Tiny


kyuyoung88

“Lihatlah mereka, bocah-bocah rusuh,”

Taeyeon sempat melototi Park diego—putra kecilnya yang berlarian ke sisi kelas. Sooyoung melihat penuh minat dengan pelajaran hari ini. Kelas 0 kecil selalu dipenuhi keributan dengan wajah-wajah polos mereka yang sangat menipu. Berbanding terbalik dengan kelas sebelah yang terlihat seperti pemakaman umum. Tenang karena usia yang terpaut lebih tinggi sudah sepatutnya tau tentang aturan sekolah. Dilarang berisik!

“Eomma.”

Taeyeon melambaikan tangannya sesaat, begitu putranya berteriak sangat nyaring. Dimandati julukan ketua kelas, nyatanya tidak membuat bocah laki-laki itu berwibawa. Tentu saja, mereka mana tau hal seperti itu.

Sooyoung mengerutkan keningnya, matanya terpaku dengan bocah kecil yang hanya diam terduduk persis di pojok depan guru yang sedang mengajarkan nyanyian anak-anak.

“HyeJin kenapa? Dari tadi putrimu hanya diam, tidak seperti biasanya?”

Tanpa berkata apapun Sooyoung membenarkan ucapan Taeyeon, dua ibu muda itu tampaknya lebih senang mengintip dari sisi jendela transparan, melihat langsung suasana pembelajaran di kelas itu. Mereka tidak berniat sama sekali bergabung untuk berkumpul bersama ibu-ibu muda lain. Membuang-waktu untuk bergosip.

“Padahal saat sarapan dia terlihat baik-baik saja,” wanita itu cemas menatap putrinya. Padahal sudah sejak tadi Diego selalu usil dan biasanya akan di balas keusilan HyeJin sendiri.

Sambil memandang putrinya, wanita itu mencoba mengingat-ingat, apa HyeJin salah makan, tadi? Tapi sepertinya tidak. Sooyoung bahkan nyaris menutup telinganya sepanjang perjalanan menuju ke sekolah. HyeJin sangat berisik, bercelotoh sesuka hati, tanpa melihat kondisi Ibunya yang hampir syok, menanggapi tingkahnya. Beruntung Kyuhyun bisa mengakali melihat Sooyoung gelagapan dengan putrinya sendiri.

“Appa, kenapa Eomma diam saja,” Saat di mobil HyeJin menarik-narik mantel yang dikenakan Sooyoung, wanita itu mendesah lalu mendaratkan kepalanya di bahu Kyuhyun. tidak peduli pria itu sedang fokus menyetir atau tidak, yang jelas Sooyoung kelelahan dengan suara melengking putrinya.

“Eomma capek sayang, kau jangan mengganggunya ya.”  Kyuhyun membiarkan setengah punggungnya yang terasa berat. Meski kebisuan menyergap bibir Sooyoung tapi pria itu tau mata istrinya sedang mengadu meminta pembelaan darinya.

Sooyoung menganggukan kepalanya lalu menoleh kebelakang melihat HyeJin yang sempat prustasi karena tiba-tiba saja Ibunya menyerah untuk berdebat masalah-masalah sepele dengannya.

“Eomma, Appa kenapa mobil-mobil ini selalu berhenti saat lampu merah?”

Mobil itu tepat berhenti berjejeran dengan mobil-mobil lain yang merayap padat. Kyuhyun sempat melirik wajah anaknya melalui spion pemantau dari kabin mobil audinya. Mata HyeJin yang cerah terlihat sangat cerdas saat bertanya, ia tertegun. Bagaimana bisa bocah itu menanyakan hal-hal yang bahkan tidak pernah terpikir dalam benak orang dewasa sekalipun.

“Emm.. karena itu sudah menjadi peraturannya,”

“peraturan apa?”

Kyuhyun meringis yang di balas dengan pandangan mengejek dari istrinya. Sejak tadi Sooyounglah yang terus di libatkan dalam pertanyaan-pertanyaannya dan jika tidak di tanggapi anak itu bisa merengut sepanjang waktu. Lalu Sooyoung menatap Kyuhyun memberinya semangat, matanya seolah berkata. ‘ayoo.. bersiaplah bertarung dengan bocah pembuat onar..’

