Don’t Go


kyuhyun_01

“aku tidak menyangka wajahku bisa secantik itu di dalam frame-mu,”

Kyuhyun tersenyum seperti gelandang yang mencengkram bolanya dengan sempurna, lemparan kata-kata wanita itu sangat pas diraihnya, sambil mengiyakan ucapan wanita itu, wajah Kyuhyun mengangguk-angguk masih memperhatikan image di dokumen pribadi layar notebooknya. Terdiam menghela nafasnya yang panjang lalu menekuri foto-foto yang masih di pandangnya.

“Lebih tidak disangka kali ini suaramu sangat nyata, bahkan ketika aku duduk termenung seperti ini kau masih bisa menggangguku! Wanita nakal!”

Sooyoung melipat dua tangannya tanpa mengacuhkan ucapan lugas yang terkesan menyakitkan itu, tubuhnya setia menjejeri posisi Kyuhyun yang terduduk condong menatap fokus layar tipis itu.

“Menurutmu seberapa nakal wanita yang kau maksud?”

Dahi Kyuhyun menyernyit. Astaga suara itu.

“Jangan menghina! Istriku tidak nakal dalam artian yang sebenarnya,” Kyuhyun menambahkan suaranya terkesan marah penuh pembelaan. “dia hanya tidak bisa lepas dari bayanganku, ‘nakal’nya wanita itu adalah kiasan khusus dariku,”

Sooyoung tersenyum, matanya menerawang menangkap sosok pria itu yang sibuk dengan dunianya.

“Kau memotretnya dari bermacam sisi? Terkesan natural,”

Kyuhyun mengedikan bahunya, tidak bisa menampik ucapan lawan bicaranya yang semakin mengganggu. Namun suara itu… halus dan menggetarkan! Dari sana, dari suara itu ada rasa rindu yang membuatnya bergelora, ada nilai rasa yang menguatkan. Perasaan dalam yang membuat hatinya semakin hangat. Ah.. kali ini Kyuhyun benar-benar di buat kangen.

“Dia sangat cantik dari sisi manapun, dan aku sangat menyukainya. Dari wajahnya yang lengah aura cantiknya berpangkat-pangkat sampai tak terbatas,” Lalu bibir itu terbit begitu saja, mendebarkan. Kali ini topik pembicaraan yang seru menurut Kyuhyun adalah mengulas sisi lain istrinya. Topik pembicaraan yang bahkan mengalahkan rapat kinerja direksi yang akan berlangsung satu jam mendatang sekalipun.

“Bukankah ada banyak wanita cantik di dunia ini?” mata Kyuhyun menyipit tidak setuju. Giginya bergemeretak. Hari ini tidak seperti biasanya… Kyuhyun yang leluasa mengungkapkan ekspresi kerinduan itu tanpa gangguan di saat-saat kesempatan yang legang seperti sekarang.

“Bisa ku pastikan jika ada pemilihan wanita tercantik sedunia, mungkin istriku bisa masuk dalam list 60 besar diantaranya,” Kyuhyun tertawa juga tidak bisa membayangkan. Jika itu benar-benar terjadi pasti istrinya itu adalah wanita idaman semua pria. Kyuhyun mungkin bisa sepatutnya berbangga diri.

Dan Sooyoung masih disana berdiri termangu dengan kaki lemas, hatinya bahagia mendengar ungkapan Kyuhyun yang jujur dan lurus. Merasa ada berjuta kupu-kupu beterbangan dengan keindahan sayap tidak terkira di benaknya. Sampai Sooyoung benar-benar tidak bisa menahannya lagi.

CUP. Kyuhyun merasakan pipinya basah lalu menyentuhnya perlahan.

“Gomawo, chagi-ya,”

Sentakan itu menyeruak sampai di pusat paru-parunya. Kali ini Kyuhyun terguncang bukan main… mendengar ucapan manja syarat keharuan wanita itu membuatnya terbangun. Sadar jika selama yang Kyuhyun tahu.. dirinya sibuk bersahut-sahutan dengan imajiner gilanya.

“Kau?” Kyuhyun terkejut dengan tangan menuduh, lalu mendekap wajah Sooyoung lebih dekat menghadapnya. “sayang, sejak kapan kau disini?” bibir Sooyoung mengerucut, menanggapi wajah Kyuhyun yang panik bercampur waspada.

