The Anxious


ky

The Anxious

“Kau mengejekku?”

Kyuhyun gelimpungan di atas kasur kingsize-miliknya. Wajah setengah prustasinya menguarkan semburat gelisah. Istrinya lama pergi. Tidak pamit. Sudah hampir seharian penuh Sooyoung tidak bisa di hubungi.

“Mungkin dia punya simpanan lain yang lebih mempesona, Kyu.” EunHyuk sahabatnya berkali-kali menohok batin Kyuhyun di ponselnya, dengan ucapan ngawur dan asal-asalan yang tercetus di bibirnya. Meskipun 90% ungkapan EunHyuk sudah pasti keliru. Tapi kemungkinan 10% Kyuhyun meyakini keraguan itu. Apa mungkin Sooyoung sedang bermain api bersama pria lain. Apa mungkin istrinya sedang jera lalu mencari pelarian dengan pria-pria muda mempesona. Pria muda Korea sekarang, siapa sih yang tidak ganteng dan menawan?

“Itu tidak mungkin, monyet sialan.”

“haha..”

Kyuhyun geram bukan main. Di saat hatinya resah dan terburu-buru mengangkat ponsel yang dikira adalah Sooyoung, Kyuhyun malah menemukan suara EunHyuk yang mengajaknya bercengkerama. Bercanda. Lalu membuang-buang waktunya.

“Aku tidak ikut, kalian nikmati saja acaranya sendiri.” Ucapnya, Lalu kaki Kyuhyun melangkah menyusuri pintu dan tersenyum saat menemukan putri kecilnya yang cantik masih tidur dengan nyaman di kasurnya. Hampir berjam-jam Kyuhyun menyuruh gadis kecil itu tertidur, tapi HyeJin merengek nangis meminta Sooyoung menemaninya.

“Mana Eomma? Kenapa pergi tidak mengajakku. huee…”

Kyuhyun teringat kata-kata dari suara kecil melengkingnya. Anak itu menangis sangat lama sampai Kyuhyun berhasil menenangkannya. Jangankan HyeJin, Kyuhyun saja nyaris gila mencari keberadaan Sooyoung. Dimana dia sekarang. Sambil tetap mendengarkan suara EunHyuk yang berceloteh. Kyuhyun menepuk-nepuk punggung gadis kecilnya. Tidurnya makin lelap makin damai. Lalu Kyuhyun tersenyum mengecup puncak kepalanya dan meninggalkannya dari temaram lampu yang berbisik penuh kesunyian.

“Kyuhyun, kau yakin tidak mau ikut? Tidak mau datang!”

“Tidak. Kau tahu mendengar suaramu, justru membuatku makin stres.”

Kyuhyun menggigit bibirnya. Menatap sayu jam dindingnya. Jam yang berdentang membunyikan detak-detak menjengkelkan. Dari sana waktu berputar makin cepat. Binar kegelapan yang melahap gelapnya malam makin tampak, Kyuhyun benar-benar cemas sekarang. ‘Sooyoung kau dimana?’

“Yaa.. Kyuhyun-ah.”

“Apa sih, kau mengulur-ulur waktuku. Aku harus mencari istriku, dimana dia sekarang? tapi aku juga tidak bisa meninggalkan HyeJin disini sendiri.”

“Baru ditinggal sehari saja kau sudah uring-uringan begitu. Seperti mau kiamat saja.”

“Ku tutup telfonnya!!.”

“Jangan! Baiklah-baiklah… aku menyerah. Kasihan sekali kau pria malang.”

Kyuhyun memijat pelipisnya terasa berdenyut dan sangat sakit. EunHyuk menambah daftar penyiksaannya hari ini. Pria itu mendesah berulang kali. Ia mengacuhkan EunHyuk lalu matanya membelalak kaget ketika tangan satunya masih berusaha menelfon nomor Sooyoung.

“Kenapa bisa, dia melupakan ini.” Kagetnya diliputi kecemasan yang semakin menyiksa.

“Ada apa Kyu??”

Kyuhyun meremas ponsel Sooyoung yang bergetar-tanpa suara saat tubuhnya terduduk di sofa panjang disana. Wanita itu tidak membawa ponsel. Bagaimana mungkin? Tidak seperti biasanya. Bahkan benda kecil itu tidak pernah sekalipun luput dari genggaman istrinya, sesibuk apapun wanita itu beraktivitas. Bagimana ini? Lalu dimana dia sekarang? Apa mungkin Sooyoung? Kyuhyun menggelengkan wajahnya panik.

