a Letter


LETTER

 

“Eomma…” Suara anak kecil itu melemah, membuat pandangan wanita itu terjun lalu menutup buku bacaannya sebentar, ia melirik anak kecil itu sambil tersenyum. Dengan mulut yang tidak terkatup mulut mungil itu tampak menggemaskan. Sooyoung mencoba mengecupnya perlahan dan gerakan bibirnya yang lambat benar-benar tidak membangunkan HyeJin yang terlelap sejak mulutnya menguap lalu menggumam kecil memanggilnya ‘Eomma,’ meninggalkan jejak mata bulat HyeJin untuk terlelap. Ternyata buku Dongeng fabel baru yang Kyuhyun berikan nyatanya memang sukses membuat anak kecil itu terlelap lebih cepat dari biasanya.

“Selamat tidur sayang,” dan wanita itu beranjak, meninggalkan anak gadisnya yang masih terlalu dini dalam keheningan cahaya yang remang.

“Dia sudah tidur? Baru saja aku ingin menyusul kalian,”

Sooyoung mengedikan bahunya tampak tidak peduli, sekalipun Kyuhyun akan menyusulnya memang apa yang bisa pria itu lakukan, Kyuhyun hanya akan mengganggu kenyamanan tidur putrinya saja dengan dua tangan miliknya yang usil dengan nada gemas menggelitik atau bahkan menggigiti tubuh kecil HyeJin tanpa ampun. Sooyoung tidak peduli lagi, wanita itu tetap melangkah jauh meski Kyuhyun memanggilnya, untuk sekedar menonton televisi bersama, seperti yang ia lakukan di ruang tengah apartementnya.

“Sayang kau tidak mau melihatnya, malam ini acara Gayo Daejun, banyak sekali artis-artis yang kau idolakan berdatangan, ayolah…!” Mata Kyuhyun menerawang cemas masih memperhatikan langkah Sooyoung yang menghindarinya, tepat sejak saat Kyuhyun pulang dari kantornya lalu melangkahkan kaki di Apartementnya wajah Sooyoung tampak mendung tidak seperti biasanya. Kyuhyun mengenduskan nafasnya yang mulai tidak teratur, pria itu bahkan tidak pernah berminat menonton acara musik seperti itu. Pria itu hanya berusaha mengalihkan perhatian dengan berpura-pura menyukai kegilaan hoby istrinya dan menyaksikan pertunjukan musik adalah salah satu kegemaran Sooyoung.

“Apa dia sakit? Ada apa dengannya?” Kyuhyun kecewa setengah mati, membosankan melihat acara-acara televisi sekarang, lalu ia mencoba mengganti acara televisi itu dari satu chanel ke chanel yang lain berharap ada satu saja acara favorit yang bisa diperhitungkan untuk menemani malamnya. Namun di luar harapan tetap saja matanya seolah protes menyatakan jika itu tidak menarik sama sekali. Hatinya semakin hancur dan kebosanan itu semakin menghantamnya bertubi-tubi ketika tidak ada canda tawa bersama istrinya lagi, seperti malam ini. Begitu kelabu, dingin, sepi dan Kyuhyun benci suasana seperti sekarang.

Kyuhyun harus mencari tau, pria itu memutuskan untuk mematikan televisi itu lalu bergegas ke kamarnya lalu menemukan Sooyoung yang ia yakin belum tertidur, namun benak pria itu terasa sangat dikecewakan begitu melihat posisi tidur Sooyoung yang membelakanginya. Kyuhyun mengurut pelipisnya yang terasa berat.

“Kau sudah mengantuk ya?” Lalu tangannya bergerak menyentuh kening istrinya, dan Kyuhyun tidak pernah mau merasakan suhu yang tidak sehat dari sana, dan ia bernafas lega ketika merasakan tubuh Sooyoung yang normal, tidak demam sama sekali.

“Apa kau tidak enak badan? Biar ku buatkan bubur dan teh hangat untukmu,”

Sooyoung menggeleng lalu melepas tangan Kyuhyun yang menyentuhnya hati-hati. Tidak ada jawaban, tanpa senyuman, dan penolakan itu semakin jelas dari Sooyoung yang justru menarik selimut bahkan sampai menutupi wajah miliknya. Kyuhyun menarik nafasnya sedalam yang ia bisa, berusaha untuk tidak terpancing lalu menimbulkan perdebatan yang sangat ia hindari bersama Sooyoung.