“Sejak aku di acuhkan, dan di lecehkan oleh suamiku sendiri,” Kyuhyun tidak bisa menutupi wajahnya yang tersipu. “suamiku bilang aku wanita nakal, kejam bukan?”

Setelah memasang tampang menyedihkan Sooyoung terkekeh dan karena kakinya yang begitu pegal bertumpu terlalu lama, wanita itu terduduk di pangkuan Kyuhyun tanpa permisi. Pria itu justru diam saja rasanya malu luar biasa… apa yang harus ia jelaskan.

“Maaf ya, aku tidak mengetuk pintumu terlebih dahulu, sekertarismu yang menyuruhku langsung masuk.” Sooyoung menyandarkan kepalanya di dada Kyuhyun, merasa sangat nyaman mendengar degup jantung pria itu yang tak beraturan. Wanita itu sudah terbiasa semakin lama wajahnya terbenam di dadanya semakin nyaman di tempat itu.

“Aku mencintaimu,” tidak membalas ucapan istrinya, Kyuhyun justru tersenyum lalu mengurai rambut Sooyoung dengan sayang. “Kau pasti menganggapku pria gila, ya kan?”

Wanita itu menggeleng sambil mengenang, “tidak juga! Terkadang aku juga sama gilanya sepertimu,” Lalu meraih tangan Kyuhyun yang memberinya pelukan, tidak mempedulikan jika mereka sedang berada di kantor dan bisa saja pegawainya keluar masuk di tempat itu.

“Tidak seperti biasa kau kemari ada apa?”

Sooyoung hampir melupakan tujuan awal menumui suaminya. Sambil menghela nafasnya ia memulai.

“Begini,” katanya memulai lalu duduk dengan posisi yang lebih nyaman di pangkuan Kyuhyun. “HyeJin meminta liburan di rumah kakeknya, dan tadi aku sudah mengantar anak itu ke rumah orangtuamu,”

Kyuhyun menemukan kegelisahan di mata Sooyoung, seolah kata-katanya tertahan tidak ingin di katakan secara langsung. “itu baguskan? Kita bisa berlibur bersama nanti,” Sooyoung mengangguk tapi bukan itu yang ingin ia sampaikan.

“Sayang,” ucapnya lembut sambil jemarinya yang lentik mengusap dada Kyuhyun perlahan, berharap pria itu memaklumi lalu mengijinkan. “aku akan pergi selama 4 hari bolehkan?”

“Apa? Kau ingin pergi kemana, biar ku antar,” Sooyoung tahu jawaban seperti ini yang sudah menjadi tebakannya. Raut wajah Kyuhyun yang cemas membuatnya tidak sanggup meninggalkannya.

“guru besar Mischa Elman pemain biola yang terkenal itu, kau tau kan sayang,” Kyuhyun tentu saja tau, terlebih kecintaan istrinya dengan alat musik itu sangat besar. Mengingat saat ia melihat Sooyoung memainkan biola dengan gairah membuatnya tersenyum masam. Sayang sekali bakatnya kurang terasah dengan baik sampai sekarang.

“Dia akan melakukan pertunjukan di gedung NEAtt, dan kau tahu aku, Yuri dan Hyoyoen sudah membeli tiket kelas khusus pelatihan, dan itu hanya berlangsung 2 hari,” Sooyoung bicara dengan begitu semangat dan hal itu membuat Kyuhyun tidak bisa berkutik lagi. Jika dia melarang kepergiannya, sama saja dengan dia menghancurkan mimpi wanita itu. Meskipun Sooyoung tidak menjadikan permainan biola sebagai profesinya setidaknya rasa cinta itu ada untuk jenis alat musik seperti itu.

“Sepertinya kau sangat antusias, aku bisa apa,” Sooyoung mengangguk tapi di mata Kyuhyun ada pesan penolakan. Sooyoung bisa merasakannya.

“Hanya 4 hari aku pergi ke Gangnam, sayang..”

Kyuhyun mengangguk mengerti. “Kapan kau akan berangkat?” Sooyoung tersenyum penuh semangat. “Besok…!!”