“HyeJin lihat kan? Ada banyak polisi di sekitar sini?” HyeJin mengangguk, Ayahnya benar, lalu apa hubungan dengan pertanyaannya. HyeJin ingin menyangkal tapi kaget karena Kyuhyun melanjutkan kalimatnya dengan cepat.

“Jika mobil-mobil ini tidak berhenti saat lampu merah maka polisi-polisi itu akan marah,” Kyuhyun tersenyum karena kali ini HyeJin menurut lebih memilih diam sambil mata kecil miliknya menerawang ke arah yang Kyuhyun tudingkan.

“Kau lihat polisi yang berkumis tebal itu? Dia galak sekali,”

HyeJin bergidik langsung merubah posisi berdirinya bergeser duduk meringkuk, dengan pandangan matanya yang tertarik memperhatikan wajah gahar polisi itu dari kejauhan setelah mobil Kyuhyun berjalan kembali.

Sooyoung lantas merenung menghadapi suasana yang berganti sunyi secara mendadak. Hatinya cukup kesal karena berdebat dengan Kyuhyun, putrinya selalu tidak memperpanjang masalah, berbanding terbalik dengannya yang harus ekstra sabar dengan segudang pertanyaan HyeJin yang mengekor makin panjang dan panjang lagi.

“Kau tau?  Jawaban Appa yang tadi itu salah?”

Wajah HyeJin sontak membulat penuh keterkejutan karena ibunya kembali ikut campur dengan perdebatan mereka.

“jinja? Memang jawaban yang benar apa..Eomma?” Lalu Sooyoung tersenyum miring dengan tubuhnya yang ditubruk putrinya yang bersemangat, dan tangan wanita itu memangkunya dengan sayang. Butuh waktu lama selama proses perjalanan dari apartement ke sekolah HyeJin namun rutinitas itu tidak pernah mereka keluhkan. Kyuhhyun hanya tersenyum saja karena HyeJin terus menagih jawaban Ibunya yang memberinya rasa penasaran. Lalu mobil Kyuhyun berhenti di parkiran sekolah membuat Sooyoung berteriak dengan mata fokus di kaki Kyuhyun yang bertumpu di rem.

“Tahan..!”

Kyuhyun menurut yang di balas kerutan bingung putrinya.

“jawabannya.. mobil berhenti karena Appa mengeremnya…” Sooyoung tertawa. “benar kan?” katanya lalu mengacak rambut HyeJin gemas. Anak itu menurut saja walau di hatinya masih saja ada dorongan kuat untuk protes.

“tapi disini tidak ada lampu merah…!” HyeJin sempat mencari-cari. Usia kanak-kanak sepertinya memang rentan dengan rasa ingin tau yang berlebihan membuat para orangtua pusing dibuatnya tak terkecuali Kyuhyun—Sooyoung.

“Kyeopta… kau memang pintar,”  Kyuhyun mencubit gemas pipi muda HyeJin lalu memberinya kecupan disana.

“Belajarlah yang giat, jangan buat Eomma pusing. Jangan nakal ya..”

HyeJin mangut-mangut lalu membuka pintu mobilnya, kaki kecilnya langsung berlarian mencari teman-temannya. Kyuhyun di buat tercengang sedangkan Sooyoung memilih diam. Sangat melelahkan memiliki anak Hypper active sepertinya.

“Dasar anak itu..”

“Sabar.” Kyuhyun memberi Sooyoung pelukan sebelum dirinya benar-benar pergi. “ku rasa anak perempuan memang selalu ingin terlihat menonjol di mata Ibunya.”

“Ya. Melelahkan sekali.” Sooyoung tampak lesu lalu tubuhnya menegang kaget setelah Kyuhyun mengecup bibirnya tanpa komando. “kau ingin apa? Nanti ku belikan setelah pulang kerja..” wanita itu menggeleng dengan pipi yang terasa panas, bersama pria itu di saat sedang berdua saja selalu membawa kesan intim luar biasa.

“Tidak ada!” Lalu tubuhnya bersiap membuka pintu mobilnya melirik sekilas wajah menawan itu yang nyatanya terasa berat untuk ditinggalkan. “aku ingin kau saja..” dengan hati tergelitik Sooyoung berbisik yang di akhiri ciuman mesra di pipinya.