“Kau kenapa?” Tanya pria itu yang berhasil masuk bersama selimut istrinya di dalam sana lalu mengecupi punggungnya sesuai nalurinya, sungguh ia tidak menyukai cara diam Sooyoung yang membuatnya terluka. Sooyoung bisa merasakan tubuhnya yang mengejang karena reaksi yang ditimbulkan dari sentuhan Kyuhyun membuatnya kaget. Wanita itu bergidik tidak mau ikut hanyut oleh cara Kyuhyun yang begitu lembut.

“aku tidak apa-apa,” setidaknya Kyuhyun berhasil membuat wanitanya bersuara meski tampak kental nada marah dari ucapannya. Dan Sooyoung membuang selimutnya begitu saja dengan tubuh terduduk tegap menghadap Kyuhyun yang memandangnya penuh pertanyaan.

“Kalau begitu kenapa kau seperti ini?”

Sooyoung hampir tidak percaya dengan ekspresi kesal suaminya. Yang ia yakin dari cara Kyuhyun menatapnya, pria itu tampak benar-benar menahan kemarahan hanya menunggu waktu untuk sedikit saja memancingnya lalu kemarahan itu akan meledak dengan luar biasa seperti dinamit yang tak terkendali di saat meletupkan sebuah bom besar.

“Aku hanya ingin tidur, bisa kan kau tidak menggangguku?”

“Aku juga tidak ingin mengganggumu, aku terganggu karena melihatmu yang sangat berbeda malam ini,” Mata Kyuhyun meyakinkan bahwa ucapannya memang benar, lalu Sooyoung memalingkan wajahnya tidak ingin dilihat pria itu jika diri dan hatinya sedang terguncang.

“Aku hanya tidak ingin berdebat denganmu seperti ini,”

“dan diam tidak akan menyelesaikan masalah, sayang,” Dan Kyuhyun merenggut dua tangan Sooyoung lalu mencium jemari-jemarinya. “Ku mohon, jangan seperti ini..”

Sooyoung bahkan tidak percaya dengan tindakannya, ia sadar Kyuhyun memberinya cinta yang begitu besar, sebesar rasa cinta yang ia rasakan dan tidak akan hilang perasa’an itu untuknya.

“aku tersiksa jika kau seperti ini,” bongkahan ego dari hati Sooyoung bahkan perlahan runtuh melihat wajahdatar penuh pengharapan dari suaminya. Tentu saja wanita itu tidak ingin menyeret masalahnya terlalu jauh dan berlarut-larut seperti sekarang.

“Katakan sesuatu agar aku tau dimana letak kesalahan terbesarku sehingga membuatmu merasa terancam saat dekat denganku,” Sooyoung bahkan tidak ingin memperkeruh suasana, ia hanya ingin tidur lalu berharap masalah yang ia hadapi akan hancur ketika ia terbangun dari tidur, dan kekesalan-kekesalan pada Kyuhyun akan lenyap begitu saja. Tapi tidak, Kyuhyun adalah pria yang tidak menyetujui tindakannya. Dan Sooyoung yakin ini hanya masalah sepele.

“Kenapa kau-“

Ucapan Sooyoung terhenti ketika ponsel Kyuhyun mendengung hebat, Kyuhyun tidak ingin mengangkat ponselnya yang bergetar ia masih memperhatikan Sooyoung yang ingin menjelaskan sesuatu padanya.

“Angkatlah,”

“Tidak mau,”

Ponsel itu bergerak dan terus bergerak sesuai getarannya, dan ketika Kyuhyun menolak untuk menyentuhnya sama sekali Sooyoung meraup ponsel itu dengan kesal lalu menyodorkan kehadapan Kyuhyun.

“Angkat,” katanya dengan tampang kualahan, menanggapi Kyuhyun yang enggan merespon panggilan selullernya.

“Katakan kau mencintaiku lalu aku akan mengangkatnya,”

Sooyoung menggigit bibirnya nyaris mendecih disaat seperti ini suaminya masih sempat mengajaknya bergurau. Sooyoung tidak tahan dengan dengungan ponsel yang memekik sampai akhirnya.

“aku mencintaimu,” dan Kyuhyun tidak benar-benar mengikuti intruksi ucapannya sendiri. Pria itu justru tertawa menyeringai.