“Hyung.. aku cemas sekali. Bantu aku mencarinya!”

Air mata Kyuhyun hampir jatuh terdampar di pelupuk mata. Ia tidak bisa menutupi kegugupan yang melanda. Sedangkan di luar rintikan hujan besar tlah mengguyur jalanan, sampai kusen kaca jendela apartementnya bergetar saking besarnya guntur-guntur yang bergemuruh. Hari sudah larut dengan malam yang legang. Apa yang dilakukan istrinya malam-malam begini.

“Istrimu. Apa belum kelihatan sampai sekarang?” hati-hati EunHyuk bertanya meskipun pria itu lebih sering mendengar jawaban ketus dan menyakitkan dari bibir Kyuhyun. Terlebih Kyuhyun yang sekarang, Kyuhyun yang sedang kesal, cemas dan bingung… jika EunHyuk mengusik perasaannya sedikit saja Kyuhyun benar-benar akan meledak dalam kemarahan sekarang.

“Belum. Aku sudah menelfon keluargaku. Keluarganya. Mereka bilang dia tidak disana..”

Meskipun ragu-ragu meraihnya, Kyuhyun meremasnya sebelum memutuskan mengenakan mantel itu dan bersiap meninggalkan apartementnya. Kali ini hatinya sudah mantap, ia harap HyeJin akan terus terlelap sampai ia kembali. Namun batinnya berseru, bagaimana jika anaknya mengigau lalu terbangun dan menemukan rumah kosong, sepi… bagi anak kecil suasana seperti itu begitu mengerikan. Mencekam dan penuh bahaya.

“Istrimu baik-baik saja, kok.”

“Bagaimana mungkin kau mengatakannya..!!” Kyuhyun membentak dengan keras, membuat EunHyuk terdiam beberapa lama. Sebujur tubuh Kyuhyun mengeras, jika pria itu sedang berada di hadapannya mungkin bogem mentah sudah mendarat di rahang EunHyuk lalu meremukannya menjadi sisa tulang belulang tanpa makna.

“Maaf.” EunHyuk bergidik mendengar suara keras disana. “Maafkan aku Kyu, aku tidak tahu jika kau semarah ini. Tapi seharusnya Sooyoung sudah sampai.” Kata EunHyuk memberi penjelasan. “mungkin jalanan sedang macet. Hujan sangat deras. Sooyoung tidak mau ku antar. Dia minta pulang dengan taxi.”

Kyuhyun menghentikan langkahnya yang terburu-buru. Dadanya berdesir cepat tidak karuan menerima kegelisahan yang melanda tubuhnya. “Kau tahu Sooyoung dimana? Kenapa tidak memberitahuku…!!”

EunHyuk harus menelan liurnya berkali-kali yang hampir kering, Mendengar Kyuhyun yang meledak-ledak disana seperti menghantam-hantam tubuhnya. Ia tidak menyangka Kyuhyun benar-benar semarah ini. Mungkin ia tidak akan mengulanginya lagi. Kesalahan besar jika sudah menyangkut tentang Sooyoung, hati Kyuhyun langsung terusik menjadi kejam.

“Sejak pagi aku sudah mengatakannya. Mengajakmu untuk berkumpul. Kita sudah lama tidak saling mengobrol, juga bersama teman-teman yang lain. Mereka semua mengeluhkan kesibukanmu.” EunHyuk bingung harus memulai dari mana.

“Kau bilang kau sibuk dan tidak bisa.” Kyuhyun menahan amarahnya lalu teringat bagaimana EunHyuk berusaha membujuknya untuk datang di acara reuni itu. Kyuhyun merasa itu sudah tidak perlu, terlebih dia memang terlanjur sibuk saat di kantor tadi dan ingin mengurai kepenatannya bersama keluarga saat pulang.

  Itu sudah lebih dari cukup. Tapi begitu tidak menemukan Sooyoung dimanapun, hatinya langsung kalang kabut.

“Lalu?” Kyuhyun masih menunggu suara EunHyuk yang serak tertelan rasa takut.

“aku menyuruh Sunny menculik istrimu. Dengan begitu kau pasti akan datang. Tapi tetap saja kau tidak mau datang! kan?”

“Apa??” EunHyuk tersentak kaget, bentakan Kyuhyun lebih mengerikan dari auman srigala buas di safana belantara sekalipun.