“Oya? Kalau begitu tunggu aku di rumah,”

===

“Aah.. Neommu yeppo.” Suara keras Taeyeon langsung membuyarkan lamunan Sooyoung tentang kejadian yang berlangsung tadi pagi. Bibirnya tersenyum mengingat kata terakhir Kyuhyun .

“Wah, badanmu panas sekali?” Taeyeon bergumam dengan raut cemas membuat Sooyoung ikut merasa bersalah.

“Eomma..” HyeJin melambai-lambaikan tangannya. Tubuh kecil yang di gendong Taeyeon menerjang memintanya untuk diserahkan pada Ibunya.

“hik..” bersama Ibunya, HyeJin merasa sangat nyaman sekarang. Rasa pusing yang berat menderanya membuatnya begitu tersiksa saat di kelas tadi. Anak kecil itu menangis di gendongan Sooyoung.

“Kau sakit ya? Kenapa tidak bilang Eomma tadi,”  HyeJin masih menangis membuat Sooyoung tidak tega lalu mengusap punggung bocah itu yang terasa panas dengan wajah panik. Suhu tubuh HyeJin tidak senormal pagi tadi saat tangan Sooyoung sempat mengusapnya. Tubuh HyeJin kali  ini benar-benar panas, membuat Sooyoung diserang kecemasan berkali lipat.

“Sooyoung-ah, kita bawa putrimu ke rumah sakit sekarang.”

Taeyeon membimbing langkah Sooyoung menuju parkiran sedang tangan kirinya menggandeng lengan putranya. “Eomma, HyeJin kenapa?”

“Dia sakit sayang..”

Buru-buru Taeyeon membuka kemudi mobil sport mininya, setelah tadi sempat mencari-cari keberadaannya, kebiasaan wanita itu jika sedang dilanda panik justru melupakan hal penting.

“Ayo.. sayang cepat..!!” Lalu mobil itu berjalan kencang tak semestinya, menembus kepadatan lalu lintas.

===

Seoul Hospital

 

 

“Bagaimana?”

Sooyoung langsung berdiri dari tempat ia terduduk, setelah mendapati raut khawatir suaminya yang tiba-tiba datang, pria itu bahkan membatalkan seluruh agenda penting di kantornya tadi. Dilihatnya mata HyeJin yang tertidur dengan nyaman di kasur kecil itu, membuat nafasnya yang terasa sesak kini mendadak lega.

“Badannya masih panas,”

“Ya. Dia demam. Tapi aku sudah memberinya parasetamol, dia hanya perlu istirahat saja.”

Dokter itu tersenyum sambil matanya melirik istrinya yang terduduk bersama putra kecilnya di ruangan itu.

“Appa..” sejak tadi Diego memanggil namanya kemudian terdiam karena Taeyeon mengancam dengan wajah mendelik. “ssst, HyeJin sedang tidur, kau bisa membangunkannya nanti.”

“Setelah putri kalian terbangun, kalian bisa membawanya pulang. Dia harus banyak istirahat.” kata dokter yang menanganinya lalu menggendong putranya dengan semangat.

Kyuhyun dan Sooyoung mengangguk mengerti namun lebih meneliti wajah damai itu sekali lagi. Jika sedang sakit wajah bocah itu terlihat pucat tanpa semangat seperti biasanya. Sooyoung bahkan menyesal mungkin lebih baik telinganya bising mendengar celotehnya asalkan dia tidak sakit seperti ini.

“Sooyoung, Kyuhyun kami pulang ya,” Wajah Taeyeon tampak merengut karena suaminya Park Jungsoo terus saja menyuruhnya pulang untuk beristirahat. Padahal dia dan putranya masih ingin ikut menjaga HyeJin.

“Ah, ya… Gomawo Taeng-ah, kau sudah banyak membantuku..”

Kyuhyun ikut membungkukan tubuh seperti yang Sooyoung lakukan. “Ghamshahamnida Taeyeon-ssi..”

Taeyeon mengangguk. “ah, kalian tidak perlu seperti itu.. Park Diego, ayo beri salam..”

“Nde.. Eomma.” Putra kecilnya membungkuk memberikan salam perpisahan pada mereka.

“Anyeong Eommonim.. Anyeong Abbonim..”