“Apa??” lalu suara memekik Kyuhyun tertahan tertelan sapuan lembut bibir yang mengecupnya. Dengan hati-hati Sooyoung menciumnya begitu tepat dengan suara pintu yang menderit. Dan Victoria membelalakan matanya lalu langkahnya kikuk setelah Kyuhyun dan Sooyoung menyudahi ciumannya.

“Ah, maaf saya hanya ingin menyampaikan rapat direksi sudah siap di mulai di ruang pertemuan,”

Victoria membungkukan tubuhnya merasa bersalah melihat tingkah Sooyoung yang terperanjat. “Maafkan saya,” dan Sooyoung ikut membungkukan tubuhnya sesaat sebelum Victoria menghilang. Berjanji pada dirinya sendiri jika keteledorannya tidak akan terulang lagi.

“Tempat ini tidak aman. Kau pulanglah dengan cepat, malam ini.” Kyuhyun tertawa sejak tadi wajah memerah Sooyoung tidak bisa di hilangkan.

“Memang kenapa kau menyuruhku pulang cepat-cepat,” Sooyoung masih menggaruk tengkuknya yang tak gatal, tidak mau menanggapi ungkapan menggoda suaminya, wanita itu berpikir ulang untuk keluar lalu bertemu Victoria. Itu memalukan!

“Pulanglah… sebelum aku benar-benar pergi besok, di pagi-pagi yang petang,” Sambil membawa tas jinjing ‘double m’ miliknya untuk menutupi wajahnya yang memalukan, Sooyoung bergegas untuk pergi.

“Yya..! kau tidak boleh pergi kemana-mana,”

==00==

Night, at Kyuyoung Apartment

“Hai,” Sooyoung menyapa pria itu yang datang dari tempat ia bekerja dengan senyuman. Lalu mendekat membawakan tas dan sedikit membantunya melepaskan jas dan dasinya yang masih melekat ditubuh pria itu. Wanita itu mengendus penuh curiga.

“Bau arak,” Kerucut bibirnya bergumam yang langsung dibalas cubitan gemas suaminya.

“Aku tidak mungkinkan menolak jamuan klient ku, dia bisa saja terluka karena aku mengabaikan jamuan yang tersedia disana, lagipula aku hanya menenggak sampanye itu sedikit.” Sooyoung masih tidak percaya, ia khawatir Kyuhyun untuk mabuk karena ia akan pergi meninggalkannya lalu melampiaskan kecewanya pada sebotol vodca dan sejenis minuman yang sangat Sooyoung benci itu.

“Aku tidak melakukannya di Bar,” seakan tau mata Sooyoung yang menyelidik, Kyuhyun mengangkat kedua tangannya menyerah. “ada pesta kecil karena perusahaan memenangkan tender besar. Jadi mau tidak mau aku harus mengikuti meskipun sejak tadi aku ingin sekali cepat sampai kesini.”

Sooyoung mulai mengerti dan tidak terlalu larut dengan kecurigaannya. Ia mengangguk lalu menggandeng tangan Kyuhyun ke meja makan.

“Kau lihat kan, aku masak banyak untukmu. Tapi sepertinya sia-sia saja. Kurasa perutmu yang gendut sudah terisi makanan lezat,”

Kyuhyun terpana melihat gepulan-gepulan diatas makanan-makanan itu masih ada menandakan jika Sooyoung benar-benar susah payah menyiapkan semua. Pasti melelahkan, pikir Kyuhyun. lalu menarik kursi yang tersedia di meja lingkar itu.

“Siapa bilang? Aku sanggup menghabiskan semua makanan ini jika kau mau. Jadi kerja kerasmu tidak akan sia-sia. Lagipula mubazir membuang makanan-makanan yang sangat menggoda selera ini.” Lalu tangannya meraih tumisan tuna segar, dan benar saja rasa gurih meluber dimulutnya.

“Wah ini enak. Gomawo yebbo,” Sooyoung tersenyum saat tangan Kyuhyun mengusap puncak kepalanya.

“Kau tidak perlu memaksakan diri.” Kyuhyun menggeleng. Pria itu tidak menampik karena tiba-tiba saja cacing diperutnya berdemo minta makan. “tadi aku sedikit makan disana, ternyata feelingku sangat kuat. Ternyata disini ada makanan yang lebih istimewa terlebih buatan istriku sendiri.” Dan setelah menyelesaikan santap malamnya Kyuhyun terpuaskan lalu beranjak untuk memberikan ucapan terimakasih sebelum matanya mengerjap karena Sooyoung menolak untuk di cium.