“Maaf. Maafkan aku. Tapi istrimu baik-baik saja saat disini. Dia bertemu banyak temannya, dan terlihat sangat bahagia.”

“Kenapa tidak memberitahuku sejak awal?” hardik Kyuhyun, tubuh EunHyuk lemas luar biasa di sudut ruang sana.

“Aku hanya ingin memberimu kejutan, kau tidak akan menyesal untuk datang, karena ada wanitamu disini. Tapi nyatanya kau tidak datang. Kan?”

Tangan Kyuhyun terkepal kuat-kuat, “Sekarang kau membiarkan dia pulang sendirian saja??”

EunHyuk terdiam, tadi dia sudah memaksa Sooyoung untuk diantar, tapi wanita itu lebih nyaman pulang sendiri, dan bersikeras ingin naik Taxi.   ‘ya Tuhan. seharusnya aku memang mengantarnya.’

 “Maaf Kyu, ak-“

 “Aku tidak akan memaafkanmu jika terjadi sesuatu padanya!! Maka bersiaplah…”

Kyuhyun langsung membanting ponselnya, membiarkan EunHyuk yang menganga dilanda rasa prustasi di sebrang sana. Beruntung ponsel itu terbentur benda empuk, bantalan penyangga kaki setidaknya menyelamatkan smartphone canggih miliknya. Tapi meskipun ponsel itu masih tetap baik dan bisa digunakan, Kyuhyun sudah enggan untuk memungutnya lagi.

Lalu ketika Kyuhyun membuka pintu apartemennya, mata miliknya langsung berbinar melepaskan segurat kelegaan. Dan kecemasan yang sejak tadi bergumul di dadanya seolah lepas begitu saja.

“Kau dari mana saja?”

Kurang dari dua detik, Kyuhyun langsung menangkup tubuh Sooyoung yang sedikit basah akibat guyuran air hujan di luaran sana. Sooyoung yang menggigil harus tersenyum dan sedikit meringis sakit saat tahu tubuhnya diremas begitu kuat oleh suaminya. Dari sana ia merasakan jika Kyuhyun sangat takut sampai-sampai tidak mau melepaskan pelukannya.

“Maaf, ya.”

Kyuhyun tidak menyuarakan untuk membalas ucapannya. Ia semakin kuat merengkuh tubuh itu. Dari kedinginan yang menjalar tubuh Sooyoung perlahan menghangat oleh dekapan pria itu.

“Aku cemas.” Katanya “Aku benar-benar mencemaskanmu.” Kyuhyun mengulangi kata hatinya.

“Kau pulang sendirian? Kenapa tidak berusaha menghubungiku. Aku bisa langsung menjemputmu, setidaknya aku tidak membiarkan tubuhmu kedinginan dan menggigil seperti sekarang.”

“Aku baik-baik saja.” Sooyoung membalas pelukan itu dengan tepukan kasih sayang. “tadi saat menunggu taxi, hujannya makin lebat. Dan tidak ada satupun taxi yang melintas, jadi Sunny memaksa untuk mengantarku. Padahal jarak rumahnya sangat jauh.” Sooyoung tersenyum mengenang lalu begitu teringat pesta reuni yang megah dan meriah itu Sooyoung langsung tertawa. Ia sampai lupa waktu pulang bahkan tidak menyadari jika dirinya tidak membawa ponsel karena banyaknya teman yang mengajaknya berbincang mengenang masa-masa sekolah dulu. Rasanya menyenangkan berputar ke masa lalu yang ceria penuh canda tawa bersama mereka.

“Oh. Bagaimana HyeJin?” Sooyoung melonggarkan pelukannya dengan menatap Kyuhyun hati-hati. Wanita itu merasa bersalah meninggalkan anak dan suaminya hanya untuk bersenang-senang diluar sana.

“Oppa?” Sooyoung terdiam mengikuti detakan Kyuhyun yang makin memelan sejak saat memeluknya. Apakah pria itu akan terus memeluknya seperti sekarang.

“Dia lebih kacau dariku. Menangis sepanjang waktu tanpamu.”

“Benarkah?” Sooyoung mengurut dahinya, merasa bersalah pada dua manusia yang sepanjang hari memikirkannya. Digenggamnya dengan erat telapak tangan suaminya dengan sedih. “Maaf.”