Dengan kerutan bingung Kyuhyun dan Sooyoung saling berpandangan. Dokter yang mendengar ucapan putranya langsung melemparkan mata tajam pada istrinya.

“Taeyeon-ah, apa yang kau katakan pada anak kita,”

Taeyeon meringis, rasanya bodoh sekali mengatakan kalimat candaan pada putranya tadi. “ah, dia hanya salah bicara.” Taeyeon tertawa tapi rasanya sakit hati karena Jungsoo suaminya seolah menggeretak tak suka dengan sikapnya yang asal bicara pada putra kecilnya.

“Eomma aku ingin HyeJin cepat sembuh,” Taeyeon mengelus puncak kepalanya. “Tentu saja dia akan sembuh,”

“Jadi apa boleh Diego mencium HyeJin? Eomma bilang HyeJin akan sembuh kalau Diego cium,” Dokter itu meringis. “Diego apa yang kau bicarakan?”

“Eomma bilang HyeJin tuan putri dan aku pangerannya,” bocah laki-laki itu merasa tersinggung karena Ayahnya tidak ada raut mendukung sama sekali.

Taeyeon menutup wajahnya yang memucat, ia yakin setelah kejadian ini suaminya akan marah-marah di rumah.

“Mianhae… Mianhae,” Taeyeon tidak bisa berkata apa-apa, ia sadar sebagai orangtua meamang sudah seharusnya hati-hati saat bicara. Terlebih anak-anak seusia mereka sangat rentan berkata sebagai peniru ucapan orang dewasa.

“Kau anak yang baik, HyeJin pasti sembuh terimakasih ya?” Sooyoung berusaha meluruskan permasalahan, wanita itu tidak ingin hal sepele menjadi kisruh seperti tadi.

Lalu HyeJin terbangun mendengar suara-suara yang mengusik tidur nyenyaknya.

“Appa,” begitu melihat Ayahnya HyeJin langsung berjingkat memeluk ayahnya. Kyuhyun langsung memangkunya dengan senang hati. “apa masih sakit?”

HyeJin menggeleng. “Anni,”  lalu melihat Diego yang mendekat membuat Kyuhyun tertegun. Anak itu langsung mencium pipi putrinya. Sedetik dua detik sampai kesunyian menyambar berganti tangis keras anak perempuannya.

“huuaa..” sabil menangis HyeJin mengusap-usap pipinya, Diego tidak tau jika tindakannya justru membuat temannya menangis.

“hueee..” bocah laki-laki itu langsung menyusul tangisan HyeJin. Dan ruang rawat itu menjadi riuh penuh tangisan anak-anak.

Dokter itu menekan pelipisnya yang terasa berdenyut sakit. Sambil menggendong putranya yang menangis, ia menyodorkannya pada istrinya.

“Taeyeon-ah, sebaiknya kau pulang… dan suruh Diego belajar dengan baik..!!”

Taeyeon gugup luar biasa. “ye.. kau jangan marah seperti itu? Sangat menakutkan..!!”

“Sooyoung-ah, aku pulang yah?”

Jungsoo menyusul sambil membungkukan badannya. “Aku benar-benar minta maaf atas tingkah istri dan putraku,”

Sooyoung tersenyum lega setelah mereka benar-benar menghilang dari balik pintu itu.

“sst.. Hajiman..geumanhae.. HyeJin-ah, jangan menangis lagi ya?”

===

Kyuyoung’s Appartment

   

“Dia sudah tidur?”

Sooyoung mengangguk dengan wajah sangat lelah. Memastikan bahwa HyeJin benar-benar sudah sembuh membuatnya sangat bersyukur. Bahkan tadi HyeJin sempat berceloteh ceria seperti hari-hari sebelumnya. Beruntung penanganan dokter Jungsoo membuat kesembuhan demam HyeJin lebih cepat teratasi. Namun mengingat kejadian di rumah sakit membuat Sooyoung bergidik. Bagaimana nasib Taeyeon sekarang?

“Apa yang akan dokter Jungsoo lakukan?” Pandangan Kyuhyun terjun meratapi wajah muram Sooyoung lalu memainkan anak rambutnya yang sedang bersandar di pangkuannya.