“Apa? Aku tidak dengar, coba katakan sekali lagi,” Sooyoung memicingkan matanya dengan kesal, sikap kekanakan Kyuhyun sedang tidak dalam posisi yang tepat. Wanita itu sudah diambang batas ketidak-sabaran, sehingga dia lebih memilih meladeni ucapan suaminya dengan perdebatan.

“aku-“

Dan Kyuhyun berhasil mencegah ucapan Sooyoung yang ingin memakinya dengan sumpah serapah yang kejam melalui ciumannya yang begitu tegas dan dalam. Intensitas ciuman itu cukup panjang, menghanyutkan membuat Sooyoung merasa nyaman lalu melupakan kekesalannya begitu saja. Mereka cukup diam menikmati lumatan bibirnya dan mengabaikan bunyi ponsel yang terus melengking, Kyuhyun mengakhiri ciumannya dengan satu gigitan gemas membuat Sooyoung benar-benar terlihat bodoh dengan tubuh terkulai lemas akibat ulah suaminya.

“aku juga mencintaimu, terimakasih ya,” bibir Kyuhyun menerbitkan senyuman yang sangat menawan di sepanjang ia memeluk tubuh wanita itu namun senyuman itu redup seketika, mendengar bunyi ponselnya yang tidak mau menyerah. Pria itu mengangat ponselnya dengan malas masih dengan satu tangan yang menyentuh puncak kepala istrinya, tenggelam diantara dadanya yang bidang.

“Ada apa?” Kyuhyun tidak ingin terlalu berbasa-basi begitu nama yang terpampang di ponsel menunjukan orang yang begitu dikenalnya, ia menghardik mati-matian sampai Sooyoung berjengit kaget dari pelukannya.

“Yaa, Shim Changmin apa kau ingin ku tuntut? Kau mengganggu kerukunan berumah-tanggaku,”

Sooyoung tertawa setelah dirinya dan Kyuhyun yang nyaris bertengkar kini perdebatan itu justru bersambung ke temannya. Wanita itu tidak terlalu jelas mendengarkan bunyi kasak-kusuk di ponsel Kyuhyun, yang ia dengar hanya suara kesal Kyuhyun yang terus memberi peringatan keras pada Changmin. Namun dahi Sooyoung langsung menyernyit setelah perdebatan Kyuhyun dan Changmin berujung pada topik yang hampir membuatnya uring-uringan seharian penuh.

“Surat?” Kyuhyun memekik, tatapan pria itu mulai waspada dan suaranya mengecil seolah itu adalah rahasia yang tidak boleh terbongkar, hati Sooyoung langsung tersenit sesuatu yang menyakitkan melihat gelagat suaminya, membuat wanita itu mulai berasumsi yang tidak-tidak lagi.

ya, apa mungkin surat yang ia temukan di saku kemeja suaminya yang hampir remuk karena rendaman air adalah milik Kyuhyun, jika Sooyoung tidak segera mengeringkan mungkin ia tidak akan tau semua isi surat itu. Wanita itu hampir berpikir kertas itu adalah salah satu berkas perusahaan yang sangat penting tapi nyatanya. Dengan membaca surat itu hati Sooyoung hancur. Dahi Sooyoung menyernyit penjelasan apa yang akan Kyuhyun berikan padanya setelah semuanya terungkap dengan jelas. ‘jadi kau benar-benar berselingkuh?’

“Apa kau tidak memberikannya?” nada suara Kyuhyun terdengar kaget, “Suratnya hilang?” Sooyoung langsung melepas pelukan Kyuhyun dan menolak tangan Kyuhyun untuk menyentuhnya kembali.

“Kenapa sayang?” Kyuhyun berbisik padanya lalu menutup gagang ponselnya berharap Changmin tidak mendengar. Sooyoung mendengus dan hampir menumpahkan kemarahannya lagi, namun demi kesopanan wanita itu menunggu si penelfon menutup perbincangannya. Lalu wanita itu mulai mencari surat itu di nakasnya. Dia menyimpannya dengan sangat rapi meski bentuknya sangat kusam akibat rendaman air. Tapi menyimpan kertas itu sama saja menorehkan luka di hatinya. Ia sangat butuh penjelasan suaminya, sekarang. Tanpa sadar air mata Sooyoung sudah menggenang hampir tumpah.

“Apa Victoria menolakmu, kau yang memaksaku membuat surat cinta untuknya?”