“Aku belum memaafkanmu.” Sooyoung mendesah mendengarnya. Lalu begitu dirinya beranjak ingin sekali melihat bagaimana putri kecilnya tertidur Kyuhyun membalikan tubuhnya lagi.

“Kau mau kemana?”

“Kemana lagi? tentu saja melihat anak itu tidur.” Sooyoung mencubit pipi pria itu dan terburu-buru lari saat Kyuhun akan merangkulnya lagi.

“Apa lagi, aku kan sudah minta maaf. Jika kau ingin marah tolong tunda dulu untuk besok. Tubuhku pegal dan apa yang kau lakukan-“ Sooyoung menggeliat begitu tangan Kyuhyun gesit meraih tubuhnya kembali terlebih gaun panjang shiffon yang dikenakannya membuat Sooyoung kesulitan berjalan. Padahal kamar HyeJin sudah di depan mata.

“Tubuhmu basah.”

“aku hanya ingin melihatnya saja, kok.” Kyuhyun tersenyum lalu membiarkan istrinya terjun melongoki buah hatinya.

Kyuhyun dan Sooyoung sama-sama memandangi putrinya yang terlelap begitu tenang, “Maafkan Eomma ya…” lalu Sooyoung mengecup pipi anak itu dengan dahi mengerut, begitu tubuh anak itu menggeliat setelah Sooyoung mengecupnya. Beruntung anak itu tidak terbangun dan tetap melanjutkan mimpi indahnya.

Penampilan Sooyoung masih kacau dan acak-acakan akibat terguyur air hujan tadi dan suaminya memegangi puncak wajahnya dengan cemas. “Benarkan, tubuhmu panas sekarang.” Kyuhyun bicara dengan dingin menambah perasaan bersalah itu muncul lagi dalam benak Sooyoung. “aku tidak apa-apa.”

“Keras kepala, tunggu sebentar. Akan ku siapkan air hangat untuk memandikanmu.” Sooyoung langsung terbelalak. Seperti anak kecil yang sedang mendengarkan nasehat Ayahnya. Kyuhyun benar-benar terlihat seperti orangtuanya sekarang. Dan hati Sooyoung langsung berdetak kencang. Mengingat ucapan suaminya barusan. ‘Apa benar dia akan memandikanku?’

Sooyoung merasakan pipinya panas akibat tersipu. Sudah sangat lama dia dan suaminya tidak mandi bersama. “Astaga, apa yang sedang ku pikirkan?” Sooyoung menepuk pipinya pelan, namun begitu melihat wajah Kyuhyun muncul lagi menghampiri, duduknya menjadi gelisah dan salah tingkah. Sooyoung merasa tubuhnya baik-baik saja, ia hanya kedinginan dan saat Kyuhyun memeluknya langsung begitu ia datang, dingin itu seolah hilang, dan dia benar-benar merasa baik-baik saja sekarang.

“Aku melarangmu pergi tanpa seijinku lagi.” Sooyoung mengangguk dalam kegugupan yang berdentam-dentam di jantungnya. Bukan karena larangan pria itu. Tapi akibat uluran tangan Kyuhyun yang langsung tersentuh tangannya. Tiba-tiba aliran listrik seolah tersengat beribu megavolt dalam tubuhnya. Sooyoung terbujur kaku tubuhnya seperti manekin yang hanya bergerak saat Kyuhyun menariknya dengan pelan ke kamar mandi pribadi mereka.

“Buka bajumu,” Kyuhyun berkata pelan, pria itu tidak menyadari jika wajah istrinya tlah merah padam. Biar bagaimana pun akhir-akhir ini Sooyoung tidak begitu terlalu memikirkan bagaimana mengais cinta bersama Kyuhyun di sisa-sisa ia pulang bekerja. Tubuh lelah pasti mendominasinya dan hanya butuh istirahat lalu melanjutkan aktivitas seperti sedia kala saat mentari menyingsingkan sinarnya kembali. Sama seperti suaminya, Sooyoung juga terlalu sibuk mengurus HyeJin. Putri kecilnya yang semakin pintar bicara lalu berkomentar sarkatis dengan lucu seperti anak-anak pada umumnya.

“Kau.. kenapa masih disini? Aku kan bisa mandi sendiri.”  Kyuhyun terdiam menatap rona-rona memerah di pipi Sooyoung. Pria itu mengerutkan kening, ia yang baru akan menyentuh gaun yang Sooyoung kenakan harus tertegun dan berhenti. Karena Sooyoung mencegahnya.