“Bau minuman aku tidak suka,” Kyuhyun mendecih. Seharusnya tadi aku tidak minum saat dipesta. Batinnya. Bau alkohol masih menyeruak. Istrinya sangat sensitif tentang bebauan seperti itu.

“Awas saja kau, setelah badanku segar nanti kau juga akan terjerat,” cibirnya dengan senyuman yang menyungging. Lalu tetap mengecup pipi Sooyoung dan melarikan diri ke kamar mandi.

“Yya..!”

Kyuhyun keluar dari kamar mandi, badannya terasa segar kembali setelah berendam air hangat untuk beberapa lama. Fresh dan merasa bau wanginya akan sangat cukup untuk memabukan wanita itu. Lalu tersenyum melihat istrinya yang tertawa dengan ponsel yang tergenggam. Ia yakin sedang bercengkrama dengan putri kecilnya. Sepertinya HyeJin sangat tepat memilih berlibur di tempat kakeknya. Suasana seperti ini sangat ia harapkan.

“Kau sudah selesai?” setelah memutuskan sambungan ponselnya Sooyoung tertegun melihat Kyuhyun yang berdiri mematung memperhatikannya. Pandangan Sooyoung tidak bisa teralihkan melihat rambut Kyuhyun yang masih sedikit basah dengan bibir terlihat merah segar membuat pipinya merona. Pria itu bak manekin dengan pahatan terindah sedunia. Sadar sedang diperhatikan Kyuhyun berdeham.

“Bagaimana HyeJin. Sepertinya dia kerasan tinggal bersama kakek-neneknya.”

Sooyoung seperti tersadarkan dari lamunanya. “Yah.. anak itu merepotkan saja disana.” Kyuhyun menggelengkan kepalanya. “Tidak juga. Bukankah waktu luang untuk kita sangat banyak jika dia disana.” Lalu tetap berganti pakaian dengaan piyamanya tanpa mempedulikan wajah Sooyoung yang merah padam. Seharusnya istrinya sudah terbiasa melihatnya yang tanpa sehelai busana tapi tetap saja melihat itu selalu membuat hatinya berdebar tanpa permisi.

“Kau benar-benar akan meninggalkanku,” Langkah Kyuhyun yang mendekati istrinya seolah terhalangbegitu melihat koper besar miliknya sudah siap sedia, yang Kyuhyun yakini ada banyak sekali isi tak terduga disana.

“Kau hanya pergi selama 4 hari, tapi melihat kopermu yang sebesar ini aku tidak yakin! Kau seperti akan meninggalkanku selama 4 tahun lamanya.” Bagaimanapun juga Sooyoung harus pergi besok. Meskipun Kyuhyun bersikeras melarangnya ia akan memaksakan diri.

“Aku hanya membawa 4 gaun disana, jika koper kecil yang kugunakan itu sangat merepotkan. Gaunku akan kusut dan acak-acakan,” Lalu Sooyoung mendekap tubuh Kyuhyun dari belakang. “Boleh ya, aku pergi!”

“Kau benar-benar merencanakan kepergianmu ya,”

“Tentu saja. Dan apapun akan kulakukan asalkan kau mengijinkanku pergi. Bertemu seorang maestro terkenal adalah impianku dari remaja,” bukankah Kyuhyun sejak awal memang sudah mengijinkan. Tapi baguslah dengan tidak terduga wanitanya memberinya penawaran menarik. Tiba-tiba ada yang berkedut di hatinya saking senang Pria itu lalu memasang wajah datar agar terlihat menyedihkan.

“Musim dingin yang menyedihkan,” Sooyoung menghela nafasnya, ia sedih tidak sanggup mendengar keluhan itu… membuatnya urung untuk pergi tapi tidak, wanita itu akan tetap pergi.

“Katakan. Apa yang kau mau?” Sooyoung membalikan tubuh suaminya menghadap dirinya dengan tangan mengelus dua pipi miliknya. tangan Sooyoung dingin tapi menghangatkan gejolaknya. Kyuhyun menyeringai, umpan bagus. Lalu menubruk tubuh Sooyoung begitu saja tanpa komando membuat mereka terjatuh di kasur king sizenya.