Di ruang tengah itu bertengger televisi layar lebar yang sedang Kyuhyun tonton dengan semangatnya. Pertandingan sepak bola yang sejak tadi ia tonton harus teralihkan dengan wajah cemas Sooyoung.

“Dia akan baik-baik saja,” Sooyoung tersenyum sendiri. Ada kemungkinan Taeyeon akan merasa sangat malu besok untuk menemuinya, lalu menjelaskan celoteh putranya yang menimbulkan kesalahpahaman.

“Dia anak yang lucu ya?” komentar Kyuhyun, yang di barengi dengan senyuman istrinya. Diego memang anak cerdik, dia bocah laki-laki yang sama hipperactive nya dengan HyeJin.

“Apa kau juga berfikir tentang perjodohan anak-anak seperti yang Taeyeon lakukan?”

Sooyoung mengerutkan keningnya, mana mungkin…!

“Yang benar saja, mereka masih anak-anak. Lagipula Taeyeon itu memang suka bergurau, suaminya saja yang terlalu menganggapnya serius.”

Mata Sooyoung sangat berat menahan beban kantuknya. Seharian ini waktunya tersita untuk mengurus HyeJin yang sakit. Kesibukannya bertambah tiga kali lipat dari biasanya. Perasaan sedih, cemas dan panik melanda pada waktu bersamaan. Kali ini tubuhnya sudah tidak berdaya. Letih yang terbayarkan dengan senyuman sehat putri kecilnya membuatnya sangat puas. Dan.. sekarang ia tumpahkan keletihannya di pangkuan Kyuhyun. Seolah beban berat yang melandanya di hari ini langsung pupus.. berada di di dekapan suaminya membuatnya nyaman. Sangat nyaman.

“hm.. aku juga belum bisa membayangkan seperti apa HyeJin kelak. Pasti dia akan menjadi gadis menawan,” Kyuhyun tersenyum lalu mencubit pipi wanita itu dengan pelan. “Seperti ibunya.”

Bibir pria itu mengulum senyum tampak puas. Begitu sadar istrinya sudah terbang bersama keindahan mimpi di dinginnya malam, Kyuhyun mengusap wajahnya dengan pelan. Ruas jemarinya yang panjang mengelus pipi lembut itu dengan sayang, harmoni hatinya tentram saat wajah damai itu terlelap sangat tenang. Wajahnya mendekat mengecup puncak wajah wanitanya, kemudian berbisik.

“Tidurlah,” lalu mengangkat tubuh Sooyoung ke tempat yang lebih nyaman.

***

90 thoughts on “Tiny

  1. keluarga yang manis^^ tingkahnya diego ama hyejin emang ngegemesin. sifat keibuannya sooyoung di ff ama yang di real keliatan banget kk~😀

  2. Mmg butuh ekstra kerja keras menghapai anak2 yg pandai bicara, dia gk ckup satu pertanyaan dijawab tapi malah bertanya trs smp jawabanya pas sm dgn yg dia inginkan..lucu mrk berdua

  3. Kyuyoung cengo liat kelakuan anak taeyeon.. Taeyeon juga konyol😀
    well, sisi romantic kyuyoung ga ilang di tengah kelucuan yg ada.. 2 thumbs up! ^^

  4. kyuyoung yg sabar ya…
    anak kecil umuran hyejin mmg kya gtu…
    ak aj punya ponakan klo nanya smpai akarny dtanyain…
    Diego,ck…mmg ya…hheee

    next another ff be waiting

  5. apa banget dah kalo udah genrenya kaya gini. aaaaaa gemes selalu. bisa ngebayangin gimana kyuyoung punya anak.
    ditunggu ff lainnya

  6. Annyeong iyank3-ssi…
    Ini bukan lanjutan seri yg kmaren kan?
    Eisshh… Apapun itu karya iyank3-ssi aku selalu suka, semuanya pas gak kurang n ga lebay, srlalu dinanti karya2yg berikutnya. Gomawo

  7. Ahhh kyuyoung so sweet, diego sma hyejin lucu masih kecil U̶̲̥̅̊∂н̣̣̣̝̇̇̇ , cium ciuman ˚˚°:p=))[н̲̅e̲̅н̲̅e̲̅н̲̅e̲̅]˚˚°:p=D[н̲̅e̲̅н̲̅e̲̅н̲̅e̲̅]˚˚°:p=))