“Bukankah aku sudah mengatakannya. Aku akan me-man-di-kan-mu,” Pria itu mendikte ucapannya  lalu tersenyum miring begitu ia mendengar suaranya sendiri yang terdengar sangat jelas. Lalu tubuhnya ikut menegang malu.

“Lagipula kau sedang sakit. Badanmu panas.” Mata Sooyoung terpejam meringkuk-ringkuk tidak karuan saat Kyuhyun dengan mudah membuka resleting panjang yang terpampang di tubuhnya, membalut tubuhnya dengan indah. Lalu entah angin dari mana langsung menusuk-nusuk pori-pori kulitnya dengan kejam. Sooyoung merasakan pori-pori kulitnya bertambah dingin sekarang.

“Aku tidak sakit. Aku sehat dan baik-baik saja.” Sooyoung masih berusaha menutupi tubuhnya yang hampir ditelanjangi oleh suaminya sendiri. Ia menggeliat saat permukaan tangan Kyuhyun tidak sengaja menyentuh kulit punggung miliknya yang sudah terekspos bebas dibelakang sana.

“Ada apa?” Kyuhyun tersenyum simpul. “Aku bahkan sudah hafal bagian-bagian tubuh ini.”

Sooyoung tersipu dan gerakan tangannya langsung terangkat memukul bahu suaminya. “Yaa..!”

“Oh, jadi kau sedang berpikir tentang apa?” Suara Kyuhyun yang dingin menggoda langsung membangunkan kegelisahan di benaknya.

“Tidak. Aku akan membersihkan tubuhku, jadi kau keluarlah.” Sooyoung berusaha mengelak dan ingin pria itu cepat-cepat menghilang. Otaknya bisa hangover melihat bagaimana cara Kyuhyun mengintimidasi cinta dengan cara luar biasa.

Kyuhyun bersiul dengan tubuh bersandar di dinding bathroomnya, wajahnya santai dengan tatapannya yang waspada menekuri gerakan Sooyoung yang tampak kaku.

“Hah? Apa yang kau lakukan?”

Sooyoung membelalakan matanya kaget. Kyuhyun santai menanggapi. Pria itu lebih sibuk membuka bajunya sendiri dengan mudah.

“Kau tidak mau kumandikan karena takut bajuku basah, kan?” terkanya. Sooyoung menggeleng, tidak habis pikir jika suaminya akan melakukan itu. Kyuhyun tersenyum menyeringai membuat Sooyoung meneguk liurnya dengan susah payah. Apa-apa’an suaminya ini.

“Jadi mari kita mandi bersama.”

“Yaa..” Sooyoung memekik, memalingkan wajahnya karena malu kini ia hanya menurut saja mengikuti langkah suaminya yang menuju bathup. Air hangat mengurai tubuh polos mereka yang kelelahan. Kyuhyun bermain-main sedikit dengan air itu, sementara tubuh Sooyoung mengejang masih tidak percaya, jika tubuhnya harus berbaur lalu bercampur bersama tubuh suaminya di malam petang seperti ini. Tanpa lilitan benang tanpa alas yang menutupinya.

“Bagaimana pestanya?”

Sooyoung merasakan jemari kakinya terjepit-jepit oleh lilitan kaki pria itu, mereka saling bermain.. tubuhnya semakin rilex dengan air-air yang bergumul membilasnya.

“Ramai, banyak orang.”  Sooyoung menggeliat, tangan Kyuhyun tampak bermain nakal menelusur lembut tubuh kelimisnya yang licin. Camomile lembut langsung tercium seperti parfum begitu busa-busa sabun tampak melingkupi tubuh keduanya.

“Kau tahu kan, aku hampir gila mencarimu.” Kyuhyun sempat menciumi tubuh wanita itu sebelum memeluknya dengan erat dari belakang merasakan betapa berkali lipat lembutnya punggung wanita itu jika sedang basah oleh busa sabun.

“Jika saja monyet gila itu tidak mengulur waktu, kau tidak akan basah kuyup seperti tadi. Aku bisa langsung menarikmu sebelum cuaca di luar bertambah buruk.” Sooyoung menoleh, tanpa bisa menutupi wajahnya yang merah merona.

“Monyet? Maksudmu Eunhyuk oppa?” Kyuhyun mengangguk dengan wajah kesal. “Siapa lagi? jangan memanggilnya Oppa dengan mesra seperti dia kekasihmu saja.”