Apa? Apa maksudnya Kyuhyun bicara seperti itu? Sejujurnya tanpa penjelasan dari pria itu Sooyoung sudah memiliki titik terang. “aku belum memberikannya padamu? Yang benar saja,” Kyuhyun mendecih.

“Kau bisa kan melamar seorang gadis tanpa cara kampungan seperti itu, saat aku menulis kata-kata yang kau ucapkan saja, aku hampir muntah. Seharusnya kau menulisnya sendiri, bodoh! Kau terlalu gombal…” pria itu terus ingin menjangkau tubuh Sooyoung namun gagal. Kyuhyun menyadari ada yang ganjil melihat gelagat Sooyoung hari ini. Apa mungkin?

“Changmin-ah, kita bahas ini besok saja,” dan Kyuhyun mematikan ponselnya dan melemparkannya sembarangan. Mata Kyuhyun tidak pernah beralih menatap Sooyoung yang terus merunduk sambil meremas sesuatu dengan gelisah.

“Astaga, Changmin..!! kali ini aku akan membunuhmu,” Kyuhyun tidak tahan lagi, setelah berhasil merenggut kertas itu dari Sooyoung lalu membaca isi yang jelas-jelas ia tulis dari tangannya sendiri membuat giginya bergemeretak. Rasa kesal bercampur sesal semua bahkan tidak bisa ia luapkan.

“tetap saja aku tidak percaya padamu,”

Tentu saja, setelah kebodohan apa yang Kyuhyun perbuat, pria itu pasti tak termaafkan sekarang.

“Ku mohon jangan salah paham, itu memang tulisanku… tapi tidak benar-benar dari otak dan hatiku, Changmin tidak merasa percaya diri untuk membuatnya lalu aku membuatnya,”

“Seharusnya kau menolaknya,”

“Jika aku tau surat itu akan berdambak buruk pada hubungan kita, aku bersumpah tidak akan mengenal Changmin lagi,” Kyuhyun benar-benar prustasi sekarang. Apapun akan dia katakan asal Sooyoung memaafkannya.

“Demi Tuhan, sayang… percaya padaku, sekalipun Victoria adalah sekertarisku aku dan dia tidak pernah terlibat perbincangan selain masalah pekerjaan,”

“Benarkah?” Sejujurnya Sooyoung benar-benar lega sekarang, tanpa penjelasan panjang dari Kyuhyun pun wanita itu sudah tau jika Changmin dan Victoria terlibat skandal percintaan dan mungkin… karena Kyuhyun adalah sahabat sekaligus bos gadis itu, mungkin? Sooyoung berfikir kenapa bisa ia cemburu terlalu jauh hanya gara-gara surat kecil itu.

“Ku bacakan isi suratnya yah,” pria itu menggeleng mendengarnya. Kyuhyun seolah merasakan rasa sakit yang Sooyoung rasakan, mana mungkin ada wanita yang mau percaya padanya. Sedangkan Sooyoung sudah sangat hafal jika itu adalah tulisan suaminya sendiri.

“Hai gadis manis,” Sooyoung memulai dengan nada perih membuat Kyuhyun terpejam tidak ingin melihat wajah sedih istrinya.

“Kau sangat cantik,” kini raut wajah Sooyoug berganti lebih teduh. Lalu gadis itu terus membacanya dari bait ke bait.

Adakah purnama yang lebih indah

Tidak pernah ada bintang-bintang yang berkilauan

Tidak pernah ku lihat silau mentari

Kuku, tangan, jari dan tubuhmu,

Indah mutlak bagimu..

Wajahmu terlalu menyilaukanku

Apa kau mau menjadi milikku..

Aku akan membahagiakanmu…

Dan Kyuhyun benar-benar marah, ia marah terhadap dirinya sendiri yang tak termaafkan hingga merenggut surat yang sedang istrinya baca menjadi cerai-berai, pria itu merobeknya penuh rasa sakit.

“Apapun akan ku lakukan agar kau bisa memaafkanku, katakanlah… apa yang kau inginkan?”

Sooyoung termangu dan hampir tersedak melihat gurat-gurat sedih itu makin bertambah begitu menyedihkan. Lalu tangan miliknya merengkuh wajah rupawan itu lamat-lamat. “ku mohon maafkan aku,” Kyuhyun menyentuh kedua tangan istrinya yang terasa dingin di pipinya, senyumnya ikut terbit melihat pergerakan bibir Sooyoung yang memberinya tawa kecil.