“oh, bagaimana ini… aku terkepung.” Kyuhyun tersenyum memperhatikan Sooyoung yang masih sempat menggodanya dengan mata mengerling. Dan ciuman itu mengalir hingga hanyut oleh suasana yang sunyi lalu berakhir oleh tubuh yang saling menerjang.

==00==

Morning, at International Incheon

Kyuhyun dan Sooyoung berlari tergopoh-gopoh, dengan Kyuhyun yang tetap mendorong trolly koper besar milik Sooyoung. Hari ini keberangkatan pesawat seharusnya diterbangkan jam 5 namun karena kondisi cuaca yang kurang baik keberangkatan tertunda sampai jam 8, hal itu membuat Kyuhyun menahan Sooyoung untuk pergi terlalu dini pagi tadi.. namun setelah itu Sooyoung harus mengomel sepanjang perjalan ke bandara karena rasa takutnya jika pesawatnya sudah terbang lalu meninggalkannya.

“Bagaimana jika mereka meninggalkanku, Oppa,”

“Itu bagus. Dengan begitu kepergianmu akan di batalkan.” Sooyoung melirik Kyuhyun dengan kesal upayanya mencegah kepergiannya masih saja dilakukan.

Dan Sooyoung sangat bersyukur karena di sana masih ada Yuri dan Hyoyeon yang duduk sambil berbincang, lalu berdiri menyambutnya saat Sooyoung dan suaminya mulai mendekat.

“Maaf aku terlambat,”

“Dari mana saja kau,” Yuri memeluknya setengah kesal sejak tadi menunggui Sooyoung begitu membuatnya cemas.

“Ah apa kabar?” Hyoyoen yang melihat Kyuhyun di belakang tubuh istrinya langsung menyapanya, lalu ikut membungkuk saat pria itu melakukannya.

“Ah, baik sekali suamimu Sooyoung-ah, pria-pria kami bahkan terlalu sibuk untuk memikirkan kepergian kami, mereka lebih tertarik dengan banyak proposal di meja hitamnya.”

Yuri mengerucutkan bibirnya dan Sooyoung ikut tersenyum melihat Kyuhyun yang menatapnya. Lalu mendengar suara keras yang berdengung membuat mereka terperanjat lalu cepat-cepat bergerak untuk sekedar mengecek barang-barang bawaannya. Maskapai penerbanagan pesawat dengan tempat yang akan mereka tuju akan segera di berangkatkan.

“Kami permisi,” Hyoyeon ikut menyusul langkah Yuri dengan wajah panik yang sama. Sooyoung ikut berbalik dan akan meninggalkan suaminya begitu saja. Kemudian tersadar jika ia tidak bisa membiarkannya. Lalu melangkah mendekat untuk sekedar memberinya salam perpisahan. Mengecup bibirnya dengan lembut.

“Aku pergi, ya.”

Kyuhyun meninggalkan wajah masam. “Ingat kau bukan lagi seorang gadis yang harus tertarik dengan pria lain disana,” kemudian memeluknya. “Kau adalah wanita dengan status seorang ibu yang meninggalkan anak perempuan dan suami yang sangat kesepian ini,” Sooyoung tertawa lalu mengusap punggung suaminya dengan hangat.

“Kau yang terbaik sayang,” dan memberinya ciuman lebih lama sebelum suara dua sahabatnya menginterupsi.

“Sooyoung-ah, cepat kita bisa tertinggal nanti,”

Lalu melambaikan tangannya penuh kerinduan yang berat pada suamianya, melihat wajah Sooyoung yang lengah membuat Kyuhyun sadar lalu mengambil ponselnya. Kesempatan itu Kyuhyun lakukan untuk memotretnya, kemudian tersenyum sangat puas melihat hasil jepretannya. Lagi-lagi istrinya menebar pesona berbeda di berbagai galeri ponselnya.

“Hah..!!, selama 4 hari aku akan menjadi pria gila yang kesepian sepanjang waktu..!!”