Sooyoung mendesah lalu tertawa senang melihat suaminya kesal seperti itu. “Kau tahu tadi dia sempat perform di panggung bersama Donghae Oppa, keren sekali.”

 Senyuman Sooyoung langsung pudar, nada-nada kesal dari wajah Kyuhyun langsung terbaca. Wanita itu bahkan belum sempat menjelaskan jika dirinya juga ikut tampil saat Eunhyuk menariknya untuk sama-sama bernyanyi. Ah.. sepertinya memang tidak usah kuceritakan. Bisa gawat, kan?

“Keren apanya? Aku hampir keluar mencari untuk menghabisinya jika kau tidak langsung tampak dari pintu tadi, monyet itu sudah habis sekarang!” Kyuhyun mendecih lalu begitu teringat ucapan Eunhyuk yang mengecoh dan terus mengejeknya, pria itu langsung tersulut lagi.

“Dia tidak bersalah..”

“Kau membelanya?”

“Tentu saja.”

“kenapa tidak mendukung suamimu. Kau malahan membela pria menyebalkan itu. Dia menyuruh Sunny untuk menculikmu, apa-apa’an pria seperti itu.”

Sooyoung mendesah pustrasi lalu membalikan tubuh untuk menangkup wajah suaminya. Memberinya pengertian. “Dengar ya, mereka melakukan itu agar kau mau datang.”

Kyuhyun merasa sudah tidak peduli lagi, untuk alasan apapun menculik istrinya adalah tindakan pelanggaran hukum. Dia bahkan bisa saja menuntut mereka. Memenjarakan orang-orang itu di jeruji sempit dengan sangat lama.

“Kau harus memaafkannya,” Sooyoung berkata sedih melihat betapa kecewanya Kyuhyun.

Kyuhyun mengedikan bahunya merasa tidak peduli lalu melihat istrinya yang tampak berharap, Kyuhyun langsung  menerbitkan seringaian. “Harus ada jaminan memaafkan manusia-manusia iseng seperti itu.” Kyuhyun terkikik begitu tahu reaksi Sooyoung yang menambahi kerutan bingung di dahinya.

“Jadi sebagai jaminan kau harus memuaskan suamimu malam ini.” Pria itu membelai pipi istrinya dengan lembut lalu mengecup kilas bibirnya dengan gesit.

Sooyoung hampir mendesah tertelan detakan jantungnya yang langsung bergairah, kata-kata Kyuhyun langsung menyulut sensasi tubuhnya. Wanita itu beranjak lalu menoleh mengakhiri tubuh berendamnya. Tidak disangka mereka menghabiskan bermenit-menit lamanya disana. Sambil mengerling nakal menatap mata Kyuhyun yang memandang tubuhnya dengan decak kagum terpesona.. kaki mulus Sooyoung tampak santai menuruni bathup panjang itu.

“Kalau begitu, lakukan saja aku tidak takut…!!”

91 thoughts on “The Anxious

  1. huaaaa terharu sama kekhawatiran nya kyuhyun oppa …. segitu sayangnya sama soo Eonnie … kereeeeen ceritanya …. romance … dan entah kenapa aku suka banget sama sikap nakal nya kyuhyun yang bikin greget hehe … ditunggu banget ff lainnya …. keep writing ya

  2. Ya ampun kyuhyun bru ditinggal seharian sma sooyoung smpai segitunya ckck tpi sya suka sya suka kyuhyun yang kaya gitu ,, eunhyuk lagi kamu membangunkan singa tidur tau😀
    ya ampun sooyoung kamu malah nantangin lagi hemm bner2 kluarga epil :p

  3. Daebakkk yg ini moment kyuyoungnya lebih bnyk.
    Biasanya fokus sama hyejin.
    Aku selalu menanti ff ini.
    Ditunggu ff yg lain ya🙂

  4. aku bahagia masa, di ksi selalu sepi dan pasti ff buatan cingu selalu hadir.
    akhir – akhir ini beneran butuh kyuyoung dipikiran.
    well kyu terlalu sayang jadi terlalu cemas.
    suka – suka sama genre marriage life..