“Untuk apa minta maaf, kau kan tidak bersalah! Kesalahan terbesarmu hanya karena bolpoint,” Kyuhyun merasa Sooyoung tidak sedang bergurau hingga pria itu mendengarnya terlalu serius. Kyuhyun mengerutkan alisnya hingga bertautan menjadi satu, ia sama sekali tidak mengerti. “Bolpoint, sayang?”

“Ya, kenapa bolpoint yang kau gunakan tidak macet saja,”

Lalu tangan wanita itu mulai melingkar di leher suaminya. Tanpa mendengar ucapan penyesalan dari mulut Kyuhyun lagi, Sooyoung memberinya kecupan-kecupan kecil di bibirnya, “Sekarang kau tau kan, apa yang membuatku diam,” dan tanpa menginginkan jawaban Kyuhyun, Sooyoung memberinya ciuman panjang yang bergairah… Pria itu merespon cukup baik dengan memperdalam ciumannya. Keduanya mengerang, kegairahan itu akan berlanjut pada percintaan yang sangat manis.

“aku bisa membuatkan seribu surat cinta untukmu yang lebih indah, dan itu tulus dari hatiku yang paling dalam,”

“itu tidak perlu, sayang,”

=====0000000=====

Rcl yaa.. ^^

87 thoughts on “a Letter

  1. Hwkwkwk
    gegara kyu jadi mak comblangnya changvict nih😀
    syukur deh kyuyoungnya nggak pake ribut

  2. Yaampun .. aku fikir Soo ngediemin Kyu knp.. kali aja emg dia cape atau apalah.. ternyata itu maksudnya, surat. Ahahahaha Changmin nyuruh Kyu ngebuatin surat utk Vict? Dan Kyu merima gitu aja? Changmin gaada usaha sama sekali sih.. ampe buat Soo berprasangka buruk sm suami sendiri.. aaaiigggoo Kyuyoung!!! Kalian jaauuhh lebih romantis kalo udh rukun, marahan aja rasanya deg2an, gmn rukun???
    Ditunggu Kyuyoung ff lainnya atau.. ini ada lanjutannya?? Apapun, yg penting Kyuyoung..
    HWAITINGGGGG!!!

  3. Huaaaa ,,, so sweet …
    Awal cerita masih bingung , gk ngerty konflik nya … Pas mkin baca ke bawah , OOO ternyta terjdi salah paham tou ,, soo cemburu , dan kyu kamu sweet bgt ,,, “Jika aku tau surat itu akan berdambak buruk pada hubungan kita, aku bersumpah tidak akan mengenal Changmin lagi,” …Suka bgt ama kata kyu yg ini .Nunjukin bgt kalo dia sayang + cinta ama soo .ya nggakk..
    Aku tunggu epep lainnya chingu ….

  4. omejeeeh jadi itu surat punya changmin ?
    tpi dari awal baca sampe akhir aku ngga tegang sih malah ketawa-ketawa gaje ngebayangin moment nya kyuyoung yg sweet bgt😀
    btw ko scane yg terakhir di skip sih ? lanjutin yaa ? *ehh >_<

  5. hah~ untung cuma salah paham, kagak selingkuh beneran. kalaupun beneran selingkuh, pasti nyesek banget ceritanya.
    lagian changmin oppa sih.. u.u
    ditunggu cerita yang lainnya.. ^_^

  6. Annyeong iyank3…
    Wuaahhh…Dae..bakk….
    Karya kamu itu selalu unik, kmu punya ciri khas tersendiri dlm mengkaryakan sebuah ff, original, natural, alurnya mengalir, wow!.. Ini membuat aku ketagihan untuk selalu menunggu kira2 krya kamu berikutnya seperti apa ya?
    “Letter”, manis menyehatkan seperti biasanya, dan luar biasanya selalu saja membuat para readers nagih ff selanjutnya. Keren iyank3-ssi. Gomawo untuk itu, jeongmal gomawo …

  7. Oh,,,jadigara2 iini soo eon marah..
    Astaga… Changmin hampir saja membuat rumah tangga KyuYoung hancur…
    Daebak Thor!!! Ditunggu ya FF KyuYoung yang lainnya!!! Keep Writing!🙂