======

Ps. Maaf banyak typo. Rcl yaa…^^

83 thoughts on “Don’t Go

  1. suka sama semua karya mu chingu, manis
    saking manis nya aku bisa di kira orang gila gegara senyum-senyum gaje >_<

  2. pokoknya kalo author bikin ff drabble genre comrom ky yg mereka jadi married couple pasti selalu lucu dah adaaaa aja yg bikin ngakak entah kyu atau soo bahkan dua2nya -_- tapi bagussss kookkk hehehe ditunggu ff2 lainnya chinguuu ^^

  3. Ya ampun thor…sweet banget..sweet banget…sweet banget..butuh sequel secepatnya thor…kkekeke~neomu joha…hwaiting thor…:D

  4. Annyeong iyank3-ssi..
    Ouuuww… Ini manis menyehatkan, great, always, aku sebenernya bingung ga tau harus komen apa, krn aku selalu suka gaya cerita kmu disetiap ff yg dikaryakan oleh mu. Gomawo iyank3-ssi

  5. Ya ampyun Daebak…sweet banget sih mereka..bikin ngiri jadinya
    sequel donk thor..biar menambah romance nya.. ceritain juga donk mereka dg putri mereka..kayanya bakalan seruuu deh…

  6. duh ini pasangan manis banget sih kayak gula yg lagi dirubungin semut perumpamaannya jelek banget yak
    yah tapi yg penting so sweet lah intinya si kyuyoung ini

  7. kyuyoung so sweet banget🙂 kasihan kyu ditinggal soo selama 4 hari.. pasti bakal kesepian banget deh..

  8. Bwahahaaa..
    Menjadi pria gila slama 4 hari krna Kesepian..
    Nelangsa bnget tuh Bpak”→Kyu
    Ini klanjutan dreable ” yg kmarenkan..???!! Tapii kok, udh pnya ank. Yg kmaren” ajaaa bloom nikah sma s.Minho rese’ bloom nyerah.

  9. romantis tp lucu..
    suka bgt deh suasana gitu ^^
    sabar ya kyuppa cm akan jd pria gila ksepian slm 4hr ko bukan 4thn😀

  10. neomu johaa chingu-ya ^^
    makin cinta deh sama ni couple=D
    oiya chingu ff sequel My Crazy Sister udah ga ad lagi y?😦 aku nungguin lho padahal..

  11. Kasian kyu ditinggal syoo, langsung nyusul aja kyu klo gak kuat nahan kangen haha tmenin syoo disana kkkk~

  12. Hahaa kyuppa bakal jadi suami paling kesepian sepanjang 4 hari ini.. udh gk ada ank, gk ada istri pula
    Kyu ska berhalusinasi ttng soo ya trnyata
    Kyuyoung mesra bngt sih
    Ditunggu next.a

  13. Keren!!!!!!! Aigoo Kyuppa kesepian.. mau aku temenin??? #plaaakk!
    Daebbaaakk!!! Ceritanya menarik!! Oh kira2 apa lagi ya temanya utk next ff ini??? Kyu yg kesepian dan nungguin Soo pulang atau chingu ada ide lain..?? Yg penting.. kutunggu Kyuyoung ff lainnya..
    HWAITINGGGG!!!

  14. kerenn suka banget sama semua ff author iyank >.<
    greget liat kyu yg gak rela soo ningalin dia xD sabar ya bang cmn 4 hari bukan 4 taun xD

  15. Aahhh sweet banget sih
    ff kamu selalu aku tunggu chinguu asik banget sih dibacanya..
    eh married again juga ditunggu yaaa
    Heheheheh

  16. aigooo selalu senyum2 gaje klo baca ff tentang mereka tuh hehehe segitu frustasi’a kyu oppa mau d tinggal pergi sama soo onnie padahal cuma 4 hari doank ckckckc sabar oppa hehe…😉

  17. kyuyoung nya so sweet banget.. kasihan yah kyu ditinggal soo selama 4 hari pasti kyu bakal kesepian banget ..

  18. Kyuhyun ditinggal 4hari aja udah uring2an begitu, apalagi 4taun? Gila gila deh tuh kyuhyun :v
    Sweeetttt

  19. Kirain bakal sad ending…
    Ternyata soo ninggalin Kyu buat main biola…
    Kasihan Kyu di tinggal 4hari ma soo…
    Squell..

  20. hahay… kasihan s kiyu…😀
    baru setengah hari aja udh kyk gtu.. apalg 4 hari.. haha

    seru seru😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s