  8. annyeong eonni, aku cuma mau sedikit ralat aja
    anak normal yang sangat aktif itu ga boleh atau ga bisa disebut hyperactive. mereka lebih aktif, dan memang pada hakikatnya anak-anak itu senang bergerak dan lebih aktif. hyperactive itu bisa dikatakan semacam syndrom, atau “sakit”. mungkin lain kali eonni bisa pakai kata ganti lain, karena yg bisa bilang seorang anak hyperactive itu cuma psikolog.
    iya aku tau ini cuma ff, tp kalo anaknya kyuyoung hyperactive berarti dia “sakit” dong

  9. Daebak
    Taeng keren bgt yahhh anak sekecil itu udh diajarin yg g bener hhaa
    Hyejin lucu bgt
    Ditunggu ne ff kyuyoung yg lain

  10. Kasihan hyejin sakit.. untung dia udah sembuh yah meskipun dia lumayan cerewet tapi kalo dianya sakit lagi kan kasihan kyuyoung juga. Ehh itu si diego berani banget.. kecil ² udah cium hyejin sampe hyejin nangis..

  11. Anak anak mereka lucu bgt apalagi diego
    Aduh seneng deh kalo baca cerita kyuyoung yg udh punya anak pasti lucu sama konyol
    Oke deh next ff ditunggu

  12. Aa,,, anak” yang lucu jadi Gemes yang baca. Pasangan yang romantis jadi suka yang baca. Keren” next next

  13. Tae ngajarin apa aja ke anaknya, jungsoo jadi nyeremin…
    hyejin lucu rasa pingin taunya tinggi banget…
    ditunggu cerita yg lain🙂
    semangat😀

  14. So sweet seperti biasa!
    Aku sukaaa!
    Banget banget!
    Hehe
    Btw taeyeon bener-bener ya, masa anak kecil diajarin begituan.
    Dasar kiddo.
    Haha

  15. hahaha diego genit yaa minta cium hyejin segala jadinya taeng diomelin jungsoo wkwk untung ky jadi ortu penyabar dan selalu harmonis yaa jadi ngurus hyejin yg lagi sakit aja ga pake ngomel dan berantem~

  16. gak tau kenapa, kalo tiap bca ff tentang kyuyoung punya anak malah jadi mikir “apa nanti sooyoung bakalan kaya gini sama kyungho?” kenapa yaa gue malah berpikiran jelek kaya gitu ?? pengennya sih sooyoung nikah ama kyuhyun, tapi kan sooyoung lagi jadian ama kyungho. da aku kudu kumaha atuuhh ??? i can’t move on from kyuyoung ㅠ_ㅠ

  17. hahaha ya ampun seketika kekhawatiran kyuyoung sama sakitnya hyejin jadi dialihin sama celotehan gemesin dari diego.. sempet mikir sih pas diego bilang eomonim sama abonim lah emang dia menantunya kyuyoung hahaha engga taunya taeyeon ngajarin kaya gitu hahaha

  18. Hyejin bawel ternyata ckckck..
    Kyuyoung ditengah kebawelan anak mereka masih bisa romantis aigggoooo…!!!! Kyuyoung emang JJangggg!!!!
    Kyu .. aku baru tau Kyu bisa jd lebih lembut.. tp cuma ke keluarganya..
    Hwa daebaaakkkkk deh pokoknya!!!
    Ditunggu Kyuyoung ff lainnya ya chingu.. yg lanjutan towards wedding itu.. sama kelanjutan ff ini .. Hwaitinggggggg!!!!

  19. Kyuyoung always romantic
    Kirain hyejin knpa, trnyata dy sakit toh
    Haha taeng pasti bakal kena oceh suaminya
    Ditunggu next.a

  20. Waaaahhh keren keluarga yg harmonis:’) pengen kalau Kyuhyun itu emang beneran nikah didunia nyata ini, aku berharap banget.

  21. Bwahahaaa…
    Park Diego prah’, tingkah laku.A bisa membawa Ibu.A menjadi tersangka’.😀
    FF.A mendidik, mngandung psan moral bwat pra knight biar hti” klo ngmong d.dpan ank kecil. 100 bwt author.A🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s