  8. oh ya ampuuun… ternyata salah faham… ckck
    hahaha.. dasar changmin
    nah lho kok mlah ikutan nyalahin changmin..😀

    seru seru
    daebak

  9. bsa d.ambil pelajaraan nh inti dr cerita ini.
    jgn sembrono mltakn ssuatu dan kesalahpahaman hrs cpat dselesaikn..

    ggra changmin yg gk PD an nh nyarisss aj rumahtangga kyuyoung terganggu.
    next ffmu dtunggu

  10. Ternyata soo eonni marah gara” surat itu. Changmin sih pake acara minta tolong kyupa. Lanjut eon! Keep writing…

  11. idihhhh gara” changmin nih hampir aja kyuyoung brantem..
    lagian pake minta ditulisin segala lagi haduuuh..
    pas trakhirnya romantis bgt.. sukaaaaaaa ^^

  12. aaa sooyoung2 untung dia ga memperpanjang masalah ini,dan percaya sama kyu
    klo engga. pasti marahnya bisa berbulanbulan*lebay hehehehehhe

  13. heuh…udah khawatir duluan, takut masalahnya ternyata ribet…dan ternyata…ya ampun, salah faham.gara-gara tulisan tangan kyuhyun..ckck

  14. dan ternyata yg bikin kyuyoung jadi hampir mau berantem adalah shim changmin yg mau nembak victoria tapi minta ditulisin surat cintanya sama kyuhyun hahaha ya ampun

  15. Aigoo aigoo— omo… daebak!! 😃
    So sweet Kyuyoungnya 😜
    Jdi mkin cinta sama evil couple ini 😚😍

  16. Wah kukira kyuppa selingkuh ehh ternyata hanya salah paham. Wah semangat changmin oppa untuk mendapatkan victoria eonni.

  17. Semuanya hampir runyam gara2 si cangmin itu!! Untung saja kyu bisa menjelaskan!! Dan untung soo mau mngerti!! Lagian surat itu kok bisa brada di kantong kyu siih??

  18. Daebak
    Si changmin parah bgt masa buat surat cinta aja mesti suruh kyu slh paham kan jadinya
    Ditunggu ne ff kyuyoung yg lain😀

  19. Jadi ini penyebab soo eon marah muahahaha lucu juga nih kyuyuoung keren thor😉
    Ditunggu ff lainnya yaa thor😉

  20. Cita2nya jadi penulis ya? Bagus bgt tulisannnya, pemikirannya juga oke😉 kembangin lagi ya😉

  21. Hampirr ngakak baca ini ff hahaha, seruu minn ditunggu ff yg lain nyaa yaa ga sabar bgtt baca nyaa heheh

  22. akhhhh jari2 tangan lgsg ngerengut(?)dgn kata2 suratnya & gombalan kyu😄 ada apa dgn changkyu!!! jgn sering berantem ya kyuyoung~ tenggelemin(?)aja si changmin dilautan keluarga evil hahaha peace

  23. aku kira pas baca judulnya ff ini sad ternyata enggak..
    soo eon marahan tapi kyunya lucuu..
    daebak!!

  24. Ahh gila krenn bgts sumpah kyuppa tkut bgts ssooeni marah sma dia aku gk ke bayang law yg jdi sooeoni itu aku aduhh sweett bgts nice ff di tnggu ff berikunya eoni

  25. Cuma salah paham toh,
    kyuhyun konyol banget, mau aja di suruh changmin buat surat cinta kkk~

    endingnya sweet banget😀

  26. Kirain gra” apa soo diemin kyu gtu
    Lagian ada” aja changmin, masa yg nulis suratnya kyu..
    Kyu romantis bngt sih
    Ditunggu ff lainnya

  27. Gila’!! Konflik.A berbobot s.kali.
    penyelesaian.A tak terduga olh syoo dan Ooh.. dan Aq tw scene akhir.A ngapain Jhahaaa.. #Smirk

  28. Gara2 surat dr changmin buat victoria, sooyoung salah paham deh sama kyuhyun. Changmin jg sih, masak bikin surat cinta harus dibikinin sama kyuhyun segala. Ckckck!
    Aaaa..kyuyoung emang gada matinya. Sweetnya kebangetan🙂

  29. si soo cemburuan banget yah.. lagian sih si kyu juga agak ² bego & teledor gitu bikin soo salah paham..
    tapi ceritanya keren banget kok🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s