakuan cinta, ia lebih peduli jika Siwon memberinya cinta sepenuh perasaannya tanpa kejelasan kata-kata, pembuktian lebih penting dari segalanya.

“Aku sungguh menyayangimu istriku,” Siwon memeluk tubuh Sooyoung yang kali ini berakhir tanpa penolakan, tubuh Sooyoung sudah sangat letih. Ia hanya bisa diam mendengar semua berharap masalah pernikahan mereka menyisakan kejelasan.

“Yuri dan aku-“ Siwon menghela nafas sambil tangannya membelai rambut Sooyoung. “Kami memang sepasang kekasih,”

Lalu hati Sooyoung meledak penuh rasa kecewa, tentu saja dia tidak bisa menerimanya, Sooyoung juga mencintai pria itu, tapi bisakah Siwon tidak lagi menyakiti hatinya. Menetapkan pilihan hatinya dengan tepat tanpa ada keraguan lagi. Siwon melepaskan pelukannya.

“Aku serius dengan perasaanku padanya,” mata Sooyoung nyalang menatap Siwon. Bisa-bisanya dia mengatakannya seolah tanpa beban. “Bahkan berkali-kali aku terus mengajaknya menikah, terlebih karier dan usiaku yang sudah cukup.” Siwon yakin ucapan dan kata-kata miliknya adalah hal paling menyakitkan bagi perempuan manapun yang mendengarnya. Ia menatap Sooyoung hati-hati. Berat hati mengatakan itu semua tapi ia ingin Sooyoung tau jika dia mengatakan ini untuk kebaikan dan kejelasan masa depan bersama Sooyoung.

Siwon menarik tubuh Sooyoung yang rapuh untuk ia dekap, meyakinkan perempuan itu bahwa semua akan baik-baik saja setelah kata-katanya selesai untuk di perjelas.

“Yuri tidak pernah mau memikirkan sebuah pernikahan, dia lebih mementingan kariernya yang cemerlang sebagai artis, gadis itu takut kehilangan popularitasnya, dan kenyataan itu membuatku hancur,” Siwon mengenduskan nafasnya lalu mengecup dahi Sooyoung sesaat.

“Sampai akhirnya orangtua ku memberiku somasi, dia menginginkan ku untuk cepat menikah juga agar tidak merusak karierku di perusahaan,” Sooyoung masih mendengarnya, bibirnya hampir bergetar lagi sebelum akhirnya ia menggigitnya agar kuat lalu bertahan dalam rengkuhan pria itu.

“dan dia memperkenalkan mu sebagai satu-satunya calon untukku, hal itu tidak bisa ku terima karena aku masih memikirkan Yuri dan ingin mempertahankannya,” Rasanya Sooyoung ingin mendorong tubuh Siwon yang terus memeluknya lalu ia pergi jauh karena tidak sanggup mendengar kata-katanya lagi.

“lalu Ibuku memberiku fotomu, saat itu aku terkejut melihat penampilanmu yang begitu mencolok,” Siwon tersenyum mengenangnya, mengenang betapa fresh dan lucunya Sooyoung di foto itu. Gadis ceria yang sangat menakjubkan. Siwon bahkan terus tersenyum meski ia belum sepenuhnya tau seperti apa watak Sooyoung yang sebenarnya.

“Kau gadis cantik yang sangat ceria,” Siwon menatap wajah Sooyoung sebentar dan menyeka sedikit air mata yang masih membekas di sana. “Kenapa kau berpenampilan begitu mirip dengan Yuri, Sooyoung-ah?”

Lalu dengan sangat menyesal Siwon mengatakannya. “Begitu tau kau adalah fans berat Yuri, itu membuatku semakin tertarik lalu aku menerima perjodohan kita begitu saja,”

Siwon tidak ingin melanjutkan kalimatnya melihat Sooyoung yang kembali meneteskan air matanya. Bahkan pria itu tidak bisa mengatakan maaf untuk kesekian kalinya, pasti perempuan itu luar biasa marah padanya.

“ya, aku fasnya… Oppa. Aku bahkan menyukai Yuri lebih dari apapun, meskipun aku seorang perempuan,”

Lalu Siwon terkejut melihat wajah Sooyoung yang menyesap di dadanya. Kulit tubuh Siwon basah oleh air mata perempuan itu. Seperti cambuk yang memecutnya perempuan itu nyaris mati, “Jadi? Cintamu untukku juga karena Yuri?”

TBC   

Masih adakah yang ingat ff ini? RCL  kalo pengen berlanjut ya… ^^

20 thoughts on “[FF SooWon] Married Again (Part 8)

  1. Pingback: Library FF | iyankz ffection ^^

  2. Akhirnyaaaaaaaaaaa..FF ini di lanjut juga..kirain dibiarin gantung..hehhehehe..kudu update secepetnya nih..jangan biarkan kami bergalau ria gara2 FF inih..

  3. Ya ampun… lama banget nunggu ff ini..😦 tapi pas di lanjut kok kependekan.. jadi gak puas bacanya..

    nextnya cepet dan di panjangin yah thor .. ^^

  4. langsung baca chap ini jadi g ngerti jalan ceritanya…biarpun lebih suka kyuyoung, tapi ceritanya tetep bagus kok, tapi yang kebayang malah muka kyu…maaf

  5. Akhirnya,, muncul juga kelanjutannya,, next chapter jgn lama2 ya thor dan klu bisa ceritanya agak panjang soalnya yg ini ceritanya pendek, hehehehe

  6. Chinguuuu makasiihhh buanget.
    aku ngga bisa ngomong pokoknya seeeneeenggg banget sampe treak treak waktu liat ada part 8. Sumpah aku seneng banget. Makasih yaaa sekali lagi harus tetep dilanjut ini ya ya ya yaa. Aku seneng ditiap partnya selalu ada konflik yg nunggu buat diselesaiin…
    pokoknya lanjut ngga boleh berhenti sampe sini 🙂🙂🙂🙂🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s