  5. keren banget thor~ Kyu oppa bener2 kaya cacing kepanasan di tinggal Soo eon >,<
    bahasa yang dipake juga keren dan ringan bikin FFnya makin seru bayangin tiap adegan(?)
    keep writing yaa author-nim >,<
    promosi dikit , cek wpku yaa, ada ff kyuyoung juga : https://kyuyoungdiari.wordpress.com/

  6. Sooyoung jg sh knp gk izin sm misuanya.atau s’enggknya bw hapenya.hmm lupa y tadi.kalo gk bgtu crtanya gk seruuw .next dtunggu.

  7. Kyu nya perhatian banget aigo aigo aigo.. Soo aku pikir kemana.. eh dia diculik sama Sunny.. Monyet gila? wkwkwkwkwk… Hyuk oppa dasar emang..
    Soo mau dimandiin suami sendiri takut, lah kan padahal udah ada hasilnya.. Kyu emg ga dimana2 mesum.. ampe Soo nantangin gila!.. Daebaaakk deh chingu ff nya..
    ah ne, aku udah inbox chingu di fb, nama fb ku nur muharamah.. minta pw ya chingu.. gamsahamnida..
    Hwaitinggggggg!!!!!

  8. Annyeong…
    Aaaaaaaaaaa…… Ini bikin envy…. Daebakk… Daebakkk….. Daebaaaakkkkk……
    Cara kyuppa mncintai soo itu loh, yg aku paling suka, buesaarr, seluas jagat raya x ya..kkkeekk…
    Gomawo iyank3-ssi

  9. Kata org banyak anak banyak rezeki😀 jadi kalok mau tambah anak sepertinya good idea😀 kyu gabisa lepas dari sikap protective nya yaa.. bagus, ternyata kyu konsisten😀

  10. aku kira sooyoung unnie kemana ckckck😀
    aaaaa pengen deh punya suami kayak kyuoppa ^_^
    romantis dengan caranya sendiri😀
    nice thor (y)

  11. !Huughhff… klo Aq punya emak kya Syoo.. udak mencak” esok.A.
    Ndahhh.. Aq jdii pnsaran sma reaksi Hyejin g’mna esok.A..???!!

  12. Kyu tipikal material husband banget deh. Diajak ngumpul bareng teman tp lebih milih dirumah sama keluarga yg ternyata soo pergi ke acara ngumpul bareng itu haha. Next thor

  13. keren banget alurnyaa..
    semua sifatnya kyuhyun muncul: evil, romantis, cemburuan, perhatian juga..
    wow

  14. Untng hyuk gk jadi di abisin kyu…
    soo berani banget goda kyu, padahal tadinya dy yg takut sendiri
    kyu cemas bngt sma soo
    ditunggu ff lainnya

  15. Wah daebbak (y) Kyuhyun nya disini keliatan banget sayang dan cinta sama Sooyoung, keren pokoknya. Ditunggu ff keren lainnya, fighting^^

  16. Kyaaa, so sweet ^^
    segitunya kyuhyun yg kehilangan istri kkk~
    d tunggu karya lain eonni,,
    fighting !!

    Oiya, aku udah kirim ke inbox eonni buat minta pw,,
    dibales yaa eon, jebal🙂

  17. Annyeong..
    Huehehe so sweetnya kyuppa😄 Nyari Soo eonnie ampe segitunya banget. Aku suka ceritanya chingu. Ditunggu karya selanjutnya. Fighting!!

  18. si kyu sayang banget sama soo.. untung aja soo cepet pulang ye jadi eunhyuk nggak bakal dihabisin oleh kyu.. ㅋㅋㅋㅋ
    ditunggu ff mu lainnya thor.

  19. yaa enhyuk oppa usil banget bikin evil marah hahahahaha untung aja soo onnie langsung pulang…mereka kayak anak abg baru jatuh cinta ya aigooo selalu romantis❤❤❤

  20. kyaaaa knp stop. lnjutttttt
    hayoooo kyuyoung mw ngapain.coba hhee

    ak sdh minta pw buat ff marry U…
    tolong bls ya..

  21. gyahaaaa. kyuhyun appa sadiiiiss !!!! sering2 aje yee eunhyuk oppa ngerjain kyu appa dg menculik sooyoung eomma. biar sooyoung eomma terus dpt ‘hukuman’ dr kyu appa :v

  22. huaaaaaa kyu sampe segila itu ga ketemu soo seharian, untung soo cepet” dateng kao engga abis tuh si monyet hahahahaha
    wah wah wah kejadian apa tuh yg berlanjut wwkwkwkkw
    daebak^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s